NovelToon NovelToon
Di Khianati Kakak, Di Pinang Milliader

Di Khianati Kakak, Di Pinang Milliader

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Pengkhianatan
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Sebulan menjelang pernikahan, Dera harus menelan kenyataan pahit saat Vivian, kakak kandungnya sendiri, mengaku hamil anak Galih, calon suaminya.

Lebih menyakitkan lagi, kedua orang tua mereka justru merestui pernikahan Galih dan Vivian, sementara Dera harus merelakan semua persiapan pernikahan yang dibayar dari hasil kerja kerasnya.

Hancur dan dikhianati keluarganya sendiri, Dera memilih pergi ke Jakarta untuk memulai hidup yang baru.

Tak disangka, pertemuannya dengan seorang miliarder tampan mengubah takdirnya. Pria itu bukan hanya menawarkan cinta, tetapi juga sebuah pernikahan yang akan membuat semua orang yang pernah merendahkannya menyesal.

Namun, mampukah Dera menemukan kebahagiaan, atau justru terjebak dalam permainan cinta sang miliarder?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

Dera Putri Anindita baru saja tiba di rumahnya setelah mengambil undangan pernikahan yang pagi tadi selesai dicetak ulang. Tangannya masih menggenggam erat sebuah kotak berisi undangan berwarna putih gading dengan hiasan emas di bagian tepinya. Di dalam setiap lembar undangan itu tertulis dua nama yang selama ini membuat hatinya berdebar bahagia.

Dera Putri Anindita & Galih Prasetyo.

Satu bulan lagi, mereka berdua akan menjadi suami istri. Dera tersenyum kecil saat membayangkan hari itu.

Setelah melewati banyak hal bersama Galih, akhirnya impian mereka untuk membangun rumah tangga akan segera terwujud.

Semua persiapan pun hampir selesai. Gaun pengantin yang ia pilih dengan susah payah sudah tersimpan rapi di butik. Bahkan untuk membeli gaun itu, Dera rela menyisihkan sebagian besar gajinya selama delapan bulan. Ia masih ingat bagaimana dirinya harus menahan keinginan membeli banyak hal demi bisa melunasi cicilan gaun tersebut.

Dekorasi gedung sudah dibayar di muka. Katering telah dipesan. Gedung pernikahan sudah dibooking sejak beberapa bulan lalu. Bahkan fotografer dan tata rias pun sudah mendapatkan uang muka.Dera mengerjakan semuanya dengan tangannya sendiri. Ia ingin pernikahannya dengan Galih menjadi hari paling indah dalam hidup mereka.

Dengan langkah ringan, Dera membuka pintu rumah. Namun, baru beberapa langkah masuk, senyum di wajahnya perlahan menghilang.

Suasana ruang tamu terasa aneh.

Di sana sudah ada Galih. Calon suaminya duduk dengan wajah tegang. Di sampingnya ada ayah dan ibu Dera. Sementara di sofa seberang, Vivian, kakak kandung Dera, duduk dengan kepala tertunduk.

Dera menghentikan langkah. Pandangan matanya langsung tertuju kepada Vivian. Wajah kakaknya tampak sembap. Matanya merah, seolah baru saja menangis. Dia merasa ada sesuatu yang tidak beres.

Dera meletakkan kotak undangan di atas meja dekat pintu, kemudian berjalan mendekat.

"Ada apa ini?" tanyanya.

Tidak ada yang menjawab, membuat Dera mengerutkan keningnya aneh.

Ia menatap ayahnya, kemudian ibunya. Keduanya justru saling bertukar pandang dengan wajah yang sulit dibaca.

"Kenapa semuanya diam?" Dera kembali bertanya.

Galih yang sejak tadi menundukkan kepala akhirnya mengangkat wajahnya, tatapan mereka bertemu satu sama lain.

Dera langsung merasa ada yang berbeda dari mata pria itu. Biasanya, Galih akan tersenyum setiap kali melihatnya. Namun kali ini tidak, pria itu justru terlihat seperti seseorang yang sedang membawa sebuah kabar buruk.

"Galih?" panggil Dera pelan.

Galih membuka mulut, tetapi tidak ada suara yang keluar.

"Ada apa?" Dera mulai gelisah.

Vivian tiba-tiba mengusap air mata di pipinya. Gerakan kecil itu membuat Dera semakin bingung.

"Kak Vivian, kakak kenapa?" Dera menatapnya.

Vivian tidak menjawab.

Dera kemudian menoleh kepada ibunya."Ma, ada apa? Kenapa semuanya diam?" tanya Dera.

Eni menghela napas panjang."Duduk dulu, Dera."

"Mau membicarakan apa?" tanya Dera.

"Duduk saja dulu." paksa Eni.

Nada suara ibunya membuat jantung Dera berdegup semakin cepat. Perlahan, Dera duduk di sofa yang masih kosong. Tangannya saling menggenggam di atas pangkuan.

"Apa yang terjadi?"

