NovelToon NovelToon
Luka Pernikahan

Luka Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: e_Saftri

Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja

Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri

Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

"Assalamualaikum, mah" Sapa Tristan yang langsung duduk di sofa single sementara Karina berada di sofa panjang

"Waalaikumsalam" Karina celingukan "Dimana Aini?"

"Ada dibawah" Jawabnya dengan nada santai

"Kok dibawah? Kamu gak bawa dia kesini? Kamu ini gimana sih, sebagai calon suami harus perhatian dong"

Karina sudah hendak bangun untuk menjemput calon menantunya itu sebelum suara Aini terdengar menyapa

"Assalamualaikum, Bu"

"Waalaikumsalam, sayang.." Karina mendekat, memeluk calon menantunya itu dengan lembut "Mama akan hukum anak kurang ajar itu nanti, bisa-bisanya dia ninggalin kamu dibawah"

"Gak perlu seperti itu, Bu. Tadi Aini juga dianterin sama pelayan"

"Ya udah deh, ayo duduk!" Karina membawa Aini untuk duduk di sofa bersamanya

"Aku ke kamar dulu! Kalau makan malamnya udah siap nanti panggil aja!" Tristan bangun dari duduknya, Aini juga tidak peduli karena ia tahu jika Tristan tidak tertarik padanya

"Kamu gak perlu pikirin dia! Dia emang cuek seperti itu. Tapi kalau kamu bisa mengambil hatinya, dia akan sangat lembut dan perhatian" Aini hanya tersenyum saja mendengar penuturan Karina

Ia juga tidak peduli bagaimana sifat pria itu sebenarnya, dirinya ini juga tidak tertarik untuk kembali menikah, namun hutang budi yang ia miliki pada Tristan sangatlah besar

"Kamu sudah siap untuk menikah lagi?" Tanya Karina, sebenarnya ia ragu, mengingat Aini baru saja bercerai dari suaminya yang selingkuh

"Iya" Karina melihat keraguan dari wanita cantik ini

"Maafkan saya yang bersikap egois, harusnya saya tidak memaksa hanya karena saya begitu menginginkan kamu sebagai menantu"

Aini tersenyum "Tidak masalah, Bu. Lagi pula untuk apa terlalu berlarut dalam rasa patah hati, dan masa Iddah Aini juga sudah selesai"

Karina tersenyum, ia mengusap kepala Aini dengan sangat lembut. Terbesit rasa bersalah dalam diri Aini saat melihat senyum tulus dari wanita paruh baya itu

Bagaimana jika Karina tahu apa yang terjadi diantara dirinya dan Tristan. Kebohongan ini pada akhirnya akan sangat melukai Karina

"Ibu guru Aini" Suara teriakan itu membuat Aini mengangkat wajahnya, ia tersenyum pada seorang gadis kecil yang berlari menghampirinya

Melody berhenti dihadapannya lalu memeluk calon ibunya itu, Aini pun membalas dengan mengusap kepalanya

"Ibu guru Aini disini?" Melody terlihat begitu antusias, saat ia berpapasan dengan sang ayah, Tristan mengatakan jika diruang tengah ada sang guru

"Kamu apa kabar?"

"Baik" Melody kembali memeluk wanita itu "Melody seneng banget ibu guru ada disini"

"Ibu juga seneng bisa ketemu sama Melody"

"Sudahlah, gimana kalau kita masak bareng? Kita siapin dessert untuk makan malam"

"Iya Bu, ayo Melody! Ibu ajarin kamu bikin puding coklat" Aini mengulurkan tangannya lalu keduanya melangkah bersama menuju dapur

Karina tersenyum melihat semua interaksi itu, ia benar-benar tidak salah pilih. Aini memang sangat cocok menjadi ibu bagi Melody

"Emm, kayaknya Oma gak bisa bantu deh, Oma gak bisa masak" Karina sudah menyerah jika melihat dapur

"Oma payah, biar Melody saja sama ibu guru"

Aini tersenyum, wanita cantik itu lebih dulu memasang Appron lalu membantu Melody. Saat keduanya sudah siap barulah Aini memulai

Karina sengaja meminta para pelayan untuk meninggalkan dapur, biarlah calon ibu dan anak itu lebih dekat

Jam makan malam tiba, semua menu makanan telah tersaji termasuk puding coklat buatan Aini dan Melody

Semua orang telah duduk ditempatnya termasuk Tristan. Aini melayani semua anggota keluarga membuat Karina tersenyum

"Terima kasih sayang!"

"Melody mau makan apa?" Tanya Aini dengan lembut

"Melody mau ayam gorengnya" Aini menautkan makanan tersebut keatas piring gadis kecil itu

"Sini pak!" Aini mengulurkan tangan, namun Tristan masih diam

Aini yang melihat itu malah meraih piring yang dipegang oleh pria berwajah datar itu

"Bapak mau makan apa?" Tanya Aini, suara lembutnya menyadarkan Tristan dari lamunannya

"Huh?"

