NovelToon NovelToon
Titisan Raja

Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Spiritual / Ilmu Kanuragan
Popularitas:140.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dzulhilmi

Seorang lelaki yang hampa dan memilih menjalani hidup jauh dari keluarga hanya untuk membuktikan keberadaannya di dunia ini .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dzulhilmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benci dan Amarah .

Hari pun mulai larut , terlihat aziel masih terjaga . ia belum bisa memulai amalan karena masih ada yang mengganjal dihatinya .

" Apakah danu bisa menerima penjelasanku ? kalaupun iya , pastinya danu masih sedikit menyimpan rasa kesal padaku , lantas apa yang harus kuperbuat ? semua ini bukan kemauanku , semua terjadi dengan sendirinya . aku yang kagum terhadap syifa , apakah harus menjauhinya demi menjaga perasaan danu ? sungguh keadaan yang membuatku bingung . mungkin perasaan kagumku pada syifa ini adalah perasaan suka , namun disisi lain ada temanku yang jelas menyukai syifa " gumam aziel .

" Huuffffttt ... " aziel menghela nafas .

" Sebaiknya aku meditasi menenangkan diriku agar bisa mengerjakan amalan " aziel bergegas melakukan meditasi untuk menenangkan dirinya .

Merasa dirinya sudah tenang , aziel pun langsung mengerjakan amalan .

aziel yang meniatkan hati untuk bertemu dan bertukar pendapat dengan Eyang Abdullah Shiddiq Maulana pun dengan cepat memasuki alam bawah sadar .

Sama seperti sebelumnya , harum wewangian dan cahaya yang sangat terang menandakan kehadiran Eyang Abdullah Shiddiq Maulana pun terpancar dari dalam kamar aziel .

" Assalamualaikum Eyang ... " aziel mengucap salam .

" Walaikumsalam nak ... " jawab Eyang Abdullah Shiddiq Maulana tersenyum .

" Maaf mengganggu Eyang , namun aziel ingin bertukar pendapat dan mencari solusi terbaik untuk suatu permasalahan yang sedang aziel hadapi saat ini " ujar aziel .

" Ya nak , aku mengerti , semua permasalahan yang terjadi nanti ataupun saat ini adalah penentuan hidupmu kelak , kau harus bisa memilih dan bijak dalam memilih " ujar Eyang Abdullah Shiddiq Maulana tak lepas dari senyumnya .

" Baik Eyang , namun apakah aziel bisa meyakinkan temanku , danu Eyang ? , aziel hanya takut ada pertikaian diantara kami berdua " ujar aziel .

" InsyaaAllah tidak , seiring berjalannya waktu dia akan bisa menerima kenyataannya , namun kau harus memberinya penjelasan terlebih dahulu nak " ujar Eyang Abdullah Shiddiq Maulana

" Baik mbah , akan aziel lakukan ... dan untuk hal lain mbah , apakah tidak ada yang harus aziel jalani lagi setelah puasa selama 7 hari kemarin Eyang ?" aziel menanyakan tirakat yang harus dijalani setelah menjalani tirakat awalnya .

" Untuk saat ini belum nak , perdalam dahulu dan matangkan kemampuanmu yang kau miliki saat ini , bila sudah waktunya aku pun akan memberitahumu tanpa kau pinta " ujar Eyang Abdullah Shiddiq tersenyum melihat keturunannya begitu lugu dengan pertanyaan yang menunjukkan bahwa ia bersemangat menjalani tirakat .

" Baik Eyang , maaf jika aziel lancang menanyakan hal itu .. " ujar aziel .

" Tidak menjadi masalah nak , justru sebaliknya , aku merasa senang jika kau banyak bertanya " ujar Eyang Abdullah Shiddiq Maulana.

" Alhamdulillah , baik Eyang .. " jawab Aziel .

" Apakah masih ada yang ingin dibahas ? jika tidak kita akhiri pertemuan ini nak " ujar Eyang Abdullah Shiddiq Maulana.

" Baik Eyang , lain waktu bisa dilanjutkan Eyang " ujar aziel .

