NovelToon NovelToon
The Gods World

The Gods World

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Raja Tentara/Dewa Perang / Kultivasi
Popularitas:511
Nilai: 5
Nama Author: Dyo Erdika

Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.

Shen Hao Feng.

Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.

Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.

Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Naga Jade Dan Naga Perak

Fajar telah tiba dan dari sisi lain teluk telah berhadapan Chang Jia memakai masker dan topi di sebelahnya ada Fei Xuen

Kung Pei terkejut sedikit karena mereka yang memakai tenaga monster iblis pun kalah cepat. "Kenapa mereka bisa sampai disini lebih cepat dariku?."

Tapi Kung Pei tidak memiliki alasan untuk mundu hanya karena itu. Kung Pei melihat jembatan kayu yang sudah hancur di danau Taiyun.

"Pasukan Phoenix Iblis siap serang!."

"Ya!." Balas puluhan ribu pasukan di atas phoenix, mereka jatuh saat phoenix iblis di atas kepala pasukan Kekaisaran.

"Huh walau mereka datang dengan cepat dan melakukan persiapan meretak tidak lebih dari pauskan lemah." Cibir Kung Pei.

"Formasi Pedang pertama! The Jade Sword!." Fei Xuen tiba-tiba berada di tengah-tengah jatuhnya pasukan musuh dan Phoenix iblis.

Pedang Jade Fei Xuen berputar memberikan tebasan mematikan hingga ratusan pasukan dan Phoenix berjatuhan tak bernyawa.

"Apa?!." Kung Pei terkejut. "Jadi dia panglima Fei Xuen?."

Fei Xuen menatap tajam gerombolan pasukan darat di bawah. "Naga Jade!." Teriak Fei Xuen saat mengangkat pedangnya ke atas.

"Grhh!!...." Naga Jade hijau seukuran Naga Perak keluar dari ruang dan mengaum hingga Phoenix iblis berhenti terbang karena takut dan mundur.

Mata Kung Pei membelalak terkejut lagi. "I-itukan pedang Jade?! Pedang salah satu dari 8 Pedang Naga legendaris kenapa dia bisa memilikinya!."

"Humph!." Fei Xuen melirik pasukan udara lawan melalui bilah pedangnya. "Aku akan membuat kaiian menyesal telah datang ke sini."

"Grahh!!...." Naga Jade meraung keras dan Fei Xuen naik ke atas punggung sang naga dan membunuh lebih banyak Phoenix iblis.

Chang Jia tersenyum melalui topengnya. "Muridku yang dulu ternyata sudah sekuat ini. Ah inikah perasaan guru saat tahu muridnya berkembang?."

Chang Jie mengambil gagang pedang perak dan aura dingin es keluar membuat beku danau Tiayun.

"Ayo kita pergi."

"Ya!." Balas pasukan di belakang Chang Jie.

Saat fokus terpaku pada Fei Xuen dengan naga Jade nya, Kung Pei melihat sekilas jika pasukan Kekaisaran Shen sudah tidak ada lagi di sisi lain danau.

"Apa? Kemana pergi!." Kung Pei turun dari tunggangannya. "Semua pasukan menyebar!."

"Siap!."

Puluhan ribu pasukan menyebar ke berbagai arah dan Kung Pei menginstruksikan seluruh monster menyebrangi danau untuk ke sisi lain.

"Mereka pergi dengan sangat cepat. Kenapa aku sampai tidak sadar?." Kung Pei mendongak ke atas saat Naga Jade terus membantai Phoenix iblis.

"Dia tidak akan aku biarkan membunuh lebih lama!." Kung Pei memutar tombaknya dan melemparnya dengan kuat.

"Panglima Fei Xuen lawanmu adalah aku!." Teriaknya kemudian melemparnya hingga memciptakan momentum.

Fei Xuen menoleh ke belakang dan ia mengubah jalur Naga Jade untuk menabrak langsung tombak itu.

Fei Xuen melompat langsung dari Naga Jade dan mendarat cepat di sebelah Kung Pei.

"A-apa." Kung Pei meraih pedang di pinggang dengan cepat. "Fei Xuen!."

Fei Xuen menunduk dan melakukan tebasan memutar hingga membunuh banyak monster termasuk mendorong paksa Kung Pei.

Kung Pei berkeringat dingin melihat Fei Xuen yang berdarah dingin. Pasukan monster bermata satu mengalihkan fokus mereka ke Fei Xuen.

