NovelToon NovelToon
Mereka Pikir Aku Miskin

Mereka Pikir Aku Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:31.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Keira Anindita menyembunyikan identitasnya sebagai pemilik perusahaan besar demi menjaga harga diri Arsen, pria yang pernah menolongnya dan kemudian menjadi suaminya. Selama empat tahun, Keira diam-diam membantu Arsen membangun bisnis dari nol hingga menjadi perusahaan yang disegani.

Namun, kesuksesan membuat keluarga Arsen berubah. Keira yang dulu begitu disayang, kini dianggap perempuan miskin yang tidak pantas mendampingi Arsen.

Puncaknya terjadi dalam sebuah pesta ketika ibu mertuanya memperkenalkan Clarissa sebagai calon istri Arsen. Saat Keira diperlakukan bak pembantu yang melayani para tamu, Arsen hanya diam. Malam itu juga Keira pergi tanpa membawa satu pun harta keluarga Wijaya.

Tak lama kemudian, fondasi perusahaan Arsen mulai runtuh karena Keira melucuti semua dukungan.

Saat Arsen akhirnya mengetahui identitas asli istrinya, penyesalan datang terlambat. Keira telah bertemu Elvano, pria jauh lebih berkuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 5. mulai mengambil kendali

Pagi itu, sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan gedung pencakar langit yang menjulang di tengah kawasan bisnis kota. Logo perusahaan yang terpasang di bagian depan bangunan tampak sederhana, tetapi siapa pun yang berkecimpung di dunia bisnis pasti mengenalnya sebagai salah satu perusahaan dengan jaringan investasi terbesar di negeri ini.

Di belakang mobil tersebut, beberapa mobil hitam lain berhenti dalam formasi rapi. Pintu-pintu kendaraan terbuka hampir bersamaan. Puluhan pria berbaju hitam turun dengan gerakan teratur, lalu mengambil posisi berdiri berjajar di sisi kiri dan kanan di sepanjang jalur menuju pintu masuk gedung.

Seorang pria berbadan tegap melangkah mendekati mobil pertama dan membukakan pintu belakang.

Keira turun dengan tenang. Sepatu haknya menyentuh permukaan jalan, sementara angin pagi menggerakkan ujung rambutnya. Tidak ada senyum berlebihan di wajah perempuan itu, hanya ketenangan yang membuat seluruh suasana di sekelilingnya terasa berbeda.

Begitu Keira mulai melangkah, barisan pria berbaju hitam itu serempak menundukkan kepala hormat

Sudah empat tahun Keira tidak menginjakkan kaki di tempat itu. Dan sekarang akhirnya setelah empat tahun Keira kembali memimpin perusahaan. Dan sekarang, wanita itu merasa tak perlu lagi menyembunyikan dirinya di balik layar. Biarkan seluruh dunia, terutama keluarga Wijaya tahu siapa Keira Anindita yang sesungguhnya.

Selama menikah dengan Arsen, Keira sengaja menjauh dari perusahaan miliknya sendiri. Ia menyerahkan hampir seluruh urusan kepada orang kepercayaannya dan hanya menerima laporan melalui jalur pribadi. Ia ingin hidup sebagai seorang istri biasa, menemani Arsen membangun bisnisnya tanpa membuat pria itu merasa bahwa keberhasilannya berasal dari dirinya.

Namun, sekarang semuanya sudah berubah.

Beberapa karyawan yang mengenal wajahnya langsung tertegun. Mereka mungkin tidak menyangka perempuan yang selama bertahun-tahun hanya mereka lihat melalui laporan internal akhirnya muncul kembali secara langsung.

“Selamat pagi, Nona Keira.”

Keira hanya membalas dengan anggukan kecil tanpa menghentikan langkahnya. Barisan pria berbaju hitam segera membuka jalan, sementara para karyawan yang berada di lobi menepi dengan tatapan penuh rasa ingin tahu.

Seorang pria berusia sekitar tiga puluh tahun berdiri tegak dengan setelan jas hitam yang rapi. Daren Antasena, asisten kepercayaan Keira, sudah menunggunya sejak beberapa menit lalu.

