Cinta yang begitu besar hingga membuat seorang wanita bernama Maria, rela berpindah keyakinan hanya untuk memperjuangkan cintanya.
Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah karena terlalu Mencintaimu,
dan kekecewaan terbesar dalam hidupku adalah karena perjuangan dan pengorbananku ternyata hanya sia sia, saat lelaki yang kuperjuangkan memutuskan menikahi wanita lain.
Ditengah luka dan kecewa yang dirasakannya. Muncul seorang pria tampan yang menerobos masuk kedalam kehidupannya dan selalu mengklaim bahwa Maria adalah miliknya.
Apakah Maria akan bersama dengan pria itu? Atau malah kembali bersama pria yang sudah mengecewakannya?
IG: NonaFi0609
Tekan ❤️ dan rate ⭐ ya, agar selalu bisa mengikuti alur ceritanya.
Mohon dukungannya, Terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
L.A.T.M 34
Tidak salah jika orang berkata rumahku adalah istanaku. Begitulah penampakan yang Ada dihadapan Maria saat ini. Sebuah Hunian yang bisa dibilang sangat luas dan tentunya mewah dan elegant. Penghuninya benar benar membuat Hunian mewah bak Istana.
Maria tak henti hentinya mengagumi Hunian Mewah namun tetap terlihat asri yang ada didepannya saat ini.
Maria tiba disana dengan dijemput oleh Supir Pribadi Tante Liza. Dan disinilah Maria saat ini, di Kediaman Tante Liza. Salah satu pelanggan tetap Di Butiknya.
Aku tidak menyangka jika Tante Liza sekaya Ini. Siapa sebenarnya Tante Liza?
Batin Maria bertanya tanya
"Sayang, kamu sudah tiba? ayo masuk! Tante dan yang lainnya sudah menunggumu!" Ucap Liza yang sudah berdiri didepan pintu menyambut kedatangan Maria
"Assalamualaikum Tante." Ucap Maria sopan sebelum memasuki Kediaman mewah milik Liza.
"Waalaikumsalam, sayang. Tante sampai lupa!" Jawab Liza tertawa pelan
"Pah, Kenalkan Ini Maria." Ucap Liza memperkenalkan Maria pada Suaminya yang juga sudah menyambut kedatangan Maria diruang tamu
"Saya Maria Om." Ucap Maria sopan menundukan sedikit kepalanya
"Selamat datang Maria, Ternyata kamu sungguh seperti yang sering di ceritakan oleh Istriku." Imbuh Aman Tersenyum ramah pada Maria
"Selamat datang Kakak Ipar, Semoga betah disini?" Terdengar suara seseorang dari dalam berjalan menghampiri Maria lalu memeluknya
"Aku Shakila kak." Ucap Shasha setelah melepaskan pelukannya
"Sha... yang sopan!" Tegur Liza merasa tidak enak melihat raut wajah Maria yang terlihat tidak nyaman
"Kan mama sendiri yang bilang malam ini akan kedatangan calon Mantu keluarga ini, Jadi aku tidak salah kan?" Ucap Shakila polos membuat Liza menggaruk tengkuk nya meski tidak gatal
Bagaimana ini? dugaanku ternyata benar! Ucap Maria dalam hati yang mulai merasa gelisah
"Sayang, silahkan duduk. Kita ngobrol dulu sembari menunggu Putra tante Pulang." Ucap Liza mengalihkan pembicaraan
"Terimakasih Tante."
"Kak, Kakak cantik sekali." Puji Shakila yang ikut duduk disamping Maria
"Kamu juga sangat Cantik." Balas Maria memuji
Liza dan Aman saling melempar senyum melihat Putrinya, yang juga bisa terbilang sangat pemilih dalam berteman itu terlihat begitu menyukai Maria meskipun baru pertama kali bertemu. Shakila memang terkenal Ramah, Tapi Shakila sangat pemilih sebelum berteman dengan siapapun. Melihat Shakila yang dapat dengan mudahnya menerima keberadaan Maria, tentu saja menghilangkan kekhawatiran Liza dan Suaminya. Sekarang hanya Reaksi dari Putra mereka lah yang membuat Keduanya merasa gugup dan Gelisah namun berusaha terlihat tenang dihadapan Maria.
Berbagai pertanyaan terlintas dikepala mereka. seperti ketakutan jika Putranya akan kembali menolak Seperti sebelum sebelumnya, saat Aman dan Liza memperkenalkan seorang wanita padanya.
"Maria, Disini kamu tinggal sama Keluarga apa sendiri?" Tanya Aman kembali membuka obrolan
"Aku sendiri Om, Keluargaku tinggal di Surabaya." Jawab Maria tersenyum
"Wah...Hebat ya wanita muda seperti kamu bisa sukses di kota Besar seperti ini tanpa didampingi keluarga." Puji Aman
"Terimakasih Om, Aku juga masih merintis."
