NovelToon NovelToon
Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Miarosa

"Tanda tangani surat cerai ini atau keluargamu membusuk di penjara!"

​Difitnah atas kejahatan yang tidak dilakukannya, Flossie diusir oleh suaminya, Alfie Kincaid, ke tengah badai malam. Pria itu tidak pernah tahu, Flossie pergi dengan membawa rahasia yang terkunci rapat di dalam rahimnya.

​Lima tahun kemudian, wanita yang disangka telah mati itu kembali sebagai sosok berkuasa yang siap membalikkan keadaan.

​Saat kebenaran masa lalu mulai terungkap satu per satu, Alfie berlutut memohon kesempatan kedua. Namun, sepasang mata dingin sang mantan istri menatapnya tanpa emosi.

​Apakah Alfie sanggup membayar harga dari sebuah pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

"Selamatkan ibunya," jawab Xavier tanpa keraguan sedikit pun.

"Nyawa wanita itu adalah prioritasku. Lakukan apa pun untuk menghentikan pendarahannya!"

​Dokter utama itu mengangguk cepat, raut wajahnya menegang.

"Baik, Tuan Ellis. Kami akan segera bertindak. Tolong doakan yang terbaik."

​Pintu ganda besi ruang operasi kembali bergeser menutup dengan bunyi berdentang dan memutus pandangan Xavier.

Koridor rumah sakit kembali dilingkupi keheningan yang mencekam hanya menyisakan Xavier yang mengepalkan tinjunya erat-earat di dalam saku celana.

***

​Sementara itu, di bawah sisa-sisa amukan badai yang mulai mereda di pinggiran ibu kota, raungan sirine polisi memecah kesunyian malam di jalur tol lembah pembuangan. Dua mobil patroli terparkir di tepi jembatan pembatas jalan raya.

​Alfie berdiri di dekat pembatas besi dan napasnya memburu berbaur dengan hawa dingin yang menusuk tulang. Kemeja flanelnya basah kuyup akibat rintik hujan yang kembali menderas.

​"Pak Kincaid!"

Seorang petugas kepolisian berpangkat sersan setengah berteriak dan berjalan setengah berlari mendatangi Alfie dari arah lereng tebing di bawah jembatan.

"Tim kami menemukan petunjuk baru di bawah!"

​Alfie langsung berbalik dan mencengkeram kerah jaket petugas itu dengan panik.

"Apa?! Apa yang kalian temukan? Di mana dia?!"

​"Tenang dulu, Pak! Tolong lepaskan tangan Anda," ucap petugas itu mencoba menenangkan, meskipun raut wajahnya sendiri tampak sangat suram.

​Alfie melepaskan cengkeramannya dengan kasar dan tangannya bergetar hebat.

"Katakan padaku! Di mana Flossie?!"

​"Ikut saya, Pak, tapi Anda harus mempersiapkan mental Anda," ujar petugas polisi itu sembari memimpin jalan menuruni pembatas jembatan menuju jalan setapak tanah yang becek dan licin di tepi tebing sungai.

​Alfie melangkah terseok-seok di belakang petugas. Jantungnya bertalu begitu keras hingga rasanya mau melompat keluar dari dada. Ketakutan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya sekarang mencengkeram seluruh kesadarannya.

"Tidak, Flossie, kamu tidak boleh mati," jerit batinnya berulang kali dan mencoba mengusir rasa bersalah yang sekarang mencekik lehernya.

​Di bawah tebing, tepat di tepi aliran sungai yang arusnya sedang mengganas dan berwarna cokelat pekat akibat banjir kiriman, tiga petugas polisi sedang berjongkok mengelilingi sebuah area dengan garis polisi kuning. Senter-senter mereka menyorot ke satu titik di atas batu cadas yang basah.

​"Apa itu?" suara Alfie tercekat saat dia melangkah mendekati lingkaran cahaya senter.

​Salah satu petugas mendongak dan menatap Alfie dengan tatapan penuh simpati yang justru membuat lutut Alfie mendadak lemas. Petugas itu menggunakan pinset panjang untuk menunjukkan sebuah kantong plastik transparan berisi barang bukti.

​Di dalam kantong plastik itu terdapat sepasang sandal rumahan berbahan kain tipis. Sandal itu sangat familier di mata Alfie, itu adalah sandal yang selalu dipakai Flossie saat menunggunya pulang di rumah dan yang membuat dada Alfie seperti dihantam gada besi adalah noda merah pekat yang berlumuran di sekujur permukaan sandal tersebut.

​Darah segar yang belum sepenuhnya terbilas oleh air hujan.

​"Kami menemukan sandal ini tersangkut di antara celah batu cadas, tepat di titik jatuhnya arus air dari atas tebing jalan tol," urai sersan polisi yang berdiri di samping Alfie.

