Sequel Senyummu Mengalihkan Duniaku dan Beautiful And Of Challenge
"Dad, Axelle gak mau nikah sama dia, apa lagi dia masih bocah"
"Lo fikir gue mau nikah sama lo, gue bukan bocah"
"Diam. Kalian harus mempertanggung jawabkan perbuatan yang kalian lakukan" bentak Kaisar
"Kalo kalian tidak macam macam pernikahan ini tidak akan terjadi" sahut Dean
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TM. S2 (kamar siapa?)
Sepulang dari kantornya Axelle Anin mampir lebih dulu ke rumah orang tuanya. Mumpung hari ini libur jadi ia ingin main di rumah orang tuanya sambil menunggu Axelle pulang dari kantor.
"Mom.." Teriak Anin sambil masuk ke dalam rumah orang tuanya.
Rumah itu terlihat sepi hanya ada para pelayan yang sedang mengerjakan tugas masing masing, setelah menyapa nona nya mereka kembali melanjutkan pekerjaannya masing masing.
Anin menaiki satu persatu anak tangga dengan cepat menuju ke lantai dua, ia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan sang mommy.
Sesampainya di depan kamar sang mommy ia langsung masuk tapi tidak menemukan keberadaan mommy nya di sana, ia kembali keluar mencari mommy nya, padahal tadi pelayan bilang mommy nya sedang di atas tapi tidak ada.
Anin berhenti di depan sebuah kamar yang tidak jauh dengan kamarnya, pintu kamar itu sedikit terbuka. Dengan hati hati dan perlahan Anin mendekati pintu itu. Ia mengintip melihat ke dalam, ternyata orang yang ia cari tengah duduk di tepi sebuah ranjang kecil berwarna biru. Ia tidak dapat melihat wajah mommy nya karena ia duduk membelakangi Anin. Tapi melihat pundak mommy nya yang bergerak naik turun seperti nya ia sedang menangis.
"Mom.. " Anin memegang pundak mommy nya pelan.
Clara terkejut, saat ada orang yang tiba tiba memegang pundaknya, dengan cepat ia menghapus air matanya kemudian ia menoleh mendapati putrinya yang tengah berdiri sambil menatapnya tajam.
"Mommy sedang apa di sini? ini kamar siapa?" Anin melihat sekeliling kamar tersebut sepertinya itu bukan kamar dirinya waktu bayi, karena kamar itu dominan warna biru dengan berbagai jenis mainan khas laki laki berjajar rapi di sana.
"Eh sayank kapan kamu datang? " bukannya menjawab Clara malah balik bertanya pada anaknya itu.
"Mom, ini bukan kamar Anin waktu kecil kan? ini kamar siapa sebenarnya?" Anin menatap mommy nya tajam.
Clara menghampiri Anin, wajahnya terlihat gugup "Bukan kamar siapa siapa sayank, ayo kita turun sebentar lagi daddy dan suamimu pulang! Kita siapkan makanan untuk mereka! " Clara menarik tangan Anin keluar dari kamar tersebut.
"Tapi mom.. "
"Ayo sayank, nanti keburu daddy pulang loh. " setelah mereka berada di luar kamar Clara segera mengunci pintu kamar itu.
Meski masih bingung dengan pikiran di penuhi berbagai macam pertanyaan tapi Anin menuruti permintaan mommy nya.
Anin membantu sang mommy menyiapkan berbagai macam makanan, tapi sesekali ia mencuri pandang pada mommy nya yang tidak terlihat baik baik saja meski bibirnya terus berceloteh dengan senyum yang tidak kunjung pudar tapi sorot matanya mengatakan sebaliknya.
Setelah selesai membuat makanan Anin naik ke lantai dua masuk ke dalam kamarnya untuk segera membersihkan diri karena waktu sudah sore dan sebentar lagi suaminya pasti akan segera tiba.
Anin mengisi bathtub dengan air dan sabun aroma terapi, ia ingin menenangkan pikirannya yang masih melayang ke kamar bayi tadi.
Setelah air terisi penuh, ia segera masuk kedalam setelah menanggalkan semua pakaiannya lebih dulu. Setengah jam berlalu tapi ia masih betah berendam di sana sambil memejamkan matanya. Wangi sabun aroma terapi sangat membuat dirinya rileks.
Anin terperanjat saat ada pergerakan dari depannya, ia merasakan seseorang masuk ke dalam bathtub yang kini ia tempati.
"Ax.. Apa yang kamu lakukan? " mata Anin membesar saat melihat suaminya sudah ada di dalam air tanpa sehelai benang pun.
"Habis kamu aku cari tidak ada. Eh tau nya ke asikkan di sini sampe suami pulang juga gak di sambut, " gerutu Axelle tapi tangannya terulur menyentuh area sensitif Anin.
"Ax.. Hentikan. Maaf aku tidak tau kamu sudah pulang! " Anin menahan tangan Axelle yang sedang bermain dengan bukit kembarnya.
"Kenapa? Apa kamu mau menolak ajakan suami? dosa loh! " Axelle mencolek hidung mancung istrinya.
"Bukan begitu tapi aku mmmppppphhh.. " Anin tidak dapat melanjutkan ucapannya karena dengan cepat Axelle ******* habis bibirnya.
"Ax.. Akh.. Jangan di sini akh.. " ucap Anin dengan nafas tersenggal ia berusaha menahan gerakan Axelle yang terus menjamah setiap inci tubuhnya.
Axelle tidak menjawab ia bangkit dari dalam air dan menarik tangan Anin supaya bangun dan berdiri, setelah Anin berdiri ia menggendongnya keluar dan merebahkan istrinya di atas ranjang.
Sudah ah, sisanya imajinasikan sendiri ya 😁
Jangan lupa like dan komen ya
Ilove you 😘