"Aini nanya kamu mau makan pake apa?" Karina menggeleng, ia tahu jika putranya itu pasti terpesona

Apa yang disebutkan oleh Tristan maka Aini mengambilnya lalu menyerahkannya kembali pada calon suaminya itu

"Papa, tadi Melody bikin puding sama ibu guru. Seru deh" Melody mengatakannya dengan begitu antusias

"Sayang" Aini mengusap rambut panjang putri Tristan itu "Kalau Melody sedang makan, Melody tidak boleh sambil bicara"

"Iya Bu guru"

"Pinter"

Semua interaksi itu dilihat oleh Tristan, ia juga melihat saat Aini mengupas kulit udang lalu diberikan pada Melody

Melody memang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, Clara meninggal saat berjuang melahirkan putri cantik mereka, itulah kenapa Tristan tidak bisa melupakan wanita itu

Namun ia tidak berpikir bahwa selama ini dirinya telah bersikap egois, sang putri jelas menginginkan kasih sayang seorang ibu

"Sekarang kita coba puding coklat buatan Melody!" Ujar Karina saat pelayan selesai membereskan bekas makan mereka

Disini Aini juga bersikap perhatian dengan memberikan puding coklat buatannya pada semua orang, bahkan Aini membuat sangat banyak dan membagikan nya pada pelayan rumah

"Pudingnya enak" Tristan tidak salah memuji, puding coklat ini memang benar-benar enak

"Bener kan? Melody bikinnya diajarin sama Bu guru" Melody menjelaskan bagaimana caranya ia membuat puding coklat tersebut, mulai dari mencampurkan gula serta bubuk coklat

"Anak papa memang hebat"

"Bu guru Aini juga kan, Pah?"

Tristan menatap wanita cantik yang tersenyum hangat kearah putrinya

"Tentu saja, Bu guru Aini juga"

Setelah makan malam, Aini masih harus menemani muridnya itu karena Melody tidak ingin ditinggal

"Bu guru harus pulang sekarang, sayang. Bu guru itu punya anak" Tristan membujuk putrinya yang enggan untuk melepas pelukannya

"Bu guru sudah punya anak?" Melody mendongak, menatap wajah cantik calon ibunya itu

"Iya sayang, namanya Kasih. Nanti kapan-kapan ibu ajak kamu ketemu" Aini mengusap kepala gadis kecil itu dan Melody membalasnya dengan anggukan

"Nanti Melody akan sayang sama adik" Melody kian mempererat pelukannya

Aini merasa sangat bersalah, ia akan mengecewakan gadis kecil ini karena impiannya tidak akan pernah terjadi

Apakah menyetujui kesepakatan dengan Tristan adalah kesalahan? Bagaimana Aini menjelaskan pada Melody jika dirinya tidak akan pernah menjadi putrinya

Tristan menyadari perubahan wajah wanita cantik itu, ia tahu jika Aini pasti merasa bersalah karena akan membuat senyum Melody menghilang

Namun ia sendiri tidak ingin memaksa, ia tidak pernah mencintai wanita manapun. Aini hanya akan terluka jika ia memaksakan hubungan ini

"Kapan Melody bisa ketemu adik?"

Aini tersenyum "Nanti yaa sayang"

Melody masih merengek, Aini harus menemaninya hingga terlelap karena gadis kecil itu ingin dibacakan dongeng

"Sayang, Melody sama Sus aja yaa baca dongengnya" Pengasuh Melody membujuk namun gadis itu tidak ingin mendengarkan siapapun

"Aku mau sama ibu guru"

"Gak apa-apa, Sus. Biar sama saya saja" Aini membawa Melody untuk berbaring

Aini menarik selimut untuk menyelimuti tubuh kecilnya "Melody mau cerita yang mana?"

"Yang ini! Cerita putri raja" Aini tersenyum, ia membacakan cerita sembari mengusap puncak kepala Melody dengan sangat lembut

1
Ilfa Yarni
mari kita lihat sampe mana km bisa bertahan tristan
Ilfa Yarni
hahahaha kasian deh
Ilfa Yarni
sebenarnya tidak keterlaluan Aini itulah hukuman bagi yg suka menyakiti tp Klo km kasihan minta Tristan untuk kasih dia pekerjaan
sunaryati jarum
Memang bukan anak pengungsaha ,tapi jadi wanita simpanan suami pengusaha
sunaryati jarum
Semoga Tristan jadi bucin pada Aini
Ilfa Yarni
Aini jodohmu yg tepat tristan
Ilfa Yarni
knp ya ga di novel atau dunia nyata standar se seorang diukur dgn uang
Heny
Klau aqu jawab mau suami selingkuh mertua jahat
sunaryati jarum
Awalnya kontrak tapi nanti Tristan bucin duluan
Ilfa Yarni
kadang kita emang minder klo berada fitengah2 orang kaya
Ilfa Yarni
aini sama Tristan aja Duda dan janda premium klo yudha msh bisa dpt yg perawan
sunaryati jarum: Emak setuju
total 1 replies
Ariany Sudjana
Tristan sudah jatuh hati sama Aini, cuma ga mau mengakuinya,masih belum move on dari almarhumah istrinya.

lebih suka Aini sama Yudha saja sih, Yudha juga laki-laki yang baik
sunaryati jarum
Setia itu bagus Nak zTristan tapi dia sudah meninggal,jika kau jatuh cinta pada wanita lain bukan berkhianat
Ilfa Yarni
mknys istri udah meninggal yg diingat trus boleh kok ingat tp km kan hrs menjalani hidup jg
sunaryati jarum
Yang nkeluar dari bibirmu lain di hatimu
sunaryati jarum
Semoga Aini bisa menghancurkan benteng pertahanan hati Tristan
Ilfa Yarni
mantan aini nyelingkuhi aini krn aini dasteran aja skr aini cantik diperebutin 2 cowok kaya
Sri Angga
di sia2 kan suami direbutin duo cwo gnteng +tajir.
Ilfa Yarni
aini knp msh baik sih sama dia
Ariany Sudjana
hahaha itulah makanya Andra bodoh, menyia-nyiakan istri tercinta demi pelacur murahan 🤣🤣😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!