NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Mafia

Dinikahi Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Mafia / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:46.4k
Nilai: 5
Nama Author: Alif Irma

Andreas, sosok mafia berdarah dingin yang bergelar duda tampan dan kaya raya. Dia sudah bercerai sebanyak tiga kali karena ulah putra semata wayangnya. Hingga suatu hari, dia bertemu dengan seorang penari striptis di sebuah club malam. Andreas pun memutuskan untuk menikahinya secara kontrak.

Di satu sisi, Sophia juga sosok single mom yang pekerja keras. Sophia bekerja sebagai penari striptis di sebuah club malam. Pertemuannya dengan Andreas mendatangkan masalah baginya, hingga Sophia memilih menerima segala skenario yang dijalankan oleh Andreas dengan menjadi istri kontraknya.

Lantas apa yang membuat Andreas ingin menikah kontrak dengan Sophia, sosok penari striptis!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Stevani tampak menghela nafas panjang menatap pintu kamar Tama, untuk apa dirinya di minta masuk ke dalam kamar pria yang sudah menyekapnya selama bertahun-tahun di bangunan tua hanya untuk dijadikan sebagai alat balas dendam.

"Silahkan masuk nona, dari tadi tuan menunggu anda." ucap kepala pelayan tersebut dan merupakan sosok pria paruh baya.

"Aku???, kenapa aku harus masuk ke dalam kamarnya. Apa yang sedang tuan Tama lakukan di dalam. Kalau ada hal penting yang ingin Tuan Tama sampaikan, sebaiknya dia meminta ku ke ruang kerjanya saja, bukan malah main kamar begini." ucap Stevani melontarkan kata-kata protes. Dia tipikal wanita yang banyak bicara dan harus pandai-pandai menghadapi pria iblis tersebut.

"Saya hanya melakukan sesuai perintah tuan muda." jelas kepala pelayan bernama Muhji.

"Sungguh aneh, biasanya juga dia mendatangi bangunan tua di pinggir kota tempat aku di sekap." gumam Stevani yang mulai merasa was-was dan terus mengumpat dalam hati.

Dengan malas Stevani mengetuk pintu kamar Tama sebelum masuk ke dalam. Tak ada sahutan dari dalam, dia pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar pria iblis itu.

Stevani langsung diam mematung saat baru saja menutup pintu kamar tersebut. Kedua matanya membulat sempurna melihat hal yang tidak seharusnya dia lihat.

Oh my God, mata suci ku ternodai. Batin Stevani menjerit dalam hati.

Bagaimana tidak, Tama sedang duduk di sofa hanya bertelanjang dada, sementara sosok wanita bertelanjang bulat duduk berjongkok di hadapannya, entah apa yang sedang wanita itu lakukan terhadap Tama, dia sungguh penasaran.

Keduanya langsung tersadar saat menyadari keberadaan Stevani. Tampak wajah Tama memerah, namun sorot matanya begitu tajam menatap Stevani yang masih berdiri di dekat pintu dengan wajah terkejut.

"Maaf, aku tidak bermaksud mengganggu kalian, silahkan lanjutkan kembali. Aku akan segera keluar." ucap Stevani tersenyum jenaka dan menganggap tidak melihat mereka berdua.

"Tugas mu sudah selesai, ini bayaran mu." ucap Tama sambil menyerahkan secarik kertas berisi cek untuk wanita bayaran tersebut.

"Terima kasih tuan, tapi kita belum melakukannya!" ucap wanita itu manja sambil meraba-raba paha Tama guna menggodanya, namun Tama malah kesal melihat tingkah wanita itu.

"Keluar!" ucap Tama dengan nada tinggi sambil mendorong tubuh wanita bayaran itu. Tampak wanita bayaran itu ketakutan dan langsung memunguti pakaiannya lalu segera memakainya.

Bahkan Stevani sampai terlonjat kaget mendengar bentakan keras Tama, dia pikir pria iblis itu tidak akan membentak wanitanya, namun dugaannya salah.

"Kau mau kemana!" ucap Tama dengan suara bariton saat melihat Stevani juga akan keluar menyusul wanita bayarannya.

"Keluar!" ucap Stevani dengan kening berkerut.

