NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Keira tidak pernah menyangka—keputusan sederhana untuk bersembunyi di sebuah rumah kosong justru mengubah seluruh jalan hidupnya. Niatnya hanya menghindar dari masalah yang mengejarnya, mencari tempat aman untuk sesaat. Namun takdir seolah punya rencana lain.
Sebuah kesalahpahaman terjadi.
Dan dalam hitungan waktu yang begitu singkat… Keira terikat dalam pernikahan dengan seorang pria yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya.
Gus Zayn.
Pria yang datang ke rumah itu bukan untuk mencari masalah—melainkan hanya menjalankan permintaan temannya untuk mensurvei sebuah rumah yang akan dibeli. Ia tak pernah membayangkan, langkahnya hari itu justru menyeretnya ke dalam sebuah ikatan suci yang sama sekali tidak ia rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7

Suara itu dalam dan berat. Dan… sangat dekat. Seolah tidak hanya terdengar di telinga tapi langsung jatuh ke dada.

Keira tersentak.

Refleks, tubuhnya yang tadi santai menikmati suasana, langsung menegang. Bahunya sedikit terangkat, napasnya tertahan.

Pelan…

ia menoleh.

Dan di sana seorang pria berdiri.

Tidak jauh.

Hanya beberapa langkah dari mereka.

Cahaya bulan yang jatuh dari sela-sela daun membuat sosoknya terlihat setengah terang, setengah gelap. Tapi cukup untuk memperlihatkan garis wajahnya yang tegas… dan tatapan matanya yang lurus.

Langsung ke arah Keira.

Bukan ke Azizah.

Jantungnya langsung berdebar sangat kencang.

Lebih kencang dari sebelumnya.

Seolah tubuhnya mengenali sesuatu… sebelum pikirannya sempat mengejar.

Azizah lebih dulu bereaksi.

“Astaghfirullah… abang,” ucapnya pelan, sedikit terkejut dengan kehadiran abangnya.

Keira menelan ludah.

Abang.

Satu kata itu langsung membuat dadanya terasa jatuh.

Pria itu…

Gus Zayn.

Suaminya.

Atau… setidaknya, pria yang sekarang memiliki status itu dalam hidupnya.

Keira refleks mengangkat tangannya.

Seolah ingin menutupi rambutnya.

Angin malam justru meniup rambutnya pelan, membuat beberapa helai bergerak lembut di sekitar wajahnya.

Sunyi.

Beberapa detik.

Tidak ada yang bicara.

Hanya suara angin… dan daun yang saling bergesekan.

Gus Zayn melangkah mendekat sangat pelan.

Tapi cukup untuk membuat jarak di antara mereka semakin sempit.

Tatapannya masih sama.

Tenang.

Tapi… tidak bisa dibaca sepenuhnya.

“Kenapa keluar tanpa hijab?” ulangnya.

Kali ini lebih pelan.

Namun justru itu yang membuatnya terasa lebih menekan.

Keira membuka mulut.

Menutupnya lagi.

Ia ingin menjawab.

Benar-benar ingin.

Tapi kata-kata itu seperti hilang.

Semua yang tadi terasa ringan… sekarang mendadak jadi berat.

“Aku…” suaranya kecil.

Sangat kecil.

“Aku cuma… sebentar…”

Kalimatnya menggantung.

Tidak selesai.

Tidak jelas.

Azizah melirik Keira sebentar.

Lalu kembali menunduk.

“Maaf, bang. Zizah tadi… lupa ingetin mbak Keira,” ucapnya pelan, ada rasa bersalah di sana.

Gus Zayn tidak langsung menjawab.

Tatapannya berpindah sebentar ke Azizah.

Lalu kembali lagi ke Keira.

Hening lagi.

Lebih panjang.

Lebih terasa.

Keira menunduk.

Tidak kuat menatap terlalu lama.

Ada rasa malu yang tiba-tiba datang.

Menekan.

