NovelToon NovelToon
First Love

First Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:317k
Nilai: 5
Nama Author: Vie

Menceritakan dua kisah, antara Gibran anak broken home yang bertemu dengan Caramel. Dari pertemuan yang tak terduga, membuat Gibran merubah sikapnya secara perlahan demi mempertahankan hubungannya. Disisi lain dirinya juga harus mengalami penderitaan selama berada di rumahnya.

Selamat membaca:)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Marah?

...Selamat Membaca📖...

Hari berjalan begitu cepat. Pagi ini Caramel datang terlalu pagi, masih sedikit murid yang datang. Dia menyurusi koridor sekolah sendirian, sambil menendang angin dan bersenandung untuk menghilangkan rasa sunyi.

Sesampainya di kelas, hanya ada dua murid yang baru datang. Caramel duduk di kursinya, perhatiannya tertuju pada coretan di meja miliknya.

6284443266555336699927.

Sebelumnya tidak ada coretan angka seperti itu, Caramel mengerutkan keningnya, bingung. Dia berfikir paling hanya orang iseng atau anak nakal yang biasanya mencoret coret dinding dan meja menggunakan Tip**X. Caramel duduk, kemudian mengambil buku tulis dan bulpoin di dalam tasnya. Dia membuka buku bagian belakang.

"Woy." seru Naura yang baru saja datang. Membuat Caramel menoleh kearahnya. "Udah dateng, lo?"

Caramel mengangguk. "Lo tumben dateng pagi."

"Gue ma selalu pagi, tapi lebih pagian lo dikit." Naura menyengir. Kemudian duduk di kursi miliknya.

...🎨🎨🎨...

Siang ini, kelas XII IPA 5 sedang melakukan jam olahraga. Banyak sekali murid yang menonton sambil menunggu jam pelajaran selanjutnya atau bahkan memang sedang jam kosong. Kebanyakan kaun hawa yang menyaksikan pertandingan basket, suara sorakan memberikan semangat kepada Gibran begitu banyak. Tidak salah, karna Gibran memang populer di area sekolah. Selain ketampanannya yang membuat kaum hawa tertarik, cowok itu juga ketua geng Antraxs. Banyak kaum hawa yang ingin dilindungi olehnya, namun sayangnya Gibran tak pernah membuka hatinya untuk mereka. Membuat mereka semua patah hati sendirian.

Caramel dan Jihan juga menyaksikan pertandingan basket kelas XII IPA 5 dari atas. Jihan memanyunkan bibirnya, tidak ada Revan di sana. Membuatnya tidak semangat untuk menonton, dia juga masih menjaga jarak dengan kekasihnya itu. Namun, di hati kecilnya dia juga sangat merindukan Revan.

Ingin rasanya dia bertemu sama Revan, namun rasa gengsinya terlalu besar.

"Kenapa sih, kangen lo sama your prince?"

"Apaan gue nggak selebay itu kali ya," Jihan mengusap wajahnya kasar. "Ah, sial. Gue kangen sama Revan."

"Ajak ketemuan makannya." Caramel tersenyum tipis.

"Obat rindu itu adalah OTW." ujar Putri. Dia baru saja keluar kelas bersama Naura.

Caramel dan Jihan menoleh kearah belakang.

"Bucin deh lu!" ketus Naura.

"Benerkan tapi kata gue?!" ucap Putri dengan julid.

...🎨🎨🎨...

'Brak!'

Gibran menendang meja milik Bayu, sehingga Bayu yang sedang duduk merasa kesakitan pada bagian perutnya. Gibran membungkukkan badannya, karna tangannya bertumpu pada meja. Matanya tajam menancap kearah Bayu. Semua murid yang ada di kelas hanya bisa diam dan ketakutan.

"Gara-gara lo, temen gue kena skor." nada Gibran masih pelan.

"Itu bukan salah gue, dia sendiri yang emosian."

