Menikahi pewaris gila (spin off MBPB) Ini adalah spin off dari novel sebelumnya (Mengandung benih pria beristri) silakan baca novel itu dulu untuk mengerti alurnya. Menceritakan kisah Sagara davitra Fernandez, buah hati dari Citra dan David dan seorang gadis bernama Azalea kirana, disini akan banyak diceritakan bagaimana cerita setelah ending pernikahan David dan citra di novel sebelumnya, Sagara yang di cap sebagai “pewaris gila” harus di hadapkan dengan intrik dan konspirasi yang kejam demi kekuasaan di dalam keluarganya sendiri setelah ayahnya meninggal dunia dan ibunya yang ia anggap pengkhianat dan meninggalkan nya sendirian saat kecil
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 08
Mata tua Gracia menatap ke seluruh ruangan aula, lalu terpaku pada sosok Sagara yang berdiri sendiri dengan wajahnya yang mengeras, kegelisahan mulai menggerayangi dadanya, terlebih para tamu yang mulai berbisik- bisik karena keterlambatannya calon pengantin wanita.
Mayang melihat itu tersenyum licik, mendekati dengan wajah yang pura-pura prihatin. “Bibi, kenapa? kau cemas?”
“Kenapa pengantin wanitanya belum juga datang? acara sudah akan di mulai, “ ucap Gracia cemas dengan desauannya yang terdengar berat.
Mayang mencengkeram lembut lengan Gracia seolah memberikannya kekuatan tapi sebenarnya ia sedang menghitung bom waktu yang sebentar lagi akan meledak.
“Bibi tenang saja dulu, aku sudah panggilkan orang untuk menjemput pengantin wanita, sebentar lagi mereka pasti akan datang.
Gracia menoleh mendengar perkataan keponakannya itu, lantas mau tak mau ia mengangguk meski hatinya masih di landa gundah gulana.
Sementara Sahid masih menenangkan sahabatnya, walaupun terlihat wajah Sagara biasa saja namun pria itu juga pasti kesal sebab harus menunggu entah berapa lama lagi, di sisi lain waktu terus berjalan.
“Tenanglah Saga, wanita memang begitu, mahluk yang spesial butuh waktu banyak untuk mereka terlihat cantik apalagi di hari bahagianya seperti ini.”
Mendengar ucapan temannya, Sagara justru berdecih, bukan ketidaksabaran yang menghantui nya melainkan kesal karena waktu nya yang terbuang percuma, ia lantas berdiri dan pergi meninggalkan altar entah kemana, Sahid yang melihat itu melongo, lalu refleks bergerak untuk mengejar namun tangan ayahnya Marlon menghentikan pergerakannya.
Marlon menatap putranya lantas menggeleng pelan, isyarat agar Sahid tidak ikut campur dan jangan mengejar Sagara. Tak berapa lama, tatapan Marlon berubah, sedikit menghela napas sendu lalu menggeleng pelan.
Ingatan Marlon kembali kepada David, sang tuan yang kini sudah tenang disisi-Nya. Sagara sangat mirip persis dengan David, baik secara looks apalagi sifatnya, membuat Marlon merasakan kerinduan kepada sang tuan yang dulunya senantiasa ia jaga 1x 24 jam itu.
Disisi lain, Kartik kembali menuju kursi keluarganya dengan napas terengah-engah, wajahnya terlihat pucat pasi.
“Pah, bunda,” bisik nya cepat begitu sampai, “ternyata Gino memang benar. Setelah aku mengeceknya, beneran ada wanita lain di dalam sana, dia sudah pakai gaun pengantin lengkap dan jelas bukan Xavia.”
“Apa?” Flora membelalak, suaranya nyaris terlalu keras hingga beberapa tamu terdekat menoleh penasaran.
Zergan segera memberikan isyarat kepada istrinya untuk lebih pelan, lalu menatap Sahid yang duduk tak jauh dari mereka dengan tatapan serius.
“Sahid,” panggilnya lirih,” tolong cari Sagara sekarang,ada yang tidak beres dengan pernikahan ini.”
Sahid mengangguk cepat,wajah nya berubah tegang lalu bergegas berdiri meninggalkan barisan kursi untuk mencari keberadaan Sagara yang pergi entah kemana untuk segera memberitahukan kabar ini.
Namun sebelum sempat Sahid menuju jalan yang dituju Sagara saat pria itu pergi meninggalkan altar, suara riuh tepuk tangan dan musik pengiring pernikahan tiba-tiba menggema di seluruh aula, menandakan sesuatu yang jauh lebih besar tak bisa lagi di hentikan.
Dan pintu besar diujung aula perlahan terbuka
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Para keluarga inti dengan wajah cemas menunggu tiba-tiba tersentak ketika pintu besar itu akhirnya terbuka lebar,menampilkan sosok yang membuat seluruh aula seketika terdiam, di susul dengan bisik- bisik yang menyebar cepat bagaikan api menjalar di lautan kayu kering.
Aleah berdiri di ambang pintu, gaun pengantinnya berkilau tertimpa cahaya lampu kristal, wajahnya pucat pasi menatap ratusan pasang mata yang kini semuanya tertuju padanya.
Gracia yang masih berdiri di dekat kursi terdepan, seketika tertegun luar biasa. Tidak ada lagi kecemasan karena pengantin nya tak kunjung muncul, kini berganti dengan sesuatu yang jauh lebih dalam, sesuatu yang membuat tangannya sontak mencengkeram erat gagang tongkatnya.
