Biyanna Loralie Avacyn adalah gadis remaja yang tidak suka diatur. Anna, orang sering memangilnya itu. Anna memiliki satu orang sahabat yakni Ellerose Naselin Jasney yang sama sama suka kebebasan.
Namun tak disangka tak diduga tiba tiba orang tua kedua gadis itu menjodohkan mereka dengan anak sahabat mereka karena sudah tak sanggup lagi untuk menjaga kedua anaknya yang suka kabur kaburan.
Mereka adalah Xiaotian Charis Livian dan Albiru Sky Geovander yang ternyata musuh bebuyutan dua sahabat itu.
Gimana kehidupan mereka kedepannya?
kita saksikan kisah ceritanya di "Menikahi Musuhku".
Selamat membaca, , ,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mella Flowers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
...~•Happy Reading•~...
......................
Dua pasangan sejoli yang sedang double date terlihat bahagia. Ditambah lagi dua gadis cantik dibuat kaget dengan sikap pemuda disamping nya yang berubah total.
Biyanna dan Rose dibuat kaget dengan pasangan masing-masing yang biasanya setelah adu mulut tapi kini memanjakan keduanya.
Dua gadis itu saling pandang yang memang duduk berhadapan.
Lalu tersenyum bersama.
"Kalian kenapa?". Tanya Albiru.
"Gak papa". Jawab Rose tidak bisa menyembunyikan lagi ekspresi nya.
"Gue gak percaya aja dengan apa yang terjadi kemarin dan hari ini". Sambung Anna menatap orang orang didepannya satu per satu.
"Apa yang membuat kamu gak percaya?".
"Ya kita dulu selalu adu mulut, selalu bertengkar bahkan semua orang menjuluki nya sebagai musuh bebuyutan VICTIM. Tapi sekarang duduk di satu meja bersama dengan status yang berubah". Ucap Anna menjelaskan.
"Tunangan". Tambah Rose sambil terkekeh.
"Takdir seperti mempermainkan kita kan?".
"Takdir memang susah ditebak".
Semua orang menyetujui itu.
......................
Dinner berlangsung lancar. Namun dua pasangan itu berpisah untuk melakukan kencan pendekatan lain secara terpisah.
Anna yang ada di dalam mobil masih tidak percaya.
Dijodohkan dengan musuh bebuyutan akan seperti apa nantinya. Apa pemuda di sampingnya akan menerima dia atau akan terus berdebat dengan nya seperti sebelum sebelumnya.
Anna tidak tahu itu.
Tubuh Anna tersentak saat tangannya digenggam seseorang. Tapi tak usah ditanyakan lagi siapa itu, ya tentu saja Xiaotian. Hanya mereka berdua yang ada di dalam mobil.
"Mikirin apa?".
Sungguh Anna tak menyangka pemuda di sampingnya terlihat berbeda. Bahkan dari kemarin di terus berkata lembut tanpa ada akan ada perdebatan diantara mereka. ditambah lagi tentang kejadian tadi sore, Xiaotian terus membujuknya dengan berbagai cara agar dirinya tidak marah.
Kening Xiaotian mengejutkan heran saat Anna menatapnya tanpa berkedip cukup lama.
"Hei, are you okey?".
Lamunan Anna seketika byuar. Gadis itu menghela nafas lalu membuangnya kasar.
"Sungguh diluar prediksi". Batin Anna.
"Aku baik". Jawab Anna pura pura merapihkan duduknya agar lebih nyaman.
Xiaotian kembali menatap ke depan saat lampu berubah menjadi merah.
"Aku tidak bisa lama lama disini? Besok harus kembali ke Indonesia". Ucap Xiaotian melirik sekilas.
Namun Anna dibuat kaget, dia menatap Tian dengan cepat. "Kenapa, apa ada masalah?".
"Ada beberapa masalah di perusahaan, aku yang harus handle karena Daddy sudah menyerahkan perusahan cabang yang ada disana untuk aku kelola". Ucap Xiaotian menjelaskan tanpa ada yang di tutup tutupi.
"Baiklah".
Jawaban Anna membuat Xiaotian kaget.
"Itu saja?".
"Lalu?". dengan wajah santai.
"Yang lain kek".
"Gak ada". Bener bener santai.
Xiaotian menghela nafas panjang. Ya begitulah mereka yang tadinya selalu bertengkar dan saat serius hanya jawaban sarkas yang dia dapat.
"Salah gue sih selalu ladenin dia". batin Xiaotian merasa bersalah dengan apa yang udah dia lakukan sebelumnya.
Semalaman kedua pasangan itu pergi sampai hampir pagi pulang ke apartemen. Dunia luar memang sangat berbeda dengan yang ada di Indonesia selama ini, sungguh terbalik.
Anna naik bersama Tian dengan pemuda itu membawa banyak belanjaan. Salah siapa dia dibawa ke pusat belanjanya kaum wanita, alhasil Biyanna menjadi kalap dan untungnya tunangannya itu bisa mengandelnya dengan membelikan semua yang gadisnya inginkan.
Di depan kamar apartemen Anna berbalik menatap Xiaotian. Gadis itu menatap penuh selidik pemuda dihadapannya membuat dia bingung.
"Sejak kapan Lo suka sama gue".
...~•Bersambung•~...