Begitu melihat kedatangan Keira, Daren langsung melangkah maju.

“Selamat datang, Bos,” Daren menunduk hormat.

Keira menghentikan langkahnya di hadapan pria itu. Tatapan keduanya bertemu, dan untuk sesaat Daren hanya memandang perempuan yang sudah empat tahun tidak kembali ke perusahaan tersebut. Senyum lebar perlahan muncul di wajahnya. “Akhirnya Anda kembali juga.” ucap pria tampan itu.

Keira tersenyum tipis. “Sepertinya aku memang terlalu lama meninggalkan tempat ini.”

Daren menggeleng pelan. “Empat tahun bukan waktu yang sebentar, Bos. Tapi saya sudah memastikan semuanya siap untuk kedatangan Anda hari ini.”

Keira mengangguk, mengedarkan pandangannya pada sekeliling gedung yang selama ini hanya ia pantau dari kejauhan. “Kalau begitu, ayo kita mulai.”

Daren langsung berjalan di sampingnya, sementara barisan pria berbaju hitam kembali bergerak mengiringi langkah Keira menuju lift pribadi.

Hari itu, setelah empat tahun menghilang dari hadapan publik perusahaan, pemilik sebenarnya akhirnya kembali.

“Empat tahun.” Daren terkekeh terkekeh ketika mereka sudah berada dalam lift. “Empat tahun saya hanya bisa menerima perintah melalui telepon. Saya hampir lupa seperti apa wajah Bos.”

Keira berjalan menuju ruangannya. “Sekarang bersiaplah untuk memulai perang!”

“Tentu saja kami semua sudah siap.” Daren menepuk dadanya. “Sangat siap.”

“Oh, iya,” ucap Keira. “Mulai sekarang jangan ada pasukan hitam seperti karnaval. Berikan saja kawat pengawal bayangan. Aku tidak suka keramaian!”

“Baik, Bos. Akan saya lakukan seperti perintah Anda.” Daren mengangguk patuh meskipun sebenarnya pria itu merasa heran. Pasalnya memang sejak dulu, sejak meninggalnya kedua orang tua Keira, Keira selalu dikawal oleh pasukan seperti itu. Mungkin waktu selama empat tahun hidup sebagai wanita biasa membuat selera bosnya berubah.

Begitu masuk ke ruangan utama, Keira segera duduk di kursi kebesarannya dan meminta Daren memberikan semua laporan yang ia butuhkan. Daren mengangguk lalu meletakkan beberapa dokumen di atas meja.

“Apa yang ingin Bos lakukan?”

Keira mengangkat wajahnya. “Siapkan seluruh catatan bantuan dana yang selama empat tahun terakhir kita salurkan kepada Wijaya Group.”

Senyum Daren perlahan menghilang dan digantikan ekspresi serius. “Semua?”

“Semua,” jawab Keira tegas. “Termasuk pendanaan awal, pinjaman yang kita jamin, investasi melalui perusahaan perantara, sampai kontrak yang kita arahkan kepada mereka. Tidak boleh ada satu pun yang terlewat.”

Daren mengangguk lalu membuka tablet yang dibawanya. “Sebenarnya sejak Bos menelpon semalam, saya sudah menyiapkan semuanya.” Ia tersenyum tipis. “Sebagian besar catatannya masih saya simpan dalam laporan khusus. Saya tidak pernah menghapusnya karena saya tahu suatu hari Bos mungkin akan membutuhkannya.”

“Bagus. Tampilkan semuanya,” perintah Keira.

Daren segera menyerahkan tablet tersebut. Beberapa laporan keuangan, catatan investasi, jaminan pendanaan, daftar aset yang pernah digunakan sebagai agunan, hingga kontrak kerja sama dengan Wijaya Group muncul di layar.

Keira membaca satu per satu tanpa banyak bicara.

Namanya tidak tercantum sebagai pemilik dana. Seluruh pendanaan disalurkan melalui perusahaan-perusahaan yang berada di bawah jaringan bisnisnya atau melalui investor yang berada di bawah kendalinya.

