NovelToon NovelToon
KIAMAT TIBA: BAWA KRISTAL INTI UNTUK SEWA KAMAR (APOCALYPSE LANDLORD SYSTEM)

KIAMAT TIBA: BAWA KRISTAL INTI UNTUK SEWA KAMAR (APOCALYPSE LANDLORD SYSTEM)

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Hari Kiamat / Fantasi Wanita
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

Dibuang dan dijadikan pelayan oleh keluarga angkatnya, Lin Yue tidak menyangka bahwa seminggu sebelum kiamat ia mengaktifkan Sistem Suaka di rumah tua neneknya.

​Saat Virus Genesis meletus, manusia, hewan, dan tumbuhan bermutasi menjadi monster berelemen. Di tengah kiamat yang mengerikan, rumah tua Lin Yue diubah oleh Sistem menjadi zona aman mutlak!

​Aturan Lin Yue sangat sederhana: "Mau makanan hangat, listrik, dan perlindungan? Bayar sewa pakai Kristal Inti di kepala zombie!"

​Dari kos-kosan 4 kamar sederhana, Lin Yue membangun perumahan elit hingga kota suaka terbesar di dunia, memaksa keluarga angkat yang dulu menyiksanya berlutut memohon perlindungan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: PENJELAJAHAN RADIUS 50 METER

BAB 9: Penjelajahan Radius 50 Meter

Matahari pagi menyusup tipis di antara celah-celah reruntuhan bangunan Kota Jiangcheng, membiaskan warna keemasan yang kusam di atas permukaan tanah kering halaman rumah tua. Bau hanyir darah membusuk di luar batas pagar mulai terhalang penuh oleh pusaran angin sejuk yang disirkulasikan oleh benteng Suaka.

Lin Yue tidak terburu-buru untuk langsung membuka pintu gerbang utama atau mengundang penyintas luar datang. Di dunia baru yang dipenuhi aturan hukum rimba ini, dorongan emosional yang impulsif adalah cara paling cepat untuk mati konyol.

"Fasilitas kos sudah berdiri, tapi penyewa tidak akan datang jika lingkungan sekitar masih terlalu padat oleh ancaman zombie tingkat tinggi," gumam Lin Yue seraya memeriksa mata pisau dapur di ujung tombak jati rakitannya.

Bilah baja tebal itu kini menunjukkan sedikit goresan dan keausan di bagian ujungnya akibat hantaman keras pada tulang tengkorak zombie kemarin. Lin Yue mengambil batu asah tua milik mendiang neneknya, membasahinya dengan sedikit air, lalu mengasah mata pisau itu dengan gerakan konsisten dan teratur.

Srekk... Srekk... Srekk...

Suara gesekan logam dan batu berirama konstan di tengah keheningan pagi.

Tubuh Lin Yue yang telah berada di tingkat Manusia Normal Puncak merespons proses pengasahan itu dengan koordinasi motorik yang sangat presisi. Setiap tekanan jemarinya terukur, tidak ada gerakan yang terbuang sia-sia. Setelah sepuluh menit, mata pisau dapur rakitannya kembali berkilau tajam, siap menembus jaringan tulang rawan mahluk mutan mana pun.

Guna memperkuat dominasi dan keamanannya di sekitar area Suaka, Lin Yue menetapkan rencana taktis baru untuk beberapa hari ke depan:

Program Pelatihan Tempur Mandiri di Radius 50 Meter.

Strateginya sangat sederhana, dingin, dan aman: Ia tidak akan melangkah terlalu jauh dari jangkauan kubah pelindung Suaka. Setiap hari, Lin Yue hanya akan memancing 1 hingga 2 ekor zombie terisolasi yang berkeliaran di sekitar gang rumah tua, menarik mereka mendekati garis batas Barrier Listrik, lalu menghabisi mereka secara cermat menggunakan tombak rakitannya.

Target dari rutinitas ini bukan sekadar mengumpulkan poin energi, melainkan mengasah refleks tempur fisiknya, membentuk memori otot (muscle memory) dalam melancarkan tusukan mematikan, serta membangun ketenangan mental mutlak di hadapan ancaman mahluk pembunuh.

...----------------...

Hari Ke-9:

Lin Yue berdiri di dekat pagar besi luar. Papan pengumuman sewa kos-kosan memancarkan pendaran cahaya tipis di sampingnya. Dari celah sela jeruji besi yang terlindungi arus listrik, ia mengamati jalanan berdebu di seberang gang.

Dua puluh meter di sebalah kanan, seekor zombie wanita mengenakan gaun merah yang terkoyak sedang berjalan menyeret kaki kirinya yang patah.

Lin Yue tidak membuang batu. Ia memetik sebatang ranting kayu kering di dekat kakinya, lalu mematahkannya menjadi dua.

Klek!

Suara patahan kayu bergema jelas di tengah keheningan gang.

Zombie bergaun merah itu mendadak membeku. Kepala dengan rambut kusam berantakan itu berputar patah-patah, mengunci arah suara.

"Ggrrrrr..."

Mahluk itu merayap maju dengan langkah gontai yang limbung. Langkahnya lambat namun pasti menyusuri jalanan kering, lurus menuju pintu gerbang Suaka.