"Benaran kan pah, Dia ini Cantik, mandiri dan tentunya tidak sombong." Sahut Liza memuji Maria yang tersipu Malu mendengarnya
Obrolan Mereka terus berlanjut, Maria juga sudah bisa menyamankan dirinya berada disana. Disaat mereka sedang asik mengobrol, Langkah kaki seseorang berjalan menghampiri mereka tentu saja mengalihkan fokus semuanya mengarah keasal suara langkah kaki tersebut.
Degh.... degh... degg....!
Ya Tuhan, Jangan bilang kalau dia Putrnya Tante Liza. Bodoh! Kenapa kamu tidak mencari tahu terlebih dahulu sebelum datang kemanri sih. Rutuk Maria dalam Hati pada dirinya sendiri
"Assalamualaikum...!" Ucap Pria tersebut Terdengar Lantang
"Waalaikumsalam..." Jawab semua orang secara bersamaan
"Kalian sudah mengenal Calon Istriku?" Ucap Pria yang tak lain adalah Faizan, Bertanya Pada keluarganya. Lalu dengan santainya turut duduk disamping Maria, membuat posisi Maria saat ini berada ditengah tengah antara Shakila dan Faizan.
Pertanyaan yang terlontar dari bibir Faizan tentu saja mengejutkan Liza, Aman, dan Shakila. Beberapa pelayan yang mendengarpun turut terkejut, namun setelahnya mereka tersenyum senang terutama Liza. Senyum mengembang terbit di bibirnya.
"Jadi Maria Calon menantu Mama?" Ucap Liza mendukung dan mengikuti permainan Putranya
"Wah.. Benar benar jodoh ya Pah. Mama berencana menjodohkan keduanya, tapi ternyata mereka berdua memang sedang menjalin hubungan." Sahut Shakila semakin menyudutkan Maria yang mendengarnya
Kenapa Mama tidak mengatakan jika Wanita yang akan dikenalkan Padaku adalah dia. Jika aku tahu, aku akan tampil sempurna didepannya. Batin Faizan
Flashback On
Drtt.. drt.. drt....
Dering Phonsel yang berada diatas meja Menghentikan Meeting yang sedang berlangsung saat ini.
Faizan Menatap sekilas Phonselnya yang bergetar lalu sedikit menjauh dari Ruang meeting, kemudian menjawab panggilan Masuk dari Aliza Mamanya.
"Halo Mah?" Ucap Faizan pelan
"Halo, Kamu dimana?"
"Aku sedang berada diluar Kota Mah, Ini lagi meeting. Nanti aku hubungi lagi ya?" Ucap Faizan
"Jangan berani memutuskan panggilan sebelum mama selesai bicara. Mama ingin malam ini juga saat makan malam kamu sudah berada dirumah." Ucap Liza tegas tak terbantahkan
"Mah, Aku sedang diluar kota. Bagaimana bisa?"
"Tidak ada yang tidak bisa dilakukan Zan. Pokoknya kamu harus pulang!"
"Jangan katakan jika mama mencoba menjodohkanku lagi dengan anak teman Mama?"
"Mungkin tujuannya sama. Tapi kali ini mama pastikan kamu akan menyukai pilihan Mama. Mama janji ini yang terakhir, jika kali ini kamu tidak juga merasa cocok. Mama berjanji tidak akan pernah mencampuri semua urusanmu lagi. Tapi jika kamu tidak pulang, selamanya mama akan selalu mencampuri urusanmu. Mama tunggu."
Tut.. tut.. tut....
Suara panggilan diputus sepihak oleh Liza yang tersenyum senang diseberang sana, Tanpa memikirkan Faizan yang hanya bisa menahan rasa kesalnya.
Akan ku buat wanita itu tidak akan pernah berani menampakan wajahnya lagi dihadapanku, setelah malam ini. Batin Faizan
Flashback Off
"Jadi benar kalian sedang dalam menjalin hubungan?" Tanya Aman
"Tidak, Iya." Jawab Maria dan Faizan sacara bersamaan membuat Aman dan yang lainnya menjadi bingung
"Sayang, Kamu tidak perlu malu." Ucap Faizan mengedipkan sebelah matanya, pada Maria yang balas menatap kesal padanya. Tingkah keduanya tak luput dari pandangan Liza dan Aman yang berusaha menahan tawa mereka.
"Ya sudah, Nanti saja kita bahas lagi. Sekarang kita makan dulu ya. Mama sudah lapar!" Ucap Liza mulai berdiri, dan melangkah menuju ruang makan diikuti oleh semuanya termasuk Maria yang terpaksa mengikuti saat Shakila merangkul tangannya.
.
.
.
Satu keluarga mendukung Faizan dan Maria. Bagaimana dengan kalian??