NovelToon NovelToon
Kisah Kita Telah Usai

Kisah Kita Telah Usai

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:247.3k
Nilai: 5
Nama Author: yaya_tiiara

Lintang Pertiwi hanya bisa diam, menyaksikan suaminya menikah kembali dengan cinta pertamanya. Ia gadis lugu, yang hanya berperan sebagai istri pajangan di mata masyarakat. Suaminya Dewa Hanggara adalah laki-laki penuh misteri, yang datang bila ia butuh sesuatu, dan pergi ketika telah berhasil mendapatkan keuntungan. Mereka menikah karena wasiat dari nyonya Rahayu Hanggara, ibunda Dewa juga merupakan ibu angkatnya. Karena bila Dewa menolak semua harta warisan,akan jatuh pada Lintang. Untuk memuluskan rencananya, Dewa terpaksa mau menerima perjodohan itu dan meninggalkan Haruna Wijaya kekasihnya yang sudah di pacari selama dua tahun.
Akankah Lintang bisa meluluhkan hati Dewa? Atau suaminya akan lebih memilih Haruna. Dan jangan lupa,ada seorang secret admire yang selalu ada bila Lintang bersedih.
Yuk! Pantengin terus kelanjutan dari cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yaya_tiiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Rumah dalam keadaan ramai, ketika Mobil Dion memasuki halaman rumah. Pak Sukir satpam rumah, sigap membuka gerbang untuk anak majikannya. Terlihat mobil ayahnya dan Diana sudah bertengger manis di garasi, sementara di halaman terdapat sebuah mobil model MPV putih. 'Apakah mereka tengah mengadakan perayaan, tanpa memberitahukannya?' pikir Dion sedikit berang. Ia segera keluar dari kendaraannya, dengan membanting pintu mobil keras. Suasana hatinya yang sedang tidak baik-baik saja, membuatnya sedikit emosional. Dari pintu utama, kakaknya Diana keluar dengan wajah muram. Tampaknya Diana tengah berseteru, dengan orang di dalam rumah. "Ada apa, Mbak?" tanya Dion cemas.

"Dion, kamu kemana aja? Papa mencari mu, dan ia marah besar karena kamu melanggar kesepakatan" ungkap Diana, sambil menarik tangan adiknya menuju paviliun samping.

"Kesepakatan apa? Kok aku, tambah bingung, sih" jawab Dion, masih belum bisa mencerna maksud ucapan Diana.

Kakaknya segera membuka handle pintu yang tidak terkunci, lalu mendorong Dion agar duduk.

Berdua mereka duduk berhadapan. Diana menumpangkan sebelah kakinya sambil menatap adiknya tajam. Di bawah sorot mata kakaknya, Dion mencoba mencari sebuah jawaban.

"Dewa Hanggara dan istrinya Haruna Wijaya, ada di dalam rumah. Mereka datang menanyakan perihal kerjasama, yang sudah kamu sepakati."

"Maaf Mbak, kita belum mendapatkan titik temu. Dewa belum mengeluarkan statemen, yang menguntungkan pihak kita sebagai pemberi modal. Ia masih menunggu mantan istrinya, untuk meminta kesediaannya menandatangani perjanjian kontrak."

"Kenapa bisa begitu?"

"Karena aku meminta modal yang sama, seperti yang kita gelontorkan pada perusahaan Dewa. Sementara perusahaan milik Dewa benar-benar sudah mendekati bangkrut, dan ia bermaksud menjual perusahaan milik ibunya. Tetapi karena terkendala tidak adanya mantan istrinya, maka kesepakatan ini belum ada titik temu."

"Tapi Dewa tau, permasalahan tersebut."

"Taulah Mbak, wong ia menjanjikan akan secepatnya menghubungi ku begitu sudah ada yang berminat membeli perusahaan ibunya."

"Gimana kalo kita beli aja, perusahaan milik ibunya Dewa?" tanya kakaknya. "Dengan begitu, kita gak perlu kerjasama lagi sama Dewa" usul Diana, sembari tersenyum.

"Aku setuju, Mbak. Kita bisa fokus mengembangkan perusahaan garment itu. Daripada perusahaan Dewa yang riskan gulung tikar, mending usaha yang belum ada cacatnya."

"Iya udah, nanti malam kita bisa utarakan. "

"Mereka nginep di sini, Mbak?"

"Enggak, mereka berencana tinggal di hotel. Sekalian bulan madu, juga mencari adik angkat Dewa. Menurut orang kepercayaannya, pernah melihat adiknya di sekitaran Surabaya katanya."

"Adiknya cewek apa cowok?"

"Cewek, kenapa pake nanya-nanya?"

"Kali aja ketemu di jalan, jadi bisa kenalan."