Ketika dada zombie itu menghantam batas energi kubah Suaka yang tak terlihat—membuatnya tertahan menggapai-gapai udara kosong—Lin Yue tidak lagi menunjukkan keraguan atau getaran sekecil apa pun di jemarinya.

Sret! JLES!

Tombak jati meluncur lurus bagaikan kilatan petir! Bilah pisau dapur menembus pelipis kiri mahluk itu tanpa suara, menghancurkan pusat saraf otaknya dalam satu gerakan bersih.

Crrrt!

Lin Yue mencabut tombaknya dengan hentakan terukur, menyungkil keluar Kristal Inti Keruh Level 0 kedua dari kepalanya, lalu mengonversinya langsung ke Sistem.

[Bip! Membunuh 1 Zombie Level 0 Berhasil!]

[Menerima: 1 Kristal Inti Keruh Level 0.]

[Saldo Energi Sistem Saat Ini: 1 Poin Energi.]

...----------------...

Hari Ke-10:

Lin Yue meningkatkan intensitas latihannya. Ia memancing dua ekor zombie sekaligus—seorang pria paruh baya bertubuh gempal dan zombie wanita paruh baya—ke dua sudut garis batas yang berbeda di halaman luar.

Kali ini, Lin Yue tidak menunggu target menempel pasif di kubah energi. Ia sengaja menguji koordinasi Kelincahan (AGI: 13) miliknya.

Begitu zombie pria bertubuh gempal mendekati pagar, Lin Yue melangkah miring dua putaran, mengecoh sudut pandang keruh mahluk itu, lalu melancarkan tusukan miring dari bawah rahang menembus dasar tengkorak!

STAB!

Sebelum zombie pertama roboh sepenuhnya ke tanah, Lin Yue memutar tumpuan kakinya 180 derajat, memanfaatkan momentum putaran tubuhnya untuk menghantamkan ujung tombaknya tepat di tengah dahi zombie wanita yang baru saja menyentuh garis pelindung!

CRACK!

Dua pembunuhan beruntun selesai dalam waktu kurang dari lima detik.

Napas Lin Yue tetap stabil dan teratur. Gerakan fisiknya kini jauh lebih halus, efisien, dan mematikan. Tidak ada lagi pengerahan tenaga berlebih yang memicu ketegangan otot seperti pada hari pertamanya bertarung.

[Bip! Membunuh 2 Zombie Level 0 Berhasil!]

[Menerima: 2 Kristal Inti Keruh Level 0.]

[Saldo Energi Sistem Saat Ini: 3 Poin Energi.]

...----------------...

Hari Ke-11 hingga Hari Ke-13:

Rutinitas memburu di radius 50 meter berlanjut secara sangat disiplin. Lin Yue seperti seorang pemburu berpengalaman yang secara bertahap membersihkan setiap ancaman bergerak di sekitar wilayah kekuasaannya.

Ia mulai mengenali kelemahan visual zombie, batas pendengaran mereka berdasarkan intensitas suara, serta pola pergerakan tubuh mutan yang kaku akibat kekakuan mayat (rigor mortis). Lingkungan radius 50 meter di sekeliling rumah tua neneknya kini menjadi area berburu yang sangat steril dan relatif aman.

Pada sore hari ke-13, setelah mengurus zombie terakhir minggu itu di sudut jalan dekat tiang listrik, Lin Yue berdiri tegap di pintu gerbang utama.

Baju hitam ringkas yang dikenakannya bersih dari noda darah—sebuah bukti nyata betapa sempurnanya penguasaan taktis dan penggunaan kubah energi Suaka dalam setiap pertarungannya.

Lin Yue membuka jendela antarmuka Sistem untuk memeriksa akumulasi hasil perburuannya selama seminggu penuh:

[Panel Antarmuka Pemilik Suaka - Lin Yue]

Level Suaka: Level 1 (Fasilitas: Dormitory Mode - 4 Kamar)

Kondisi Fisik: Manusia Normal Puncak (Kekuatan: 15, Kelincahan: 13, Persepsi: 15)

Akumulasi Penjelajahan Radius 50m: 8 Zombie Level 0 Dimusnahkan.

Total Saldo Kristal Inti Keruh Level 0: 8 Poin Energi.

delapan poin energi terkumpul dengan rapi di dalam rekening Sistemnya.

"Saldo energi sudah cukup untuk membeli perlengkapan tempur pribadi yang asli di Toko Pertukaran," gumam Lin Yue seraya menatap saldo angka 8 di layarnya dengan tatapan dingin penuh kepuasan.

Ia membalikkan badan, melangkah kembali ke dalam rumah tua yang hangat dan aman. Rutinitas latihan radius 50 meter ini telah berhasil membentuknya menjadi seorang pemburu yang tangguh. Dan kini, saatnya untuk mengalihkan perhatian pada ancaman dan peluang berikutnya: kedatangan para penyintas manusia pertama yang akan melintasi wilayah kekuasaannya.

Bersambung.....

.

.

.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Alvaro Sebastian
overall ceritanya udah bagus banget ,menurut ku pribadi
masijacoke021205: Halo kak Alvaro, terima kasih banyak ya buat penilaian dan bintang 5-nya! ❤️ Glad to know kamu suka sama jalan ceritanya. Dukungan kaya gini bikin makin semangat lanjutin petualangan Lin Yue! Pantau terus kelanjutannya yaaa~ ✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!