"Walau kau kuat tapi kau tetap saja sendirian! Habisi dia!." Kung Pei melompat mundur dan melalukan formasi dengan meletakkan bendera formasi khusus.

"Gunghh!!..." Monster iblis bermata satu mulai berteriak satu sama lain kepada Fei Xuen kemudian menerjangnya.

Fei Xuen menarik nafas dingin pendek. "Guru, lihat aku." Gumamnya lalu berlari cepat memotong daging monster iblis satu per satu.

Gerakannya begitu cepat dan tebasannya dapat memotong apapun di sekitarnya.

"Haaa!!." Fei Xuen menyalurkan semua energinya kepada pedang dan melakukan serangan panjang hingga ribuan monster iblis musnah. Namun mereka tetap bermunculan sebab jumlah yang banyak.

"Uhuk." Fei Xuen jatuh berlutut dengan pedang sebagai alat bantunya. "Sial sudah sampai batas." Dahinya berkerut.

"Groaarhh!!..." Naga Jade di atas langit menghilang dalam ruang sebab Fei Xuen tidak lagi memiliki energi untuk memunculkan Naga Jade.

"Huh dia sudah kehabisan energi?." Kung Pei mendengus. "Aku kira kau akan lebih dari ini." Kung Pei memegang satu bendera kecil di tangannya.

"Maaf ya tapi aku akan mengakhiri ini!." Kung Pei berteriak. "Bendera iblis pelahap jiwa!."

Bendera di tangan Kung Pei mengeluarkan cahaya dan bendera lain yang terpasang membentuk formasi lingkaran rumit.

Fei Xuen terkejut saat dari mayat monster iblis bergetar dan sesuatu ada yang menarik jiwa mereka.

Fei Xuen melihat wajah iblis Neraka dari ujung formasi terbentuk dari jiwa-jiwa monster iblis.

"D-dasar iblis!." Teriaknya pads Kung Pei.

"Hahaha aku tidak peduli Fei Xuen... Mereka tetaplah monster dan aku bisa gunakan mereka sesuka hatiku untuk membunuh panglima sepertimu!."

Fei Xuen menggertakkan gigi. "Manusia sepertimu memang tak layak hidup." Fei Xuen mencoba berdiri lagi dan meminum pil energi secepat mungkin.

Kung Pei tertawa sinis dan saat itulah iblis pelahap jiwa setinggi 10 meter dengan 3 wajah dan 6 tangan muncul dari Neraka atas panggilan Kung Pei.

"Siapa yang memanggil ku." Raungnya hingga medan perang menjadi kacau. Fei Xuen bertahan sebisa mungkin agar tak terhempas walau ia terkejut iblis ini berada di basis Langit puncak!.

Kung Pei menunjuk Fei Xuen selagi membawa bendera jiwa maka dia tidak akan di anggap musuh. "Hancurkan dia untukku."

"Hm..." Kepala iblis berputar menjadi wajah marah. "Perempuan di basis Bumi? Apa perlu memanggilku untuk melawan mahluk lemah sepertinya!." iblis itu melayangkan tinjunya yang berat hingga atmosfer di Fei Xuen serasa ingin pecah.

"Ugh!." Fei Xuen menahan dirinya agar tak jatuh walau tubuhnya sudah perlahan-lahan remuk. "Argh!!." Fei Xuen memberikan serangan terakhir namun tebasan itu pecah saat menahan kepalan iblis.

"Ahh guru." panggil Fei Xuen lemah.

"Siapa yang berani melawan muridku!." Suara Chang Jia bergema di medan pertempuran.

Kung Pei tersentak dalam beberapa detik dari langit jatuh ribuan pasukan dengan basis Master hingga Tanah!.

Sebanyak 10.000 pasukan turun dan membunuh Phoenix iblis serta monster bermata satu. Kung Pei nelihat sekelilingnya yang hancur terbakar dimana-mana.

"Sial siapa kau!." teriaknya ke atas pada perempuan memakai topeng dan topi.

"Aku?." Chang Jia memegang ujung topinya kemudian melemparnya cepat.

"Tusk!." topi itu menembus tangan Iblis jiwa hingga putus.

"argh!!." iblis Jiwa berteriak kesakitan. "Huft hft..." ia berkeringat saat menahan sakit. "Aku benar-benar marah!."

Kung Pei memegang pedangnya juga untuk bertarung bersama Iblis jiwa. Fei Xuen tersenyum senang saat Chang Jia datang.

"Guru!."

