NovelToon NovelToon
The Gods World

The Gods World

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Raja Tentara/Dewa Perang / Kultivasi
Popularitas:509
Nilai: 5
Nama Author: Dyo Erdika

Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.

Shen Hao Feng.

Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.

Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.

Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Melawan Dewa Langit Dong Fu

Suatu tempat, Chang Jia membawa Fei Xuen ke sebuah hutan rimbun yang jauh dari Teluk Jing'nan. Chang Jia berhenti melangkah lalu berbalik badan dan melepas topi serta topengnya.

"Fei Xuen lama tak berjumpa, kira-kira sudah berapa tahun ya?." Chang Jia tersenyum saat angin lembut mengenai wajahnya.

Fei Xuen berusaha untuk tidak menangis tapi air matanya keluar namun Fei Xuen menahan dirinya untuk tidak memeluk Chang Jia. "Guru hiks... Sudah... Sudah 150 tahun berlalu dan aku selalu berharap bisa melihat guru lagi tapi sekarang harapanku menjadi nyata."

Chang Jia tetap tersenyum dan mendekat untuk menepuk bahu Fei Xuen kemudian memeluknya. "Kamu sudah seperti anakku sendiri bahkan saat kamu masih kecil dulu pun aku membesarkanmu dengan baik."

Fei Xuen mengangguk kecil. Sebenarnya Fei Xuen juga termasuk anak buangan di Kota Chang'an dan kala itu saat Chang Jia berjalan-jalan matanya menemukan Fei Xuen yang mengemis di sudut jalan bersama pengemis lain.

Saat itulah pertemuan pertama Chang Jia dengan Fei Xuen dan Chang Jia memberinya bakpau hangat dan meminta Fei Xuen ikut dengannya.

Hari demi hari di rumah pedalaman hutan yang damai di penuhi dengan rutinitas harian belajar pedang perak bahkan hingga sekarang Fei Xuen memegang ilmu pedanh Chang Jia yakni Naga Perak dan Pedang Formasi.

Setelah keduanya tenang, Chang Jia dan Fei Xuen duduk berdekatan di atas Naga Perak yang beristirahat di atas tanah. Mereka bersama memerhatikan matanari yang terbenam.

Akan tetapi Chang Jie penasaran satu hal dan memutuskan bertanya. "Fei Xuen kenapa dengan Kekaisaran akhif-akhir ini banyak peperangan?."

"Em..." Fei Xuen mulai bercerita sejak kematian Chang Jia yang menjadi halangan besar Kekaisaran Song, Jiang, dan Zuo untuk menginvasi Shen yang kala itu adidaya dan raksasa.

"Sejak guru meninggal 150 tahun yang lalu Kekaisaran membentuk Aliansi dan menyerang Kekaisaran Shen bersama ratusan Sekte mereka dan banyak Sekte dan warga Kekaisaran yang musnah akibat mereka."

Tangan Fei Xuen mengepal penuh kebencian terhadap mereka.

Chang Jia terdiam dengan wajah datar. Ia berada di basis Star tahap 5 kala masih hidup bahkan sekarang juga Star tahap 5. Untuk di era baru Kultivasi orang berkemampuan besar seperti itu sangat di takuti.

Chang Jia berdiri hingga pakainnya tertiup angin. "Fei Xuen mulai sekarang jangan khawatir lagi dengan Kekaisaran. Karena aku dan guru ku telah kembali untuk merebut keadilan."

Fei Xuen tersenyum lalu berdiri dan memberi hormat. "Ya guru."

Chang Jia mengangguk puas dan menyuruh Naga Perak bangun. "Ayo kembali ke tempat Teluk Jing'nan."

"Grr..." Naga Perak menggeram sebagai jawaban kemudian terbang ke langit.

Sekembalinya mereka di teluk Jing'nan Chang Jia dan Fei Xuen melihat Shen Hao Feng sedang meracik pil langsung tanpa tungku.