Selama empat tahun, Arsen tidak pernah tahu bahwa sebagian besar fondasi yang membuat Wijaya Group mampu berkembang berdiri di atas keputusan Keira.

Keira mengembalikan tablet itu kepada Darren. “Mulai tarik semuanya.”

Jari Daren yang semula hendak menggulir layar berhenti. Namun seperti kemudian pria itu mengangguk. “Saya mengerti.”

“Hentikan fasilitas yang paling tidak mereka perhatikan lebih dahulu. Setelah itu, tarik pendanaan dan aset lainnya secara perlahan supaya mereka mengira semua ini hanya masalah bisnis biasa.”

Keira bersandar di kursinya, lalu menatap Daren dengan sorot mata yang tenang. “Aku ingin mereka merasakan sendiri bagaimana keadaan perusahaan tanpa bantuan yang selama ini bahkan tidak mereka sadari.”

“Baik, Bos.” Daren segera mencatat instruksi tersebut. “Akan saya laksanakan sekarang!”

“Siapkan rapat darurat sekarang juga.” Keira mengambil satu berkas di atas meja dan membukanya. “Panggil seluruh jajaran direksi, kepala divisi keuangan, investasi, legal, dan orang-orang yang memegang keputusan penting di perusahaan ini.”

Daren langsung mengangguk. “Baik, Bos. Saya akan pastikan semuanya sudah berada di ruang rapat secepatnya.”

Pria itu membalikkan badannya lalu keluar setelah menundukkan sedikit kepalanya di hadapan Keira.

Keira tetap duduk di kursinya. Jemarinya menyentuh permukaan meja yang selama empat tahun terakhir tidak pernah lagi ia duduki. Hari ini, semuanya akan kembali ke tempatnya.

1
merry
duduk drmhh lh renungin penyesalan kliann
Aditya hp/ bunda Lia
mampus ....
vania larasati
lanjut
Muft Smoker
hellloooooo ,,
pegangin nyawa ny pak darma yg udh muak tinggal di raga ny sendiri ,,
selama ini anda begitu sombong ,, menyepelekan keira ,,
skarang kenyataan siapa keiraa ,,
jantungan kn andaa ,,
Muft Smoker
datang laa petir di tengah ruang rapat ,,
🤭🤭😁😁😁
Susan Paulina
Lanjut lagi Thor
Noey Aprilia
Kmna aja klian????
ga nyangka kn kl wnita yg jd babu d rmh klian,bhkn d usir krna wnita lain trnyta holang kaya????
mkanya,jgn songong jd orng.....😛😛😛
ryuka
wwkwkwkwk.. mampusss kaliannn 🤣🤣🤣🤣🤣 nikmati lah kesombongan kalian sekarang 🫠🫠🫠
Lucy
baru nyadar kau Arsen,terlambat sudah🤣🤣🤣
mama
mampus tu si darma sm arsen🤣
naya yanti
akhirnya terucap juga kata kata itu🤭
Adinda
lanjut thor
Oma Gavin
modarrr kalian berdua udah salah masih saja nyolot makan itu gengsi dan kekalahan menuju kebangkrutan
Ilfa Yarni
Knp kagaet kalian bahahahaha nyesal2 deh udah cerai sama keira gmn arsen seneng ga km pasti ga lah ya yg Ada nyesel km arsen
Mundri Astuti
tdk mungkin gimane ..ya mungkin lah... ( bae" sen papamu stroke)

up lagi thor 🤭🙏
Tini Uje
jgn lama2 up nya thorr..dah bejamur nih nunggu nya 😂
Dwi Setyaningrum
jantungan ga tuh darma..bisa msk UGD tuh🤪
Ani_Sudrajat
Lanjut thor. 😄
Monica Nanik
Tau rasa kau Arsen meremeh kan istri solehah 😄😄😄
merry
cari tender di perusahaan milik mntn binimu y senn🤣🤣🤣🤣ternyata yg menang org lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!