Felix sedang mencari di setiap sudut kamar Tiana yang tidak seberapa luas itu namun tidak menukan Diana.
"Felix bagaimana hasilnya",teriak Arka dari luar.
"Sedang saya cari tuan",jawab Felix.
"Dasar tidak becus mencari satu gadis saja tidak becus",guman Arka sembari melangkah menerobos masuk ke kamar Tiana.
sedangkan empunya kamar hanya bisa pasrah karena percuma saja ia menahan sekuat tenaga agar Arka tidak masuk.
"Hanya tinggal ruangan itu yang belum saya cek tuan",kata Felix sembari menunjuk ke arah tempat yang di maksud.
"Biar aku saja yang memeriksanya",kata Arka sembari melangkah menuju kamar mandi milik Tiana.
"Tunggu,ini kamar mandi perempuan ada banyak privasi di sana kamu tidak boleh sembarang masuk",teriak Tiana namung percuma tidak di gubris oleh Arka.
Saat mengetahui pintu terkunci dalam Arka tanpa aba-abar langsung mendobrak pintu kamar mandi tersebut.
"Braaakkk pintu terbuka dengan paksa",dan benar saja dugaan Arka Gadis kecilnya bersembuyi dalam kamar mandi.
Wajah Diana sudah memucat karena ketakutan,tubuhnya gemetar.
"Kamu ingin bermain petak umpet denganku baby?",kata dengan suara batitonya.Diana hanya terdiam mematung.
"Kamu sudah tertangkap basah baby tanda permainan mu sudah berakhir,kini saatnya kita pulang",lanjut Arka.
"Tidak tidak tuan aku tidak mau ikut dengan anda,tolong lepaskan saya tuan",rengek Diana.
namung semua ucapannya tidak di dengar Arka,justru ia menyeret paksa tubuh Diana keluar dari kamar Tiana.
"Baby jangan menguji kesabaran ku,cepat naik ke dalam mobil atau akan aku barak habis tempat ini beserta semua isinya",kata Arka.
tatapan Arka yang sedang marah bagaikan kilat menyambar hati Diana.
Diana hanya bisa menangis sembari berjalan menuju mobil mewah milik Arka.ia tidak mau membayakan sahabatnya.
"Dii maaf aku tidak bisa membantumu",ucap Tiana sembari memeluk tubuh sahabatnya.
"Tidak apa2 Na,aku tidak mau menyeretmu ke dalam masalahku",kata Diana."Cepat Masuk",kata Arka dari dalam mobil.
Dengan cepat Diana masuk ke dalam mobil
Sepanjang perjalanan Diana masih terus menangis,entah mengapa bulir bening terus mengalir dengan derasnya membasahi pipi mulusnya.
"Kamu bisa diam atau tidak",bentak Arka pada Diana.hal itu bukanya membuat Diana berhenti menangis namun tangisnya semakin menjadi.
"Berhenti menangis,apa kamu tuli",kata Arka sembari menarik tubuh Diana dalam pelukanya.Diana yang larut dalam sedihnya menangis sejadinya di pelukan Arka.
Felix yang melihat sikaptidak biasa dari tuannya hanya mampu menahan senyum,ia tau saat ini Arka benar-benar mulai tertarik pada gadis yang berada di pelukannya saat ini.pesona Diana mampu menarik simpati dan hati Arka yang sekeras batu,pada awalnya hanya berniat main-main karena bosan dengan rumah tangganya dengan Sonya yang sudah tidak sehat lagi,namun nyatanya saat ini Arka benar-benar menaruh hati pada Diana.
Karena malam makin larut dan Diana menangis terlalu lama membuat Diana kelelahan dan tertidur di pelukan Arka. beberapa saat mobil yang mereka tumpangi sampai di garasi rumah mewah milik Arka,dengan segera Felix turun dan membukakan pintu mobil majikanya
"Felix cek apa saja yang ada di dalam sini",kata Arka sembari memberikan ponsel Diana pada asistennya itu.
"Baik tuan",balas Felix ia sudah paham bahwa tuannya merasa curiga telah terjadi sesuatu sehingga Diana pergi meninggalkan rumah.
Arka pun berlalu meninggalkan Felix di garasi rumahnya,ia berjalan kedalam rumah dengan membopong tubuh Diana.sesampainya di kamar Arka meletakan tubuh Diana dengan hati-hati,seakan takut membangunkan gadis kecilnya itu.
"Jangan coba-coba ingin melepaskan diri dari ku,aku akan melakukan apapun untuk membuatmu tetap tinggal di sisiku",Kata Arka.
#jangan lupa follow IG aku ya @ida_widiyatmaka
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments