NovelToon NovelToon
Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:922
Nilai: 5
Nama Author: Ulfa Zahra

Ardian dan kebahagiaan nya.
Kembali berkumpul dengan putrinya serta menikah dengan wanita yang merubah dirinya menjadi pria dengan pribadi yang baik, membuatnya sangat bahagia walaupun cerita masalalu yang sedikit demi sedikit terbuka.
Jidan dan kisah cintanya.
Tidak sama seperti tuannya yang memilih berlabuh ke hati lain dan berdamai dengan masalalu nya. Jidan malah terjebak dengan perasaan nya yang belum benar-benar mencintai wanita lain. Seakan takdir berputar-putar ditempat nya, membuat Jidan selalu terjebak dengan perasaan sendiri, walaupun ada hati lain yang menariknya untuk beralih.
Bagaimana kisah selanjutnya? Simak yuk, biar nggak penasaran bagaimana kisah mereka selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

"Zar, aku ingin bertanya mengenai Tante nya putri ku."

Fazar melirik ke arah Ardian. Tangan nya yang tadi memegang kopi kini kembali dia taruh ke atas meja.

"Kenapa kamu ingin tahu?" tanya Fazar santai.

"Karena putri ku mencari nya. Jika bukan putri ku yang menanyakan nya, aku tidak akan sudi menayangkan wanita jahat itu," jawab Ardian dengan wajah geram jika dia mengingat cerita Fazar tentang wanita yang sudah menjual putrinya."Putriku memiliki hati yang lembut, sehingga dia menanyakan Tante nya walaupun Tante nya perna menorehkan luka untuknya."

"Itu sebabnya aku menjauhkan putri mu dari nya, agar wanita itu tidak memanfaatkan kebaikan Harum."

"Jadi kamu tau di mana wanita itu sekarang?"

"Iya aku mengetahuinya. Karena aku yang mengasingkan nya kesuatu tempat selama setahun terakhir dari dunia luar. Tapi aku baru saja mendapatkan kabar kalau kondisinya sedang tidak baik-baik saja akibat penyakit HIV yang menggerogoti tubuhnya. Penyakit itu merusak hampir semua anggota tubuhnya."

Mendengar mengenai penyakit HIV, seketika tubuh Ardian dibuat merinding. Untungnya penyakit menjijikan itu tidak menular pada nya, jika tidak Ardian akan mati dengan segala dosa yang dia buat sendiri. Dia benar-benar menyesali perbuatannya dan berdoa semoga anak dan keturunannya menjauhi dosa zina yang pernah diperbuat nya.

"Bawah aku pada wanita itu, aku ingin melihatnya."

"Tentu, aku akan mengantarmu. Tapi jarak kesana lumayan jauh, mungkin kita harus memerlukan waktu beberapa jam untuk sampai ke sana."

"Tidak masalah, selama aku bisa menemui nya dan melihat wajah menjijikan wanita itu," jawab Ardian sangat ingin memberikan pelajaran pada wanita yang memberikan luka ke putrinya.

Perbincangan mereka terhenti saat suara ponsel Fazar berdering.

"....."

"Saya akan segera ke sana." Ucap Fazar yang wajah nya terlihat terkejut. Fazar kembali mematikan sambungan telepon nya, lalu melihat ke arah Ardian yang menatapnya dengan tatapan bingung.

"Ada apa Zar? Sepertinya sangat penting"

"Kamu harus cepat membawa putrimu ikut denganku, karena Tante nya sekarang sedang kritis dan meminta bertemu dengan Harum."

Ardian tidak kalah terkejutnya saat mendengar ucapan Fazar. Padahal mereka baru saja membahas wanita itu, tapi mereka malah mendapatkan kabar buruk.

"Sebentar aku panggilkan putri ku, tolong pastikan kondisi nya baik-baik saja sampai kami tiba di sana."

Fazar tidak mengiyakan, karena kematian tidak akan bisa dihindari walaupun mereka meminta waktu sedikit lebih lama lagi.

Ardian melangkah memasuki ruangan makan yang terhubung dengan dapur. Ardian melihat istrinya sedang menyiapkan makanan di atas meja bersama dengan Wiyah.

"Yank, di mana Harum?"

Nalda menoleh kearah Ardian dan melihat wajah pria itu terlihat panik."Ada di kamar anak, by. Kenapa tiba-tiba hubby mencari nya?"

"Ini penting yang, dan Harum harus tau." Jawab Ardian semakin membuat Nalda bingung.

"Coba ceritakan hubby ada apa sih? Jangan bikin penasaran."

"Yang, tante nya Harum kritis dan dia ingin bertemu dengan Harum di sisa hidupnya."

"Innalilahi...." Nalda mau pun Wiyah sama-sama terkejut mendengar kabar itu. Wiyah pernah melihat Tante nya Harum, tapi dia tidak mengenalnya.

Nalda sendiri tidak mengenal siapa tante dari putri sambung nya, tapi mendengar cerita Wiyah maupun Harum Nalda tentu tidak menyukai wanita yang menjadi Tante putrinya itu. Tapi mendengar nya sedang dalam keadaan kritis, membuat ia ikut terkejut.

"Aku ingin mempertemukan mereka, agar Harum juga mengetahui kondisi Tante nya yang kemarin dia tanyakan."