“I- itu bukan Xavia,” gumamnya, suaranya nyaris tak terdengar, namun cukup jelas bagi Mayang yang berdiri di samping nya.
Senyum liciknya tak bisa lagi disembunyikan, matanya memendam kilatan yang aneh.
“Ini baru permulaan.”
Lantas ia segera memegang pundak Gracia dengan aktingnya tak perlu lagi di ragukan.
“Astaga… bagaimana ini bisa terjadi? Mengapa pengantin wanitanya tiba-tiba berubah,” ucap Mayang sambil berpura-pura menutup mulutnya, suaranya ia sengaja kan kencang untuk semakin memperkeruh keadaan.
Ia lalu berbalik menghadap para tamu, dengan wajah yang ia buat sesedih mungkin. “Mohon tenang para hadirin semua, ini hanya kekeliruan belaka, pasti akan segera teratasi!”
Ucapan nya itu justru malah memancing kericuhan yang akhirnya terjadi disana. Itulah memang tujuannya, membuat semua orang menyaksikan bagaimana akhirnya martabat keluarga Fernandez yang di agung- agungkan akhirnya jatuh tak bersisa hari ini.
----------------
Di luar area aula, Sagara baru saja hendak berbelok menuju taman belakang mansion untuk sekedar menenangkan diri sejenak, ketika suara musik dan tepuk tangan riuh dari dalam aula membuat langkahnya terhenti mendadak.
“Sagara!” Sahid berlari mendekat, napasnya ngos- ngosan. “Sagara! Cepat kembali, pengantin nya sudah datang!”
“Aku hanya butuh waktu sebentar untuk menenangkan diri, kau tak perlu khawatir aku akan segera—“
“Bukan itu masalahnya!” Potong Sahid cepat, wajahnya masih tegang.” Gadis yang sekarang berjalan di karpet merah itu bukan Xavia!”
Mendengar hal itu membuat alis Sagara berkerut tajam,langkahnya kini berbalik arah,berjalan cepat kembali menuju aula dengan rasa penasaran yang bercampur firasat tak enak.
----------------
Aleah melangkah dengan kaki yang terasa berat, setiap detik terasa seperti satu abad penyiksaan, terlebih ketika orang-orang mulai riuh membicarakan dirinya dari segala sisi.
Pemimpin tim WO menyadari ketidakberadaan Sagara di tempat, padahal sudah di atur Sagara harusnya berdiri menunggunya datang, terlebih di keadaan yang genting seperti ini.
“ Segera cari tuan Sagara! acara ini tetap berjalan atau tidak itu tergantung keputusannya, cepat cari dia,” perintah pimpinan WO kepada rekannya yang segera diangguki.
Sedangkan para tim perias di belakang panggung akhirnya mendapatkan teguran keras dari pimpinan yang menanggung acara pernikahan ini.
“Bagaimana kalian bisa mendandani orang yang salah?! apa kalian tidak melihatnya dulu?”
“Apa? salah orang? tapi nyonya Mayang bilang—“
Ucapan salah satu dari perias itu segera dipotong cepat oleh rekannya. “Kami disini hanya bertanggung jawab untuk merias wanita siapa pun yang ada di ruangan rias itu dan kebetulan dia ada disitu, lagipula sejak awal calon pengantin wanita sama sekali tak menunjukkan wajahnya, berkompromi pun hanya lewat utusannya saja, bagaimana kami bisa tahu?”
Sang pimpinan acara hanya bisa mengusap wajahnya kasar. “Astaga, bagaimana bisa ini terjadi?!”
Sementara itu bisik- bisik para tamu semakin riuh saja seperti pasar, sebagian ada yang merekam sebagian lagi mencibir dengan mulut pedas mereka.
“Astaga siapa dia?”
“Bukannya pengantin wanitanya itu putri dari pemimpin DnD group? Kenapa jadi orang lain?”
“Jangan- jangan si pewaris gila itu benar-benar sudah kehilangan akal, sampai salah kawin pun tidak sadar.”
Kalimat terakhir itu terdengar cukup jelas hingga menimbulkan tawa dari para tamu membuat wajah Aleah semakin memerah menahan malu dan amarah yanh bercampur menjadi satu.
Ia berhenti di tengah karpet merah,tak sanggup lagi melangkah lebih jauh tanpa kepastian, matanya sekeliling dengan panik, mencari wajah siapa saja yang bisa menolong nya dari situasi yang semakin di luar kendali ini.
Dan tepat disaat itu, dari ujung aula, pintu samping terbuka, menampilkan sosok Sagara yang berjalan cepat masuk, tatapannya langsung terkunci pada gadis yang berdiri kaku mengenakan gaun pengantin yang seharusnya tidak diperuntukkan padanya.
Seluruh ruangan seketika hening menantikan reaksi apa yang akan ditunjukkan sang pewaris tunggal Fernandez tech, yang terkenal dengan temperamen nya yang tak terduga itu.
Dan benar saja, saat akhirnya Sagara berdiri dekat dengan Aleah, wajah pria itu tiba-tiba menunjukkan hal lain, di luar dugaan semuanya tangan besar pria itu mendadak menggamit lengan mungil sang gadis lalu berbalik kepada para tamu dengan senyum nya yang terlihat optimis.
“Para hadirin semua di mohon tenang, acara pernikahan ini akan tetap berlanjut karena memang wanita di samping saya inilah yang sebenarnya ingin saya nikahi.”
Dan semua langsung ternganga mendengar pengakuannya.
…..