Naina mengira akan hidup bahagia, setelah berstatus sebagai istri dari Romi, seorang pengusaha kaya dan terkenal di negaranya, tapi ternyata banyak cobaan hidup yang harus ia jalani sesudah pernikahan itu.
Awalnya, mereka menikah hanya sebatas kerjasama bisnis, dan Romi tidak mencintai Naina karena gadis itu tuna wicara. Namun, seiring berjalannya waktu perasaan Romi mulai berubah pada istrinya, dan mereka mulai tertarik satu sama lain.
Suatu hari, hal naas terjadi kepada Romi yang mengalami kecelakaan hingga ia menderita kebutaan.
Setelah kecelakaan itu Naina di perlakuan sangat tidak baik oleh keluarga Romi, terutama sang ibu mertua, karena mereka menganggap perempuan itu pembawa sial.
Bagaimana sebenarnya kecelakaan itu terjadi, dan apakah benar Naina penyebabnya? Akankah Naina terus bertahan dalam penyiksaan mertuanya, dan akan hidup bahagia bersama Romi ?
Yuk ikuti terus kisah mereka!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gentra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Romi langsung bergegas turun dari kendaraan nya, ia langsung mendekat ke arah kendaraan yang baru sampai di rumah tersebut.
"Nai... bener ini kamu" kata Romi sambil memeluk perempuan itu tiba-tiba.
"Hai kamu ini siapa peluk-peluk anak saya, lepaskan! " bentak seorang perempuan yang sudah tidak lagi muda, akan tetapi masih terlihat sangat cantik.
"Saya tidak akan pernah melepaskan dia lagi, sudah cukup menderita saya kehilangan nya" kata Romi sambil terus memeluk erat wanita yang di anggap nya Naina. Dan perempuan itu tidak berkata apapun hanya air matanya yang mengalir membasahi pipinya.
"Mau membuat anak saya meninggal, lepaskan dia atau saya panggil security untuk mengusir kamu" tegas wanita itu, sungguh ia tidak sudi anak nya di sentuh oleh laki-laki yang hanya memberikan nya penderitaan.
"Anak... " kata Romi sambil melepaskan pelukan nya dari Naina, ia menatap wanita yang terlihat sangat marah atas kehadiran dirinya.
"Ia, Naina anak saya adik dari Adam. Selama ini kami terpisah, jadi mulai saat ini tidak ada hak lagi kamu untuk membuat anak saya menangis" kata ibu kandung Naina.
"Saya tidak pernah menyakiti Naina, Tante... tolong maafkan Na... " kata Romi sambil bersujud di kaki Naina.
Perempuan itu memundurkan langkah nya, akan tetapi Romi terus memegang kaki Naina untuk mendapatkan pengampunan. Ia sungguh minta maaf atas apa yang telah di lakukan oleh Rasti dan Rini, sungguh ia akan menebus nya dan akan memberikan kebahagiaan untuk Naina. Sungguh ia tidak tega melihat sang suami seperti ini, akan tetapi ia juga tidak bisa berbuat apapun. Keluarga barunya melarang keras untuk kembali terhadap Romi, karena mereka sangat menyayangi Naina. Adam dan keluarga nya tidak akan membiarkan keluarga Romi menyiksa Naina kembali.
"Jangan seperti itu, bangun lah nggak enak di liat orang! " kata Adam memerintah Romi untuk bangun.
"Saya tidak akan bangun sebelum Naina memafkan nya" kata Romi terus bersujud di kali Naina, perempuan itu merasa tidak nyaman dengan perlakuan Romi seperti itu.
Adam memberi isyarat terhadap Naina agar membantu Romi untuk bangun.
"Maafkan aku mas... sekarang aku tidak bisa lagi bersama mu, bukan karena aku nggak cinta akan tetapi keluarga baru ku tidak akan pernah menerima anak nya kembali ke rumah itu" batin Naina.
Akhirnya Romi berdiri dan posisi mereka berhadapan, wajah seorang wanita yang selalu membawa kedamaian untuk jiwanya. Setelah cukup lama mencari keberadaan nya, akhirnya ketemu juga. Akan tetapi sikap perempuan itu berubah menjadi dingin.
"Ayo kita masuk dulu, nggak enak bicara di luar! " ajak Adam terhadap Romi, laki-laki itu masih bisa bersikap baik terhadap Romi. Beda lagi dengan sang Mama yang sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya. Sungguh ia ingin sekali membalas semua perbuatan dari Rini dan Rasti.
"Untuk apa dia di suruh masuk, Mama nggak sudi b4jing4n ini masuk ke rumah kita! " kata sang Mama dengan nada bicara yang judes.
"Ma... nggak seperti itu juga, mereka tuh pada ngeliatin. Nggak enak sama tetangga" kata Adam sambil menyandang tangan Naina untuk segera masuk ke dalam rumah.
Akhirnya sang Mama masuk terlebih dahulu, tanpa menghiraukan Naina dan juga Adam.