"Dasar mata keranjang, gak bisa liat orang cantik maunya di embat aja."

"Enggak Mbak, aku udah tobat. Sekarang, aku udah punya pacar."

"Oo ya, ngomong-ngomong kamu darimana? Di telponin gak di angkat, di wa gak di bales."

"Hehe! Aku lagi sama Lintang, malah ketemu Chintya dan merusak acara kencan."

"Makanya, putusin sebelum dapet yang baru..."

"Lho, kita udah selesai lima tahun lalu. Eh, tau-tau ketemu lagi gak mau di putusin. Amnesia kali, tuh cewek!"

"Huh! Cape deh, liatin kamu gak bisa berubah" keluh Diana.

"Aku tuh pengen serius dengan Lintang, dan berencana membawanya ke hadapan Papa sama Mbak. Tapi Chintya merusak segalanya, gagal total deh" Dion mengacak rambutnya, putus asa.

"Sabar aja kali, udah gak kuat ya" kelakar Diana, mencoba mengembalikan mood Dion yang sedang bete. "Kamu mau ketemu mereka sekarang, gak?" tanya Diana, mengalihkan pembicaraan.

"Nanti lagi aja, aku males ketemu sama mereka..."

"Kenapa cemburu? Karena Haruna lebih memilih Dewa" putus Mbak Diana dengan cueknya.

"Hah! Haruna itu cuma masalalu, sementara Lintang masa depan ku" ucap Dion, sungguh-sungguh.

"Kalian berada di sini, rupanya?" Sasongko menghampiri ke dua anaknya, yang sedang serius berbicara.

"Papa kok ke sini, emang tamunya kemana?" Diana mengerutkan dahinya, melihat kedatangan ayahnya.

"Papa suruh mereka istirahat dulu, sebelum makan malam. Kasian mereka cape menempuh perjalanan Jakarta-Surabaya, tanpa ada sopirnya" jawab Sasongko, sembari duduk berdampingan dengan Diana.

"Kamu Dion, kemana aja? Katanya mau ketemu sama klien, tapi mana kliennya?"

"Hehe!" Dion menggaruk tengkuknya, salah tingkah." Bukan klien Pa, tapi calon istri..."

"Hah! Kapan pacarannya? Tau-tau, udah mau jadi istri. Kenapa gak bilang Papa? Kamu mau menikah tanpa restu, apa?" tanya Sasongko beruntun. "Kamu mau, tak keluarin dari kartu keluarga" ancamannya keras.

"Sabar dong, Pa. Satu-satu, pertanyaannya" ucap Dion, memandang ayahnya lekat. "Segala sesuatu, bisanya ngancem terus" omelnya pelan.

"Bukan ngancam, tapi mengingatkan. Jangan lupa juga, bibit bebet dan bobotnya harus jelas" tambah Sasongko lagi.

"Lho yang nikah aku, Pa. Kok ribet banget kesannya" keluh Dion.

"Halah kamu itu, di nasehatin orang tua ngeyel" Diana ikut berkomentar, mendapati adiknya yang keras kepala.

"Ya udah entar malem, jangan kemana-mana. Kita makan malam,untuk menghormati tamu dari jauh" Sasongko mengakhiri percakapannya. Ia segera mengangkat bokongnya, untuk beristirahat. Meninggalkan putra-putrinya yang masih melanjutkan obrolannya.

****

Tepat pukul 19.00 WIB, seperti yang diinginkan Sasongko makan malam harus di hadiri semua anggota keluarga. Diana bersama Henry suaminya, dan Dion melenggang sendiri memasuki ruang makan. Di sana sudah ada ayahnya, dan ke dua tamu mereka. Sambil tersenyum, Dion menyambut jabat tangan Dewa dengan hangat. Begitu tiba giliran, Haruna terlihat kagum melihat penampilan Dion yang mengenakan stelan santai.

"Dion Arya" sapa Haruna, dengan sumringah. "Lama gak bertemu, kamu udah sebesar ini" sambungnya lagi berbinar, sambil memperhatikan Dion.

"Hallo Haruna Wijaya, gak nyangka kita bisa ketemu" jawab Dion, sama antusiasnya.

Mereka cipika-cipiki sembari memberi pujian, terlihat begitu bersemangat ke duanya sampai melupakan sekitarnya.

"Eghm!" Sasongko berdeham, menyadarkan Dion agar berlaku sopan. "Dion! Jangan membuat suami Haruna cemburu" tegur Sasongko, memperingatkan.

Dewa yang namanya di sebut terlihat salah tingkah, jujur dalam hatinya ia sempat cemburu melihat kedekatan mereka.