"Harum menanyakan tantenya?" Tanya Nalda tidak tau karena Ardian tidak membahas ini dengan nya. Nalda pikir Harum akan membenci Tante nya jika mengingatkan nya mengenai kejahatan yang pernah dilakukan oleh Tante nya, tapi Nalda tidak pernah mendengar kebencian atau dendam.

Jadi ia yakin kalau gadis itu memiliki hati yang lembut, dia tidak akan menaruh dendam pada siapapun termasuk ke Tante nya.

"Iya yang, itu sebabnya aku harus mempertemukan mereka saat kondisi Tante nya masih hidup. Aku takut jika aku tidak mempertemukan mereka, aku yang akan merasa bersalah nanti."

"Biarkan aku ikut hubby. Aku juga ingin menemui nya."

"Boleh yang. Untuk menenangkan Harum nanti jika terjadi sesuatu dengan Tante nya." Jawab Ardian."Aku ke kamar anak-anak dulu, yang."

Ardian pergi ke lantai atas untuk bertemu dengan Harum, sementara Nalda bersama Wiyah masih berada di dapur.

"Aku masih belum percaya kak, kalau tante Harum sakit keras. Dua tahun lebih aku tidak melihatnya." Ucap Wiyah mengingat bagaimana kerasnya tante nya Harum saat mereka bertemu.

"Aku belum pernah bertemu atau mendengar Harum membahas Tante nya lagi, karena dia sering ketakutan jika mengingat itu. Tapi untuk itu dia tidak menaruh dendam."

"Dia gadis kecil yang memiliki pemikiran yang dewasa, dan mengerti apa yang terjadi pada nya." Gumam Wiyah mendapatkan anggukan dari Nalda.

"Kamu Benar Wiyah."

Setelah menyiapkan semuanya, Wiyah pergi ke kamar untuk menyiapkan pakaian suami nya, karena di dapur tadi Fazar meminta tolong untuk membantunya menyiapkan beberapa pakaian yang dia akan bawa ke tempat Tante nya Harum.

Setelah berpamitan dengan Wiyah dan juga bunda Sisi, Fazar, Ardian, Nalda serta Harum pergi ke suatu tempat dimana Tante Harum berada. Mereka memerlukan waktu beberapa jam untuk pergi ke desa terpencil di mana Tante nya Harum diasingkan.

Hingga mereka sampai di desa itu saat sore hari. Mobil Ardian berhenti tepat di depan rumah sederhana yang terbuat dari kayu. Rumah itu terlihat masih bagus walaupun berada di tengah-tengah hutan dan sebagian dinding nya mulai usang termakan usia.

"Selamat sore tuan Fazar, tuan Ardian." Sambut Bawahan Fazar dengan sopan.

"Selamat sore. Dimas." Jawab Fazar dan Ardian bersamaan."Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba kondisinya kritis?" Tanya Fazar saat mereka melangkah masuk kedalam rumah itu.

"Beberapa hari ini, dia selalu menanyakan nona Harum tuan. Dia ingin berbicara dan meminta maaf dengan nona Harum. Dokter yang memeriksanya mengatakan kalau HIV sudah merusak semua anggota tubuhnya."

Ketiga orang dewasa itu terlihat terkejut mendengar penjelasan bawahan Fazar, tapi tidak dengan Harum yang mendengarkan sejak tadi hanya diam.

"Inalillahi... Ya Allah kasihan dia by." Lirih Nalda ikut perihatin dengan kondisi tantenya Harum yang ternyata mengidap penyakit memalukan akibat sering melakukan gonta-ganti dengan pasangan.

"Itu adalah hukuman dari Allah karena melaksanakan zina sayang." Sambung Ardian tetap memegang tangan putrinya. Jika dulu ia tidak bertaubat, mungkin ia akan menjadi salah satu dari penyakit menjijikan itu. Nauzubillah mi Zalik, mengingat itu Ardian benar-benar menyesal, dan untungnya Allah masih memberikan nya kesempatan untuk bertaubat ke jalan yang benar.

"Ayo masuk tuan, dia baru saja melewati masa kritisnya, tapi yang dia mencari nona Harum."

Keempat orang itu hanya mengangguk, lalu melangkah masuk kedalam rumah itu. Tapi baru saja mereka masuk, bau busuk yang sangat tajam mengganggu indra penciuman keempatnya.

"Bunda, kenapa bau sekali. Aku tidak kuat dengan baunya." Lirih Harum langsung memeluk Nalda untuk menghilangkan bau busuk yang sangat menusuk hidung nya dan Nalda yang melihat itu merasa kasihan dengan putrinya langsung memeluk nya dengan erat.

"Maaf tuan, karena kondisi dia yang semakin parah, dia sampai mengeluarkan aroma bau yang menusuk." Jelas Dimas merasa tidak enak."Kami sudah memasang aromaterapi untuk menghilangkan bau nya, hanya saja aroma yang dikeluarkan jauh lebih menusuk ketimbang aroma wewangian yang kami pasang."

Semakin terkejut ketiga orang itu. Ternyata penyakit menjijikan itu memiliki aroma yang sangat tajam hingga menusuk dan menghilangkan aroma yang ada disekitar nya.

Bersambung….

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!