Sontak saja Tama langsung mengambil remote control di atas nakas untuk menutup kembali pintu kamarnya dan otomatis pintu kamarnya langsung tertutup rapat bahkan terkunci otomatis.

"Siapa yang menyuruhmu keluar" ucap Tama dengan sorot mata tajam sambil melangkah mendekat kearah Stevani.

"Aku pikir tuan Tama akan berganti baju." ucap Stevani sambil mengepalkan tangannya, pasalnya pria iblis itu hanya mengenakan handuk yang terlilit di pinggangnya dan bisa saja handuk pria itu melorot ke bawah.

Jujur Stevani tidak menyukai situasi sekarang ini, berduaan dengan Tama di dalam kamar yang bernuansa gelap itu benar-benar membuatnya pengap persis berada dalam ruang bawah tanah. Ditambah wajah pria iblis itu sangat menakutkan, lengkap sudah penderitaannya dibandingkan terkurung dalam bangunan tua selama bertahun-tahun.

Tama tidak menimpali ucapan Stevani, dia terus melangkah sembari menatap penampilan Stevani dari ujung rambut sampai ujung kaki, membuat Stevani menjadi risih ditatap lapar seperti itu.

Ada apa dengannya? Kenapa dia terus menatapku. Batin Stevani sambil menggigit bibir bawahnya dan mulai dilanda perasaan cemas dan juga takut.

"Tuan Tama, kita bicara di luar saja..." ucap Stevani gugup melihat Tama terus maju mendekatinya, dia pun segera menjauh demi menjaga jarak darinya.

"Sebaiknya anda berpakaian terlebih dahulu, aku akan menunggu disana." ucap Stevani sambil melangkah cepat mendekat kearah pintu, entah pintu apa itu yang jelas dia ingin bersembunyi di dalam sana.

Tapi sayang seribu sayang, Tama sudah mencekal tangannya membuat Stevani menghentikan langkahnya. Bahkan Tama langsung menarik pinggang rampingnya hingga tubuh Stevani membentur dada bidang Tama.

"Tuan Tama, jangan macam-macam." ucap Stevani dengan suara meninggi sambil mendongak menatap wajah pria iblis itu.

"Hei, aku ingin macam-macam kepadamu!" ucap Tama sambil meremas bokong montok Stevani.

Plaakkk

Satu tamparan keras mendarat sempurna di wajah tampan Tama, membuat sang empunya hanya tersenyum miring lalu mendorong tubuh Stevani hingga membentur dinding di belakangnya.

"Awww, Tuan Tama, kamu sungguh kurang ajar!" umpat Stevani dengan wajah marah sambil mengelus lengannya yang terbentur di dinding. Untuk pertama kalinya pria iblis itu bersikap kurang ajar kepadanya.

Sementara Tama kembali maju mendekatinya hingga tak ada jarak diantara mereka, bahkan wajah keduanya begitu dekat hanya beberapa centi saja. Hingga hembusan nafas keduanya mampu mereka rasakan.

Stevani benar-benar tidak bisa kabur lagi, karena Tama kembali mengurung tubuhnya dengan kedua tangan kekarnya dan anehnya sebuah benda keras menyentuh bagian perut bawahnya. Entah benda apa itu, intinya dia tidak bisa mendeskripsikannya.

Jalan satu-satunya yang harus dia lakukan adalah mengungkapkan kembali segala hal yang pernah ia lakukan selama menjadi tawanan pria iblis itu.

"Apa lagi yang ingin kau lakukan kepadaku tuan Tama? Aku sudah mempelajari semua tentang keluarga Paxton, dari kakek buyutnya sampai generasi penerusnya. Aku bahkan tahu betul berapa istri tuan Andreas, kalau anda tidak percaya aku akan mengatakannya sekarang. Istri pertamanya bernama Margaretha, istri keduanya aku lupa namanya tapi aku masih hafal wajahnya dan istri ketiganya bernama Hanna Montana yang super licik. Tuan Andreas dikaruniai putra yang genius bernama Kenzo dari pernikahan pertamanya bersama Margaretha, saat ini anak itu bersekolah...." ucap Stevani panjang lebar namun tidak dapat melanjutkan ucapannya.

