NovelToon NovelToon
Bukan Inginku Jadi MADUMU

Bukan Inginku Jadi MADUMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Single Mom
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Risnawati

"Kamu harus tahu diri. Kamu wanita yang tidak pernah di inginkan oleh mas Yusuf. Jangan sesekali meminta perhatian darinya. ingatlah, mas yusuf menikahimu hanya ingin bertanggung jawab pada bayi itu!" tekan Nora.

"Aku tahu, Mbak. Maaf jika sikapku sudah membuat mbak nora tidak nyaman," jawab Siti hajar dengan wajah menunduk.

Kejadian yang tak terduga membuat Siti harus mengandung anak dari majikannya. Menjadi orang ketiga, dan di nikahi secara siri tidaklah membuat gadis malang itu bahagia. ia harus menerima segala hujatan dari nora istri sah Yusuf.

Bagaimana kisah selanjutnya? yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Waktu bersama

Pagi itu, cahaya matahari menerobos masuk lewat celah tirai jendela, menyapa wajah Daffa yang terlelap nyenyak di samping ibunya. Anak itu terbangun dengan senyum yang mengembang di bibir, seolah mimpi indah kemarin sore masih terasa nyata. Begitu saja ia bangun, hal pertama yang dilakukannya adalah berlari kecil menuju pintu penghubung antar kamar, lalu mengetuknya bersemangat.

"Ayah! Ayah sudah bangun belum? Ayo jalan-jalan!" seru Daffa riang.

Pintu terbuka lebar. Yusuf sudah berdiri di sana dengan pakaian rapi yang santai, senyum hangat menghiasi wajahnya. Ia tampak segar dan bersemangat, berbeda jauh dengan wajah lelah yang terlihat kemarin. Sepertinya kebahagiaan menemukan kembali keluarga kecilnya itu telah mengusap segala penat di wajahnya.

"Sudah bangun, Nak. Ayah sudah siap dari tadi menunggu pangeran kecil ini," ucap Yusuf sambil mengangkat tubuh mungil itu ke udara, memutarnya perlahan hingga tawa renyah Daffa menggema memenuhi ruangan.

Siti yang baru saja keluar dari kamar dengan penampilan sederhana namun rapi, tertegun sejenak melihat pemandangan itu. Hatinya kembali berdebar. Ia memaksa dirinya untuk tetap tenang, mengingatkan kembali janjinya kemarin. Ini hanya untuk Daffa.

"Pagi, Mas," sapa Siti pelan, menundukkan pandangan saat Yusuf menoleh ke arahnya.

"Pagi, Siti. Kalau sudah siap, ayo kita berangkat. Aku sudah siapkan rencana perjalanan hari ini," jawab Yusuf lembut, menatap wanita itu dengan pandangan yang sulit diartikan Siti.

Perjalanan dimulai. Yusuf membawa mereka ke sebuah taman kota yang rindang dan luas, tempat yang dulu sering ia kunjungi saat masih muda, tempat di mana banyak kenangan masa lalunya terukir. Di sana, Daffa berlari ke sana ke mari, mengejar kupu-kupu dan tertawa lepas, seolah ingin menebus semua waktu yang hilang selama bertahun-tahun ia hidup tanpa sosok ayah di sisinya. Yusuf tak pernah lepas dari sisi anak itu, ikut berlari, tertawa, menggendong, dan menjawab setiap pertanyaan konyol namun polos yang terlontar dari mulut kecil Daffa.

Siti berjalan agak di belakang mereka, memandangi keduanya dengan perasaan yang campur aduk. Di satu sisi, ia sangat bahagia melihat putranya tertawa sepuas itu. Namun di sisi lain, melihat Yusuf begitu dekat, begitu hangat, dan begitu perhatian, membuat tembok pertahanan yang ia bangun selama ini perlahan mulai retak. Setiap kali Yusuf menoleh dan tersenyum ke arahnya, jantungnya seolah berhenti berdetak sejenak.

"Mari duduk dulu, Siti. Kita istirahat sebentar," panggil Yusuf sambil menunjuk sebuah bangku panjang di bawah pohon besar yang teduh. Daffa sudah duduk di sebelah ayahnya, menggerayangkan kakinya yang lelah tapi masih bersemangat.

Siti mengangguk pelan, lalu duduk di ujung bangku, menjaga jarak sopan.

"Tempat ini... dulu aku sering ke sini saat masih kuliah. Kadang sendirian, kadang sama teman," cerita Yusuf pelan, matanya menatap lurus ke arah taman yang ramai, namun pikirannya melayang. "Dan jujur saja, Siti... selama empat tahun ini, setiap kali aku ke sini, aku selalu membayangkan andai kamu ada di sampingku. Membayangkan kalau kita tidak berpisah, dan kita bermain di sini seperti sekarang."

