true story....
Noviant Juan adalah seorang pria yang tertutup, dia seakan punya dunia sendiri tapi semua berubah karena kedatangan seorang gadis di hidupnya.
Meyda Shakira harus mu hidup bersama orang yang tak mengharapkan kehadirannya.
Naira putri Noviant adalah cahaya cinta keduanya.
akankah mereka bahagia?
atau Vian akan kembali pada cinta lamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kamu cantik..
Akira menaruh uang yang di berikan Robi ke dalam lemari, tak sengaja Akira menjatuhkan sebuah map.
Akira pun membuka dan membaca isi map itu, Akira terkejut dan tak percaya dengan apa yang di bacanya.
Akira bahkan meneteskan air mata, kemudian Akira langsung mengembalikan map itu, dan juga uang tersebut.
"tenang Akira, semua pasti akan baik-baik saja, aku harus terus bersama dengannya dan memberikan kekuatan," batin Akira sebelum keluar kamar.
Akira pun bergabung bersama yang lain, setelah sholat Isya' terdengar suara mobil Vian.
Kadir langsung pamit dan membawa semua oleh-oleh yang di belikan Vian.
sedang Vian membawa kue dan juga boneka untuk Aira, Vian langsung memeluk putrinya itu.
sedang Akira hanya melihat Vian dari jauh, sedang Aira terlihat begitu senang mendapat boneka itu.
Vera pun menerima kue yang Vian bawa, Akira yang sudah mendekat ke arah Vian pun reflek langsung memeluk pria itu.
entahlah Akira merasa begitu buruk karena batu mengetahui semua ini, Vian sendiri binggung dengan Akira.
"hei kenapa? apa kamu begitu merindukan ku," kata Vian membalas pelukan Akira.
"maaf, aku tadi berbelanja sedikit banyak," bohong Akira.
mendengar itu Anis kaget, pasalnya mereka hanya menghabiskan sekitar 600ribu, dan Akira sudah menangis meminta maaf.
"tak masalah, sekarang aku ingin makan tapi harus masakan mu," kata Vian.
"tentu, mas mau makan apa?" tanya Akira.
"aku ingin makan nasi goreng saja, tapi jangan terlalu asin ya," kata Vian.
"siap bos, sekarang mas mandi dulu ya, biar aku siapkan nadi goreng spesialnya," kata Akira tersenyum manis.
"terima kasih," kata Vian.
Akira pun menghampiri putrinya yang sedang bahagia dengan boneka barunya.
"Aira, mau nasi goreng juga?" tanya Akira.
"tentu, nasi goleng bunda pakai telul ya," kata Aira.
"baik sayang," jawab Akira.
Akira pun menuju ke dapur dan mulai memasak makanan keduanya, dan tak lupa membuat cukup banyak untuk yang lain.
setelah selesai, Ela membantu menata di meja makan, sedang Vian sudah datang sambil membawa kotak untuk kedua adiknya.
Vian pun memberikan kotak itu pada Vera dan Ela, keduanya terlihat begitu senang, sedang Akira sudah sibuk dengan Aira.
"bang, ini gak papa hadiah semahal ini, nanti mbak Akira," kata Vera.
"tenang Vera, Akira tak keberatan dengan ini, lagi pula ini hanya hadiah kecil untuk kalian, jadi di terima ya," kata Vian.
Vian pun melanjutkan makan, Vian pun menambah tapi sekarang dia menghampiri Akira dan Aira yang berada di depan tv.
"kamu juga harus makan," kata Vian yang sekarang menyuapi Akira.
"terima kasih," kata Akira sambil berkaca-kaca.
Vian pun mencium kening Akira, Bu Ageng tersentuh melihat Vian yang bisa menerima Akira, bahkan mereka bertiga terlihat begitu bahagia.
saat akan bersiap tidur, Akira mengambil struk belanja dan juga amplop dari Robi, Akira pun duduk dan memberikan pada Vian.
"apa ini?" tanya Vian.
"ini struk belanja dan bukti pembayaran beberapa tanggungan, dan juga ini tadi kata bang Robi, uang hasil penjualan dari rumah mas Vian," kata Akira.