Padahal sebelumnya… ia bahkan tidak terlalu memikirkan hal itu.

Tapi sekarang—

di hadapan pria ini—

semuanya terasa berbeda.

“Aku nggak tahu…” gumamnya pelan.

Hampir seperti bisikan.

“Di sini harus… seperti itu…”

Jujur.

Polos.

Tanpa dibuat-buat.

Dan itu… terdengar jelas.

Gus Zayn diam.

Beberapa detik.

Seolah mencerna jawaban itu.

Atau mungkin… menahan sesuatu yang tidak ia ucapkan.

Angin kembali berhembus.

Pelan.

Membawa aroma bunga melati yang lembut.

Suasana yang tadi terasa hangat… sekarang berubah.

Masih tenang.

Tapi ada sesuatu yang berbeda.

Lebih… canggung.

Lebih… berat.

“Ini pesantren,” akhirnya ia bicara.

Suaranya tetap rendah.

“Tapi lebih dari itu… ini tempat orang menjaga batas.”

Tidak ada nada marah.

Tidak juga keras.

Tapi jelas.

Dan… tidak bisa dibantah.

Keira menggigit bibir bawahnya.

Pelan.

Ia mengangguk kecil.

“Iya…” jawabnya lirih.

Tangannya masih setengah terangkat, seperti tidak tahu harus melakukan apa dengan dirinya sendiri.

Azizah pelan-pelan membuka tas kecil yang ia bawa.

Mengambil sesuatu dari dalam.

Sebuah hijab.

Ia melangkah sedikit mendekat ke Keira.

“Pakai ini dulu, mbak,” ucapnya lembut.

Keira menoleh.

Matanya bertemu dengan mata Azizah.

Hangat.

Tidak menghakimi.

Hanya… membantu.

Keira mengangguk lagi.

Tangannya menerima hijab itu.

Jemarinya sedikit gemetar saat membentangkannya.

Ia tidak langsung memakainya.

Hanya memegangnya.

Sejenak.

Seolah mencoba memahami… sesuatu yang baru saja berubah dalam dirinya.

Gus Zayn tidak bergerak.

Ia tetap berdiri di sana.

Menunggu.

Tidak mendesak.

Tidak juga pergi.

Dan entah kenapa—

kehadirannya itu…

justru membuat Keira semakin sadar.

Bahwa ini bukan lagi hidupnya yang dulu.

Bukan lagi dunia yang ia kenal.

Perlahan—

Keira mengangkat hijab itu.

Menaruhnya di atas kepalanya.

Gerakannya pelan.

Tidak rapi.

Sedikit canggung.

Beberapa helai rambut masih keluar.

Tangannya berusaha merapikan.

Tapi malah semakin berantakan.

Ia berhenti.

Menarik napas pelan.

Lalu mencoba lagi.

Azizah akhirnya membantu.

Merapikan sisi hijab itu dengan lembut.

Menyelipkan bagian yang terlepas.

“Gini, mbak…” bisiknya pelan.

Keira diam.

Membiarkan.

Dan untuk pertama kalinya—

ia tidak menolak.

Beberapa detik berlalu.

Hingga akhirnya—

hijab itu terpasang.

Sederhana.

Tidak sempurna.

Tapi… cukup.

Keira menunduk.

Tangannya turun perlahan.

Dadanya terasa aneh.

Ada sesuatu yang berubah.

Kecil.

Tapi terasa.

“Sudah…” bisiknya pelan.

Lebih ke dirinya sendiri.

Gus Zayn memperhatikannya.

Sekilas.

Lalu mengangguk tipis.

Tidak ada komentar.

Tidak ada pujian.

Tapi juga tidak ada teguran lagi.

Dan entah kenapa—

itu terasa… cukup.

“Sudah malam,” katanya kemudian.

“Masuk.”

Azizah langsung mengangguk.

“Iya, bang.”

Keira tidak langsung bergerak.

Ia masih berdiri di sana.