Semua orang terpukau dan terkejut karena membuat pil di perlukan tungku tapi Shen Hao Feng sama sekali tidak. Bahkan Shen Hao Feng terlihat seolah ini hal biasa.

Chang Jia tertawa dalam hatinya. "Mereka seperti melihat Dewa, ya memang guru sudah Dewa Fana." Chang Jia tersenyum kecut. Umur mereka sudah lebih dari 10.000 tahun dan hidup sejak era zaman purba.

Setelah 5 menit berlalu, Shen Hao Feng selesai meracik sebanyak 10.000 Pil peningkat kultivasi tingkat 2.

"Ini adalah pil peningkat kultivasi tahap 2. Seharusnya ini bisa membuat kalian semua menerobos. Dari Prajurit menjadi Master dan Master menjadi Grandmaster serta Grandmaster menjadi Tanah." Ucapnya saat menyebarkan pil-pil itu.

Wajah semua orang tampak sumringah dengan hadiah pil tersebut. Tidak sia-sia mereka lelah mencari.

"Terimakasih Leluhur!." Ucap mereka serempak lalu duduk bersila dan meminum pil itu.

Shen Hao Feng memerhatikan efek mereka yang akan menerobos dengan sabar.

Swush!...

Satu pilar energi menembus cakrawala dan muncul yang lainnya. Shen Hao Feng tersenyum puas dan Chang Jia juga. Hanya Fei Xuen saja yang melihat mereka semua menerobos per tahap dari tahap lainnya dengan mudah.

"I-ini adalah sesuatu yang sulit aku percaya jika tidak kulihat dengan mataku sendiri." Fei Xuen benar-benar merinding dengan sosok seperti Shen Hao Feng guru dari gurunya.

Hingga akhirnya Shen Hao Feng melihat pilar yang berbeda menunjukan bahwa dia telah mencapai basis kultivasi baru.

Shen Hao Feng melihat langit menjadi gelap dan suara menggelegar terdengar di balik awan. "Siapa yang berani melanggar hukum surga! Dia yang melakukan terobosan bersamaan dan paksa adalah pelanggaran dan satu-satunya hukuman adalah mati!."

Mendengar suara itu para pasukan menjadi gentar namun Chang Jia dan Fei Xuen tak senang mendengar itu.

Shen Hao Feng melirik atas sebelum terbang di atas pasukan. "Penjaga Surga akulah yang melakukannya. Kau masih ingat aku? Apa matamu sudah sembuh?." Ejeknya.

Suara penjaga surga terdiam sesaat kemudian menggelegar lebih keras hingga mampu menggetarkan jiwa siapapun kecuali Shen Hao Feng.

"Dewa Fana Shen Hao Feng!!... Kau hanya sebatas Dewa Fana kenapa bisa melukaiku seorang Dewa Langit!."

Shen Hao Feng tertawa mendengus. "Tentu saja karena kau lemah." Shen Hao Feng menggerakkan dua jarinya ke atas langit. "Naga Emas!."

"Groarrr!!!..." Naga Emas besar keluar dari ruang dan bergerak cepat walau tubuhnya besar ia bisa mencapai langit dalam beberapa detik.

'"Sombong! Kau telah melawan Dewa Langit dan itu adalah sebuah dosa besar. Aku..." Langit gelap terbelah dan sosok besar agung seorang Dewa tanpa mata terbuka terlihat.

"Aku Dewa Langit penjaga surga Dong Fu akan menghukummu Shen Hao Feng!." Tangan Dong Fu yang penuh petir terarah ke Naga Emas.

Kepala Shen Hao Feng melihat mereka sejenak. "Chang Jia aku titip mereka sebentar karena sepertinya hukum Alam tidak menyukai terobosan paksa seperti ini."

"Siap Guru." Chang Jia berpindah cepat di atas mereka dan mengeluarkan pedang perak. "5 formasi pedang perak!." Lima pedang jatuh dari langit dan membentuk segi lima. Chang Jia juga mengeluarkan Naga Perak untuk menambah pertahanan formasi.

Bom!... Bom!...

Duar!...

Dari bawah, mereka semua dapat melihat langsung pertarungan sengit mereka di atas cakrawala bersama Naga Emas serta Shen Hao Feng.

"Fokus saja kalian semua dengan terobosan itu. Jangan sampai Guru kecewa oleh kalian." Kata Chang Jia.

"Baik!."

Sebanyak 10.000 pasukan kembali berkonsentrasi untuk menerobos walau di luar sedang ada pertarungan sengit.

Fei Xuen terpaku pada perang yang terjadi di atasnya. Saat petir turun dan hujan deras tiba-tiba mengguyur Jing'nan. Bayangan Naga Emas menyerang Dong Fu serta Shen Hao Feng dengan wujud besarnya bertarung layaknya Dewa membuatnya mengerti bahwa dia adalah semut.

Dong Fu terpukul mundur beberapa jarak dari Shen Hao Feng setelah menerima serangan langsung darinya. Dong Fu terengah-engah serta merasa sial karena matanya yang buta kini entah apa yang akan di ambil dari Shen Hao Feng.

"Groarhh!!!!...." Naga Emas menyerang lagi dari belakang, ia melilit tubuh Dong Fu dan menyemburkan nafas Emas yang membuat Dong Fu terbakar.

"Arhh!!!..." Sekujur tubuh Dong Fu gemetar hingga akhirnya ia terpaksa bertarung dengan mengorbankan umut.

"Hh... Haa!!." Dong Fu meledakkan energinya hingga Naga Emas terlempar dan jatuh ke suatu tempat di hutan Jing'nan.

Shen Hao Feng sedikit terkejut pada Dong Fu yang membakar hidup demi selamat. "Memalukan..." Cibirnya.

"Diam! Kau Dewa Fana tidak akan bisa hentikan aku!." Kedua mata buta Dong Fu menyala petir dan merasakan terobosan Pasukan di bawah semakin banyak.

"Tck!." Dong Fu menembak petir dahsyat ke bawah.

"Jangan harap!." Shen Hao Feng berpindah ke bawah dan tubuh besarnya menutupi seluruh permukaan.

Shen Hao Feng mengibas pedangnya dua kali. Dan tebasan silang memotong petir Dong Fu seperti tisu.

"Apa-

Donf Fu memuntahkan darah saat serangan itu menenbus badannya. Tubuh Dong Fu jatuh ke tanah dan para manusia kecil termasuk Chang Jia dan Fei Xuen merasa tertindas dengan gelombang guncangan kejatuhan tubuh Dong Fu.

"Guru lakukan sesuatu!." Teriak Chang Jia.

"Hm." Mata Shen Hao Feng terbakar emasnya dan ia mulai serius. "Ruang..."

Dom!...

Mereka semua saat sadar telah berpindah tempat dan mereka melihat sosok besar yakni leluhur mereka dengan hanya tangan memegang semesta.

Shen Hao Feng mengepalkan tangan hingga semesta meledak dan mereka kembali ke kesadaran semula.

Begitu mereka membuka mata langit malam telah cerah dan hanya terlihat sosok Shen Hao Feng berwujud normal namun matanya masih mengeluarkan energi emas.

"Dimana Dewa Langit itu?." Guman Fei Xuen yang masih merinding.

"Grarrhh!!..." Naga Emas kembali ke sisi Shen Hao Feng sebelum masuk ke dalam ruang. Shen Hao Feng tersenyum tipis melihat mereka semua menatapnya.

"Jalan kalian masih jauh dan Dong Fu adalah Dewa Langit yang lemah. Aku juga memiliki batasan tapi dunia kultivasi tak mengenal batas. Jika suatu saat aku berhadapan dengan Dewa Langit kuat maka aku akan bertarung dengan serius."

Chang Jia tersenyum dan memberi hormat. "Ya Guru."

"Ya leluhur!." Teriak pasukan Kekaisaran yang senang dan bangga karena memiliki leluhur seperti Shen Hao Feng.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!