NovelToon NovelToon
Badgirl Vs Ketos

Badgirl Vs Ketos

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: blackblue_re

Si Raja Es yang merupakan Ketua Osis SMA Generasi Bangsa, dipertemukan dengan badgirl kelas mujaer yang belangsak dan petakilan. Berulang kali membuat masalah, berulang kali ngebuat Elang kesal. Benci jadi cinta? Udah biasa.

Apa jadinya kalau cinta menjadi benci,

Lalu harus dipertemukan lagi oleh semesta?

Badgirl vs Ketos started>>>

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blackblue_re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#35. Pin Hitam

Elang's Pov.

Suara gaduh di area parkiran membuat gue semakin gerah. Entah cuma perasaan gue, atau memang sekolah ini jadi lebih banyak keributan sejak kedatangan si cicak legends.

Gue kira pas pengumuman juara dia bakal menempati posisi setelah gue, karena gue tahu. Otak dia memang terbilang lumayan. Dia bisa nyelesain 1 soal matematika dalam 3 menit. Gue sempat kesal waktu tahu nama dia menduduki posisi pertama di atas gue.

Kerumunan yang tadinya penuh dengan suara lengkingan tiba-tiba diam. Gue menatap seorang cewek absurd yang lagi jongkok menutup telinga.

Semenyedihkan itukah?

"Ngapain lo?"

Cewek itu mengangkat wajahnya yang pucat macam setan ketahuan nyolong daleman. Gue rada kasihan melihat dia walaupun rasa benci gue lebih besar.

"Ikut gue."

Itu suara gue? Sialan.

Gue membalikkan badan berharap cewek itu gak mendengar ucapan yang kurang berfaedah tadi. Tapi bunyi langkah di belakang gue udah jelas terdengar.

Dia ngekor.

Sampai di tempat gue parkir motor dia tetap ngekor. Dengan masang wajah kesal gue menaiki motor berharap cewek itu segera minggat. Gue cuma pisahin dia dari kerumunan tukang bully.

"Pulang sendiri. Gue gak mau antar." gue menyalakan motor.

"Lah? Tadi lo nyuruh ngikut?! Gimana sih, gue udah ketinggalan bus dasar sedot septitenk!" cerca dia marah, hidungnya kembang kempis.

"Lo gak punya motor?"

"Motor gue dibengkel!" Ketus dia lalu pergi sambil menghentakkan kaki, marah.

Marah yang aneh.

"Oy!" panggil gue mensejajarkan langkah dia dengan motor. Dia melirik sinis, pengen nyongkel mata orang tapi takut dikutuk jadi monyet.

"Hm?"

"Di sini banyak setan," kata gue ngawur, kok aneh ya? Gue ngapain sih?

"Iya, apalagi sama cowok tembok kayak lo, mbak kuntinya demen tuh pen grepe-grepe!" Balas dia dengan gemas.

Lucu, eh gak deng. Jijik malah.

Suasana yang tadinya cerah berangsur berubah jadi mendung. Entah sejak kapan sekolah mulai sepi, suara gesekan pohon karena tertiup angin mulai mengisi suasana sekolahan yang angker.

"Naik!" perintah gue mulai ngerasain hawa-hawa tak sedap.

"Ogah gue." Masih marah dia ceritanya, pengen ninggalin takut besok malah jadi arwah gentayangan.

"Naik atau gue tinggal?!" ancam gue dan pastinya gak mempan.

"Bodo."

"Naek cicak!!" untuk yang pertama kalinya gue teriak dalam 2 tahun gue tahan diri gak terlalu menampakkan emosi. Makin kenal dengan si cicak gue makin merasa ada persamaan antara dia dan ---

Ann?

Gue melihat itu, bekas sayatan dalam di leher putihnya.

Persis yang gue lihat di perpustakaan tempo lalu. Gue terdiam, fakta konyol apaan yang lagi gue lihat?

Gabriel, cewek berkacamata, dan Ann.

Mereka semua sama?

Atau hanya satu orang?

"Woy! Kerasukan arwah kang cilok mampus lo. Gue gak nanggung," kata cewek itu mulai jauh.

"Mau dijadiin istri dedemit atau pulang?" tanya gue dengan sedikit pelan. Dia tersenyum girang.

"Gitu kek dari tadi!"

_________

Hujan deras terus berjatuhan membuat jaket gue sepenuhnya basah dan badan gue mulai mendingin.

Tunggu, mahkluk di belakang gue kenapa diam? Apa dia ketinggalan?

Gue melihat di kaca spion. Gabriel diam menunduk dengan muka pucat, dan gue yakin dia kedinginan. Tanpa pikir panjang gue berhentiin motor di sebuah warung pinggir jalan yang lumayan sepi, setelah itu memesan dua teh hangat.

"Lo mau sakratul maut?" ceplos gue seenaknya. Jujur baru kali ini gue bicara tanpa pikir dulu, aneh. Shit! Bukan, gue cuma mau bikin dia marah.

