Modus Bryan

Hari ini Bryan sudah mempersiapkan skenario indah, untuk pertemuan mereka kembali dengan Manika. Bryan tentu saja sudah menyelidiki latar belakang Manika. Termasuk tentang Manika yang sudah mempunyai anak. Hal itu yang membuat Bryan penasaran, tentang kebenaran yang selama ini tidak dia ketahui.

Karena sewaktu melamar ke perusahaan ini atas rekomendasi saudaranya, Manika berkata jujur tentang statusnya. Dan itu membuat pihak HRD salut dengan Manika yang telah berani berkata jujur.

Miko menatap heran pada atasannya yang berpenampilan berbeda dari hari biasanya. Atasannya itu hanya mengenakan kemeja tanpa di balut dengan jas mahalnya.

"Kamu nggak salah setelan, kan?" tanya Miko saat Bryan akan turun dari mobilnya. Bryan menoleh lalu tersenyum genit pada Miko. Dan itu membuat Miko merasa geli.

"Justru ini bagian dari rencanaku. Kamu cukup tonton saja dengan hikmat." ucap Bryan penuh percaya diri, jika rencananya untuk mengajak Manika berkenalan serta mengajaknya untuk makan siang nanti akan berhasil.

Bryan sengaja tidak mengenakan jas kebanggaannya yang tentu harganya tidaklah murah. Tujuannya hanya agar terlihat seperti karyawan biasa di mata Manika. Karena Bryan yakin, kalau Manika tidak mengenali siapa direktur utama yang baru di perusahaan ini.

Miko menggelengkan kepalanya, melihat tingkah atasannya ini seperti anak remaja yang sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya. Padahal selama dua tahun ini Bryan tidak pernah terlihat tertarik pada wanita, kecuali hanya untuk urusan penghangat ranjang sementara.

Bryan mulai melangkahkan kakinya menuju pintu masuk perusahaan keluarganya, yang kini berpindah tangan menjadi miliknya. Bryan melangkah dengan gagah dan terlihat tenang menuju meja resepsionis. Dimana Manika berada dengan senyum yang selalu mengembang di bibirnya.

"Permisi," ucap Bryan pada dua petugas resepsionis yang ada di depannya. Terutama pada perempuan cantik dan bertubuh montok di bagian yang tepat tersebut.

Manika dan Gauri melempar senyum mereka yang menawan pada Bryan. Dengan ramah, mereka menyapa Bryan kembali. Namun, mata Gauri melotot tidak percaya dengan sosok yang ada di hadapannya kini.

"Iya, ada yang bisa saya bantu?" sapa Manika dengan nada lembut serta tersenyum ramah pada Bryan. Membuat hati Bryan adem seketika.

"An-anda kan--" ucap Gauri terbata-bata. Dengan cepat, Bryan memotong ucapan Gauri yang belum terselesaikan.

"Maaf, boleh minta tolong?" tanya Bryan menatap lekat mata Manika yang meneduhkan. Tangannya bergerak memberi isyarat untuk Gauri agar tetap diam. Dan Gauri pun mengangguk paham.

"Iya, boleh Pak. Saya akan bantu sebisa saya," jawab Manika tetap dengan nada lembut nan ramah. Membuat Bryan senang tak terkira. Tidak akan sulit untuk mendekatinya, pikirnya.

"Dimana ruangan Direktur utama yang baru? Saya ada janji dengannya," Bryan mencoba bersikap tenang dan tidak terlalu terburu-buru.

Manika menoleh ke arah Gauri, meminta pendapat teman kerjanya tersebut. Karena orang yang ingin menemui direktur mereka tidaklah boleh sembarang orang. Dan harus mempunyai janji terlebih dahulu.

Gauri ingin tertawa tapi takut akan menanggalkan pekerjaannya dengan dipaksa, saat melihat sikap bos besarnya itu modus kepada Manika. Sebelum berkata, Gauri menarik napasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan pelan. Berharap suaranya nanti terdengar normal.

"Maaf, ya Pak. Saya tanyakan terlebih dulu kepada asistennya. Karena takut jika Direktur sedang sibuk." sahut Gauri dengan susah payah menahan tawanya.

Kemudian Gauri berpura-pura menyambungkan sambungan telepon pada ruangan direktur. Dan tentu saja, dia tidak benar-benar menghubungi nomor ruangan direktur. Karena asisten dan direkturnya sendiri berada di dekat mereka. Miko pun menatap jengah pada bosnya.

"Direktur menyuruhnya masuk," bisik Gauri pada Manika setelah menutup ganggang telepon yang terletak di meja resepsionis. Manika pun mengangguk mengerti.

"Maaf, Bapak bisa jalan lurus ke arah sana, lalu belok ke kanan dan ada lift, Bapak bisa naik ke lantai sepuluh. Di sanalah ruangan direktur berada." jelas Manika dengan senyum yang tak pernah memudar sedari tadi. Membuat Bryan tidak sabar ingin merasakan bibir yang telah ia sesap dengan penuh nikmat pada malam itu.

Bryan tidak memperhatikan apa yang telah dijelaskan oleh Manika. Namun, malah menikmati wajah Manika yang cantik dan terlihat tidak membosankan jika dipandang terus menerus. Terutama pada bagian bibir Manika yang sedari tadi menjelaskan arah pada Bryan.

"Saya masih belum hafal, Mbak. Bisa tolong antarkan?" dan modus Bryan yang lain pun mulai berjalan.

Terpopuler

Comments

Agustina Kusuma Dewi

Agustina Kusuma Dewi

modus e bang bry asyik.
wah..ntar mb g, sama miko saja

2024-06-19

1

Dwi Winarni Wina

Dwi Winarni Wina

modus briyan pdhal mau nyamar jd karyawan biasa krn mau berkenalan dgn manika...

