Menjadi seorang anak yatim piatu yang ditinggalkan kedua orang tuanya karena kecelakaan, kini Ayuna Kinanti Pradipta diasuh dan dibesarkan oleh om nya, Davian Robert adik dari Ibu Ayuna.
Biasa tinggal bersama Davian, membuat perasaan Ayuna perlahan berubah, jantung Ayuna bahkan berdebar kencang saat berada di dekat Davian.
Tak bisa lagi menahan perasaannya, Ayuna pun akhirnya mengungkapkannya kepada Davian.
Lantas bagaimana tanggapan Davian saat keponakannya sendiri mengungkapkan cinta padanya?
Akankah Davian menolak perasaan Ayuna atau justru menerimanya?
Ikuti ceritanya yuk di novel berjudul You Are My Sunshine, hanya di Noveltoon!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 1PM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 35
Davian melangkah keluar kantornya bersama Reza mereka ada janji makan siang dengan kliennya. Sebuah kafe yang cukup jauh dari kantornya, Davian mengamati kafe itu yang ternyata tidak jauh dari sekolah Yuna. Mengingat Yuna, entah kenapa dia merasa ada yang aneh dengan keponakannya itu belakangan ini, bahkan Davian menepis pikiran gilanya yang sempat menduga mengira Yuna menyukainya.
Davian kini menatap Reza, "Apa belum datang?" Tanya Davian pada asistennya itu.
"Sepertinya belum Pak, akan aku coba hubungi," jawab Reza yang langsung mengambil ponselnya.
"Hai, maaf sudah membuat kalian menunggu," kata seorang wanita yang tiba-tiba berdiri di dekat meja Davian.
"Kamu?"
"Yes, aku."
Davian langsung bangkit, dan hendak pergi tapi wanita itu dengan cepat menahan tangan Davian.
"Jessica, aku kesini untuk membahas pekerjaan bukan hanya makan siang biasa, jadi bisakah kamu tidak menggangguku?" Kata Davian mencoba melepaskan tangan Jessica.
"Iya, tentu saja kita kesini untuk membahas pekerjaan, makanya kamu jangan pergi dan kita duduk dulu."
"Apa maksudmu?"
Jessica tersenyum dan mengulurkan tangannya kepada Davian, "Perkenalkan saya Jessica sekretaris Pak Lou, saya mewakili beliau untuk membicarakan proyek kerja sama perusahaan Anda dan beliau.
Davian menatap Reza, meminta penjelasan pada pria itu, tentang apa yang baru saja dikatakan Jessica.
Reza menggeleng, mengisyaratkan bahwa dia juga tidak tahu jika Jessica adalah sekretaris Pak Lou, karena terakhir pertemuannya dengan Pak Lou sekretarisnya bukan Jessica.
"Ah aku sekretaris barunya, aku baru bekerja sekitar hampir satu bulan," jawab Jessica yang seolah mengerti arti tatapan keduanya.
Davian mengernyit, dia kemudian mengambil ponselnya untuk memastikan itu, karena tidak mungkin Pak Lou meminta sekretaris baru untuk mewakilinya membahas proyek yang bernilai milyaran. Pak Lou bukan orang seceroboh itu, kecuali jika Jessica...tapi sayangnya nomor yang Davian hubungi saat ini tidak aktif.
"Kenapa? Apa kamu tidak bisa menghubunginya?" Tanya Jessica tersenyum saat Davian menatapnya, sambil kembali mencoba menghubungi nomor Pak Lou.
"Sudahlah, aku yakin kamu tidak bisa menghubungi nomor itu sekarang, karena beliau sedang sibuk sekarang. Dan kalau kamu tidak percaya dengan apa yang aku ucapkan tadi, aku bisa menghubungi nomor pribadinya, dan kamu bisa menanyakannya secara langsung," ucap Jessica yang kemudian mengambil ponselnya.
"Halo Pa, Davian ingin berbicara sama Papa," ucapnya yang membuat Davian maupun Reza terkejut mendengar itu.
Terutama Davian, karena setahu Davian ayah Jessica bukan bernama Lou.
"Ini," Jessica pun memberikan ponselnya pada Davian membiarkan agar Davian berbicara dengan orang yang dipanggil papa olehnya.
Setelah berbicara cukup lama, Davian pun mengembalikan ponsel Jessica, kemudian beralih pada Reza memerintahkan pria itu untuk membelikan dia sesuatu. Dan nanti akan bertemu di tempat yang akan Davian kirim lewat chat.
Reza pun langsung bangkit dan pergi menuruti perintah bosnya.
"Bagaimana? Sekarang percayakan?" Kata Jessica yang kemudian duduk di tempat Reza tadi.
"Kita mulai sekarang!" Ucap Davian kemudian mulai membahas pekerjaan mereka.
Jessica terus menatap Davian yang menurutnya semakin tampan saat sedang serius seperti ini.
"Apa kau mendengarkanku?" Tanya Davian yang tahu jika Jessica terus memperhatikannya.
"Ya tentu saja aku mendengarkanmu, dan menurutku itu bagus, laksanakan saja seperti apa yang tadi kamu katakan, papa pasti juga akan setuju," jawab Jessica kemudian membereskan berkas-berkas di meja. Dia kemudian merangkul Davian dan menyandarkan kepalanya di bahu pria itu.
