Tragedi yang menakutkan,,,membuatku sadar akan kasih sayang Orang Tuaku...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. M yanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke dua kalinya
Aku yang termenung melihat sosok ibuku, wajahnya yang menyejukkan membuatku merasa nyaman akan pelukan ya.
Cinta kasihnya mungkin tidak bisa ku balas.
Namun aku hanya ingin selalu melihat senyum diwajahnya, aku takut jika nanti aku tidak bisa melihat senyumnya lagi.
******
BRRRUUUUUKKKKK...
" Ar... bangun, Ar kamu kenapa??? "Ku rasakan tangan Noval mengguncang bahuku dan ibu yang panik melihatku ambruk.
" Nak Noval tolong angkat aryani ke kamar, biar ibu telfon abang untuk kesini. "
Noval pun mengangkat tubuhku membawaku ke dalam kamar.
Seketika tangan Noval berlumur darah, darah yang keluar dari hidung dan telingaku, Noval semakin panik.
" Ar sadar Arrr, bangun.. "dengan linangan air mata yang sudah membasahi pipinya.
Abang datang dengan membawa mobil yang dia pinjam dari tetangga, untuk membawaku ke Rumah sakit yang kedua kalinya.
Sesampai di Rumah Sakit tubuhku sudah disambut oleh para perawat dan dokter yang menangani ku dari awal.
Kini tubuhku sudah beralih di ruangan yang sangat dingin.
" Wali pasien...? " Dokter memanggil.
" Iyah dok, saya disini " ucap ibu.
" saya harus mengambil persetujuan dari pihak keluarga karna sudah tidak cukup untuk menjelaskan pasien sudah terlalu parah, kami akan mengambil tindakan operasi kedua sekarang" ucap dokter yang menjelaskanya .
" Baik dok, tolong selamatkan anak saya" ibu mulai menangis ketakutan.
" Doakan saja kami " Dokter kembali ke ruang operasi.
" Dok pasien mulai menurun detak jantungnya, " ucap asisten dokter.
" Kita mulai operasinya, karna pasien sepertinya mengalami trauma di kepalanya, kita operasi yang bagian telinga dulu, harus hati-hati dan fokus karna ini berbahaya"Dokter mulai memasukkan alat kedalam telinga Aryani.
Hampir 2 jam Aryani masuk kedalam ruang operasi, yang si luar menunggu dengan cemas ibu yang tak kuasa menahan tangis dan berdoa kepada sang Pencipta untuk kesekian kalinya.
Terdapat ada dokter yang keluar dari ruang operasi dan lari sehingga membuat keluarga Aryani bingung dan semakin membuat cemas.
Dan dokter itu masuk ke ruang operasi kembali dengan berlari.
Kini di dalam ruang operasi ketegangan semakin terasa , karena Aryani mengalami kekurangan darah akibat darah yang banyak keluar.
" Dok sudah saya cek di PMI golongan darah A+ kosong, "ucap asisten dokter.
" Cepat tanyakan kepada keluarga pasien yang memiliki golongan darah yang sama" ujar dokter.
Asisten dokter itu sekarang keluar dari ruangan operasi,
" Maaf kepada keluarga pasien "
" Iyahh kami dok. " Bapak mendekat kepada dokter, guna mempertanyakan apa yang sedang terjadi.
" Kini pasien sedang memerlukan donor darah, untuk keluarga pasien untuk ikut saya ke lab untuk di cek agar bisa menjadi pendonor"
Ayah dan ibu, abang mengikuti dokter tersebut untuk di cek,
Setelah mengikuti tes lab Ayah dan abang memiliki darah yang sama dengan Aryani namun Ayah memiliki riwayat darah tinggi sehingga tidak bisa menjadi pendonor darah, sedangkan abang baru satu bulan lalu mengikuti donor darah masal sehingga tidak bisa di ambil darahnya.
Sedangkan kakak Aryani yang lain sudah pergi merantau kembali, dan tidak mungkin menunggu lebih lama lagi.
Noval yang melihat abang kembali dengan raut wajah kecewa pun bertanya.
" Abang kenapa?? "
" Kami tidak bisa melakukan donor darah itu, "
" Emang apa golongan darah Aryani apa? "
" Dia memiliki golongan darah A+" ucap abang yang merasa sedih.
" Bentar bang Noval akan menghubungi Ayah karna Ayah golongan darahnya sama dengan Aryani"
Noval mulai menghubungi Ayahnya untuk dimintai tolong,
Syukurnya Ayah Noval bersedia datang dan menolong.
Setelah Ayah Noval datang, dia mulai di tes darahnya dan Alhamdulillah darahnya cocok dan sehat.
Kini Aryani mulai di transfusi darah dari donor darah Pak Lurah.
****
Setelah 4 jam berlalu Dokter mulai keluar dari ruangan tersebut,
" Alhamdulillah, operasi berjalan lancar, tinggal tunggu pasien sadar'
" Alhamdulillah, "jawab serempak Noval dan keluarga Aryani.
Akhirnya Aryani mulai di pindahkan dari ruang operasi ke kamar rawat inap.
Ibu mengikuti dari belakang sambil memandang wajah putrinya yang ibu lihat rambut putrinya botak, seketika hancur hatinya.
Luruh sudah pertahanan ya, melihat putri bungsunya di belakan telinga memiliki jahitan yang begitu banyak.
Ibu menangis terisak isak sambil mengikuti Dokter yang membawa tubuh anaknya, untuk dipindahkan.
*****
Haiii semuaaa, dimanapun kalian membaca tetap beri semangat aku yahhh,, karna sulit sekali menulis bab ini, karna author yang menulis ikutan menangis, dukung aku terus.
karna aku baca marathon, kusatuin aja ya 10 🌹+5☕
ditunggu season 2 nya yookk bisa yookk 🔥🔥