ini lanjutan cerita dari novel sebelumnya Tentara Penakluk Hati..
disini diceritakan kisah tentang Mega Lestari dan Joni Andrean setelah menikah...mari kita ikuti manis.asam.asin nya bahtera rumah tangga seorang Mega Lestari menjadi pendamping seorang TNI AD Letnan Satu Joni Andrean.
akan kah Mega dipertemukan kembali dengan Doni?akankah Joni tetap setia mencintai Mega?
ayo kita baca kelanjutannya kisah cinta Mega Lestari.Joni Andrean.Doni Maulana dan Elsa Juwita
cekidooottttt...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TPH 9
Mega dan Joni sudah sampai kembali di Batalyon.tidak ada yang mereka bicarakan selama perjalanan.
Mega langsung melemparkan sepatu juga tas nya.kemudian masuk ke kamar mandi untuk mendinginkan kepala dan hatinya dia berendam dikamar mandi cukup lama.
Mega menangis kembali,dia mengurai semua air matanya.kenapa harus dipertemukan kembali dengan orang yang tidak pernah ingin dia lihat lagi.cukup dia dipertemukan lagi dengan bang Doni walau selalu dia hindari.
Wajah Elsa yang meremehkannya saat pertemuan tadi sungguh sangat menyayat hati Mega...Mega membasuh sekujur tubuh nya.
"Ya Alloh kenapa dipertemukan lagi dengan wanita itu....tamparan pukulannya seakan terasa kembali disekujur tubuhku,makiannya beberapa bulan yang lalu seakan terngiang-ngiang kembali di telingaku.
bayangan Ibu bang Doni yang memintaku menjauhi anaknya tergambar jelas..betapa hinanya aku sehingga dia tidak menginginkanku bersama anaknya?gumam Mega mengingat semua yang sudah Elsa dan Ibu Bang Doni lakukan terhadapnya.
Mega terisak isak mengingat kembali kejadian nya beberapa bulan yang lalu....kamu akan baik-baik saja Mega" gumam Mega dalam hati.
"Yank!!!!! masih lama mandinya??"
Joni menggedor pintu kamar mandi yang membuat Mega tersadar dari lamunannya...
"kenapa aku harus mengingat luka yang tidak penting..Bang Jon memberikan seluruh cintanya untuk ku.Mega mengguyur kembali tubuhnya.
Mega keluar dari kamar mandi...Joni melihat mata Mega yang merah..
"habis nangis???"
Mega meninggalkan Joni dan masuk ke kamarnya...kemudian memakai baju nya dihadapan Joni tanpa bicara apa-apa.
"Yank??maaf abang tidak tahu kalau bidan desa itu wanita yang tempo dulu pernah baku hantam dengan kamu yank...sekali lagi abang minta maaf"
"tidak ada yang perlu dimaafkan...lain kali jangan terlalu mudah memberikan nomer ponsel...apalagi kepada perempuan" ucap Mega.
Joni tersenyum dan mendekati Mega...
"tidak akan ada wanita lain dihati abang,hanya kamu"
Mega menatap mata Joni....kemudian entah kenapa air matanya berurai kembali.
"kenapa menangis??"
"terimakasih abang membuat Mega menjadi wanita paling beruntung..terimakasih abang sudah mencintai Mega.padahal Mega selalu kurang ajar sama abang"
Joni memeluk Mega semakin erat dan mencium kepalanya.
"jika ada cerita masalalu yang menyakitimu...ijinkan abang membahagiakanmu dimasa depan"
Mega makin terisak mendengar ucapan suaminya.
"Abaaaang" Mega semakin mengeratkan pelukannya.
Joni menciumi kepala Mega...
tiba-tiba dering ponsel Mega berbunyi.
Mega mengambil ponsel nya yang berada di dalam tas...kemudian Mega juga memberikan ponsel Joni yang di ambil dia di tempat peresmian tadi.
"siapa??"