" Assalamualaikum... " Eyang Abdullah Shiddiq Maulana pun langsung mengucap salam

" Walaikumsalam ... " aziel menjawab salam .

Aziel bingung mengapa Eyang Abdullah Shiddiq Maulana tak meninggalkan pesan saat beranjak pergi , tak seperti biasanya Eyang Abdullah Shiddiq Maulana langsung mengucap salam begitu saja .

# Tidak seperti biasanya Eyang Abdullah Shiddiq Maulana langsung menghilang dari alam bawah sadar , apa ada yang membuat Eyang tak nyaman ?# aziel bergumam dalam hati .

Dengan penasaran aziel pun mencoba meraba sekitar kamarnya dengan kemampuan yang ia kuasai saat ini .

# Aku seperti merasakan kehadiran seseorang , tapi siapa ? pantas saja Eyang bergegas pergi tak seperti biasanya , aku ingin meyakinkan perasaanku , karena aku merasakan kehadiran yang tak asing ... Danu , ya , aku merasakan keberadaan danu disekitar sini , namun sebaiknya aku tak perlu keluar untuk mencaritahu , akan menjadi masalah jika terlalu mencolok , karena pasti dia sedang mencaritahu tentangku# gumam aziel dalam hati waspada terhadap kehadiran seseorang yang mungkin saja sedang memperhatikannya .

Tak disangka , orang itu adalah danu .. danu yang masih ingin mencaritahu tentang aziel pun mennggunakan berbagai cara agar bisa mengetahui siapa sebenarnya aziel .

# Ya , benar , yang kulihat sebelumnya pun sama persis seperti yang kulihat barusan , tak salah lagi . namun kali ini aku melihat cahaya yang sangat menyilaukan sehingga membuatku tak bisa melihat kearah kamar aziel , sudah kuduga ada yang aneh dari aziel , siapa dia sebenarnya ? apa maksud dan tujuannya datang ke padepokan ini ? aku harus mengadukan ini kepada kiyai Ismajati # gumam danu dalam hati yang bersikukuh bahwa aziel punya maksud dan tujuan tak baik di padepokan Wasesa Segara itu.

Sementara itu aziel yang tak peduli dengan keberadaan danu pun bergegas untuk beristirahat.

Berbeda dengan syifa yang terbangun dari tidurnya karena mencium wewangian yang sama dengan wewangian yang sebelumnya ia rasakan , pada jam yang sama dan wewangian yang sama menyebar keseluruh padepokan . Syifa pun terheran dengan wewangian tersebut , hingga ia berfikir bahwa itu bukan wewangian biasa , karena muncul hanya ketika waktu orang-orang melakukan shalat tahajud.

" Wewangian ini hanya muncul diwaktu orang-orang melaksanakan shalat tahajud , sebenarnya wewangian apa ini ? aku merasa tenang ketika mencium wewangian ini namun aku heran mengapa hanya muncul di jam tertentu begini ....? hmmmmm .. ini bukan wewangian biasa , dan tak pernah kutemukan selama aku mengenal wewangian # syifa bergumam dalam hati .

Sementra syifa sedang heran dengan fenomena yang sedang terjadi , tiba-tiba ia mengingat aziel , dan semua fikirannya tentang wewangian hilang teralihkan oleh aziel yang sedang melintas di fikirannya .

# Mengapa aku tiba-tiba mengingat aziel ? belum selesai penasaranku dengan wewangian itu , kini malah aku tiba-tiba mengingat aziel . ada apa dengan aziel ? apakah diam-diam ia juga memikirkanku ? hmmmmmm # syifa tak henti bergumam dalam hatinya, kali ini dengan raut wajah yang berbeda karena sudah berbeda pula yang ia fikirkan.

Selang beberapa jam kemudian , matahari mulai terbit , tepat pukul 7 pagi . Bahkan sarapan pagi pun belum dilaksanakan , Danu sudah berjalan dengan langkah yang cepat menuju kediaman kiyai Ismajati dan berniat mengadukan apa yang ia lihat sewaktu malam tadi .