Ilham terlihat menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya berkata, "Dera, ada sesuatu yang harus kamu ketahui." ucap ayah Dera.

Dera menelan ludah. "Apakah ada masalah dengan pernikahan?" tanya Dera.

Pertanyaan itu membuat Galih langsung menundukkan kepalanya lagi.

Dera melihat reaksi tersebut. Dadanya terasa sesak."Galih..." panggilnya.

Galih mengepalkan kedua tangannya. Perlahan dia mengangkat kepalanya menatap Dera."Aku minta maaf, Der."

Seketika wajah Dera berubah."Maaf untuk apa?" tanya Dera dengan penuh kebingungan.

Kemudian pandangannya beralih kepada Vivian.

"Kak Vivian juga kenapa menangis?"

Vivian menggigit bibirnya. Air mata kembali mengalir membasahi pipinya."Aku..." suaranya bergetar.

Dera menunggu.

"Aku minta maaf, Der."

Dera semakin tidak mengerti. "Kenapa kalian semua minta maaf?" tanya Dera.

Vivian menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Tangisnya pecah.

Dera menatap kakaknya dengan dada yang semakin tidak nyaman."Ma, sebenarnya ada apa?"

Eni akhirnya mendekati Vivian dan mengusap bahunya."Vivian hamil."

Dera terdiam. Untuk beberapa detik, ia bahkan tidak memahami kalimat yang baru saja didengarnya."Hamil?"

Vivian mengangguk sambil menangis.

Dera mengerjapkan mata."Terus... apa hubungannya dengan aku?"

Tidak ada yang menjawab.

Dera mulai melihat satu per satu wajah di hadapannya. Perlahan, sebuah dugaan buruk mulai muncul di kepala Dera. Namun, ia menolak mempercayainya.

"Anak siapa?" tanya Dera.

Vivian menangis semakin keras.

Dera menatap Galih. "Galih?" tebaknya.

Pria itu tidak berani menatap matanya.

"Galih, jawab aku." desak Dera.

Galih akhirnya mengangkat wajahnya, Mata mereka bertemu. Dan dalam tatapan penuh rasa bersalah itu, Dera menemukan jawaban yang paling tidak ingin ia dengar.

"Anak itu..." Galih menarik napas berat. "Anakku."

Dunia Dera seakan berhenti. Tubuhnya membeku.

Ia tidak langsung menangis. Tidak berteriak. Bahkan tidak mampu berkata apa-apa. Tatapannya kosong menatap pria yang satu bulan lagi seharusnya berdiri di sampingnya di pelaminan.

Kemudian Dera perlahan menoleh kepada Vivian, kakaknya. Perempuan yang sejak kecil tumbuh bersamanya, perempuan yang selama ini ia percaya.

Dera tertawa kecil, tetapi suara itu terdengar getir.

"Jadi, anak yang dikandung Kak Vivian itu anak Galih?"

Tidak ada yang menjawab. Namun diamnya mereka sudah cukup menjadi jawaban.

Dera berdiri dengan kaki gemetar. Matanya mulai berkaca-kaca menatap mereka semua.Ia menatap kotak undangan yang tadi diletakkannya di meja.

Undangan yang baru saja ia ambil. Undangan yang mencetak namanya dan nama Galih dengan indah.

Tiba-tiba benda itu terasa seperti lelucon paling menyakitkan dalam hidupnya. "Kalau begitu..." suara Dera bergetar. "Untuk apa aku masih di sini?"

Eni segera berdiri. "Dera, tenang dulu."

"Tenang?" Dera menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca. "mama menyuruh aku tenang setelah aku tahu calon suamiku menghamili kakakku sendiri?"

"Dera..."

"Aku sudah menyiapkan semuanya!" Suara Dera meninggi. "Delapan bulan aku menabung untuk gaun itu! Aku bayar dekorasi! Aku pesan katering! Aku urus gedung! Aku lakukan semuanya karena aku percaya satu bulan lagi aku akan menikah dengan orang yang aku cintai!" Air matanya akhirnya jatuh.

"Tapi ternyata selama ini aku sedang mempersiapkan pernikahan untuk orang lain."

Dera mengusap air matanya dengan kasar. Ia menatap Galih untuk terakhir kalinya. "Batalkan semuanya."

Galih menatapnya."Dera..."

"Batalkan pernikahan kita."

Namun sebelum Galih sempat menjawab, ayah Dera berkata tegas."Tidak usah"

Dera langsung menoleh."Apa?"

Ayahnya menatapnya dengan wajah serius.

"Pernikahan itu tidak boleh dibatalkan."

Dera menatap kedua orang tuanya dengan tidak percaya.

Kemudian Eni berkata pelan, "Pernikahan tetap akan dilaksanakan."

Dera mengerutkan kening. "Kalau begitu... siapa pengantinnya?"

Eni terdiam.

Dera mengikuti arah pandangan semua orang. Tatapannya berhenti pada Vivian. Dan saat itu juga, Dera merasa hatinya benar-benar hancur.

"Jangan bilang..."

Vivian menangis.