Menatap taman yang tadi membuatnya kagum.

Masih indah.

Masih tenang.

Tapi sekarang…

rasanya berbeda.

Ia menarik napas dalam.

Lalu melangkah pelan mengikuti Azizah

di belakangnya Gus Zayn ikut berjalan di belakang mereka.

1
Cah Dangsambuh
bacanya sampe nahan napas tapi aku bingung mo komen yg bagian mana pokoknya meleleh senyum tegang jadi satu makasih buat kak othor dah bikin aku kaya wong edan🤣🙏
𝐈𝐬𝐭𝐲
yah di gantung... makin bikin penasaran... lanjuut thor..
Cah Dangsambuh
hadeeeeehhhhhh gerah kak otor keyra lucu takut ga kuat jauhlah takut nangislah tapi yaaa memang begitulah cinta kadang suka bikin kita susah paham kaya aku udah berumah tangga selama 30 thn kalo salah satunya harus pergi 2 hari aja ujung ujungnya kaya keyra tarik ulur takut inilah itulah kaya abg kadang malu sendiri🙏🙏🙏 maaf kak jadi curhat wkwkwk
Julia and'Marian: wah nggak apa-apa kak, aku seneng loh dengerin kakka curhat...
total 1 replies
Cah Dangsambuh
amat sangat menegangkan
Cah Dangsambuh
ya allah buka aja semua kebusukan tiga abangmu key biar kamu tenang toh mama papamu udah menyadari kekeliruannya
Cah Dangsambuh
yogi sebenarnya apa sih yang kamu pwrbuat sampe sekeluarga kacau adik permpuan satu satunya trauma ,,abang ga jelas
𝐈𝐬𝐭𝐲
Keira kenapa gak jujur saja sih ma keluarganya...
𝐈𝐬𝐭𝐲
up lagi thor
𝐈𝐬𝐭𝐲
iya kalo di bawa pulang aku takut Keira jadi disiksa ma kakak² nya..
𝐈𝐬𝐭𝐲
ceritanya bagus bgt thor aku suka😍😍
𝐈𝐬𝐭𝐲
jujur aja kei biar kakak² mu yg jahat kena hukuman...

semoga listriknya nyala lagi ya thor biar bisa up lagi ...
Julia and'Marian: aminn kak. makasih doanya...
total 1 replies
Della Nuri delima
double up thorrrrrrrr
𝐈𝐬𝐭𝐲
mama & papanya sudah tau rahasia anak anaknya kah🤔
𝐈𝐬𝐭𝐲
makin di bikin penasaran sebenarnya apaa yg terjadi di keluarga mereka...
Cah Dangsambuh
tabir keluarga akan terbuka segera kalau kak othornya sering up😆🙏
𝐈𝐬𝐭𝐲
up lagi dong thor makin penasaran nih..
Julia and'Marian
aku belum update kah?? kok lupa ya
Cah Dangsambuh
kepintaran tetap di bawah adap mbakyu afifaaaah keyra biarpun belum bisa ngaji tapi tetap menjaga adab lhaaa yu afifah yang menurutmu putri kiyai pintar lulusan pondok hafidhoh dan sebagainya tapi adabnya ga di pake dan khatam qur'annya hanya sekedar apal ga di makna yo kalah toh
𝐈𝐬𝐭𝐲
keira yg di panggil zaujati kok aku yg meleleh ya😂
Julia and'Marian: hehehe
total 1 replies
Cah Dangsambuh
allahu akbar alhamdulillah cuma mimpi,aku hampir ga mo baca liat judulnya(talak)karna aku dah cinta mati di cerita ini ga tanggung tanggung hati terlalu menjiwai tapi begitu ning nong ning gung menyusup kedalam rumah rangga gus zayn rasanya ga sanggup nerusin baca 🤣 🙏🙏padahal cuma cerita tapi seakan hadir nyata makasih kak othor dah ngaduk aduk rasa👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!