Romi berjalan di belakang mereka semua, sungguh ia sudah tidak memiliki keberanian untuk menatap wajah mereka semua. Bahkan Adam selalu bersikap baik, meskipun kelakuan keluarga nya seperti itu.
Setelah sampai di dalam Romi dipersilakan untuk duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan tersebut, lalu ada memerintahkan pelayan yang ada di rumah agar membuatkan minuman untuk Romi.
Setelah beberapa saat pelayan kembali dengan membawa cangkir kopi, lalu menaruhnya di atas meja. Adam mempersilahkan Romi untuk menikmati kopi tersebut, sedangkan Naina duduk di samping Adam. Perempuan itu dari tadi hanya diam saja, ia tidak menunjukkan respon apapun di saat Romi menangis sambil memeluk kakinya pun ia tidak mengeluarkan air mata sedikitpun. Sebab rasa sedih dan kecewanya Naina terhadap keluarga Romi itu sudah terlalu banyak, bagi Naina sudah tidak ada lagi yang perlu ditangisi dan disesali.
Semua ini sudah ditakdirkan oleh sang Kuasa harus bisa diterimanya dengan lapang dada.
" Maafkan aku, Na...gara-gara aku kamu tidak bisa melihat. Andai saja semua ini bisa dikembalikan, lebih baik aku buta selamanya daripada harus mengambil apa yang seharusnya menjadi milikmu. Kesalahanku dan keluarga terlalu banyak sehingga tidak ada kata maaf untukku dan keluarga, tetapi aku berharap setelah ini kita bisa memulainya lagi dari awal aku akan berjanji dengan sepenuh hati dan ragaku akan menjagamu dan menyayangimu di sisa umurku "kata Romi sambil menatap lekat wajah Naina yang terlihat biasa saja, perempuan itu tidak menunjukkan respon sedih atau apapun.
Padahal di dalam hatinya ia sedih rasa, rindu yang selama ini ia tahan untuk sang suami. Akan tetapi ia berusaha untuk tidak menunjukkannya di depan Adam dan keluarganya. sebab Ia tidak ingin keluarganya kecewa atas sikap yang ia lakukan terhadap keluarga Romi, keluarga barunya menentang dengan keras bahwa Naina tidak boleh berhubungan lagi dengan Romi apapun itu alasannya.
Mereka tidak mau mengambil resiko dan membahayakan nyawa Naina akibat kejahatan yang dilakukan oleh Rasti nantinya.
" Kata siapa Anak saya mendonorkan mata untukmu, Saya tidak Sudi mata anak saya ada di kamu! " ucap seorang perempuan yang tiba-tiba muncul dari arah belakang."jadi ini kornea mata siapa?"tanya Romi sambil menatap Adam, Iya meminta penjelasan terhadap laki-laki yang sedang duduk di hadapannya.
Sedari tadi Romi belum menyadari bahwa Naina itu masih bisa melihat, kalau saja Ibu dari Adam tidak berbicara bahwa Naina tidak mendonorkan matanya untuk Romi.
" Awalnya Naina ingin mendonorkan matanya untuk kamu, meskipun kami sudah melarangnya akan tetapi dia bersikeras dengan keyakinannya bahwa dia tidak ada masalah dengan mendonorkan matanya untukmu akan tetapi Mama dan saya tidak rela Naina kehilangan penglihatannya hanya demi kamu, bahkan keluarga yang tidak menghargai keberadaannya. Semua itu tidak pantas kalian dapatkan dari Naina, saya Mencari Pengganti agar Naina terbebas dari donor mata itu, kalau saja tidak mendapatkan donor itu dengan tepat mungkin saja Naina sekarang tidak dapat melihat"kata Adam dengan nada bicara yang pelan tetapi sangat menusuk ke jantung.
" Syukurlah jika memang ini bukanlah kornea mata Naina, jadi sekarang kamu masih bisa melihat keberadaanku? "tanya Romi sambil menatap lekat wajah Naina, akan tetapi Naina hanya tersenyum tipis menatap ke arahnya.
"Apa kamu tidak akan pernah memaafkanku?" kata Romi dengan menggunakan bahasa isyarat untuk sang istri.
"Jika kamu ingin di terima di keluarga ini dan ingin bersama Naina, bahwa kamu bisa membuat ia bagia maka buktikan lah itu" kata Perempuan yang sudah tidak lagi muda, lalu perempuan itu mengajak Naina untuk segera pergi dan meninggalkan Romi yang masih berada di ruang tamu.
"Saya berjanji akan membuktikan bahwa saya sangat mencintai Naina" kata Romi dengan derai air mata sambil menatap punggung sang istri yang mulai menjauh dari pandangan nya.
"Sekarang pulang lah, Naina sudah bahagia di sini! ku harap kamu mengerti" kata Adam.
TAMAT.
Terimakasih untuk semuanya yang telah mengikuti Naina sampai selesai.
Jika ingin tahu bagaimana Naina bisa menjadi adik nya dari Adam, ada di next judul yah.
Buktikan kepada Naina bahwa kamu mencintainya
Wahai emakkkk kenapa sifatmu bikin orang darah tinggi ga ada baiknya sedikitpun