Nggak rekomend novel ini, silahkan bisa baca yang deretan bawah, terimakasih 🙏
Masih tahap Revisi, jika ada typo atau pemakaian kata dan tanda baca yang salah mohon di maklumi, terima kasih.
Bagaimana caramu mendapatkan cinta dari masa lalumu?
"Baiklah! Aku beri kau dua pilihan. Pertama pergi dari sini dan jangan pernah menampakan wajahmu lagi dihadapanku, atau kedua tinggalah bersamaku akan kulupakan tentang masalalu, tapi tinggalkan ayahmu dan lupakan bahwa dia ayahmu!" ucap Jimmy memberi pilihan yang sulit untuk Michelle.
Lalu bagaimana akhir cerita cinta mereka? Baca selengkapnya disini.
Kisah yang dipenuhi cinta,tawa,dan airmata.
Cover from google,editing by din din
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
***
*Di tempat Michell*
"Aku pulang..."Michell tampak senang bisa kembali kerumah.
"Kau sudah pulang ya?"Livia nampak duduk di sofa.
"Hai..Livia..Bagaimana kabarmu?"Juan masuk dan mendekat kearah Livia.
"Kamu juga datang"Livia terkejut.
"Iya..Aku bawain kamu buah"Juan menaruh buah di meja.
"Kalian duduk lah...Akan aku buatkan minum"Michell buru buru masuk dapur.
Juan duduk dekat Livia,sedang Jimmy hanya berdiri memandang sekeliling,Michell yang membawa minum keluar melihat Jimmy seperti itu membuat Michell kesal.
"Maaf ya tuan muda...Karena rumah kami yang kecil,sepertinya membuat anda tidak nyaman"Michell menyindir sambil menaruh minuman dimeja.
"Michell jangan begitu,bagaimana pun juga dia adalah tamu disini"Livia berbisik.
"Biarpun tamu kalo memang tidak suka ya sudah pergi saja"Michell melantangkan suaranya.
Jimmy hanya diam...Dia tidak tau kenapa Michell bisa sedingin itu kepadanya,baru kali ini ada gadis yang benar benar membuatnya merasa bingung sebelumnya tidak ada satu gadispun yang bisa membuatnya salah tingkah,Juan juga merasa tidak enak,padahal sebelumnya Michell bicara dengan halus dan sopan tapi begitu melihat Jimmy dia jadi singa betina yang sangat galak.
"Sudahlah...Aku mau siap siap"Michell beranjak pergi kekamarnya mengganti baju dan keluar untuk berangkat kerja.
"Michell kamu mau berangkat ya?"Livia menengok ke Michell.
"Iya aku berangkat dulu,Juan kalo kamu masih mau disini,minta tolong jaga Livia ya"Michell tersenyum.
"Baiklah..Kalo kamu mengijinkan"Juan merasa senang boleh tinggal menemani Livia.
"Tumben sekali Michell mengijinkanku dekat dengan seseorang,biasanya dia overprotektif,apa dia tau ak menyukai juan?"Livia berbisik dalam hati.
"Tunggu biar Jimmy mengantarmu"Juan tiba tiba bicara..Sepertinya Juan hanya ingin agar mereka tidak bersikap dingin satu sama lain terus menerus.
"Tidak perlu"Michell ketus sepertinya Michell benar benar masih benci dengan Jimmy
Jimmy hanya meliriknya.
"Michell...Biarlah Jimmy mengantarmu...Aku juga takut kalo nanti tiba tiba Gary datang lagi menemuimu...Jadi biar dia mengantarmu ya..Pliss"Livia merayu.
"Baiklah kalo itu maumu"Michell melangkah keluar.
Meskipun terpaksa mau bagaimana lagi,Michell tidak mau Livia khawatir,sepanjang jalan Michell hanya diam dan memandang keluar jendela,Jimmy juga tidak berkata sepatah katapun.
"Berhenti disini...Tempat kerja ku disitu"
jimmy menghentikan laju mobilnya.
"Jangan kau pikir aku mau baikan sama kamu...Aku begini demi Livia..Jadi kamu jangan kege'eran"Suara Michell terdengar ketus,dia langsung keluar mobil.
"Dasar gadis kasar sombong tidak tau terimaksih"Jimmy memukul stirnya dan berlalu pergi.
'''J&R florist jadi dia kerja disini..kenapa kebetulan sekali??'''
*Diapartemen Michell*
Juan masih menemani Livia...Bagaimana pun Juan ada perhatian kepada Livia sejak pertama melihatnya.
"Livia...Sebelum kesini kamu dan Michell apa memang sudah selalu bersama?"Juan mulai bertanya,karena sesungguhnya Juan juga masih penasaran kenapa mereka berdua sangat akrab.
"Ah..Itu ya...Bagaimana ya?..Aku dengan dia memang sudah bersama sejak kecil,sejak umur 8 tahun..."Livia tertawa kecil,dia tidak mungkin mengatakan kalo mereka adalah majikan dan pembantu karna Livia tau Michell tidak akan suka kalo ada yang menyebut mereka seperti itu.