"Ssstttt, kau terlalu banyak bicara." ucap Tama sambil meletakan jari telunjuknya di atas bibir ranum Stevani untuk membuatnya diam, membuat Stevani naik pitam.

"Sudah hentikan, jangan terus....emmphhh" Stevani tidak melanjutkan ucapannya mulutnya sudah dibungkam habis oleh Tama.

Stevani langsung memberontak sambil memukul dada bidang Tama, namun sayangnya Tama tidak menghentikan ciumannya. Dia terus mencium paksa Stevani tanpa ampun.

Tama baru menghentikan ciumannya saat menyadari Stevani hampir kehabisan nafas.

"Apa yang kamu lakukan tuan Tama! Kamu mencuri ciuman pertamaku. Ya...Tuhan bibirku..sudah...ternodai." ucap Stevani marah sambil ngos-ngosan.

Tanpa aba-aba Tama kembali menarik tengkuk nya lalu mencium bibirnya dengan racusnya bahkan kedua tangan Stevani di cekal di atas kepalanya, membuat Stevani tak bisa berkutik apalagi melakukan perlawanan.

"Kau ingin tahu kesalahan mu?" ucap Tama setelah melepaskan ciumannya sedangkan Stevani tampak menahan amarahnya dengan mata memerah.

"Jangan pernah mendatangi perusahaan Andreas dengan berpenampilan seksi. Karena itu bisa menggagalkan penyamaran mu, bodoh. Satu lagi, karena wajah ini aku kembali teringat dengan masa lalu ku. Dengar baik-baik, Margaretha cinta pertamaku, tapi Andreas malah merebutnya dariku." ucap Tama sambil mencengkram wajah Stevani.

"Karena itu tuan menghukum ku!" ucap Stevani dengan bibir bergetar.

"Ya, dan kau sangat menarik dengan wajah barumu. Aku pikir ini hanya pengaruh obat yang diberikan wanita sialan itu. Dosisnya begitu tinggi membuat tubuhku terbakar api gairah. Aku sudah tidak bisa menahannya lagi, Stevani" ucap Tama terang-terangan sambil menelan salivanya menatap wajah cantik Stevani.

"Tidak, jangan macam-macam..... awww, turunkan aku!" Stevani memberontak dalam gendongan Tama. Dia sungguh takut pria iblis itu berbuat macam-macam kepadanya.

Tanpa basa-basi Tama melempar tubuh Stevani di atas ranjang membuat wanita itu tampak ketakutan dan berusaha untuk turun dari ranjang namun dengan cepat Tama menindih tubuhnya.

Sreekkk

Tama merobek baju Stevani hanya sekali tarikan lalu membuangnya ke lantai. Sementara Stevani sudah ketakutan namun tetap berusaha melawannya demi mempertahankan kehormatannya. Namun sayangnya tenaganya kalah jauh dari pria iblis itu.

"Jangan lakukan, tuan. Aku mohon." ucap Stevani memohon sambil meneteskan air matanya. Tubuh keduanya sudah polos tanpa sehelai benangpun menutupinya.

"Maaf, hanya kau yang bisa membantuku." ucap Tama dengan suara seraknya sebelum merenggut kehormatan Stevani.

1
Mita
lanjut Thor
Mita
lanjut
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Ariany Sudjana
apa thalia itu Sophia yah?
Mita Paramita
lanjut Andreas 💪💪💪
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
indahlee
lanjuttt
indahlee
lanjuttt, up lama
Ade
lanjut
ardiana dili
lanjut kak
Ade
lanjut
Mita Paramita
Lucas ketahuan tama🤨🤨🤨 Stevani gagal kabur lagi🤣🤣🤣 lanjut Thor
ardiana dili
lanjut
Ariany Sudjana
sekian bulan ga update ceritanya, sudah lupa jadinya tentang apa ceritanya yah
Ariany Sudjana
terlalu lama ga update ceritanya, sampai lupa tentang apa ini ceritanya
ardiana dili
pasti Noah anaknya andreas
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Dinda Putri
ahirnyaaa Andreas buka puasa 🔥🔥🔥
ardiana dili
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!