"Lo kalo punya masalah sama kita, nggak usah ngelibatin orang lain buat mancing emosi!" sekarang nada Gibran meningggi. Dia mencengkram kerah baju Bayu, sehingga cowok itu berdiri.

Gibran melayangkan satu pukulan di pipi kanan Bayu, cowok itu meringis kesakitan.

"Lo jangan pernah macem-macem sama kita!"

Bayu hanya tersenyum jeli. Dia tidak peduli dengan omongan Gibran.

"Gib, udah lah. Cabut, ketahuan guru nanti." ujar Rival.

...🎨🎨🎨...

Caramel baru saja keluar dari ruang guru. Dia membantu bu Hera mengoreksi nilai kelas sepuluh.

"Mel, Mel." Jihan datang dengan nafas tersenggal sengal. Dia mengatur nafas. "Gibran."

"Iya, Gibran kenapa?"

"Gibran berantem sama Bayu."

"Berantem sama Bayu, dimana?"

"Di kelas sebelas."

Caramel berlari meninggalkan Jihan, menuju kelasnya Bayu. Sedangkan Jihan masih mengatur nafasnya, tadi dia berlari dari kelasnya untuk mencari Caramel.

Caramel mendesak masuk kedalam kelas, melihat Gibran sedang memukuli Bayu tanpa henti, kelihatan cowok tersebut kesakita. Tapi Gibran tidak peduli. Caramel menghela nafas kasar.

Gibran menghentikan pukulanya, saat melihat Caramel berdiri diantara beberapa murid. Dia melepaskan kerah Bayu dan berniat untuk menghampiri gadis itu. Namun, Caramel lebih dulu pergi meninggalkan tempat ini.

Tanpa berfikir panjang Gibran mengejar gadis itu dan meninggalkan tempat ini, membiarkan Bayu yang masih tergeletak di lantai.

"Mel." Gibran berhasil meraih tangan Caramel. Gadis itu berhenti dan menoleh kearahnya.

"Lepas!"

"Nggak, gue bisa jelasin sama lo."

"Jelasin apa?" Caramel menarik nafas. "Gue nggak suka ya, cara lo yang tadi. Lo kira dengan lo kaya gitu, lo kelihatan lebih keren gitu?!"

Gibran menggelengkan kepalanya.

"Lo nggak akan bisa dewasa, jika cara lo nyelesain masalah dengan cara berantem. Lepasih gue mau ke kelas, bentar lagi masuk."

Gibran terdiam, dia melepaskan tangan Caramel. Membiarkan gadis itu pergi meninggalkannya begitu saja. Tanpa disadari ketiga temannya, sudah berada di belakangnya. Mendengar semua pembicaraan mereka.

"Tambah lengket aja ya, lo sama Kara." ucap Bram, menepuk pundak Gibran.

"Gue punya ide, buat lo bisa baikan sama dia." ucap Rival.

Gibran menaikkan dagunya, menunggu jawaban dari Rival.

Rival merangkul Asep. Sambil mengusap dagunya halus. Gibran mengerti maksudnya, dia mengambil dua lembar uang seratus ribu dari dalam dompetnya dan memerikannya kepada Rival.

Rival menerimanya, dia tersenyum.

"Lo kasih, sesuatu yang dia suka."

"Itu doang?"

Rival mengangguk.

"Tapi masalahnya, dia nggak tau yang gadis itu suka." sambung Asep

Gibran terdiam, benar juga kata Asep. Lagian dirinya juga dekat dengan gadis itu baru beberapa hari, tapi kenapa dia nggak rela kalo gadis itu marah kepada dirinya. Gibran mengusap rambutnya kasar, dia pergi meninggalkan ketiga temannya.

...🎨🎨🎨...

Pak Dayu baru saja keluar dari kelas Caramel. Semua siswa sudah membereskan barangnya masing-masing dan bergegas untuk pulang. Caramel menoleh kearah pintu, melihat Gibran sudah berdiri disana sambil melipat tangannya didada. Ngapain dia disana? bel pulang baru saja berbunyi.