Napas Siti tercekat. Ia menunduk dalam, menatap ujung sepatunya. "Mas... jangan bicara begitu. Itu sudah masa lalu. Kita sudah punya jalan masing-masing sekarang."

Yusuf menoleh, menatap sisi wajah wanita itu yang masih tampak cantik dan anggun. Ia perlahan mengulurkan tangan, namun berhenti di udara sebelum menyentuh bahu Siti, mengingat janjinya kemarin. Ia menarik kembali tangannya dan mengepalnya kuat-kuat di sisi tubuhnya sendiri.

"Aku tahu. Aku tahu, Siti. Maafkan aku," ucapnya lirih, nadanya penuh kepahitan. "Aku hanya... aku hanya merasa sangat rugi. Rugi karena kebodohanku sendiri. Rugi karena terlalu membiarkan Nora mengatur hidupku, hingga aku harus kehilangan dua orang paling berharga dalam hidupku selama bertahun-tahun."

"Ayah, Bunda, kok diam saja? Ayo jajan! Aku mau makan es krim!" seru Daffa memecah keheningan, matanya berbinar melihat pedagang es krim yang lewat tak jauh dari sana.

Keduanya tersenyum tipis, suasana canggung tadi perlahan menguap. Yusuf langsung bangkit dan menggendong Daffa tinggi-tinggi. "Siap! Ayah belikan es krim rasa apa saja yang kamu mau. Dan Bunda juga, mau apa? Ayah belikan juga."

"Ah... tidak usah, Mas. Aku tidak mau apa-apa," tolak Siti lembut.

"Kalau Bunda tidak mau, Ayah belikan dua saja ya. Satu buatku, satu buat Ayah," sahut Daffa cerdik, membuat Yusuf tertawa.

Setelah puas di taman, Yusuf mengajak mereka berkeliling kota, melewati jalan-jalan untuk menyimpan kenangan bersama mereka. Ia membawa mereka ke sebuah rumah makan sederhana namun legendaris yang terkenal dengan masakan khas daerah itu. Tempat yang dulu menjadi langganan Yusuf saat masih kuliah.

Saat makanan tersaji di meja, Daffa dengan lahap menyantapnya. Yusuf memperhatikan cara makan anak itu, lalu perlahan mengalihkan pandangannya ke arah Siti yang sedang mengaduk makanannya pelan.

Bersambung....

1
Naufal Affiq
istrimu di tempat selingkuhan nya yusuf
Jetva
si Siti ga kerja..??
Jetva
Lah Siti ogeb....ga pux harga diri....
Dewi Habibah
endingnya sudah bisa di tebak🤭
Dewi Habibah
gimana Nora tidak mencari kebahagiaannya sendiri , suami yg di cintai si Yusuf itu memendam cita pada Siti dan Nora di abaikan , lebih baik Nora cari kebahagiaan sendiri la
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
lanjut kak 👍
Naufal Affiq
kasihan aku lihat kamu yusuf,masih saja kau pikir kan perasaan istrimu yang tukang selingkuh di belakang mu
Tri Hastuti
mudah2an mereka bersatu,, nora tinggalin j
Naufal Affiq
nikahin siti yusuf,karena istri mu sudah selingkuh di belakang mu
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
mau lihat reaksi nora gimana nanti 🤧
Suanti
nora sdh selingkuh yusuf tinggal cerai kan nora baru nikah lgi sm siti 🤭
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤: gampang sekali ya kak /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Meri Meri
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sasikarin Sasikarin
bolak balik g up juga... kecewa sangat
❀∂я 𝗗𝗘𝗪𝗜 𝗥⒋ⷨ͢⚤ : Bentar ya kak, lagi nulis🤗
total 1 replies
Naufal Affiq
yusuf berusaha kuat lagi untuk mencari siti dan dafa,mereka ada di Kalimantan lho
Tri Hastuti
biarin j nora selingkuh, nti siti sama yusuf j 😂
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
tapi kabar buruk dari ibumu Haikal , dia selingkuh 😭😭😭😅
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
ini ada maunya raka 🙄
Suanti
semoga secpt nya yusuf ketemu siti dan daffa
untung nora semoga aja ank nya haikal sendri yg nampak mama nya selingkuh sm raka 🤣🤣🤣
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
salah jalan kamu nora pelampiasan sama suami orang 🙄🤧
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
ujungnya jadi selingkuh kalian 🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!