"Wah sudah lama ya..Aku juga..Jimmy dan aku sudah berteman dari kecil"Juan tersenyum.
"Kebetulan sekali ya?Bisa sama"livia tersenyum.
"Kalo sebelum kesini kalian tinggal dimana?"Juan masih penasaran.
"Kalo itu..Aku tidak bisa menjawabnya..Yang jelas Michell tidak mau orang lain tau"Livia agak kebingungan.
"Baiklah kalo kamu tidak mau jawab.."Juan duduk mendekati Livia.
"Ehemm...Livia..Apa kamu sudah punya pacar?"Tiba tiba Juan bertanya seperti itu.
"Ah...Itu..Belum...Tapi sebisaku aku belum ingin berpacaran"Livia sedikit canggung kenapa tiba tiba Juan berkata seperti itu.
"Tapi kenapa?Apa ada orang lain yang sedang kau tunggu?"Juan merasa sedikit kecewa.
"Bukan bukan begitu...Jadi selama ini aku terus menemani Michell mencari sesuatu yang sangat berarti untuknya..Makanya aku ikut dengannya kesini,jadi aku merasa sebelum Michell menemukan yang dia cari aku tidak bisa berpacaran karena aku tidak mau meninggalkannya"Livia menjelaskan bagaimana pun juga Livia tidak mau Juan salahpaham,karena sesungguhnya Livia menyukai juan,tapi dia tidak bisa mengabaikan Michell.
"Oh..Jadi seperti itu,tapi bila kau mau mempertimbangkan menjadi pacarku..Aku tidak akan memaksamu pergi denganku..Apalagi meninggalkan Michell sendiri"Juan penuh harap dia menggenggam kedua tangan Livia.
"Ahh...Itu..Sepertinya sedikit sulit"Wajah Livia mulai memerah karena malu.
"Apa kamu tidak menyukaiku?Sejak pertama melihatmu aku langsung kagum dan suka denganmu"Tatapan Juan penuh harap.
"Aku...Baiklah...Aku juga menyukaimu,tapi berjanjilah kau tidak akan memaksa ku jadi tepati ucapanmu tadi,juga tidak menyuruhku meninggalkan Michell"Livia menerimanya.
"Syukurlah..Tentu saja aku akan menepati apa yang aku katakan,terimaksih"Juan memeluk Livia
Livia tidak tau apa yang dia lakukan benar,kalo Michell tau apa dia akan marah mungkin sebaiknya dia menyembunyikan hubungan ini terlebih dahulu.
*Malam hari*
Michell pulang ke apartemen,dia melihat Livia sudah tidur,entah karena lelah atau ada sesuatu malam itu Michell tidak bisa tidur,dia duduk di balkon semalaman.
'''Entah kenapa seberapapun aku menghindar dari Jimmy itu malah membuatku semakin dekat dengannya,kenapa aku tidak bisa menolaknya aku tidak pernah seperti ini dahulu setiap aku mengatakan tidak maka aku akan merasa lega,tapi kenapa dengan dia saat aku bilang tidak hatiku malah bilang iya...James..Kamu dimana??Aku ingin segera bertemu denganmu,aku tidak ingin mencintai orang lain selain kamu,aku mohon..Muncullah...Aku begitu sangat merindukanmu semua ini begitu menyiksaku,malam ini langit begitu indah dengan bintang bintang kamu selalu bilang dimanapun kita berada asal kita menatap langit yang sama maka kau bisa merasakan kehadiranku,saat ini aku sedang menatap langit apa kau bisa merasakan kehadiranku?James'''
Tak terasa Michell menitikan airmata,ketegaran hatinya apakah akan mendapatkan balasan.
"Michell..kamu belum tidur?"Livia sudah berada dibelakang Michell.
"Ada apa?"Livia merangkul Michell dari belakang.
"Tidak ada apa apa..Ak hanya tidak bisa tidur"Michell buru buru menghapus airmatanya dan tersenyum.
"Apa kau menangis?kenapa?ada apa?"Livia bisa melihat kesedihan diraut wajah Michell.
"Kau merindukannya?Percayalah kita pasti bisa menemukannya..jadi yakinlah"Livia menyemangatinya.
"Livia..Kalo aku lupa dan tergoda dengan laki laki lain aku mohon ingatkan aku..."Michell mengusap tangan Livia.
"Tentu saja...Aku akan selalu mengingatkanmu"Livia memeluk erat Michell,tidak tau apa yang sedang dirasakan Michell sehingga dia sampai berkata seperti itu yang dia tau selama ini Michell selalu teguh dengan hatinya berapa pun banyaknya laki laki yang mengejar dia,tidak pernah dia seperti ini."Kenapa aku merasa sekarang dia terlihat begitu tersiksa"