"pesan Grup persit kompi A...katanya besok ada pertemuan gabungan..penyelenggaranya Kompi A...jadi aku di suruh ke Aula sama ibu Wadan"
"ya sudah kamu siap-siap ganti baju lagi,masa pakai daster...nanti akan ada om-om remaja yang bantuin untuk ngatur kursi.kemudian minta om-om ambilin sound dari Kompi.kamu tinggal minta tolong saja,mereka akan nurut sama kamu. nanti juga akan ada ibu-ibu pengurus lainnya dari Kompi A yang bantu.kamu hanya mantau saja yank."
"Mega manfaatin jabatan abang dong??? ucap Mega
"sekali kali tidak apa-apa"
"tidak baik untuk ibu-ibu yang lain Bang...Mega takut jadi contoh yang buruk buat mereka...suka manfaatin jabatan suami apalagi memberi perintah kepada istri junior suami...Mega tidak suka.
Joni tersenyum mendengar omelan Mega...mungkin mood nya sudah kembali normal.gumam Joni.
Pakai baju ini tidak apa-apa ya...Mega selesai memakai setelan jilbab casual...
Joni tersenyum melihat istrinya yang sudah siap mengikuti kegiatan Persit sore.
Abang masak sendiri ya...ada ungkeb ayam tinggal goreng di kulkas" ucap Mega sambil tersenyum
"iya...berangkat sana..masa Ibu Danki keduluan Ibu Wadan datang ke Aula nya"
Mega pun berangkat ke Aula...ternyata memang benar Ibu Wadan sudah ada di Aula.
"Ijin Bu Wadan maaf saya terlambat...saya baru pulang mendampingi suami ke acara peresmian jembatan kegiatan TMMD"
"Iya Bu Danki tidak apa-apa...saya ingin pertemuan untuk pertemuan besok tema dekor nya penghijauan ya Bu...jadi minta ibu-ibu persit Kompi ibu yany punya tanaman hias dibawa dulu ke aula...minta bapak-bapaknya yang nganterin ke Aula
"Ijin siap Bu" Mega menganggukan kepalanya.
"karena sudah ada bu Danki saya permisi dulu...saya harap kompi A bisa memuaskan...besok pertemuan gabungan dan ada sedikit pengarahan dari Ibu Danrem mengenai kesehatan wanita."
"Siap Bu" ..Mega mengangguk kembali.
----Ibu Wadan ( wakil komandan) telah meninggalkan Aula...kini tinggal Mega bersama anggota-anggotanya .
"Bu ibu coba di grup kompi siapa saja yang punya tanaman hias suruh bawa kesini...kita harus mendekor Aula sebagus mungkin...pertemuan bulan kemarin yang mengadakan Kompi Bantuan bagus sekali" ucap Mega .
"siap Bu Danki...saya akan hubungi siapa saja yang punya..."
"sekalian ibu-ibu persit yang tidak ada kegiatan dirumah suruh merapat ke Aula...bantuin kita...jangan karena bukan pengurus jadi tidak ikut" ucap Mega.
"ijin bu saya sudah beritahu di grup..." ucap ibu Danru.
walaupun Mega berstatus ibu Danki dia tidak hanya berpangku tangan...dia tetap ikut mendekor ruang Aula.
ijin Bu Danki untuk sound dan kursi tambahan kita minta bantuan om-om remaja untuk membawa nya dari Aula kompi ke sini" ucap Ibu Sugiyono
Mega tersenyum saat semua anggota nya bisa diajak kerja sama...Mega juga melihat ibu-ibu yang lain datang sambil membawa pot bunga.
"Ayo kita susun disini" ucap Mega mengajak ibu-ibu yang lain menyusun pot pot bunga yang di bawa mereka.
Mega sedang sibuk dengan kegiatannya..tiba-tiba ada 5 orang om-om remaja yang membawakan kursi dan sound tambahan.
Ijin Bu Danki ini kursi disimpan dimana?? ucap salah satu Om remaja yang baru datang.
"kalau om tidak keberatan bantu disusun ya om" Ucap Mega tanpa melirik satu satu yang datang
Mega tidak sadar bahwa salah satu om-om remaja yang datang adalah Doni.