2024-03-17

1

Riyan saputro

Riyan saputro

huh ada udang di balik rempeyek enaknyaaaa

2024-03-02

1

lihat semua
Episodes
1 Ide Gila
2 Jangan Lupakan Malam Ini
3 Berbeda
4 Bibit Bayaran
5 Cloewi Natama
6 Untung Nggak Telat
7 Kita Berjodoh Sayang
8 Terlalu Ter-Obsesi
9 Maafkan Mama, Sayang
10 Modus Bryan
11 Menjadi Tegang
12 Aku Yakin, Itu Anakku
13 Calon Suaminya
14 Siapa Dia?
15 Dia Mantan Aku, Mas
16 Tunggu Daddy, Sayang
17 Calon Mantu
18 My Princess
19 Jangan Macam-macam, Mas
20 Apa Motif, Mas?
21 Jangan Paksa Aku
22 Jelaskan!
23 Bagaimana Mas Tau
24 Akulah Lelaki Itu
25 Apa Salah Dan Dosaku, Honey?
26 Bryan Mau Nikah, Pa
27 Sekali Tembakan
28 Menikahkan Mereka
29 Ijinkan Aku
30 Tes DNA
31 Maaf, Aku Nggak Bisa
32 Kita Mulai
33 Yakin Tidak Mau?
34 Negosiasi
35 Masih Sama
36 Gara-gara Kamu
37 Lebam
38 Menculikmu
39 Pembohong
40 Kenyataan
41 Pacaran?
42 Wedang Jahe
43 Awas Kalo Genit
44 Kangen
45 Ingin Bersama
46 Sebuah Komitmen
47 Nggak Salah?
48 Menikahlah Denganku
49 Yakinkan Aku
50 Kamu....
51 Kamu Berbeda
52 Bagaimana Kabarmu?
53 Gusar
54 Pilihan Rumit
55 Ada Yang Berubah
56 Merasa Bersalah
57 Sebuah Kejujuran
58 Bersiaplah Untuk Kehilangan
59 Tidak Mau Menunda
60 Bangga Padamu
61 Ada Yang Beda
62 Penyebabnya
63 Tidak Biasanya
64 Perempuan Malam
65 Senyuman Maut
66 Kita Sudah Berakhir
67 Pertahankan Milikmu
68 Tanggung Jawab
69 Yakin, nggak Penasaran?
70 Ngeselin Ih!
71 Memilihmu
72 Sebuah Keputusan
73 Projek Baru
74 Sudah Direncanakan
75 Apa Yang Terjadi?
76 Di Mana Nika?
77 Sudah Aku Nikahkan
78 Jangan Menunda Lagi
79 Jangan Dipaksa
80 Atur Strategi
81 Sebuah Kehancuran
82 Jangan Sentuh Aku
83 Memutuskan Rantai
84 Peristirahatan Terakhir
85 Bagaimana Keadaanmu?
86 Jangan Dipersulit
87 TAMAT
88 Novel Baru
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Ide Gila
2
Jangan Lupakan Malam Ini
3
Berbeda
4
Bibit Bayaran
5
Cloewi Natama
6
Untung Nggak Telat
7
Kita Berjodoh Sayang
8
Terlalu Ter-Obsesi
9
Maafkan Mama, Sayang
10
Modus Bryan
11
Menjadi Tegang
12
Aku Yakin, Itu Anakku
13
Calon Suaminya
14
Siapa Dia?
15
Dia Mantan Aku, Mas
16
Tunggu Daddy, Sayang
17
Calon Mantu
18
My Princess
19
Jangan Macam-macam, Mas
20
Apa Motif, Mas?
21
Jangan Paksa Aku
22
Jelaskan!
23
Bagaimana Mas Tau
24
Akulah Lelaki Itu
25
Apa Salah Dan Dosaku, Honey?
26
Bryan Mau Nikah, Pa
27
Sekali Tembakan
28
Menikahkan Mereka
29
Ijinkan Aku
30
Tes DNA
31
Maaf, Aku Nggak Bisa
32
Kita Mulai
33
Yakin Tidak Mau?
34
Negosiasi
35
Masih Sama
36
Gara-gara Kamu
37
Lebam
38
Menculikmu
39
Pembohong
40
Kenyataan
41
Pacaran?
42
Wedang Jahe
43
Awas Kalo Genit
44
Kangen
45
Ingin Bersama
46
Sebuah Komitmen
47
Nggak Salah?
48
Menikahlah Denganku
49
Yakinkan Aku
50
Kamu....
51
Kamu Berbeda
52
Bagaimana Kabarmu?
53
Gusar
54
Pilihan Rumit
55
Ada Yang Berubah
56
Merasa Bersalah
57
Sebuah Kejujuran
58
Bersiaplah Untuk Kehilangan
59
Tidak Mau Menunda
60
Bangga Padamu
61
Ada Yang Beda
62
Penyebabnya
63
Tidak Biasanya
64
Perempuan Malam
65
Senyuman Maut
66
Kita Sudah Berakhir
67
Pertahankan Milikmu
68
Tanggung Jawab
69
Yakin, nggak Penasaran?
70
Ngeselin Ih!
71
Memilihmu
72
Sebuah Keputusan
73
Projek Baru
74
Sudah Direncanakan
75
Apa Yang Terjadi?
76
Di Mana Nika?
77
Sudah Aku Nikahkan
78
Jangan Menunda Lagi
79
Jangan Dipaksa
80
Atur Strategi
81
Sebuah Kehancuran
82
Jangan Sentuh Aku
83
Memutuskan Rantai
84
Peristirahatan Terakhir
85
Bagaimana Keadaanmu?
86
Jangan Dipersulit
87
TAMAT
88
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!