Calon Suaminya

Manika semakin ingin mencekik lelaki yang tengah duduk di sampingnya. Namun, hal itu ia urungkan mengingat waktu istirahat segera berakhir dan rasa nyeri yang terus menjalar di seluruh bagian aset kembarnya, akhirnya Manika memberikan alamat rumahnya tanpa punya rasa curiga sedikitpun. Karena yang terpenting baginya sekarang ialah segera sampai di rumah dan memberikan putri kecilnya itu ASI.

Hanya butuh waktu lima belas menit untuk sampai di rumah Manika. Bryan membelokkan mobilnya ke plataran rumah Manika yang terlihat sejuk, meskipun tidak sebesar rumahnya. Karena di halaman rumah Manika hampir dipenuhi oleh tanaman bunga.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Manika cepat bergegas meninggalkan Bryan yang sedang menatapnya. Manika hanya ingin cepat memberikan putrinya ASI, tanpa berucap terimakasih pada Bryan tang telah mengantarnya pulang.

Tanpa Manika duga, ternyata Bryan ikut masuk ke dalam rumahnya saat dirinya hendak membuka kancing bagian depan bajunya.

"Apa yang Bapak lakukan di sini?" ucap Manika sedikit kaget. Sementara dengan pelan Bryan melangkah mendekati Manika yang tengah duduk di ruang tamu bersama putrinya.

Dahruslia yang baru datang dari arah dapur seraya membawakan minuman untuk Manika, sedikit terkejut melihat sikap Manika yang tidak sopan terhadap tamu.

"Manika! Bersikaplah yang sopan terhadap tamu," ingat Dahruslia pada Manika. "Silahkan duduk, Nak. Mau minum apa?" tanya Dahruslia tersenyum ramah pada Bryan seraya menaruh minuman Manika di atas meja.

"Apa saja, Nek," jawab Bryan dengan sopan seraya menundukkan kepalanya sekilas. Membuat Manika menatap jengah pada tamunya.

Kemudian fokusnya teralih pada sang putri yang mulai merengek meminta ASI. Lalu Manika berjalan menuju kamarnya dan menyusui putrinya.

Sementara itu Bryan menatap kepergian Manika dengan penuh penasaran. Ingin sekali rasanya bertanya siapa ayah dari anak yang terlihat begitu menggemaskan tersebut. Namun lagi-lagi dia harus bersabar dan tidak boleh gegabah.

"Di minum Nak, tehnya." ucap neneknya Manika pada Bryan. Bryan mengangguk sopan.

"Temannya Nika, ya?" tanya Dahruslia kemudian. Dia terlalu penasaran dengan tamunya ini.

Karena selama ini Manika tidak pernah membawa teman laki-lakinya untuk berkunjung ke rumah. Bisa dibilang Bryan lah satu-satunya laki-laki yang Manika bawa pulang. Lebih tepat jika dikatakan kalau Bryan yang telah memaksa untuk berkunjung ke rumah Manika.

"Bryan, Nek," Bryan mengulurkan tangannya dan berkenalan dengan Dahruslia. "Calon suaminya Manika," lanjut Bryan dengan nada bercanda.

Namun, hal sebaliknya yang ditangkap oleh Dahruslia. Dia menatap penuh harapan pada Bryan. Dan berdoa jika cucunya itu segera mendapat pasangan. Agar tidak terlalu bersusah payah mencari nafkah sambil mengurus anaknya sendiri. Meskipun saat. manika bekerja, Cloe bersama dengan nenek dan eyang-nya.

"Nenek berdoa, semoga apa yang kamu ucapkan itu segera terwujud," tanpa terasa air mata Dahruslia menetes. Merasa kasihan dengan hidup cucu semata wayangnya. Membuat Bryan reflek mendekat dan memeluk wanita yang berusia lanjut tersebut dengan penuh kelembutan.

"Nenek jangan nangis, dong. Nanti cantiknya hilang," goda Bryan seolah mereka sudah kenal lama. Dan itu berhasil membuat Dahruslia tersenyum dengan sikap genit pemuda yang ada di sampingnya saat ini.

"Anak itu hidupnya sangat sulit. Tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang laki-laki, termasuk Ayahnya sendiri. Dia selalu memendam semua masalahnya sendiri tanpa mau membaginya pada kami." Dahruslia mulai bercerita tentang cucu kesayangannya yang hidupnya terlalu malang.

"Kami?" tanya Bryan.

"Nenek dan Mama-nya," jawab Dahruslia. "Apalagi semenjak kepulangannya dari London dan tidak berapa lama dia hamil. Nika selalu berusaha bersikap ceria dan santai di depan kami. Tapi kami tau, kalau sesungguhnya dia juga menderita dengan kehamilannya tanpa tau siapa orang yang telah menghamilinya," lanjut Dahruslia kemudian mengusap buliran air mata yang mengalir di pipi keriputnya.

Deg!

Hamil sepulang dari London? Apakah itu artinya?

Terpopuler

Comments

Agustina Kusuma Dewi

Agustina Kusuma Dewi

masuk
ndang tes dna bry

2024-06-19

0

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

itu akibat perbuatan Brayen

2024-03-11

1

G** Bp

G** Bp

iya Bryan itu anak kamu...