"Udah di tungguin tu, Mel." ucap Naura

"Cie...cie." ledek Putri

"Udah ah, ayok pulang." Caramel beranjak dari duduknya.

"Mel." sapa Gibran. Membuat keempat sahabat itu menghentikan langkahnya, tepat dihadapan Gibran.

Ketiga sahabat itu menoleh kearah Caramel.

"Kalian duluan aja."

"Ya udah kita duluan ya." ucap Jihan.

Setelah ketiganya pergi. Mendadak Caramel menjadi canggung.

"Pulang sama gue, ya."

"Gue bisa pulang sendiri kok."

"Pleas, gue mau ngajak lo kesuatu tempat."

Caramel mengerutkan keningnya. "Kemana?"

"Rahasia dong. Mau ya."

Caramel menjadi penasaran dengan tempat yang dimaksud Gibran. Tapi dia masih marah sama cowok ini, Caramel jadi bingung sendiri. Dia menggigit bibir bawahnya kuat.

"Nggak usah banyak mikir deh." Gibran menggenggam tangan Caramel.

Caramel diam saja dan mengikuti Gibran. Tangannya masih menggenggam tangan cowok ini, dia duduk di jok belakang motor. Tanpa disuruh, Caramel memeluk Gibran dari belakang. Kepalanya bersandar dipundak Gibran.

Gibran tersenyum dibalik helem miliknya. "Masih marah?"

"Nggak tauk."

"Kok nggak tau?"

"Mungkin masih." Caramel tersenyum.

Gibran melihat wajah gadis itu dari sepion kaca motornya. Caramel sadar akan hal itu, dia mulai risih.

"Liatin jalannya."

"Kenapa, emang?"

"Nanti nabrak lagi, kalo liatnya kebelakang terus."

Bersambung....

1
Dini Angraini
Wah2 jahat banget sih pacaran sama caramel kok tunangannya sama mona thor.Caramel semoga bila kamu tahu gibran segeralah pergi sejauh mungkin dan cepat move on ya jangan nangis.
Eneng Sutirah
matak tong buka hpnya kasep hahaaa
Eneng Sutirah
aduh gelis...yg baca serasa muda lagi..hatur nuhun neng vie novelmu keren" semua.
baru netass nih
lanjut dongg thorrr, lmaa bngd ga up
Ai laelasari
Hai kak aku mampir membawa like jangan lupa mampir di novel aku ya "MY TROUBLE MAKER SECRET HUSBAND"
Fingky Yufimila
udah gak lanjut lagi kah??
SyaSyi
mampir aku thor
salam my Kids My Hero
kisah Aluna
kanjengprewty_
Baperrr
kanjengprewty_
Cemburu ya babang gibran
kanjengprewty_
Kamu manisss banget si gibran jadi tambah syg
Dhina ♑
Ya Allah Vie, apa kabar, niat hati ingin dukung tuntas, tapi aku tersesat
NURHAYATI NUR
gagalin pertunangannya toorr aaahhh ga seru dh
Sumariyasih
q baca novel ini ko kasihan sama caramelnya ya, dibohongin, tpi, tetap semangat n sehat selalu.
Buana
Apa yg terjadi dgnmu, Thor...😩
Aq msh setia..
Tiara
kok g dilanjutin thor
Buana
kok blm up sich Thor...
aq msh setia lh nungguin....
Linda Yogya
kok blm up Thor..msh setia nungguin kelanjutannya
Rina SahaRa Budiarti
mampir lagi
Ernis Widayanti
like
Umi Zahwa
cerita tentang remaja gini emang sedikit pembacanya di platform ini krn kebanyakan pembaca tu emak2 yg sukanya cerita yg ada adegan iya2nya 😅😅😅
semangat terus berkarya ya thor.. ceritamu bagus.. aku suka 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!