Jangan Macam-macam, Mas

Namun Cloe tetap tidak mau dengan Manika. Sejak di gendong oleh Bryan, Cloe menolak saat Manika ingin menggendongnya. Dan itu membuat Manika heran. Karena biasanya putrinya itu tidak mau dengan orang yang baru dia kenal. Namun jika dengan lelaki yang duduk di sampingnya ini, Cloe terlihat begitu senang berada di dalam dekapannya.

"Sayang, sini sama Mama. Kasian Om, nggak bisa fokus nanti bawa mobilnya," ucap Manika merayu putrinya. Namun, tetap saja Cloe menolak tangan Manika yang ingin mengangkat tubuhnya. Dan Manika tidak mau memaksa putrinya itu.

Mendengar Manika menyebutkan dirinya Om, pada Cloe. Membuat Bryan kesal. Dia tidak rela jika putrinya itu memanggilnya dengan sebutan Om, bukan daddy seperti keinginannya. Meskipun belum melakukan tes, Bryan sangat yakin jika Cloe adalah benihnya yang dibayar oleh wanita yang kini duduk di sampingnya sambil membujuk putrinya.

"Daddy, Sayang. No, Om!" jelas Bryan pada Manika. Kemudian Bryan memilih menepikan mobilnya membuat Manika heran.

"Kenapa berhenti? Dan kenapa juga anakku harus manggil kamu Daddy?" protes Manika. Dia tidak bisa manggil Bryan hanya dengan sebutan namanya saja. Karena kalau dilihat, Bryan lebih tua darinya. Dan itu tidaklah sopan memanggil orang yang umurnya di atas kita hanya dengan sebutan nama.

"Buka kancing baju kamu, Sayang!" perintah Bryan sontak Manika reflek menutup dadanya dengan kedua tangannya.

"Jangan macam-macam, Mas!" pekik Manika spontan karena panik dan hampir membuat Cloe menangis karena kaget.

Bryan dengan sigap menenangkan putrinya dengan cara menciumi pipi Cloe yang embul. Sehingga Cloe terkikik karena geli yang ditimbulkan dari jambang halus milik Bryan. Setelah dirasa Cloe mulai tenang kembali, Bryan menoleh menatap Manika intens.

"Aku akan melakukan banyak macam, jika kita sedang berdua saja, Sayang. Dan jangan sekali-kalinya kamu berbicara dengan nada tinggi jika ada My Princess di sekitarmu," ingat Bryan tegas. Dia begitu perhatian dengan Cloe, putrinya.

"Maaf," lirih Manika merasa bersalah pada putrinya sendiri. Dan hebatnya lelaki yang duduk di sampingnya ini, dengan mudah menghentikan suara tangisan Cloe.

Entah mengapa melihat wajah Manika yang merasa bersalah seperti itu, membuat Bryan tidak tega dan mengusap lembut kepala Manika.

"Kamu bawa kain penutup nggak?" tanya Bryan. Manika tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Bryan.

"Maksud Mas kain apa?" tanya Manika polos. Semakin membuat Bryan gemas.

Lalu Bryan mendekatkan wajahnya pada wajah Manika. Sedangkan Cloe kini tengah sibuk memainkan kunci mobil Bryan.

"Untuk menutupi dada-mu ketika memberi ASI pada My Princess. Karena aku nggak rela jika asetmu itu dilihat orang lain." bisik Bryan dengan suara serak. Seketika tubuh Manika menegang mendengar ucapan frontal yang Bryan lontarkan padanya tanpa disensor.

Manika menggeleng sebagai jawaban. Lalu Bryan menyuruh Manika mengambil jaketnya yang ada di kursi belakang.

Dengan berbagai bujuk rayu Manika lakukan, akhirnya Cloe mau dengannya lagi setelah Manika memperlihatkan dada-nya sedikit pada Cloe. Tak menunggu lama, Cloe dengan cepat mau berpindah ke tangan mama-nya.

Sedangkan Bryan dengan sekuat tenaga dia harus menekan gejolak dalam dirinya, saat matanya melihat dua aset kembar milik Manika. Padahal itu hanya bagian atasnya saja.

"Ya udah, kita lanjut jalan ya? Biar nggak kemaleman nanti pulangnya." ucap Bryan berusaha mengalihkan tatapannya. Walaupun terkadang matanya mencuri pandang ke arah benda yang sedang disesap dengan nikmat oleh mulut mungil putrinya.

Baru jalan beberapa kilo meter saja, fokus Bryan teralihkan, gara-gara jaket yang dibuat untuk menutupi dada Manika itu tersingkap sedikit oleh tangan Cloe yang tidak bisa diam. Alhasil terlihat jelas oleh mata Bryan, betapa indahnya bentuk benda yabg sedang disesap oleh putrinya.

Tidak bisa bertahan, Bryan menepikan mobilnya lagi sehingga membuat Manika menoleh padanya dengan tatapan bingung. Manika masih belum sadar jika dada-nya terlihat jelas dari samping. Yaitu tempat Bryan duduk.

"Kenapa berhenti lagi, Mas?" tanya Manika tidak mengerti.

"Jangan membuat fokus ku teralihkan, Sayang!" desis Bryan menahan sesuatu. Tangannya sambil melepas sabuk pengamannya.