"Hm." Chang Jia berpindah cepat ke bawah. "Rencana guru sudah berhasil. Dengan menggunkan mu untuk menarik perhatian sedangkan kami membunuh semua Phoenix iblis di langit."

"Apa?." Kung Pei yang mendengarnya bergidik sebab baru menyadari jika Phoenix iblis tidak ada terbang di langit melainkan mereka berjatuhan seperti burung mati!.

"T-tidak mungkin!."

"Heh." Chang Jia menyeringai di balik topengnya.

"Krarhh!!..." bayangan Naga Perak tertutupi awan terlihat sekilas di depan mata Kung Pei termasuk sang Iblis.

"Naga Perak!." Kung Pei mengerti bahwa dia sekarang benar-benar sial.

"Kenapa pedang the dragon lainnya muncul? Barusan naga Jade sekarang naga Perak? Siapa sebenarnya mereka ini!." teriak Kung Pei dalam hati.

"Hmph!." Chang Jia mengeluarkan pedang peraknya dari sarung.

"Hoaa!!." sebelum aba-aba pertarungan mulai saja, Iblis Jiwa telah mengerahkan tinju besarnya ke hadapan Chang Jia.

Chang Jia melihatnya dengan tatapan datar. Baginya pukulan Iblis Jiwa terlihat lambat hingga ia hanya perlu melakukan tebasan lambat yang mampu membuat tangan Iblis Jiwa putus.

"Arhh!!." tangan kedua dari enam tangan Iblis Jiwa putus. Kepala iblis jiwa bergeser penuh dendam pada Chang Jia.

"Dominan Iblis!!." ia meledakkan energinya hingga medan tempur terbakar oleh api. Walau begitu peperangan terus berlanjut.

"Haaa!!." iblis jiwa mengerahkan seluruh pukulannya lebih cepat namun Chang Jia selalu bisa menepis dengan pedangnya.

Fei Xuen melihat punggung Chang Jia dari belakang. Ia terpesona dengan keangguan Chang Jia memakai pedang perak.

"Tidak mungkin! Tidak mungkin!." kedua bola mata Iblis Jiwa bergetar. "Mana mungkin ada manusia sepertimu di Era Kultivasi!." Iblis Jiwa menambahkan pukulan lebih keras hingga mampu merusak alam belakang Chang Jia.

Kung Pei sendiri merasa dia harus melakukan sesuatu. "Iblis Jiwa akan kubantu kau!." Kung Pei mengaktikan kembali Bendera iblis jiwa dan jiwa-jiwa dari monster iblis bermata satu dan phoenix terhisap oleh jiwa iblis.

"Argh!!..." kedua mata Iblis Jiwa memerah dan tubuhnya menjadi lebih besar. Dari basis Langit puncak menjadi Star tahap pertama.

Iblis Jiwa menatap Chang Jia merasa seperti sosok agung. "Manusia bersiaplah merasakan penderitaan besar!."

"Penderitaan besar? Huh aku sudah merasakan itu." Chang Jia berpindah cepat ke depan wajah Iblis Jiwa. "Star Severing Blade!."

Chang Jia menebas pedangnya dengan cepat dan saat Chang Jia memasukan kembali pedangnya ke sarung. Wajah pertama Iblis Jiwa pecah menbentuk bintang sebelum hancur lebur.

Fei Xuen sendiri segera bergegas menuju Kung Pei dengan energi yang tersisa. "Kung Pei!!..." Fei Xuen melompat dan menendang Kung Pei ke langit.

"Uhk!." Kung Pei menahan dirinya di atas. "Brengsek..." Kung Pei tidak segan untuk membalas Fei Xuen.

Ia berpindah cepat ke sisi Fei Xuen dan adu jotos sedangkan di atas Iblis Jiwa bertarung dengan Chang Jia namun berulang kali Chang Jia hanya bermain-main dengannya.

"Hm... Sudah lama aku tidak memerhatikan pertempuran seperti ini." Shen Hao Feng minum teh hangat tanpa berada di area pertempuran.

Shen Hao Feng menonton melalui artefak beharga berupa cermin untuk melihat sesuatu dalam radius 100 Mil jauhnya. Harta ini tak ternilai harganya jika di jual di pelelangan. Namun bagi Shen Hao Feng artefak ini hanya untuk menonton sesuatu.

"Chang Jia... Kau menemukan murid yang berbakat." ucapnya lalu minum teh hangat segelas lagi dan memandang langit biru di atasnya.

"Tapi... Aku belum mampu naik ke alam Dewa jika aku terus terjebak di Dewa Fana. Aku juga harus berkembang."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!