2024-02-27

0

lihat semua
Episodes
1 Ide Gila
2 Jangan Lupakan Malam Ini
3 Berbeda
4 Bibit Bayaran
5 Cloewi Natama
6 Untung Nggak Telat
7 Kita Berjodoh Sayang
8 Terlalu Ter-Obsesi
9 Maafkan Mama, Sayang
10 Modus Bryan
11 Menjadi Tegang
12 Aku Yakin, Itu Anakku
13 Calon Suaminya
14 Siapa Dia?
15 Dia Mantan Aku, Mas
16 Tunggu Daddy, Sayang
17 Calon Mantu
18 My Princess
19 Jangan Macam-macam, Mas
20 Apa Motif, Mas?
21 Jangan Paksa Aku
22 Jelaskan!
23 Bagaimana Mas Tau
24 Akulah Lelaki Itu
25 Apa Salah Dan Dosaku, Honey?
26 Bryan Mau Nikah, Pa
27 Sekali Tembakan
28 Menikahkan Mereka
29 Ijinkan Aku
30 Tes DNA
31 Maaf, Aku Nggak Bisa
32 Kita Mulai
33 Yakin Tidak Mau?
34 Negosiasi
35 Masih Sama
36 Gara-gara Kamu
37 Lebam
38 Menculikmu
39 Pembohong
40 Kenyataan
41 Pacaran?
42 Wedang Jahe
43 Awas Kalo Genit
44 Kangen
45 Ingin Bersama
46 Sebuah Komitmen
47 Nggak Salah?
48 Menikahlah Denganku
49 Yakinkan Aku
50 Kamu....
51 Kamu Berbeda
52 Bagaimana Kabarmu?
53 Gusar
54 Pilihan Rumit
55 Ada Yang Berubah
56 Merasa Bersalah
57 Sebuah Kejujuran
58 Bersiaplah Untuk Kehilangan
59 Tidak Mau Menunda
60 Bangga Padamu
61 Ada Yang Beda
62 Penyebabnya
63 Tidak Biasanya
64 Perempuan Malam
65 Senyuman Maut
66 Kita Sudah Berakhir
67 Pertahankan Milikmu
68 Tanggung Jawab
69 Yakin, nggak Penasaran?
70 Ngeselin Ih!
71 Memilihmu
72 Sebuah Keputusan
73 Projek Baru
74 Sudah Direncanakan
75 Apa Yang Terjadi?
76 Di Mana Nika?
77 Sudah Aku Nikahkan
78 Jangan Menunda Lagi
79 Jangan Dipaksa
80 Atur Strategi
81 Sebuah Kehancuran
82 Jangan Sentuh Aku
83 Memutuskan Rantai
84 Peristirahatan Terakhir
85 Bagaimana Keadaanmu?
86 Jangan Dipersulit
87 TAMAT
88 Novel Baru
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Ide Gila
2
Jangan Lupakan Malam Ini
3
Berbeda
4
Bibit Bayaran
5
Cloewi Natama
6
Untung Nggak Telat
7
Kita Berjodoh Sayang
8
Terlalu Ter-Obsesi
9
Maafkan Mama, Sayang
10
Modus Bryan
11
Menjadi Tegang
12
Aku Yakin, Itu Anakku
13
Calon Suaminya
14
Siapa Dia?
15
Dia Mantan Aku, Mas
16
Tunggu Daddy, Sayang
17
Calon Mantu
18
My Princess
19
Jangan Macam-macam, Mas
20
Apa Motif, Mas?
21
Jangan Paksa Aku
22
Jelaskan!
23
Bagaimana Mas Tau
24
Akulah Lelaki Itu
25
Apa Salah Dan Dosaku, Honey?
26
Bryan Mau Nikah, Pa
27
Sekali Tembakan
28
Menikahkan Mereka
29
Ijinkan Aku
30
Tes DNA
31
Maaf, Aku Nggak Bisa
32
Kita Mulai
33
Yakin Tidak Mau?
34
Negosiasi
35
Masih Sama
36
Gara-gara Kamu
37
Lebam
38
Menculikmu
39
Pembohong
40
Kenyataan
41
Pacaran?
42
Wedang Jahe
43
Awas Kalo Genit
44
Kangen
45
Ingin Bersama
46
Sebuah Komitmen
47
Nggak Salah?
48
Menikahlah Denganku
49
Yakinkan Aku
50
Kamu....
51
Kamu Berbeda
52
Bagaimana Kabarmu?
53
Gusar
54
Pilihan Rumit
55
Ada Yang Berubah
56
Merasa Bersalah
57
Sebuah Kejujuran
58
Bersiaplah Untuk Kehilangan
59
Tidak Mau Menunda
60
Bangga Padamu
61
Ada Yang Beda
62
Penyebabnya
63
Tidak Biasanya
64
Perempuan Malam
65
Senyuman Maut
66
Kita Sudah Berakhir
67
Pertahankan Milikmu
68
Tanggung Jawab
69
Yakin, nggak Penasaran?
70
Ngeselin Ih!
71
Memilihmu
72
Sebuah Keputusan
73
Projek Baru
74
Sudah Direncanakan
75
Apa Yang Terjadi?
76
Di Mana Nika?
77
Sudah Aku Nikahkan
78
Jangan Menunda Lagi
79
Jangan Dipaksa
80
Atur Strategi
81
Sebuah Kehancuran
82
Jangan Sentuh Aku
83
Memutuskan Rantai
84
Peristirahatan Terakhir
85
Bagaimana Keadaanmu?
86
Jangan Dipersulit
87
TAMAT
88
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!