NovelToon NovelToon
Diantara Kita

Diantara Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Dunia Masa Depan
Popularitas:305
Nilai: 5
Nama Author: MonAmour19

Diantara kita hanya ada kebaikan saja? tidak ada harapan untukku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MonAmour19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kebiasaan baru (5)

Festival Seni tinggal kurang dari dua bulan lagi.Sejak rapat pertama, ruang OSIS hampir tidak pernah benar-benar sepi setiap sore. Proposal terus direvisi, daftar penampil semakin panjang, dan jadwal latihan mulai memenuhi papan tulis.

Bagi sebagian orang, kepanitiaan itu mulai terasa melelahkan. Namun bagi Arga, semuanya berjalan sesuai rencana.

Dan bagi Naya... Setiap sore di ruang OSIS adalah kesempatan untuk melihat seseorang yang selama ini hanya bisa ia kagumi dari kejauhan.

---

"Nay." Suara Arga membuat Naya mendongak dari layar laptop.

"Iya, Kak?"

"Surat izin buat aula udah jadi?" Naya membuka map biru di sampingnya.

"Udah. Tinggal minta tanda tangan Pak Dedi."

"Bagus." Arga mengangguk kecil.

"Kalau gitu nanti habis rapat kita ke ruang guru."

"Oke."

Percakapan itu singkat. Namun beberapa anggota panitia mulai memperhatikan.

"Enak ya, sekretaris." Steven bercanda sambil menyenggol bahu Arga.

"Tinggal disuruh-suruh ketua." Ruangan langsung dipenuhi tawa. Arga ikut tertawa bersam mereka.

"Lah, memang tugas sekretaris."

"Terus tugas ketua?"

"Nyuruh sekretaris."

Gelak tawa kembali pecah. Naya hanya menunduk sambil tersenyum tipis. Untung saja wajahnya tertutup buku catatan. Kalau tidak, semua orang pasti tahu pipinya mulai memerah. Naya juga tidak tahu alasannya kenapa pipinya merah padahal kalau di ingat lagi itu pembicaraan yang sarkas, namun baginya itu adalah perkataan yang baik karena Arga benar benar berada jauh di hatinya sekarang.

---

Rapat berlangsung lebih lama dari biasanya. Beberapa divisi belum menyelesaikan tugas sehingga pembahasan terus berlanjut hingga matahari mulai turun. Saat semua orang sibuk berdiskusi, Arga menoleh ke arah Naya.

"Kamu capek?" Naya sedikit terkejut atas pertanyaan Arga.

"Hm?"

"Dari tadi nulis terus." ucap Arga sambil melirik buku catatan naya

"Nggak kok." ucap Naya sambil tersenyum

"Yakin?" Arga memastikan takut jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, karena Naya sedari tadi hanya fokus menulis

"Iya." Arga mengangguk pelan.

"Oke."

Tidak ada lagi yang ia katakan. Ia kembali melanjutkan rapat seperti biasa.

Bagi Arga, pertanyaan itu keluar begitu saja.

Baginya, memastikan teman satu tim tidak kelelahan adalah hal yang wajar.

Namun tanpa ia sadari, pertanyaan sederhana itu terus menemani pikiran Naya sampai rapat selesai.

---

Menjelang pukul lima sore. Ruangan mulai sepi. Beberapa anggota panitia berpamitan lebih dulu karena harus mengikuti les lain. Sisanya membantu membereskan meja.

"Naya." panggil Arga dengan lembut

"Iya?" tanya naya

"Temenin aku ke ruang guru, yuk." Naya menganggukkan kepalanya.

"Sebentar." Ia merapikan catatan rapat sebelum memasukkannya ke dalam tas.

Arga berdiri menunggu di depan pintu. Tidak terburu-buru. Ketika Naya selesai, mereka berjalan berdampingan menyusuri koridor sekolah. Suasana sekolah mulai lengang.

Hanya terdengar suara sapu petugas kebersihan dan kicauan burung dari pepohonan di halaman.

"Kamu kelas sebelas, ya?" tanya Arga memecahkan suara keheningan diantara mereka

"Iya." ucap Naya sembari tersenyum kecil

"Masih adaptasi jadi panitia?"

"Masih sedikit." Arga tersenyum.

"Dulu waktu aku kelas sebelas juga gitu."

"Kak Arga dulu sekretaris juga?"

"Bukan."

"Apa?"

"Bawa-bawa galon." Naya menoleh sedikit terkejut atas ucapan arga.

"Hah?"

"Serius." Arga tertawa kecil Naya melihat tawa itu, indah sangat indah jika dilihat dari dekat langsung.

"Awalnya aku cuma disuruh angkat kursi sama galon buat rapat." Naya ikut tertawa.

"Kirain langsung jadi ketua." ucap naya

"Nggak ada yang langsung jadi ketua semua juga belajar dulu." Kalimat itu membuat Naya diam sejenak.

Entah kenapa, ia baru menyadari bahwa sosok Arga yang selama ini terlihat sempurna ternyata pernah berada di posisi yang sama dengannya.

Dan untuk pertama kalinya...

Arga terasa lebih dekat. Bukan sebagai ketua OSIS.

Melainkan sebagai seseorang yang pernah memulai dari bawah.

---

Setelah urusan di ruang guru selesai, mereka kembali berjalan menuju gedung utama. Di persimpangan koridor, Arga berhenti sejenak.

"Nay." panggil Arga kembali.

"Iya kak?"

"Mulai besok..." Arga berpikir sejenak.

"...kalau ada berkas yang harus dicek, kasih ke aku dulu sebelum dikumpulin." ucap Arga sambil menatap Naya

"Oke." ucap Naya mantap

"Biar nggak bolak-balik revisi."

"Siap." Naya mengangguk sambil tersenyum.

Sederhana.

Tetapi sejak hari itu, ada kebiasaan baru yang tanpa sadar mereka lakukan.

Setiap ada proposal.

Setiap ada surat.

Setiap ada daftar peserta.

Naya akan menyerahkannya kepada Arga lebih dulu. Dan Arga selalu meluangkan waktu untuk memeriksanya. Bahkan ketika sedang sibuk.

---

Malam harinya, ponsel Arga bergetar.

Sebuah pesan masuk.

> Naya

> Kak, surat izinnya tadi aku revisi sedikit. Besok aku bawa lagi ya.

Arga membaca pesan itu sambil merebahkan tubuh di kasur. Jemarinya bergerak cepat membalas pesan naya.

> Arga

> Oke.

> Makasih, Nay.

Ia meletakkan ponsel di samping bantal tanpa berpikir apa pun.

Sementara di rumah yang berbeda. Naya menatap balasan singkat itu cukup lama. Lalu perlahan tersenyum sendiri. Mungkin bagi orang lain, percakapan mereka terdengar sangat biasa.

Tidak ada kata-kata manis.

Tidak ada rayuan.

Tidak ada janji.

Namun justru dari percakapan-percakapan sederhana itulah, hubungan mereka perlahan berubah.

Bukan menjadi sepasang kekasih.

Belum.

Mereka hanya mulai menjadi dua orang yang terbiasa saling hadir dalam keseharian.

Dan sering kali...

Perasaan tumbuh bukan karena satu momen besar.

Melainkan karena seseorang yang pelan-pelan berubah menjadi bagian dari rutinitas kita, tanpa pernah kita sadari.

......................

soon to bee

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!