Jam dinding menunjukan pukul 08.00 malam,namun rumah Arka masih terlihat sepi.Diana turun dari mobil sport merah milik Arka.
"Tuan Arka ada urusan di luar kota nona,malam ini sepertinya tidak pulang.tadi tuan berpesan agar nona Diana berdiam diri di rumah saja tidak pergi keluar selama tuan tidak rumah",Ucap Felix pada Diana panjang lebar.
"Tadi pagi katanya libur kenapa dia tiba pergi ke luar kota?".
"Ada urusan mendadak non.kalau sudah tidak ada urusan lain saya pamit nona",lanjut felix.
Diana masuk ke rumah dan di sambut 2 pembantu rumah Arka.
"Tuan pergi keluar kota non,tadi dia berpesan agar nona tidak pergi kemana-man selama tuan tidak di rumah".
"kenapa sih dia nyebelin banget,udah pergi tiba-tiba tanpa pamit,trus aku juga nggak boleh kemana-mana.memangnya aku ini tahanan apa",gerutu Diana sembari berjalan menuju kamarnya.
"Nona malam ini mau makan malam apa?saya akan siapkan",ucap salah satu pembantu rumah Arka
"Aku nggak mau makan malam bik,tadi udah makan di kampus".
"Baik non,saya kembali ke dapur non kalau memerlukan sesuatu panggil saja saya".
Diana dengan malas berjalan menuju kamarnya,entah mengapa saat mendengar Arka keluar kota membuat fikiranya tidak tenang.ia teringat saat tempo hari dirinya mendengar Arka berbicara pada dengan seorang wanita melalui telfon.
"Sonya apa yang kamu mau,jangan membuang waktuku",ucap Arka kesal pada istrinya yang terbaring lemas di atas ranjang.
"Apa kamu nggak lihat keadaan ku ini sayang,aku lagi sakit",jawan Sonya dengan nada manja yang di buat-buat.
"Aku tau kamu cuma pura-pura Sonya,aku nggak punya banyak waktu untuk meladeni kamu kali ini".
"Kenapa sih sayang sikap kamu makin hari makin dingin sama aku,kamu seakan lupa kalau kamu punya istri",lanjut Sonya sambil terisak.
"Apa kamu ingin merayuku dengan air mata buaya mu itu,aku sama sekali tidak tersentuh Sonya jadi cukup hentikan sandiwara kamu".
"Kamu keterlaluan mas,aku benar-benar sakit aku butuh kamu di samping aku",rengek Sonya .dia mencoba segala cara untuk menahan Arka bersamanya malam ini,karena ia memiliki rencana untuk menjauhkan Arka dan Diana.
"Baiklah aku akan tidur di sini malam ini,jadi tolong lepaskan tanganmu",kata Arka sembari menepis tangan istrinya.
"Kamu kembali masuk ke perangkapku Arka",batin Sonya.
Arka pun menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.saat Arka berada di kamar mandi ternyata sonya sudah mengotak atik ponsel milik Arka untuk mencari nomor Diana.
"Eembb aku berhasil mendapatkan nomor si gadis ****** ini",guman sonya sembari tersenyum puas.
entah apa rencana yang sedang Sonya buat kali ini.
"Sayang kamu sudah selesai mandi?",tanya Arka.
Arka sama sekali tak menjawab,fikirannya kini terfokus pada Diana,ia memikirkan sedang apa dia saat ini.berada jauh dari Diana sebentra saja sudah membuatnya sangat rindu.
"Sayang kamu sudah makan,kalau belum biar pelayan siapkan makan malam untuk mu",lanjut sonya.
"Tidak aku kehilangan selera makan",jawab Arka ketus sembari membuka layar telfunya dan mengirim pesan teks pada Diana untuk menanya dia sedang apa.sudah hampir 1 jam sejak pesan pertama yang Arka kirim tapi belum ada balasan juga.
"Apa dia sudah tidur",batin Arka.