"Jangan kaget Mas Dewa, adik ku itu nge-fans banget sama Haruna" ucap Diana menimpali. "Dulu waktu kita sering belajar kelompok di rumah, diam-diam Dion suka ngintipin Haruna."

"Mbak, jangan buka kartu as ku" ujar Dion dengan wajah memerah. "itu kan dulu, waktu masih ABG."

"Kalo sekarang, gimana?" tanya Haruna memancing. "Apa masih meng-idolakan ku?" tanyanya lagi.

"Hmm, kayaknya udah enggak. Soalnya udah ada pengganti, yang lebih cantik" Dion berterus-terang, gak enak dengan suami Haruna yang menatap tajam dirinya. Ia menyadari, kecemburuan pria di samping Haruna padanya.

"Oo ya, kabarnya Mas Dewa sedang mencari adiknya?" tanya Diana, mengalihkan pembahasan tentang Dion dan Haruna.

"Iya, Mbak Diana. Adik saya pergi tanpa pamit, dan sampai saat ingin belum ketauan ada di mana?" terang Dewa.

"Adiknya cewek apa cowok, Mas?" tanya Dion menimpali.

"Cewek, baru berusia dua puluh tahun" terangnya lagi.

"Saya minta fotonya, kali aja ketemu kalo udah hafal wajahnya" Dion berusaha beramah-tamah, mengingat wajah kesal Dewa ketika bertatapan dengannya.

"Saya minta no wa-nya" kata Dewa pada Dion.

Dion menyebutkan nomor telponnya, setelah itu Dewa mengirimkan foto Lintang pada ponselnya. Beberapa saat kemudian, terdengar bunyi notifikasi masuk gawai Dion. Bergegas ia membuka pesan masuk, dan terpampang lah foto perempuan muda yang telah mencuri hatinya. Dion sedikit syok, terlihat dari tangannya yang gemetar memegang benda pipih tersebut.

Diana yang menyadari perubahan raut muka adiknya, menyenggol kakinya yang berada di bawah meja. Dengan isyarat matanya, ia meminta agar Dion mengatakan sesuatu. Namun gelengan kepalanya, membuat Diana diam.

"Ayok...ayok, di nikmati sajiannya selagi hangat" suara Sasongko terdengar meminta tamunya, untuk segera mencicipi makanan yang sudah terhidang.

Diana menyendok kan nasi untuk Sasongko, di ikuti yang lainnya. Mereka makan dalam keadaan hening, hanya denting suara sendok dan piring yang beradu. Makan malam kali ini, membuat Dion ingin segera menyudahinya. Ia akan mendatangi Lintang, dan meminta informasi kebenarannya.

****

1
Dewi Dama
cerita nya ber belit2..bangat...baca nya di loncat2tin tamat juga gk..jelas
Royani Arofat
suami seperti dewa kpn kena batunya? perasaan hidupnya mulus2 aja meski g bisa jg perhatian dan cintanya pd satu org
Anita Nita
thor lintang kembalikan ke kampung orang tua nya jodohkan dia sama ibra
asya yussi
Luar biasa
Dewi Dama
cerita nya sangat membosankan...malas baca nya..lagi...
Ita Mariyanti
hadeuh....g abis2 jja*ang d putaran Dion
Bintang Yafi
istrinya om ahmad linda apa sandra thor?
Ita Mariyanti
🔥🔥🔥🔥🔥
Ita Mariyanti
apa si Dion tukang celup yach bnyk bgt wanita yg cr
Ita Mariyanti
lakik modelan dewa gt ksh rok ae g ada teges2 nya jd lakik...bodoh g ketulungan....diem bae d kadalin ja*ang
Jumiah
klo Dewa gk merubah sipat x ,gk akan pernah damai rmh tangganya ,
yg ad hidupx sendirian nnt x
Ita Mariyanti
wah kl PTC kurleb 15mnt dr rmh ku Thor, smngt Lin 💪💪
Ita Mariyanti
bs jdi jodoh Lintang si Dion ini tp kq aq suka sm Zian ae jodoh nya Thor 🤭
Ita Mariyanti
sukak wanita kek Lintang yg g mdh d tindas dan teguh pendirian ❤️❤️❤️
Ita Mariyanti
😂😂😂❤️❤️❤️ bnrn ki Dion
Ita Mariyanti
slmt menikmati kotaku SBY yg panas bgt yaa Lin 😍😍
Ita Mariyanti
waduh kyk e lakik d bus kmrn ki 😁😁
Ita Mariyanti
prgi ae Lin ngpain bertahan dsitu kan g bkln jg Dewa dpt warisan ibunya
Ita Mariyanti
knpa pedes gt yach omongan Ibra...ati2 kang tar Sinta e d ambl org tar km nyesel
Dewi Dama
perfect
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!