Pernikahan yang sengaja dia rencanakan untuk membalaskan dendam kematian orang tuanya.
Syakira, wanita yang di pilih Alif untuk memuluskan rencananya, setelah berhasil menikahi, Syakira. Berbagai siksaan fisik mau pun batin yang wanita itu rasakan, Hingga membuat wanita itu trauma dan berubah menjadi wanita dingin yang tidak tersentuh.
Setelah berpisah dengan Alif, Syakira memimpin sebuah perusahaan, hingga dia bertemu dengan seorang lelaki yang tanpa sengaja bertabrakan dengan dirinya. Siapa sangka, pertemuan nya justru semakin memikat dirinya dengan lelaki bernama Arion, hingga dirinya di pinang oleh lelaki itu.
Tapi saat Sya belum memutuskan untuk menerima Arion, Alif yang menyesal karna perbuatan nya dulu pada Sya, datang kembali untuk memperjuangkan kembali cinta nya.
Siapakah yang di pilih oleh Syakira, apakah Alif mampu membuat wanita yang dia cintai kembali padanya, atau Sya memilih jalan nya sendiri? Klik membaca untuk tau kelanjutan kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanya mempermainkan saja.
Alif sudah selesai mandi, begitupun dengan Syakira, keduanya kini juga sudah mengganti pakaian dengan piyama tidur.
Perlahan tangan Alif bergerak memegang tangan Syakira yang wajahnya merah sudah seperti udang rebus, degup jantung yang tak karuan dengan nafas mulai tersengal.
Darahnya serasa memanas saat Alif menariknya dalam dekapan hangat lelaki itu, Syakira mulai memejamkan mata saat bibirnya di sapu lembut oleh Alif.
Menyes*p mel*mat dari lembut hingga ciuman yang semakin menuntut. Alif melepaskan ciumannya, nafas keduanya sudah memburu, Alif tersenyum puas melihat wajah Syakira yang sudah berkabut ga*rah.
Alif tidak ingin meniduri Syakira, lelaki itu hanya ingin membuat wanita yang baru berstatus istri nya itu tersiksa dengan has*at yang tidak akan sampai.
"Boleh aku melakukan nya?" pura-pura bertanya untuk membuat Syakira merasa jika Alif memang menginginkan dirinya.
Dengan wajah merona dan rasa malu, Syakira mengangguk. Tanpa menunggu lama, Alif kembali mencium bibir istrinya, tak hanya sampai di situ, ciuman Alif bahkan turun ke leher, meny*s*p dan memberikan tanda kepemilikan di sana.
Pelan tapi pasti, ciuman Alif turun hingga ke dada, dan turun hingga berhenti di suatu titik yang sangat sensitif bagi Syakira. Alif kembali menjamah titik berharga yang selama ini Syakira jaga dengan ciuman nya.
Ekspresi wajah Syakira sudah tidak bisa di tebak lagi, wanita itu menggelinjang saat pertama kali merasakan titik sensitif nya di sentuh oleh seseorang. Matanya terus terpejam, dengan nafas sudah tersengal, bahkan peluh sudah penuh membasahi dahinya.
Akan tetapi, saat dia ingin sampai, Syakira merasakan jika ciuman Alif di sana sudah berhenti, dan itu langsung membuat dirinya membuka mata dan menatap sang suami yang ternyata sudah tertidur.
Syakira menatap kecewa pada Alif karna menggantung puncak yang sebentar lagi akan dia capai. Akan tetapi Syakira tidak ingin menuntut pada Alif, dia mengira jika lelakinya itu sangat kelelahan hingga tertidur saat mereka ingin menghabiskan malam pertama.
"Apa pengantin yang lain juga ada yang seperti ini?" batin Syakira bertanya pada dirinya sendiri.
"Tapi ada apa dengan tubuh ku, apa karna hampir sampai hingga aku merasa tersiksa seperti ini." lanjut nya lagi membatin.
Meski rasa tersiksa masih hinggap pada dirinya hingga hampir membuat nya gila, akan tetapi Syakira mencoba mengerti, dia terus menahan hasrat nya itu berharap akan kembali normal.
Menunggu beberapa saat, rasa di aneh di tubuhnya sedikit mereda, saat itulah baru dia memberanikan diri membangunkan Alif.
"Mas, tidur lah dengan posisi yang benar!" bisik Syakira membangun kan sang suami.
Alif pura-pura menggeliat, dia bersikap seolah baru bangun dari tidur.
"Ya ampun, apa aku ketiduran?" tanya Alif berpura-pura.
Syakira hanya mengangguk mencoba memberikan senyuman nya pada sang suami.
"Maafkan aku, sayang! Aku benar-benar kelelahan dan mengantuk, hingga aku ketiduran saat hampir melakukan malam pertama kita," bohong Alif berpura-pura menyesal.
"Apa kamu mau kita meneruskan nya lagi?" tanya Alif lagi.
Dengan cepat Syakira menggeleng, dan itu mendapatkan tatapan aneh dari Alif.
"Maksud ku, lebih baik Mas tidur saja, kita bisa melakukan nya malam besok atau lusa bukan? Karna kita sudah hidup satu rumah, untuk apa juga buru-buru." elak Syakira. Selain itu, alasan terbesar nya karna dia tidak ingin nanti saat dia ingin mencapai kLim*ks nya, dia kembali merasa kecewa karna Alif kembali tertidur.
Syakira tidak ingin merasakan hasrat yang tidak sampai dan berakhir menyiksa tubuhnya kembali. Ini yang pertama bagi wanita itu, akan tetapi dia langsung harus berusaha keras menahan sesuatu yang hampir meledak.
Dia hanya gadis lugu yang belum cukup paham masalah seperti itu, wajar saja dia tidak curiga jika Alif sengaja mempermainkan dirinya.
"Maafkan diriku, sayang! Kalau begitu mari kita tidur malam ini, aku janji malam besok akan memberikan kenangan yang tak akan pernah kamu lupakan." ucap Alif sambil menarik tubuh Syakira berbaring.
Syakira masih mencoba tersenyum dan berusaha memejamkan matanya, tanpa dirinya tau juka Alif menarik salah satu sudut bibirnya tersenyum licik, saat melihat bagaimana tersiksa nya wajah Syakira.
.
.
.
.
.
~Bersambung.
...Oh ... Jika di rumah mertuanya saja Alif bisa menyiksa Syakira, bagaimana jika sudah di bawa ke rumah nya. Siapkan tisu, kita nangis berjamaah....
...Jangan lupa Like komen dan juga Vote ya kaka....