Kisah seorang gadis muda nan lugu yang berprofesi sebagai guru TK ditakdirkan bertemu dengan seorang duda beranak satu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizbethsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bahagiakan Dia!
Kenes merebahkan diri di atas ranjang. Tanpa ia sadari senyum terus terulas di wajah manisnya. Kenes lalu menepuk kedua pipinya cukup keras, "ah! kenapa aku menerima ciumannya tadi? kenapa aku.......bahkan membalas ciumannya......apa aku sudah hilang ingatan? dan aku......menikmati ciuman kami berdua tadi?" Kenes terkekeh geli, "dasar gila kau Kenes!" Kenes berucap pada dirinya sendiri.
Gadis manis yang masih menyandang status istri sahnya Nathan itu lalu menghela napas sedih, "apa aku wanita nakal sekarang ini? aku mengkhianati Elang? aku memiliki dua laki-laki di hatiku? tzk! aku benar-benar gila dan nakal sekarang ini" Kenes menampar pipinya sendiri. lalu bangkit dan mengambil satu botol kecil air mineral dingin dan langsung ia tenggak habis tak bersisa.
Kenes lalu duduk di tepi ranjang dan menatap ke pintu, "kenapa mas Nathan belum masuk juga ke kamar? kalau mas Nathan masuk, apa yang harus aku lakukan?" Kenes berucap dengan rona merah di wajahnya lalu tersenyum malu dengan pemikiran-pemikiran nggak jelasnya sambil secara perlahan merebahkan tubuhnya ke atas ranjang dengan desahan panjang. Lalu ia memeluk Arga yang tidur di sebelahnya, ia mencium pipinya Arga dan tidak lama kemudian karena kelelahan menunggu Nathan, akhirnya ia pun terjatuh ke alam mimpi dengan senyum bahagia terulas indah di wajah manisnya.
Nathan menatap senyum di wajah istrinya yang tidur bak putri di negeri dongeng. Sangat manis dan menawan. Nathan ingin mengusap wajah istrinya itu namun, ia urungkan niatnya itu. Tepat jam dua belas malam, Nathan mulai mengisi kopernya, dengan baju dia dan bajunya Arga.Setelah selesai ia tutup koper itu, lalu menggerakkan kursi rodanya keluar dari dalam kamarnya, Nathan menyuruh mbok Iyem untuk memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil. Setelah itu, Nathan tidak bisa tidur dan ia memutuskan untuk kembali ke ruang kerjanya.
Jam lima pagi, Dion mengetuk pintu ruang kerjanya Nathan."Masuk!" sahut Nathan dari dalam.
"Tuan, sudah waktunya Anda pergi ke bandara"
"Baiklah" Nathan mendesah panjang lalu menggerakkan kursi rodanya ke kamarnya. Ia segera membangunkan Arga dengan bisikkan lirih karena takut Kenes akan terbangun, "Papa?"
"Ssst! bangun dan ikut papa sekarang! jangan bangunkan ibu kamu! kasihan ibu kamu masih capek"
Arga menganggukkan kepalanya lalu segera bangun dan duduk di atas pangkuan papanya. Nathan segera menggerakkan kursi rodanya untuk keluar dari kamarnya dan langsung masuk ke dalam lift menuju ke garasi mewahnya.
"Nathan dan Arga segera masuk ke dalam mobil dan pak Jono supir pribadinya Nathan langsung tancap gas menuju ke bandara"
"Pa, kita mau ke mana? Arga belum pamit sama Ibu dan Arga belum mandi nih"
"Kita akan ke keluar kota sebentar. Ibu kamu akan paham nanti jadi kamu nggak usah khawatirkan ibu kamu. Papa butuh kamu temani apa kamu nggak mau menemani papa ke luar kota?"
"Mau dong" sahut Arga dengan sangat cepat.
Dion kembali ke ruang kerjanya Nathan dan membaca semua dokumen penting yang sudah Nathan siapkan untuk Kenes. Dion merapikan berkas-berkas itu setelah ia selesai membacanya. Dan dengan desahan panjang penuh keprihatinan, Dion menatap kedua map dan sebuah amplop dengan sorot mata penuh kesedihan Tuan besarnya harus melepas cinta sejatinya demi kebahagiaan sang pujaan hati. "Kenapa cinta itu rumit begini ya? untung aku belum pernah bersentuhan dengan yang namanya cinta, fiuuuhhh. Orang pintar itu bejo tanpa cinta eh kebalik orang bejo itu pinter tanpa cinta, benar begitu Dion? au ah gelap, hehehehe"
Dion lalu tersentak kaget dan hampir terjatuh dari sofa saat pintu ruang kerja tuan besarnya diketuk oleh seseorang. "Masuk!" sahut Dion.