"Jessica!" Ucap Davian merasa risih.
"Please sebentar saja," ucap Jessica yang kini justru memejamkan matanya.
"Jess!"
"Iya, iya," kata Jessica yang kini kembali menegakkan badannya.
Jessica kecewa, Daviannya benar-benar berubah, tidak salahkan jika Jessica masih menganggap Davian miliknya, karena mengingat tidak ada kata putus diantara mereka.
"Oh ya, Papa sudah kasih tahu kamu belum?"
"Sudah, dan lebih baik kita berangkat sekarang, karena jika nanti-nanti jalanan akan semakin padat," ucap Davian yang langsung bangun dari duduknya.
Jessica ikut bangun dan menggamit lengan Davian, Davian mencoba melepaskan tapi Jessica justru semakin erat merangkulnya. Davian hanya bisa menghela nafas, sebenarnya dia bisa saja menepis tangan wanita itu, tapi Davian tidak ingin mempermalukan Jessica di depan umum.
Davian dan Jessica melangkah keluar dan menuju ke mobil Jessica karena mobil Davian tadi di bawa Reza. Davian kemudian melajukan mobil milik wanita itu, tak sadar jika di belakangnya ada mobil yang kini sedang mengikutinya.
*
*
Ayuna menatap tak percaya pada apa yang dilihat di depannya. Davian turun dengan wanita itu di hotel.
Ayuna sebisa mungkin menahan air matanya agar tidak tumpah saat itu juga. Dia hendak turun dari mobil, tapi Bara segera menahannya.
"Kamu yakin mau turun?" Tanya Bara.
Dan Ayuna hanya mengangguk, Ayuna melepaskan tangan Bara dan dia segera turun. Bara pun ikut turun dan mengikuti Ayuna memasuki hotel itu.
Awalnya mereka berdua ditolak, apalagi baik Yuna maupun Bara masih mengenakan seragam sekolahnya. Tak tahu apa yang Bara katakan pada petugas hingga akhirnya mereka mengizinkan Ayuna dan Bara diizinkan masuk.
Ayuna berjalan cepat mengedarkan pandangan mencari sosok om nya hingga arah pandangnya jatuh pada seorang pria dengan wanita yang selalu menempel bagaikan seekor lintah. Pria itu adalah Davian, bersama dengan wanita yang Yuna lihat di cafe tadi. Ayuna terus mengikuti kemanapun mereka pergi, hingga berakhir dengan mereka memasuki sebuah kamar hotel. Ayuna mengepalkan kedua tangannya saat melihat itu.
"Seharusnya aku tahu dari awal, apa yang aku harapkan?"
Bagaimanapun Om Davian pria normal, dia tidak mungkin mau dengannya yang selalu masih dianggap Davian anak kecil.
Yuna pun akhirnya memilih meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang campur aduk, sakit, sedih, kecewa, semuanya menjadi satu, nyatanya perasaan cinta itu, hanya Ayuna sendiri yang memiliki, Davian sama sekali tidak memiliki perasaan apapun terhadapnya. Di mata Davian, Ayuna hanyalah anak kecil, Yuna adalah keponakannya. Air mata yang sedari tadi ditahannya kini jatuh juga. Jika seperti itu, apa maksud Davian menciumnya, apa maksud Davian yang melarang Yuna dekat pria lain? Apa maksud semua itu? Yuna benar-benar tidak mengerti.
Yuna kemudian berlari menerobos orang-orang yang berlalu lalang. Bahkan dirinya menabrak orang yang menghalangi jalannya.
"Yuna!"
Bara memanggil-manggil Yuna dan mengejar gadis itu.
Yuna menulikan pendengarannya, saat ini dia hanya berharap ingin segera pergi dari tempat ini.
"Ahhhh!" Teriak Yuna tidak peduli jika saat ini banyak orang yang memperhatikannya. Yuna terus berlari dan berlari tidak peduli dengan keadaan sekitar.
"Kau bilang akan menyatakan perasaanmu padanya? Kau bahkan sudah melihat sendiri Yuna, apa kau ingin mendengar langsung penolakannya? Itu yang ingin kamu dengar?" Ucap Yuna pada dirinya sendiri.
"Yuna tunggu Yuna!" Teriak Bara. Pria itu benar-benar khawatir melihat keadaan Yuna yang terlihat kacau.
Yuna tetap berlari, hingga tiba-tiba…
Tiiiinnnn
"Yuna!"
Apakah cinta baru akan mampu bertahan saat cinta pertama memiliki kenangan dan ruang tersendiri? Cari jawabannya di MY OWN KOREAN DRAMA
Chris McKenzie akan membawa kalian mengarungi indahnya cinta pertama dan bagaimana akhirnya dia dipertemukan dengan cinta baru. Siapa yang akhirnya dapat memenangkan aktris Korea Selatan Christina MacKenzie? Mantan bosnya atau member boyband GuBoy? Well.... kalian harus mengikuti kisahnya agar mengerti.
baru nyimak💪💪💪