"Apa ini? ternyata selama ini kamu selingkuh di belakangku? setelah apa yang aku berikan padamu?"
Fee melempar foto-foto mesra Ronald bersama dengan Dinda, sekretaris pribadinya.
"Aku minta maaf, aku khilaf. Tapi aku tidak bisa melepasnya begitu saja, karena dia sedang hamil anakku?"
Fee tersenyum sinis," apa kamu yakin jika ia hamil anakmu?"
PLAk!
Satu tamparan mendarat di pipi Fee.
"Baiklah, kalau begitu!"
Apakah yang akan di lakukan oleh, Fee pada Ronald dan Dinda?"
Mari kita simak kisah Fee, yang tegar menghadapi permasalahan hidupnya karena di hianati suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Musibah Baru
Setelah beberapa hari tinggal di rumah Boby. Dan juga telah membuktikan sendiri tentang kepiwaian Boby memasak, Fee memutuskan untuk pindah ke salah satu aset rumahnya yang lain.
Tanpa ia lupa membawa para asisten rumah tangganya dan security serta sopir. Karena kebetulan mobil Fee tidak ada yang ikut terbakar pada saat kejadian kebakaran waktu itu.
"Non Fee, apa anda yakin ingin segera kembali ke kantor? apa tidak sebaiknya istirahat saja di rumah untuk beberapa hari lagi?" saran Boby yang merasa cemas dengan kondisi kesehatan Fee, apa lagi saat ini Fee sedang hamil besar.
"Hemm...kamu cemas dan khawatir padaku ya?" goda Fee hingga membuat wajah Babye memerah dan Ka tersipu malu serta memalingkan wajahnya untuk menutupi rasa malunya supaya tidak di ketahui oleh Fee.
"Nggak usah malu seperti itu, Boby. Karena aku sudah mengetahui semuanya."
Boby sejenak menatap ke arah Fee seraya memicingkan alisnya," mengetahui apa ya, Non Fee? maksud perkataan Non Fee apa?"
Fee pun mengatakan bahwa dirinya tidak sengaja menemukan album foto yang di dalamnya berisikan semua foto dirinya. Dan Fee juga sempat membaca buku diary Boby.
"Astaghfirullah aladzim, bagaimana ini? Non Fee sudah tahu semuanya, apa yang harus aku lakukan jika sudah seperti ini? malunya diri ini ya Allah," batin Boby mulai salah tingkah.
Fee pun melihat gelagat tersebut, ia justru tersenyum karena menurutnya Boby terlihat lucu seperti seorang anak kecil yang sedang ketakutan karena ketahuan mencuri.
"Boby, kamu jahat ya? kamu itu pencuri!" tiba-tiba Fee mengatakan hal Yeng membuat Boby sempat terperangah.
"Hah, mencuri? aku sama sekali tidak mencuri apapun, Non Fee. Aku berani bersumpah, atas nama Allah."
Fee ingin sekali ngakak tetapi ia tahan," kau telah mencuri hatiku-hatiku."
Fee malah semakin menggoda, Boby. Yang membuat Bobby semakin bertambah salah tingkah.
Fee bertanya kepada Boby, apa yang membuatnya jatuh cinta pada dirinya hingga selama ini?
Boby pun mengatakan tidak tahu, karena rasa itu datang secara tiba-tiba begitu saja pada saat awal dia bekerja pada, Fee. Dan ia tidak bisa move on untuk mencintai Fee. Hingga Fee sudah menikah pun, ia masih saja cinta padanya.
"Boby, apa kamu tidak merasa rugi? mencintai seorang wanita yang sudah bersuami bahkan sebentar lagi akan menjadi janda beranak satu? dan separuh kekayaanku juga sudah musnah terbakar?"
Boby tersenyum dengan wajah tertunduk," cinta itu suatu anugerah, Non Fee. Aku sama sekali tidak merasa rugi justru aku bahagia bisa merasakan cinta. Dan juga bisa selalu ada di samping orang yang aku cinta. Dan aku juga tidak memandang status anda, Non Fee. Aku tidak peduli anda itu janda atau bahkan nenek-nenek. Jika aku sudah cinta tidak bisa aku move on begitu saja. Inilah yang membuat aku tidak berani mengatakan rasa cinta ini, karena aku tidak ingin di kira cinta karena harta. Lebih baik aku pendam rasa cinta ini selamanya."
Fee tersenyum," tetapi sayangnya aku sudah tahu semuanya. Mungkin kejadian kebakaran ini ada faedahnya juga, hingga aku tahu jika ada seseorang yang diam-diam mencintaiku."
Sejak Fee tahu tentang kebenaran dirinya, Boby mulai canggung jika di hadapan Fee. Apa lagi Fee kerap kali menggoda dirinya.
Fee mulai bekerja lagi di perusahaan. Sementara saat ini Ronald bekerja serabutan karena dirinya sudah tidak bisa bekerja lagi di perusahaan manapun.
"Sialan, aku harus hidup sengsara seperti ini. Aku bodoh, seharusnya Yeng aku bakar bukan rumah Fee, melainkan perusahaannya. Biar Fee tidak bisa bekerja."
Ronald sangat kesal pada saat mengetahui jika Fee sudah kembali bekerja sejak kejadian kebakaran beberapa hari yang lalu.
Dia pun merencanakan hal baru, yakni ingin membakar perusahaan Fee. Supaya Fee benar-benar bangkrut dan miskin seperti dirinya saat ini.
Hingga bertepatan dengan lahirnya anak Fee. Dimana Boby sedang fokus menjaga dan bahkan menemani proses melahirkan Fee. Saat itulah gempar kabar perusahaan besar Fee meledak secara tiba-tiba dan api seketika menjalar meluluh lantakan perusahaan tersebut.
"Ya Allah, bagaimana ini? di saat aku tak perdaya di rumah sakit seperti ini, karena aku habis melahirkan. Malah terjadi musibah lagi seperti ini. Baru satu bulan yang lalu rumahku terbakar dan orang tuaku menjadi korban. Kini perusahaanku satu-satunya, mata pencaharianku malah seperti ini juga."
Boby mencoba menenangkan Fee," Non Fee, jangan terlalu bersedih. Ingatlah kesehatan Non, yang baru saja melahirkan. Semua pasti akan ada jalan keluarnya. Allah tidak akan tinggal diam, ia akan bantu, Non Fee."
Tetapi Fee sedang benar-benar terpuruk. Dia tidak yakin jika bisa menjalani kehidupan dari nol, dengan menghidupi satu anak. Dia memang masih memiliki aset beberapa mobil dan rumah. Tetapi otaknya saat ini sedang tidak bekerja dengan baik. Hingga ia tidak bisa berpikir dengan jernih.
"Non Fee, tidak usah khawatir ya. Karena aku tidak akan pernah meninggalkan anda dan anak anda. Non Fee, harus benar-benar bangkit ya. Demi anak anda, Non."
Baru kali ini, Boby melihat wanita yang dicintainya benar-benar down. Padahal ia selama ini mengensl Fee sebagai sosok yang tidak mudah putus asa dan pantang menyerah untuk segala sesuatu permasalahan yang terjadi di dalam hidupnya.
Dua kali, Boby melihat Fee meneteskan air matanya. Yakni kali ini dan lada saat orang tuanya meninggal dunia dalam tragedi kebakaran.
Setelah melahirkan, Fee tinggal d rumah saja. Ia di temani oleh dua asisten rumah tangga dan dua security serta dua sopir. Dia bagaikan sudah tak punya semangat untuk hidup. Tetapi dia bertahan hidup itupun karena Boby tidak pernah lelah selalu mendukung, mensuport, dan menghibur dirinya.
"Bob, jika aku tidak bekerja seperti ini. lama-lama sisa hartaku habis. Tetapi aku juga bingung akan usaha apa?" keluh kesah Fee di hadapan Boby.
"Non Fee, mohon maaf sebelumnya. Aku ingin tanya bagaimana kelanjutan rumah tangga anda dengan suami?"
Sejenak Fee ingat jika dia akan menggugat cerai Ronald pasca melahirkan. Tetapi ia melupakan hal itu karena ia fokus pada musibah yang ia hadapi saat ini.
Ia pun meminta bantuan Boby untuk menemui pengacara pribadinya untuk membantu Fee mengurus gugatan cerainya terhadap Ronald.
Fee benar-benar jatuh miskin. Awalnya dia akan gunakan sisa harta yang ia punya untuk modal usaha, malah ia gunakan untuk membayar uang ganti rugi kepada para klien bisnisnya.
Sementara saat ini Ronald sedang tertawa bahagia karena usahanya untuk menghancurkan perusahaan Fee telah berhasil.