"Jangan lupakan malam panjang kita, Sayang. Karena aku akan membuatmu hamil." kata Bryan seraya menatap intens wajah cantik Manika yang tengah menikmati sisa-sisa puncak yang pertama kali bagi Manika.
Dan Bryan mulai mengabsen setiap inci tubuh Manika. Mengecup dengan penuh minat setiap inci tubuh Manika. Menikmati setiap aset yang menyuguhkan kenikmatan dunia. Bryan tidak melewatkan satupun rasa nikmat tersebut.
"Kau benar-benar menyiksaku, Sayang. Baru sebentar saja, sudah kau buat aku tidak tahan." ucap Bryan mengumpat.
Karena tidak kuat menahan sesuatu dari dalam, akhirnya Bryan melepaskannya di luar. Bryan mengambil tisu yang ada di atas meja yang terletak di samping tempat tidur.
"Kau orang pertama yang bisa membuatku seperti ini, Sayang." Bryan mencoba melakukannya lagi, hingga membuat dirinya kewalahan. ini baru pertama kali baginya merasakan rasa yang begitu luar biasa.
"Kau benar-benar beda dari yang lain, Sayang." racau Bryan lagi. keringat mulai keluar dari keningnya.
"Stop, please!" pinta Manika matanya menatap memohon pada lelaki yang ada di atasnya tersebut, saat merasakan sakit luar biasa di bagian miliknya. Karena untuk pertama kalinya, miliknya merasakan benda asing di dalamnya.
Bryan tersenyum merasakan nikmat yang baru dia rasakan. Meskipun dia sering mencicipi beberapa wanita setiap malamnya, namun kebanyakan Bryan hanya melakukan pemanasan saja. Bryan hanya melakukan penyatuan saat dia mabuk berat. Dan itu jarang Bryan lakukan.
Bryan tersenyum puas merasakan kenikmatan malam ini. Kemudian Bryan menggerakkan tubuhnya begitu keras. Sehingga membuat perut Manika terasa ngilu.
"Kau sangat berbeda, Sayang. Dan aku tidak akan menyiakan waktu kita malam ini." ucap Bryan dengan napas yang menderu. Kemudian Bryan bangkit dari tubuh Manika.
Mata Bryan membelalak saat melihat ada cairan merah yang terlihat sangat segar di kain seprei. Ada getaran di hatinya saat melihat noda merah yang ada di bawah tubuh Manika.
"Are you Virgin, Honey?" kaget Bryan. Bryan tidak menyangka, gadis yang sering datang ke tempat hiburan malam ini adalah seorang perawan. Dan dirinyalah yang pertama merobeknya.
Namun, setelah itu bibir Bryan terangkat, tersenyum penuh bangga. Dirinya tidak akan melepas wanita yang kini tengah mengatur napas karena ulah Bryan. Sungguh beruntung dirinya menemukan gadis seperti Manika.
"Aku tidak akan melepasmu, Sayang. Mari kita gapai rasa nikmat itu kembali," Bryan memposisikan dirinya di depan tubuh Manika yang terkulai lemas. Bryan kembali menikmati tubuh Manika yang sangat terasa nikmat bagi Bryan. Dia tidak akan melepas Manika begitu saja.
Dan Bryan berkali-kali bercocok tanam di ladang Manika. Berharap ada satu diantara jutaan bibit yang keluar, akan menjadi sebuah janin. Bryan mengulang kegiatan bercocok tanamnya beberapa kali, sampai dirinya merasa tidak kuat lagi.
Malam ini merupakan malam yang panjang dari kedua insan yang tengah menggapai rasa yang tidak bisa dijabarkan lebih detail lagi. Dan malam ini merupakan malam yang bersejarah bagi Manika, karena di malam inilah dia kehilangan kehormatan yang ia jaga selama ini.
Semua sudah terjadi, dan Manika harus siap untuk menghadapi sesuatu perubahan di dalam hidupnya kelak. Karena kejadian ini akan menempatkannya diposisi yang sangat sulit. Ujian hidupnya akan dimulai dari sini.
Maaf, ya. Mungkin bab ini menurut kalian rada aneh, karena ada sebagian adegan yang sengaja aku pangkas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Agustina Kusuma Dewi
tidak masalah dipangkas
drpd ntar ga lolos uji seleksi, malah ga asyik coba kak yu
2024-06-19
0
Dewi Nurmalasari
hikksss tetep aja bryan dh g perjaka,, malah jd bejat gtu doyan celup
2024-04-12
1
Dwi Winarni Wina
Manika menghabiskan mlm panas dgn pria asing dlm keadaan mabuk dan kehilangan kesuciannya yg selama dijaga.....
2024-03-17
0