Terpopuler

Comments

Agustina Kusuma Dewi

Agustina Kusuma Dewi

fokus fokus
mosok kd pk kacamata kuda bang bry
🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-06-19

2

G** Bp

G** Bp

hmmm Bryan nafsu amat sih

2024-02-27

2

Nina Anjelina

Nina Anjelina

otak ku ternodai tp aku suka 😂😂

2022-11-19

1

lihat semua
Episodes
1 Ide Gila
2 Jangan Lupakan Malam Ini
3 Berbeda
4 Bibit Bayaran
5 Cloewi Natama
6 Untung Nggak Telat
7 Kita Berjodoh Sayang
8 Terlalu Ter-Obsesi
9 Maafkan Mama, Sayang
10 Modus Bryan
11 Menjadi Tegang
12 Aku Yakin, Itu Anakku
13 Calon Suaminya
14 Siapa Dia?
15 Dia Mantan Aku, Mas
16 Tunggu Daddy, Sayang
17 Calon Mantu
18 My Princess
19 Jangan Macam-macam, Mas
20 Apa Motif, Mas?
21 Jangan Paksa Aku
22 Jelaskan!
23 Bagaimana Mas Tau
24 Akulah Lelaki Itu
25 Apa Salah Dan Dosaku, Honey?
26 Bryan Mau Nikah, Pa
27 Sekali Tembakan
28 Menikahkan Mereka
29 Ijinkan Aku
30 Tes DNA
31 Maaf, Aku Nggak Bisa
32 Kita Mulai
33 Yakin Tidak Mau?
34 Negosiasi
35 Masih Sama
36 Gara-gara Kamu
37 Lebam
38 Menculikmu
39 Pembohong
40 Kenyataan
41 Pacaran?
42 Wedang Jahe
43 Awas Kalo Genit
44 Kangen
45 Ingin Bersama
46 Sebuah Komitmen
47 Nggak Salah?
48 Menikahlah Denganku
49 Yakinkan Aku
50 Kamu....
51 Kamu Berbeda
52 Bagaimana Kabarmu?
53 Gusar
54 Pilihan Rumit
55 Ada Yang Berubah
56 Merasa Bersalah
57 Sebuah Kejujuran
58 Bersiaplah Untuk Kehilangan
59 Tidak Mau Menunda
60 Bangga Padamu
61 Ada Yang Beda
62 Penyebabnya
63 Tidak Biasanya
64 Perempuan Malam
65 Senyuman Maut
66 Kita Sudah Berakhir
67 Pertahankan Milikmu
68 Tanggung Jawab
69 Yakin, nggak Penasaran?
70 Ngeselin Ih!
71 Memilihmu
72 Sebuah Keputusan
73 Projek Baru
74 Sudah Direncanakan
75 Apa Yang Terjadi?
76 Di Mana Nika?
77 Sudah Aku Nikahkan
78 Jangan Menunda Lagi
79 Jangan Dipaksa
80 Atur Strategi
81 Sebuah Kehancuran
82 Jangan Sentuh Aku
83 Memutuskan Rantai
84 Peristirahatan Terakhir
85 Bagaimana Keadaanmu?
86 Jangan Dipersulit
87 TAMAT
88 Novel Baru
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Ide Gila
2
Jangan Lupakan Malam Ini
3
Berbeda
4
Bibit Bayaran
5
Cloewi Natama
6
Untung Nggak Telat
7
Kita Berjodoh Sayang
8
Terlalu Ter-Obsesi
9
Maafkan Mama, Sayang
10
Modus Bryan
11
Menjadi Tegang
12
Aku Yakin, Itu Anakku
13
Calon Suaminya
14
Siapa Dia?
15
Dia Mantan Aku, Mas
16
Tunggu Daddy, Sayang
17
Calon Mantu
18
My Princess
19
Jangan Macam-macam, Mas
20
Apa Motif, Mas?
21
Jangan Paksa Aku
22
Jelaskan!
23
Bagaimana Mas Tau
24
Akulah Lelaki Itu
25
Apa Salah Dan Dosaku, Honey?
26
Bryan Mau Nikah, Pa
27
Sekali Tembakan
28
Menikahkan Mereka
29
Ijinkan Aku
30
Tes DNA
31
Maaf, Aku Nggak Bisa
32
Kita Mulai
33
Yakin Tidak Mau?
34
Negosiasi
35
Masih Sama
36
Gara-gara Kamu
37
Lebam
38
Menculikmu
39
Pembohong
40
Kenyataan
41
Pacaran?
42
Wedang Jahe
43
Awas Kalo Genit
44
Kangen
45
Ingin Bersama
46
Sebuah Komitmen
47
Nggak Salah?
48
Menikahlah Denganku
49
Yakinkan Aku
50
Kamu....
51
Kamu Berbeda
52
Bagaimana Kabarmu?
53
Gusar
54
Pilihan Rumit
55
Ada Yang Berubah
56
Merasa Bersalah
57
Sebuah Kejujuran
58
Bersiaplah Untuk Kehilangan
59
Tidak Mau Menunda
60
Bangga Padamu
61
Ada Yang Beda
62
Penyebabnya
63
Tidak Biasanya
64
Perempuan Malam
65
Senyuman Maut
66
Kita Sudah Berakhir
67
Pertahankan Milikmu
68
Tanggung Jawab
69
Yakin, nggak Penasaran?
70
Ngeselin Ih!
71
Memilihmu
72
Sebuah Keputusan
73
Projek Baru
74
Sudah Direncanakan
75
Apa Yang Terjadi?
76
Di Mana Nika?
77
Sudah Aku Nikahkan
78
Jangan Menunda Lagi
79
Jangan Dipaksa
80
Atur Strategi
81
Sebuah Kehancuran
82
Jangan Sentuh Aku
83
Memutuskan Rantai
84
Peristirahatan Terakhir
85
Bagaimana Keadaanmu?
86
Jangan Dipersulit
87
TAMAT
88
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!