Arka pun keluar dari kamar Sonya karena merasa tidak nyaman di sana,sedangkan Sonya sedang bersiap melancarkan aksinya.dia diam-diam mencampurkan obat tidur ke dalam minuman yang akan ia berikan kepada suaminya.
"Sayang aku membuatkan mu kopi kesukaanmu",kata Diana dengan nada yang di buat semanis mungkin.
"Letakan di meja,nanti akan aku minum",jawab Arka singkat.
"Baik sayang,aku kembali istirahat di kamar dulu ".
Arka yang terus bertanya-tanya sedang apa Diana dan kenapa dia tidak menjawab telfon ataupun membalas pesan darinya.Arka mulai kesal yang akhirnya menelfon pembantu di rumahnya.
"Iya hallo tuan",Suara pembantu Arka di sembrang telfon.
"Diana sudah pulang bik,sedang apa dia kenapa tidak menjawab telfon ku?",tanya Arka bertubi-tubi.
"Sudah tuan nona Diana sudah pulang tadi pukul 08.00 dan sekarang sudah naik ke kamarnya".
"Sampaikan pada dia kalau dalam 5 menit tidak menjawab atau membalas telfon ku akan aku patahkan kedua tangannya",lanjut Arka dengan nada tegas.
"Baik tuan saya sampaikan".
Pembantu rumah Arka segara lari menuju kamar Diana dengan tergesa-gesa untuk menyampaikan pesan dari tuanya.
"Tok tok tok",suara pintu kamar Diana di ketok.
"Non saya boleh masuk".
"Boleh bik,masuk aja pintu nggak aku kunci uq".
"Maaf non tadi tuan menelfon dan berpesan agar nona membalas pesan atau telfon dari tuan non,dia sepertinya terlihat marah sekali".
"Biarin bik ngapain juga aku jawab telfun dari dia,mungkin saat ini dia juga lagi sibuk sama wanita yang di telfonnya tempo hari.jadi kenapa masih mencari saya",lanjut Diana dengan nada sinis,entah mengapa kali ini dia terlihat sedikit cemburu saat membayangkan Arka bersama wanita lain.
"Waduuhh jangan non sebaiknya segara nona angkat telfon dari tuan,kalau tidak bisa berabe non.bisa di robohkan rumah ini nanti non kalau tuan sampai marah".
"heembb iya iya bik aku angkat".Diana akhirnya mengalah,karena ngeri juga kalau Arka sampai marah seperti dulu lagi.
"Kamu lagi ngapain sih,sampai nggak angkat ataupun balas telfon dari aku.kamu udah bosen hidup ya atau kamu pengen aku hancurin perusahaan ayahmu itu",cerocos Arka dengan suara baritonnya yang terdengar mengerikan di telinga Diana.
"Maaf tadi aku ketiduran gak tau kalau ada telfun dari kamu mas",jelas Diana mencari alasan.
"Alasan macam apa ini,pokoknya kalau aku gak ada di rumah kamu harus standby 24 jama untuk angkat telfun dari aku dan wajib kasih kabar ke aku setiap 1x sejam,paham".
"Haah apa,kamu fikir aku ini ini robot apa ya harus 24 jam siap nerima telfun dari kamu,lagian aku nggak kemana-mana kok cum di dalam rumah mas nggak usah lebay gitu deh".
"Aku nggak menerima penolakan Dii",tegas Arka sembari menutup telfonnya.
"Dasar Om om over protektif",gerutu Diana kesal.
Diam-diam sonya mendengarkan pembicaraan Arka pada dia tadi yang membuatnya semakin cemburu pada perhatian Arka pada Diana,ia bertekad akan menjauhkan Diana dari Arka.
Arka pun meminum kopi buatan istrinya,tak selang beberapa lama Arka merasa sedikit pusing dan mengantuk yang akhirnya Arka kehilangan kesadaran.
"Bagus akhirnya kamu tak berdaya sayang",kata sonya sembari mendekati suaminya dengan semyum kemenangan.
#Apakah yang akan terjadi pada Arka dan apakah rencana licik Sonya pada Diana??😁
jangan lupa like dan komen yang teman semua,agar makin semangat update episode selanjutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments