NovelToon NovelToon
Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lautan Biru

Bagiaman jika kamu menikahi pria lumpuh hanya karena rasa bersalah dan tanggung jawab..?


Kalila Khasana harus menanggung hidup dengan rasa bersalah seumur hidup, ketika sebuah kecelakaan tidak sengaja menewaskan tunangan seseorang.


Mampukah Kalilah bertahan dengan pria lumpuh yang selalu menatapnya dengan penuh kebencian?

Dan apakah tatapan kebencian itu berubah menjadi cinta??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah sakit

Sampainya di rumah sakit Kalila duduk santai dikantin, gadis itu masih banyak waktu untuk bekerja pagi ini. Kalila sengaja bilang jika ada praktek pagi, tapi nyatanya tugasnya masih nanti jam sembilan pagi. Dirinya tidak ingin berada lama dirumah dengan Rayan, entahlah sejak kejadian tadi malam Kalila merasa enggan untuk mendekati suaminya.

Rayan marah bisa saja membentak ataupun mengacuhkannya, tapi sekarang Rayan bisa tega melayangkan tamparan untuk dirinya, dan Kalila merasa lebih sakit dari pada hanya mendengar bentakan dan perkataan pedas Rayan.

"Boleh aku duduk."

Kalila mendongak dan mendapati pria yang memakai snelli sama seperti dirinya.

Pria itu tersenyum lalu mengulurkan tangannya. "Perkenalkan namaku Ricky." Ucap pria itu didepan Kalila.

Kalila tersenyum dan menyambut uluran tangan Ricky. "Aku Kalila."

Ricky duduk didepan Kalila, "Aku melihatmu kemarin menggantikan dokter Jimmy."

Kalila menggaguk, "Ya saya pengganti dokter Jimmy, untuk sementara waktu sebelum saya mengambil tugas di rumah sakit lain."

Ricky hanya mengaguk, pria tampan itu juga seorang dokter disana dan Ricky adalah senior Kalila.

Keduanya mengobrol ringan, hingga tiba waktunya Ricky lebih dulu mendapat jam praktek.

"Oke, sepertinya kamu teman yang baik untuk diajak mengobrol." Tutur Ricky terseyum, dan menampilkan lesung pipinya sebelah kiri.

"Asal jangan menggosip, karena aku tidak sanggup menanggung dosa mereka." Ucap Kalila bercanda, dan membuat Ricky tertawa.

"Ok, see you." Ricky pun pamit dan meninggalkan Kalila yang masih menghabiskan sarapannya.

Kalila mengabiskan waktu dikantin cukup lama, hingga masih ada waktu setengah jam lagi, dirinya baru beranjak untuk pergi keruanganya.

"Loh, dok. Dari tadi sudah ada pasien yang menunggu anda." Ucap salah satu dokter yang baru saja melewati ruangan Kalila.

"Eh, masa sih dok. Perasaan aku tugas jam sembilan deh." Ucap Kalila dengan heran.

Dokter wanita itu hanya mengangkat bahunya. "Coba, gih lihat. udah hampir satu jam dia menunggu." Jelas dokter itu semakin membuat Kalila penasaran.

Kalila berjalan lebih cepat agar cepat sampai ruangan dia praktek dan benar saja didepan pintu kerjanya ada seorang pria yang duduk di kursi tunggu. Dan dari postur tubuhnya Kalila tahu meskipun dari belakang.

"Kak Brian." Kalila memanggil pria itu, dan benar Brian menoleh.

"Hay.." Brian tersenyum dan berdiri.

"Kak Bri tahu aku praktek disini." Tanya Kalila yang merasa belum memberi tahu jika dirinya bertugas di rumah sakit swasta terbesar di kota.

"Tidak sulit untuk bisa tahu tempat kamu bekerja." Brian berdiri menghadap Kalila, dengan kedua tangan Ia masukkan kesaku celana.

Kalila mencebik. "Kayak dukun aja." Ucap Kalila dengan senyum. "Tumben ada apa?" Kalila dukuk dikursi tunggu, karena memang masih ada waktu untuknya mulai bekerja.

"Tidak ada, hanya saja." Brian juga ikut duduk disamping Kalila. "Aku mau mengajak kamu makan siang, anggap saja sebagai perpisahan aku mau pulang." Brian tersenyum menatap Kalila yang duduk di sampingnya.

Kalila menggaguk dan terseyum. "Oke, kakak boleh datang kemari nanti siang."

Brian senang, mendegar Kalila mau menerima ajakannya. "Oke, aku jemput kamu jam makan siang." Ucap Brian dengan wajah bahagia.

.

.

Rayan seperti biasa diantar oleh Ronal untuk melakukan terapi, Sejak di kantor bosnya itu tidak bisa diam hingga, membuat Ronal merasa aneh.

Meskipun ditanya hanya menjawab tidak apa-apa, tapi melihat gelagat Rayan yang selalu melihat jam ditanganya membuat Ronal semakin bingung.

Dan kini Ronal tahu alasan Rayan yang terlihat sangat gusar, ternyata tidak sabaran untuk datang kerumah sakit melakukan terapis.

Meskipun ingin meledek dan tertawa, tapi Ronal masih waras untuk tidak membuat Rayan marah, hingga Ronal hanya menyimpannya dalam hati.

Tak lama seorang suster asisten Kalila, keluar dan menyuruh Rayan untuk masuk.

"Kau tunggu saja diluar." Ucap Rayan pada Rolan yang sudah biasa menemani tuanya didalam.

Ronal hanya mengaguk tanpa membantah. "Baik tuan."

Setelah Rayan masuk Ronal hanya menunggu diluar.

"Siang tuan." Kalila tersenyum melihat Rayan yang dibantu asistennya.

Rayan seperti biasa dengan ekspresi datarnya.

"Sus, biar saya saja." Ucap Kalila ketika suster itu ingin membantu Rayan berdiri.

Rayan hanya diam, entahlah dirinya merasa bersalah namun enggan untuk meminta maaf, dan sekarang dirinya seperti orang bodoh didepan Kalila.

"Tuan, coba gerakan pelan kaki anda." Kalila berdiri didepan Rayan yang sedang mencoba untuk menggerakkan kakinya kedepan, kedua tangan Rayan berpegangan pada besi dikanan dan kirinya, khusus untuk berlatih berjalan.

Sebelumnya Kalila sudah memberi pemanasan dikedua kaki Rayan agar tidak kaku lebih dulu. Dan sekarang Kalila ingin melihat jika Rayan sudah bisa menggerakkan kakinya sendiri, karena jika Rayan semangat dan berkeinginan sepertinya Rayan akan cepat bisa berjalan.

"Ahh.."

"Awas.." Kalila dengan sigap menyongsong tubuh Rayan yang akan tumbang kedepan, karena ketika mengerakan kakinya Rayan merasa begitu berat

Tubuh keduanya menempel dengan berpelukan, lebih tepatnya Rayan yang memeluk Kalila.

"Kakak tidak apa-apa." Reflek Kalila menjauhkan wajahnya yang begitu dekat dengan wajah Rayan, bahkan mereka bisa merasakan hembusan napas keduanya.

Rayan hanya menggeleng, dirinya membuang wajah untuk menghilangkan rasa gugup yang tiba-tiba datang.

"Duduk dulu kak." Kalila membantu Rayan untuk duduk di kursi rodanya. "Lebih baik kakak istirahat sebentar nanti kita lanjutkan." Kalila tersenyum dan pergi menemui suster yang membantunya, tatapan mata Rayan tidak lepas dari Kalila yang bicara dengan susternya hingga Kalila berbalik dan Rayan menoleh kembali.

Tiga puluh menit Kalila membatu Rayan dengan keahliannya, hingga Kalila bisa tersenyum lebar melihat Rayan yang sudah menggerakkan kakinya sendiri.

"Aku yakin tuan tidak akan lama lagi bisa berjalan." Ucap Kalila dengan bahagia.

Rayan yang mendengarnya tanpa sengaja terseyum tipis, dan Kalila melihatnya.

"Sudah waktunya makan, siang aku antar tuan kedepan." Kalila mendorong kursi roda Rayan dari belakang dan ketika membuka pintu, Kalila melihat Brian dan Ronal berdiri bersampingan.

"Kal." Brian lebih dulu menyapa dengan senyum khasnya.

"Kak." Kalila terseyum. "Tunggu sebentar." Brian hanya mengaguk.

"Tuan, jangan lupa apa yang saya bilang tadi, dirumah anda harus belajar menggerakkan kaki anda agar otot-ototnya kembali bekerja." Ucap Kalila pada Rayan, yang malah menatap pria yang berdiri menatap Kalila dengan senyumnya.

Entah mengapa Rayan tidak suka melihat tatapan pria itu pada Kalila.

"Baik, nona nanti akan saya ingatkan." Sambung Ronal karena tuanya hanya diam menatap tajam pria yang berdiri disampingnya.

"Baiklah kalau begitu, anda bisa membantunya tuan." ucap Kalila pada Ronal.

"Anda bisa membantu saya dirumah dok, bukan orang lain." Ucapan Rayan seketika membuat Ronal dan Kalila menoleh. "Bukankah anda yang tinggal bersama saya."

Deg

Brian yang mendengar menatap Rayan yang juga menatapnya, keduanya seperti memancarkan permusuhan.

1
Miftahul Jannah
thor.. share informasi nih.. sekolah kedokteran itu 3,5tahun tuk materinya dan lulus s.ked kemudian dilanjutkan dengan koass alias bahasa lain dari magang klo yang jurusan selain kedokteran. nah koass atau kkn ini dilakukan selama 1,5tahun dengan siklus rotasi semua bagian penyakit.. nah kalau sudah lulus barulah diambil sumpah dokter dan diberi gelar dokter.. kalau mau lanjut spesialis namanya zelama sekolah adalah ppds minimal 4tahun prosesnya.. ini masukan biar alur ceritanya walaupun fiktif tidak mengadi adi dari jalur kenyataan thor.. 🙏
Heriyani Lawi
masa mau cerai aja perlu tanda tangan, knp ga dilaporkan aja kasus kdrtnya biar mudah
mama yogi
ntahlah, aku senang Lila balik sama Rayan tp ga gini caranya.masa Bri meninggoy 😭😭😭...jodohin sama Karina kek atau siapa gitu 🤥🤥🤥, tak patuuuuuuu...🤭🤭
Sri Widjiastuti
duhh bahaya nih. sdh tidur dg cantika, jd babu cantika ni bentaran si rayan
Sri Widjiastuti
brian bisa tau, Kalila ditangkap, ortunya, karina, mertua nya, adem2 wae.. lg budeg kali ya??
Sri Widjiastuti
dasar dodol ni si rayan
Sri Widjiastuti
duhh senengnya kaya begini kall? cinta boleh, bodo jangan
Sri Widjiastuti
lihat aja nti si rayan... kamu akan dpt balesan pastinya
Mirna Mirna
Luar biasa
Juna Dong
luar biasa
momi
Luar biasa
Rinda
gk seru
Gintania nia
Luar biasa
Runik Runma
minggat aja kai
D_Mayanti
Luar biasa
Elsje Emilia
dari 2022 sampai 2024 tidak ada kelanjutan cerita ini. ya saman
Elsje Emilia
laa kok langsung habis. nggak ada lanjutan lagi kah
Neng geulis
Luar biasa
pengayom
goblok
pengayom
heh enak aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!