Kenes membuka pintu dan melangkah masuk dengan ragu dan sorot matanya penuh dengan tanda tanya, "kenapa kamu? Arga dan Mas Nathan mana?"
"Duduklah dulu nyonya muda! ada yang ingin Dion sampaikan. Emm, tapi lebih baik anda turun untuk sarapan dulu, saya akan menunggu anda di sini"
Kenes langsung duduk berhadapan dengan Dion dan berkata, "katakan saja! aku bisa sarapan nanti, ini masih jam enam pagi, aku tidak terbiasa sarapan terlalu pagi"
"Tuan Nathan memerintahkan saya untuk menyerahkan map ini kepada anda"
"Apa ini?" Kenes menatap Dion sambil tangannya bergerak membuka map berwarna gold itu. Kenes membacanya dan langsung menautkan kedua alisnya, "kenapa aku dipindah tugaskan ke sekolahan ini? Ini sekolah Internasional dan lebih bagus dari........."
"Iya benar. Itu bukti perhatiannya Tuan Nathan untuk anda. Tuan ingin anda bekerja di tempat yang lebih bergengsi dengan gaji yang lebih besar walaupun agak jauh dari sini dan dari rumah papa anda tapi di jangan khawatir, tuan Nathan sudah membelikan. sebuah rumah untuk anda yang letaknya tidak jauh dari sekolahan Internasional itu. Anda bisa menetap di rumah baru anda selama anda berdinas dan pulang ke keluarga anda di hari Sabtu" Dion mengulas senyum di wajah tampannya dan di saat ia hendak menyerahkan map yang kedua, Kenes kembali bertanya, "Arga juga pindah sekolah di sini?"
Dion menggelengkan kepalanya, "tuan muda Arga tetap bersekolah di tempat yang sekarang karena, dekat dengan rumah ini, itu pertimbangan nyonya Anjani waktu mendaftarkan Arga di sekolahannya Arga yang sekarang"
"Tapi kenapa aku dipindahkan ke sini? dan surat pengunduran diriku juga sudah disetujui oleh kepala yayasan?"
"Iya. Tuan Nathan sudah mengurus semuanya. Anda bebas tidak masuk kerja hari ini tapi lusa anda sudah bekerja di tempat yang baru itu" ucap Dion sambil menyodorkan map yang kedua ke Kenes.
"Ada lagi? apa isinya?" Kenes menatap map berwarna merah menyala yang masih menggelepar manis di atas meja.
"Bukalah nyonya!" Dion mulai memasang senyum haru di wajah tampannya.
"Surat cerai? dan sudah disetujui kedua belah pihak? kapan aku menyetujuinya? dan kenapa ada tanda tanganku di sini? aku nggak pernah menandatangani surat cerai ini!" pekik Kenes dengan tangan bergetar ia ayun-ayunkan map itu di depannya Dion.
Kedua matanya Kenes mulai memerah menahan tangis dan bibirnya merapat sambil terus menghunus tatapan tajam ke Dion.
"Saya hanya bisa berkata kalau anda dan tua. Nathan mulai hari ini sudah bukan sepasang suami istri lagi" Dion menatap Kenes dengan penuh keprihatinan.
Aku paling nggak tahan melihat seorang wanita menangis. Kenapa tuan Nathan tega banget menempatkan aku di situasi sesulit ini, hiks, hiks, hiks. Batin Dion.
"Apa aku boleh menelpon mas Nathan? aku butuh penjelasannya. Kenapa belum genap setahun kontrak pernikahanku dengan mas Nathan harus berakhir dan kenapa harus hari ini? bahkan kemarin malam mas Nathan menci........" Kenes menggantung kalimatnya di udara. Ia mengurungkan niatnya untuk mengatakan ke Dion bahwa semalam Nathan menciumnya dengan penuh perasaan dan kelembutan.
"Apa anda mencintai tuan Nathan?" tanya Dion.
Kenes diam mematung.