Dia menggeleng pelan, bahunya masih gemetaran. Seorang penjaga warung menaruh teh di atas meja.

"Kalo mati gue gak mau kuburin," ucap gue lagi, berharap si cicak bicara.

"Y-ya udah gue gentayangin..lo..." dia mengangkat wajah kedinginannya.

"Kok..dingin ya?" sambung dia gemetaran sambil meluk tas, lucu. Kayak marmut, jadi pengen nampol.

Gue melihat jaket yang gue sangkut di motor, basah total.

Eh?

Gue gak maksud ngasih dia jaket, najis.

"Minum."

"Enggak."

Ini anak nolak mulu kerjanya.

"Kalo lo yang bayarin boleh." dia nyengir lalu meminum teh dengan muka watados.

"Hm."

Jari-jari tangannya masih gemetaran, gue memerhatikan gerak-gerik dia yang bisa dibilang kelewat absurd.

Minum teh panas make sedotan.

Ini gue yang salah lihat atau dia kelewatan begonya?

"Luka di leher lo, kenapa?" Tanya gue tiba-tiba. Gue tersentak dengan kalimat yang barusan keluar seenaknya dari mulut gue.

"Hah?... Lo liat?" cewek itu memegangi lehernya dengan kikuk.

"Iya."

"Em...?" dia berfikir keras, sambil menghitung jumlah cicak di tiang kayu.

Gue memfokuskan pendengaran karena suara rintikan hujan deras masih terlalu menguasai isi bumi.

"Lupa, " jelas dia, meneguk teh dengan wajah kampret seperti biasa.

Kok kesel ya?

Gue mengalihkan pandangan pada sebuah pin hitam yang terselip di tas dia.

"Kenapa muka lo?" tanyanya dan gue masih belum menjawab.

Pin hitam dengan tulisan Hate. Gak mungkin gue lupa hari penting itu. Hari pertama kalinya gue mengungkapin perasaan di hadapan cewek dingin, aneh, dan...

...lucu?

Gue melihat mata Gabriel sejenak.

GAK!

Anggap aja itu cuma tebakan seorang manusia yang tidak tahu apa-apa. Salah, gue berharap firasat gue salah.

"Lo kenapa? Kek lagi ngitung bon utang piutang aja. Teh ini lo yang bayar, kan?" celetuk dia menatap gue heran.

Gue mengangguk, lalu berusaha menetralkan emosi. Kalau persepsi yang timbul di otak gue salah.

Harus salah.

Tapi, gue masih berharap.

"Lo kenal Ann?" akhirnya pertanyaan itu lolos dari mulut gue.

****

1
Zizie Malek
aku fikir 'papa' itu ertinua 'ayah' rupanya 'ngak apa apa'. lebih teliti dlm bahasanya ya Thor supaya pembaca kayak aku tidak keliru. Salam dari Malaysia 🥰
Zizie Malek: #ertinya
total 1 replies
Jennifer Jatam
Luar biasa
Jennifer Jatam
Lumayan
Ran Aulia
😫😫😫😫
Ran Aulia
aduh, malu aku, lg antri nunggu dokter malah ketawa sendiri. 😂😂😂😂😂
Ran Aulia
bagus kak ceritanya, lucu menghibur banget , jadi keinget masa abu putih 😂😂😂😂


terimakasih ya kak ❤️❤️❤️❤️❤️
Ran Aulia
aduh, sakit perutku 😂😂😂😂
Ran Aulia
😂😂😂😂😂
Zizie Malek
aku bacanya agak slow kerana alur ceritanya agak serabutan & kadang tidak nyambung, sebentar di denda, tiba2 di WC eh tiba2 dimarahi guru lagi. mau lanjutan baca tapi rasanya udah malas.

moga kedepannya Thor lebih teliti 👌🏻👍🏻💪
Nana
kangen
hashella
episode yg sblm nya bikin ngakak tapo yg ini kok gw nangis y 😭😭
hashella
gue mbaca ampe mbengek 🤣🤣🤣🤣ᥬ🤣᭄
putra adeeva
anying kluar juga tuh suara lucinta luna 🤣
swrdfs_
mampir baca ulang, btw cerita ini tuh cerita pertama yang gue baca setelah download apk WP, nahh kemarin waktu nyari di WP kok gaada? terus gue kepikiran buat nyari di mangatoon.

ceritanya bagus banget🤩
Mina Fitri Aningsih
bagus
Reina Sahbila
suka banget ma ceritanya diawal dibikin ketawa diakhir dibikin nangis bagus banget pokoknya
Bonaria Simbolon
kapan nih lanjutan up ceritanya thor...knp lama banget.
Bonaria Simbolon
mantulll...😂😂
Nay Mars
kiki lekongbya thor?wkwkwk
Zrhy Wahyuni Nur Bilal
ko temen gabriel menjauh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!