Doni menyusun kursi didalam Aula...sesekali dia melirik Mega yang sibuk dengan kegiatannya.terlempar tawa yang sangat di rindukannya.
Sekejap Doni kembali kemasa lalu tentang dirinya dan Mega.Doni teringat saat pertemuan pertama mereka...saat mengantarkannya ke sukabumi...saat mengantarkannya ke Bandung...saat menemuinya ditempat KKn...dan terakhir saat kehilangannya...iya saat kehilangannya yang sampai saat ini masih belum bisa diterima oleh Doni.
Doni menghela nafas panjang...dan mulai menyusun kursi kembali.
"awwww" tiba-tiba Mega berteriak...
Mega menjatuhkan pot bunga dan mengenai kaki nya.
"Doni ingin sekali menolongnya tapi dia sangat takut untuk mendekat...
"Om tolong panggilkan Danki om...teriak ibu-ibu persit....Doni dengan segera berlari ke kompi..karena dia tahu bahwa Danki nya berada di kompi bersama Danton..
Doni baru sampai kompi dan mengatur nafas..
"Ijin Danki....Ibu terluka di Aula."
"Joni yang mendengar perkataan Doni langsung berlari menuju Aula.
Doni pun mengikuti Danki nya ingin menllihat keadaan Mega.
Bu berdarah....ucap ibu persit melihat kaki Mega.
Mega menangis sambil memegang kaki nya.
"Sayang!!!!" Joni sampai di Aula dan melihat Mega sedang dikerumuni Ibu-ibu..
"Apa yang terjadi??"
"Ibu menjatuhkan pot bunga dan mengenai kaki nya Danki...
Joni melihat pot bunga yan pecah dan tanah nya pun berhamburan.
"sakit" ucap Mega menangis dan langsung digendong Joni...Mega melihat Doni saat Joni yang menggendongnya melewati dimana Doni sedang berdiri.
Mega langsung menyembungikan wajahnya di dada suaminya.Mega tidak inhin melihat masa lalu nya yang menyakitkan.
"sabar sayang" ucap Joni kepada Mega.
Joni membawa Mega ke DKT (dinas kesehatan Tentara) ruang DKT tidak jauh dari Aula.orang DkT mengobati luka Mega..ternyata darah dari kuku jari kaki Mega yang hampir terlepas.
--------
Kaki Mega diperban...padahal dia masih bisa berjalan.tapi Joni menggendongnya dan menjadi tontonan Ibu-ibu yang masih di Aula.
"Bang malu"
"sama suami sendiri ko malu" ucap Joni.
"Mega ke Aula lagi"
"pulang...nanti abang ijin sama Ibu-ibu"
"Ibu-Ibu maaf ya Istri saya tidak bisa membantu lagi..."
"iya Bu Danki istirahat saja"
sepeninggalan Joni dan Mega...ibu -ibu langsung berbisik bisik.
"beruntung ya Ibu Danki...punya suami yang perhatian"
"iya...usia mereka kan beda 8 tahun...jadi wajar kalau ngemong"
"eeh denger-denger...Bu Danki itu kan Cinta pertama Danki kita"
"Iya katanya Danki mengejar-ngejarnya sampai akhirnya mau"
"katanya dulu nya banyak pacar nya loh"
"Bu Danton kata siapa??"
kata suamiku...... Danki sering cerita kepada suami"
"iya wajar banyak pacar juga,cantik begitu"
"cantik dan baik...baru pertama kali dapat Ibu Danki yang bisa akrab sama kita.
"iya benar...ibu Danki baik hati dan tidak sombong dengan pangkat suami."
begitulah kira-kira ocehan ibu-ibu yang didengarkan oleh Doni.
Doni melihat Joni yang memangku Mega sampai mereka hilang dari pandangannya.
.
.
.
.
.
like.vote dan komenta..💋jangan bosen ya🙏
tanggung jawab lu thor
😍😍💪