"Anda bahkan tidak bisa menjawabnya jadi keputusan tuan Nathan sudah tepat. Tuan menceraikan anda untu memberikan kebebasan pada anda dan tuan Nathan bertanggung jawab penuh atas keputusannya itu. Tuan Nathan mencarikan tempat kerja yang lebih baik untuk anda dan tuan Nathan juga memberikan black card ke anda. Anda bisa memakai kartu itu kapanpun, di mana pun, tanpa batas" ucap Dion sambil menyodorkan sebuah amplop besar berwarna cokelat, "di dalam amplop ini ada sertifikat rumah anda, black card, kunci rumah, dan kunci mobil. Tuan Nathan juga telah mengatur les menyetir mobil untuk anda mulai lusa, ada jadwalnya juga di dalam amplop itu"
Kenes menatap amplop cokelat di atas meja dan nampak ragu untuk mengambilnya.
"Ambilah nyonya! Demi ketenangan hati tuan Nathan. Hargailah maksud baiknya"
Kenes mengusap air mata yang mulai menetes di pipinya. Lalu ia mengambil amplop cokelat itu dan mendekapnya beserta kedua map yang sudah selesai ia baca. Lalu ia bangkit dan berkata, "aku akan pergi hari ini. Sampaikan ke Arga sampai kapanpun aku selalu mencintai dan menyayangi Arga dan untuk mas Nathan sampaikan kalau dia memang laki-laki brengsek yang suka mempermainkan hati seorang wanita, sudah puas lalu dibuang begitu saja"
Dion hanya bisa menghela napas panjang, "Saya akan mengantar anda" Dion berucap sambil bangkit.
"Baiklah. Tunggu lima menit, aku akan mengepak barang-barangku. Aku menerima tawaran kamu karena, aku takut naik taksi dalam keadaan bingung dan bawa banyak bawaan"
Selang dua jam kemudian, mereka sampai di rumah barunya Kenes yang dibelikan oleh Nathan. Rumah tipe 72, mungil, klasik, dan elegan, membuat Kenes tertegun dan sudah ada seorang asisten rumah tangga yang menyambut kedatangannya Kenes, "saya akan menaruh koper Anda di kamar Anda, Nona"
"Saya tinggal nyonya, kalau butuh bantuan, anda jangan sungkan menghubungi saya" Dion tersenyum lalu pergi meninggalkan Kenes yang masuk berdiri mematung di depan pintu rumah barunya itu.
Kenes lalu melangkah pelan ke depan sambil menutup pintu dengan tumit sepatunya lalu ia duduk di sofa, "kenapa kau melakukan semua ini, Mas. Kenapa kemarin kau menciumku dengan penuh perasaan namun, kemudian kau mendorongku untuk menjauh darimu dan Arga. Apa salahku? kenapa kau tidak memberiku sedikit waktu lagi, untuk aku bisa tegas pada diriku sendiri dan mempertebal rasa percaya dan cintaku untukmu?" Kenes lalu menutup wajah manisnya dengan kedua telapak tangannya dan ia menangis sejadi-jadinya di sana.
Nathan memperoleh kabar dari Dion kalau masalah Kenes sudah beres dan Kenes sudah sampai di rumah barunya Kenes dengan selamat.
Nathan kemudian mengirim pesan text ke Elang. Aku sudah menceraikan Kenken. Kalau kau mau menemui kenken dia ada di perumahan dosen sekolah Internasional. Dia ada di Jl. Bimasena nomer 6. Bahagiakan Kenes dan jangan pernah membuatnya kecewa! karena, Kenken hanya mencintaimu maka aku ijinkan kalian bersatu.
Elang tersenyum sumringah menerima pesan text dari Nathan dan dengan kerinduan yang begitu besar akan Kenes, ia bertekad keesokan harinya ia akan mulai mengunjungi Kenes.
Mampir juga dong di novel aku
"Pernikahan impian"
Makasih
salam dari Sekretaris Pilihan Milik Ceo Tampan
ditunggu feedbacknya 👋
salam dari Sekretaris Pilihan Milik Ceo Tampan
Sehat, bahagia & semakin sukses ya 🥰
Semangaaaatt ⭐❤️❤️❤️❤️❤️⭐
Sehat, bahagia & sukses selalu ya 🥰
Semangaaaatt ⭐❤️⭐❤️⭐❤️⭐