# Aku harus mengadukan ini pada kiyai Ismajati , dan aku harus meyakinkan kiyai Ismajati bahwa ada yang tak beres dengan aziel ... asap yang keluar dari kamarnya namun padat itu, lalu seketika aku tak bisa melihat kamar aziel karena cahaya yang muncul menyilaukan mata , lalu dengan wewangian yang muncul ketika asap itu muncul dan hilang berbarengan dengan menghilangnya asap itu aku yakin sekali dia membakar sesuatu yang akhirnya menimbulkan asap .. ya , aku harus mengadukannya # gumam danu dalam hatinya , tak sadar ia sedang dibutakan oleh rasa benci .

Setibanya di depan kediaman kiyai Ismajati , Danu pun tanpa ragu untuk mengucapkan salam dengan nada sedikit lantang dan terlihat ada emosi didalamnya.

" Assalamualaikum....! " danu mengucap salam .

" Walaikumsalam ... " kali ini Syifa yang menyambut dan menjawab salam danu , karena syifa sedang menyapu halaman rumahnya .

Danu yang sudah dikuasai oleh amarah pun tak mempedulikan syifa , padahal sebelumnya ia akan melunak jika dihadapan syifa .

" Mbak syifa , aku ingin bertemu dengan kiyai Ismajati..! ada hal yang ingin ku sampaikan." ujar danu dengan suara sedikit membentak.

Syifa pun merasa tak nyaman dengan kehadiran danu yang diselimuti amarah , hingga ia mengkerutkan alisnya karena kesal .

1
Okto Mulya D.
Wahhh Thor, pamit nya jangan lama-lama nihh
Okto Mulya D.
Danu, selama manusia diliputi iri dan dengki hidupnya akan selalu terganggu dan menghambat dirinya sendiri karena ulahnya.
Okto Mulya D.
Seno Sudjiwo, apakah ini juga teman seperguruan Kyai Ismajati..
Okto Mulya D.
Kyai akan umur panjang dan akan menyaksikan cucu² Kyai lahir..
Okto Mulya D.
Iya ini saudara kita dalam proses kandungan hingga kita lahir ke dunia.
Okto Mulya D.
Aziel, ini pelajaran berharga terlalu baik dimanfaatkan orang dan menjurus ke kebodohan. terlalu cuek dan tak perduli kepada orang lain juga bisa jadi bumerang karena menjadi sombong dan mudah dirasuki aura negatif bahkan jin dan syetan..berusaha menjerumuskan.
Okto Mulya D.
Aziel, jadikan pelajaran kebaikan tersebut tidak ada artinya dimana orang tersebut berhati busuk, walau saudara sekalipun.
Okto Mulya D.
wahhh makin seruuu, Aziel yang tidak tegaan dimanfaatkan oleh Danu si pengecut itu.

tunggulah akhir kisahmu Danu
Okto Mulya D.
Danu, belajar apa ya?, semoga tidak belajar ilmu hitam yaa.
Okto Mulya D.
Tentang asmara anak pak Kyai
Okto Mulya D.
Yahhh ketebak ini sihh pasti Danu, karena sakit hati karena cinta.
Okto Mulya D.
Aziel, makin hebat
Okto Mulya D.
Aziel kapan melamar Syifa.
Okto Mulya D.
Suruhan Sarwaji
Okto Mulya D.
Tidak bisa ya dikirim serangan ke Sarwaji jarak jauh hehehe.. padepokan kosong ada Syifa sendirian
Okto Mulya D.
Sudarmo kena teluh Dan ingin meracuni Aziel dan Kyai .hmmm pengaruh jahat
Okto Mulya D.
Wahhh koq cahaya nya berwarna lampu lalu lintas hehehe..dan mata biru..
Okto Mulya D.
Sarwaji mulai mengancam pak Sudarmo yaa
Okto Mulya D.
Menolong ibumu sendiri Aziel, kan beliau lagi sakit
Okto Mulya D.
Sarwaji, udah bau tanah juga inginkan gadis belia, orangtua mana yang mau menikahkan putrinya dengan kakek² ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!