Sementara Eni berkata dengan suara lirih, "Vivian akan menggantikanmu."

Dera terpaku. Pernikahan yang selama ini ia impikan...Gaun yang ia beli dengan hasil kerja kerasnya, Undangan yang baru saja dicetak, semuanya akan menjadi milik kakaknya. Dan pria yang seharusnya menjadi suaminya akan berdiri di pelaminan bersama Vivian. Kakaknya sendiri.

Dera mengepalkan tangan. Air matanya jatuh semakin deras. Dia bukan hanya di khianati oleh calon suaminya, tetapi juga keluarganya.

1
Siti Zaid
Lelaki tukang selingkuh kayak Galih patut dibuang Dera..tunggu karma utk vivian dan galih😠
Oma Gavin
mario tolong bahagiakan dera biar bisa nampar vivian dan galih bahwa pecundang kalian berdua akan mendapatkan balasan yg setimpal awas jgn syok jantungan saat dera jadi istri mario milyader tampan
sutiasih kasih
ada baiknya.... smpe kpanpun... km g usah kmbali ke keluargamu yg toxic dera...
sayangi dan cintai dirimu sndiri dera....
sutiasih kasih
dgr galih..... nnti lm" km akn mnyesal sdh salah memilih pndamping hidup....
krna istrimu jg org tuanya sifatnya pda buruk & g waras smua....
dan satu"nya org yg waras dan normal di keluarga istrimu.... cuma dera....
sutiasih kasih
cari tau aj trus.... biar km makin kpanasan... lm" sinting n jdi pnghuni rsj...
sunaryati jarum
Nah , tepat pengalihan fokus dan pikiran Dera, dari inisiatif Nak Mario.Semoga memang Nak Mario jodoh kamu Nak Dera
sunaryati jarum
Mario benar' -benar mencintai Dera,semoga setelah ini Dera tidak lemah dan bodoh lagi, emak jadi gregeten lho
Siti Zaid
Moga aja Mario menjadi satu2 nya orang yg dpt menyembuhkan luka dihati Dera...😊
Siti Zuhrotul Hilaliyah
masih bersambung gak kak, Seru banget pengin tahu lanjutan ceritanya
fabdul: ​Izin promosi novel ya, Kak! 🥹🙏
​Judul: Air Mata Pernikahan Belian
​Ringkasan Cerita:
Demi ibunya, Aira terpaksa menikahi Devan—CEO dingin yang cuma butuh istri formalitas. Dianggap cuma "transaksi yang dibeli uang", Aira memilih bertahan dengan harga dirinya. Tapi saat Devan mulai peduli, rahasia masa lalu suaminya muncul kembali.
​Apakah ketulusan Aira bisa meluluhkan hati dingin Devan?
​Mampir yuk, Kak! Semoga suka dengan jalannya cerita. Terima kasih banyak! 💕
total 1 replies
Meee
dera harusnya ganti nmr buat apa orang tuamu g perduli.jadilah kuat ini mah lemah bnget.
sunaryati jarum
Emak kok merasa jika Dera itu wanita lemah dan bodoh cuma menangis setelah baca pesan.Mending ganti no hp beres,fokus kerja tidak usah pikirkan keluarga jajalaknat yg telah banyak menyakiti hatinya
Putri Wulandari
bodohh jadi ceritanya jelek ga tegas
Talnis Marsy
apa dera bukan anak kandung thor..
bikin dera pintar dikit apa thor..bikin gemes aja sama pola pikir deraa
Asriani Rini
Dera kenapa sih kamu bodoh betul coba ganti nomot ponselmu
Sri Widiyarti
blokir aja sih nomor keluarganya biar ga diganggu terus ..
Siti Zaid
Kasih ibu sepanjang masa..tapi tidak berlaku utk Dera..dia malah dibuang ibu nya..selalu disalahi dan dizalimi tanpa tahu apa kesalahan yg sudah dia lakukan...😠
Ariany Sudjana
dera terlalu lemah dan bodoh, sudah tahu keluarga ga peduli, masih saja keras kepala pakai nomor lama, kenaapa ga ganti nomor baru saja, jadi keluarga ga bisa seenaknya saja meneror kamu
sutiasih kasih: g niat untuk hidup tenang....
total 2 replies
sunaryati jarum
Bangkit jangan jadi wanita lemah lagi, sekarang pria milyader yg menjaga, mensuport dan memberikan ketenangan padamu.Balas Vivian,dia akan gila, karena menuruti sifat iri dengkinya
sunaryati jarum
Dengar dan ikuti kata Mario.Lawan traumamu,lawan sakit hati dan lawan orang - orang yang menyakiti hati kamu Dera.Bravo Nak Mario,tempel pelan-pelan beri semangat dan provokasi npositig untuk kebangkitan dari terpuruk nya
Siti Zaid
Kesian Dera kerana punya kakak jahat macam iblis..hatinya penuh dengan rasa iri dan dengki pada Dera..sanggup musnahkan hidup adik sendiri😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!