​"T-Tidak. Ini bukan miliknya," dusta Alfie dan menolak memercayai penglihatannya.

"Dia pasti sengaja meninggalkannya! Dia hanya ingin memeras perasaanku!"

​"Pak Kincaid, tolong lihat bercak darah ini," petugas polisi itu mendekatkan kantong bukti.

"Volume darah di sekitar sandal ini cukup banyak sebelum tersapu arus. Ini mengindikasikan pemiliknya mengalami cedera atau pendarahan fatal sebelum sebelum dia terjatuh atau melompat ke dalam sungai."

​"Melompat?!"

Alfie berteriak histeris dan mencengkeram kepalanya sendiri.

"Dia tidak akan melompat! Dia tidak punya nyali untuk mati!"

​"Manusia yang berada di puncak keputusasaan bisa melakukan apa saja, Pak," sahut sersan polisi itu dengan nada rendah yang menohok tepat ke ulu hati Alfie.

"Dari laporan awal Anda, Anda baru saja mengusirnya malam ini dalam keadaan badai tanpa membawa apa-apa, bukan?"

​Alfie mematung. Kata-kata petugas itu seperti ribuan jarum yang menusuk harga dirinya. Wajah Flossie yang menangis dan memohon agar dia dipercaya di koridor rumah sakit tadi kembali berkelebat di benaknya.

"Kenapa aku harus meracuni Ibu? Aku tidak punya alasan untuk melakukan hal sekeji itu!'"

Kalimat pasrah Flossie kini bergema begitu keras di telinganya dan mengalahkan gemuruh air sungai.

​"Cari dia!"

Alfie tiba-tiba mencengkeram lengan sersan polisi itu dan matanya memerah menahan tangis yang pecah.

"Kerahkan seluruh tim SAR! Aku akan membayar berapa pun! Bawa helikopter, bawa penyelam! Cari istriku sekarang juga!"

​Sersan polisi itu menghela napas panjang, lalu perlahan namun tegas melepaskan tangan Alfie dari lengannya. Ia menepuk bahu pria itu dengan perlahan dan menatapnya dengan pandangan yang pasrah.

​"Pak Kincaid, dengarkan saya dengan baik," ucap petugas kepolisian itu.

"Dengan arus sungai yang mengganas dan debit air setinggi ini akibat badai, ditambah dengan indikasi pendarahan hebat yang dialami korban kemungkinan istri Anda selamat setelah jatuh dari tebing ini adalah nol persen."

​Kata-kata itu bergaung di kepala Alfie bagai lonceng kematian. Dada Alfie mendadak dihantam oleh rasa sesak yang luar biasa dahsyat, seolah-olah seluruh pasokan oksigen di sekitar lembah itu lenyap dalam seketika.

Pandangannya bergoyang dan untuk pertama kalinya dalam hidup seorang Alfie Kincaid, sang CEO dingin yang tak terkalahkan, dia jatuh berlutut di atas tanah berlumpur yang kotor.

1
tia
lanjut thor
sunaryati jarum
Lega Flossie dan kedua bayine selamat dan sehat
sunaryati jarum
Semoga berhasil dalam.karir dan membesarkan dua anakmu Flossie
sunaryati jarum
Jangan kesuksesan kamu terbuka Emma
sunaryati jarum
Dendammu jangan sampai.membuatmu jadi monster tapi jadi wanita tangguh yang berkualitas
sunaryati jarum
Pembalasan baru dimulai dengan.penolaksn pembelian desain
sunaryati jarum
Good job ternyata kamu punya.keahlian desain perhiasan Flossie semoga sukses dengan bimbingan Xavier
sunaryati jarum
Penyesalan kamu makin dalam.Alfie apalagi jika kebenaran tentang teh herbal dan foto
sunaryati jarum
Flossie semangat demi kedua janin di rahimmu dan membalas perlakuan Madam Willa dan Alfie
sunaryati jarum
Berarti.foto- foto editan perselingkuhan Flossie itu kerjasama Wiila dan Nadia
sunaryati jarum
Xavier mafia dan musuh Kincaid
sunaryati jarum
Kau cari sepanjang sungai sampai muara laut tidak akan ketemu,Alfie
sunaryati jarum
Ada maksud lain Xavier menolong kamu
sunaryati jarum
Setelah tidak terlihat menyesal
sunaryati jarum
Semoga bayimu kuat seperti kamu Flossie
sunaryati jarum
Akhirnya dapat pertolongan
sunaryati jarum
Kuat dan jadi orang hebat Flossie
sunaryati jarum
Kuat dan tabah semoga kau menemukan kesuksesan bersama anak yang kau kandung Flossi
sunaryati jarum
Baru mampir
Miarosa: makasih sdh mau mampir 😍
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
ditunggu lanjutannya kk 💪
Miarosa: sudah lanjut ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!