NovelToon NovelToon
Cinta Gus Aqlan Ke Aisyah

Cinta Gus Aqlan Ke Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / CEO
Popularitas:851
Nilai: 5
Nama Author: 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖

Assalamualaikum wr.wb. cerita dari Hormoni ilmu dan amal di pesantren ini kelanjutan untuk cerita gus aqlan ke Aisyah.
Waktu Seketika wanita yang begitu elegan dan wibawa sangat dewasa bernama Aisyah Adeeba (anak dari papa arya dan mama laras), Kemudian kejadian yang begitu bahaya bagi mama laras karena pria tidak memberi tau kepadanya pada akhirnya Cinta mereka terhalang dengan mama laras kepada Aisyah. Pada bulan berbulan mereka ditemukan kembali Aisyah kuliah di terkenal di kalangan mahasiswa maupun mahasiswi lainnya, mereka berpapasan dengan mereka waktu ketemu getaran hati mereka bersatu kembali tapi mereka tidak tau kalau mereka pernah ketemu bahkan akrab.
"Apa kami pernah ketemu " batin Aisyah
"Apa wanita ini sangat familiar sekali wajah " batin pria berbaju putih dengan peci dan sorban yang rapih.Pria ini adalah anak dari suami-istri memiliki pesantren di jawa tengah nama pesantrennya Nurul ilmi,dengan pemilik Kiyai abdul dan nyai Maryam,pria tadi adalah gus aqlanArdhani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6.Ledakan Emosi dan Kebohongan Kecil

      ೄೄྀೄྀೄྀೄྀ A&Qೄྀೄྀೄྀೄྀೄྀ

 Belum sempat Aisyah duduk dengan tenang, Mama Laras turun dari lantai atas dengan wajah yang sudah tidak enak dilihat. Ternyata, suara percakapan suami dan anaknya terdengar jelas sampai ke ruangan di atas.

"Aqlan?! Kamu bilang anak siapa tadi?!" seru Mama Laras dengan suara meninggi, matanya menatap tajam ke arah Papa Arya.

Papa Arya yang tadinya tersenyum lebar, langsung mengubah ekspresinya menjadi datar. "Maksud kamu apa sih, Ma? Kenapa langsung teriak-teriak?"

"Jangan pura-pura tidak tahu! Itu kan Aqlan Ardhani Baihaqi! Anaknya Kiyai Abdul! Kenapa dia bisa ada di sini?! Kenapa dia bisa mengantar Aisyah pulang?!" tanya Mama Laras bertubi-tubi, napasnya mulai memburu karena emosi mulai memuncak. Bayangan kejadian di Bogor beberapa tahun lalu seketika kembali menghantuinya, rasa takut dan khawatir berlebih itu muncul lagi.

"Bu, tenang dulu... Itu cuma kebetulan kok," coba Aisyah menenangkan, tapi tangannya langsung ditepis pelan oleh ibunya.

"Kamu diam dulu, Sayang. Mama bicara sama Papa kamu dulu!" hardik Mama Laras, lalu kembali menatap suaminya. "Arya! Jangan bilang kamu yang sengaja menjodoh-jodohkan atau mempertemukan mereka lagi?! Apa kamu lupa kejadian dulu?! Apa kamu lupa betapa bahayanya saat itu?! Mama tidak mau Aisyah dekat-dekat dengan keluarga itu lagi!"

Mama Laras menangis dan marah bercampur menjadi satu. Baginya, pertemuan ini bukanlah kebetulan, melainkan ulah suaminya yang diam-diam berhubungan baik lagi dengan keluarga tersebut.

Papa Arya menghela napas panjang, lalu berjalan mendekat dan memegang bahu istrinya dengan lembut namun tegas. "Dengar ya, Laras. Aku bersumpah, aku tidak bilang apa-apa sama sekali. Aku bahkan tidak tahu kalau anak mereka kuliah di kampus yang sama dengan Aisyah. Aku baru tahu tadi saat melihat mobilnya lewat."

"Boong! Pasti Papa yang..."

"Enggak, Ma. Aku janji," potong Papa Arya dengan wajah datar, menyembunyikan rasa kagetnya tadi agar istrinya tidak semakin histeris. "Mereka berdua kan kuliah di tempat yang sama, wajar kalau ketemu. Lagian tadi kan Aisyah kehabisan bensin, jadi itu murni tolong-menolong sesama teman. Tidak ada yang aku atur."

Papa Arya berbohong sedikit demi sedikit, menutupi fakta bahwa dia sebenarnya sangat senang dan terkejut melihat mobil itu. Dia memilih menenangkan situasi daripada membiarkan istrinya semakin stres.

"Benar Ma, Papa tidak tahu apa-apa. Tadi itu kebetulan banget," sambung Aisyah membenarkan kebohongan ayahnya demi kebaikan.

Mama Laras menghentakkan kaki, matanya masih berkaca-kaca. "Pokoknya Mama larang! Mama tidak mau Aisyah satu mobil lagi sama dia! Mama tidak mau ada hubungan apa-apa! Kamu ingat kan janji kita, Arya? Kita ingin yang terbaik untuk Aisyah, dan keluarga itu... ada halangan buat kita!"

"Iya, iya. Mama tenang dulu ya. Nanti aku ingatkan Aisyah kok," jawab Papa Arya lembut, membimbing istrinya duduk di sofa sambil memberikan air putih. Dalam hati, Papa Arya justru bergumam, "Justru karena kalian yang menghalang-halangi, takdir malah makin kuat mempertemukan mereka. Anak Kiyai Abdul itu baik banget, Ma. Kamu yang terlalu berprasangka buruk."

Mama Laras menatap Aisyah dengan wajah memohon sekaligus menuntut. "Jangan pernah mau ditawarin naik mobil dia lagi ya, Sayang! Kalau bensin habis, telepon Mama atau Papa! Jangan sampai ada cerita apa-apa antara kamu dan Gus Aqlan itu! Mama tidak mau!"

Aisyah hanya bisa mengangguk pelan, meski hatinya merasa berat dan bingung. Kenapa Mama bisa sesensitif ini? Padahal Gus Aqlan terlihat begitu baik dan sopan.

 BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!