Vian pun melihat bukti-bukti yang di berikan Akira, Vian hanya tersenyum melihat istrinya itu.
Akira pun mengambil dompetnya dan mengembalikan kartu yang di berikan oleh Vian.
"ini apa lagi?" tanya Vian melihat Akira menyodorkan ATM itu.
"aku kembalikan, aku tak mau memegangnya, karena kata mbak Anis, uang di ATM ini adalah tabungan mas," kata Akira.
"dek, ini itu uang belanja untukmu, tabungan untuk Aira dan anak kita nanti ada sendiri, dan uang mas ataupun uang untuk kerjaan sudah mas sendirikan, jadi ini itu hak mu," kata Vian menjelaskan.
"tapi aku takut akan jadi boros mas," jawab Akira.
"ya sudah kamu tetap pegang, dan itu memang hak mu, dan nanti setiap hari mas akan kasih jamu uang belanja, seperti keinginan mu," kata Vian.
"itu lebih baik, terimakasih," kata Akira.
Vian hanya tak habis pikir dengan gadis yang dia nikahi ini, biasanya wanita akan senang bila di berikan uang belanja lebih, tapi Akira malah menolaknya.
Vian pun menyimpan semua bukti belanjaan Akira, dan juga uang dari Robi itu, Vian pun membawa kotak yang dia simpan.
"dek, duduk di meja rias sebentar deh," kata Vian.
Akira pun menurut, Akira pun duduk di meja rias, Vian memakaikan kalung emas bertuliskan namanya.
Akira pun kaget melihat kalung itu, setelah itu Vian juga memakaikan cincin dan juga gelang serta gelang kaki.
"mas ini?" tanya Akira yang masih terkejut.
"ini hadiah kecil untuk istri terbaik pilihan ibu, dan maaf selama ini aku sering melukaimu," kata Vian.
Akira pun memeluk Vian dan menangis, Akira tak menyangka jika Vian akan sebaik ini padanya.
"aku beruntung memiliki suami seperti mu mas," kata Akira.
Vian pun mengendong Akira dan membaringkan di atas ranjang, keduanya pun tidur dengan berpelukan.
keesokan paginya mereka pun beraktivitas seperti biasa, tapi Vian sedikit merasakan kesemutan pada kakinya.
Akira pun menghampiri Vian, "ada apa mas? ada yang sakit?" tanya Akira.
"gak kok, hanya sedikit kesemutan, oh ya ayo sarapan dulu," ajak Vian.
Akira pun memanggil Aira yang juga sudah cantik, Bu Ageng dan Anis sudah di meja makan.
"wah cucu eyang sudah cantik, oh ya tahun ini Aira mau masuk playgrup, atau nunggu langsung TK," tanya Bu Ageng.
"seperti nya Aira akan masuk playgrup dulu Bu, sebelum ke TK, biar dia sedikit mengenal suasana sekolah," jawab Akira.
"bagus mbak, oh ya TK dan playgrup Islamiyyah itu loh bagus, kata ibu-ibu sih," kata Anis.
"bagaimana menurut mas Vian?" tanya Akira.
"aku sih terserah kamu saja dek, asal anaknya mau," jawab Vian.
"Aira mau sekolah tidak?" tanya Bu Ageng.
"mau eyang, Aila mau punya temen-temen yang banyak," jawab Aira dengan membuka tangan mungilnya.
Vian pun berpamitan pada Bu Ageng, sedang Akira merasa begitu berat melepas Vian untuk bekerja.
"kenapa hem, katanya mau pergi mengantar Aira, kenapa menahan mas," kata Vian pada Akira.
"entah lah, aku seperti tak ingin mas pergi saja," jawab Akira.
"dek, jika mas gak pergi, mas gak kerja dong, tenanglah, mas akan baik-baik saja," kata Vian menyakinkan Akira.
"baiklah,mas harus hati-hati ya," kata Akira yang mencium tangan Vian.
"iya dek, kamu juga jaga diri ya," kata Vian yang mencium kening Akira.
setelah mobil L300 itu meninggalkan rumah, Akira membantu Aira bersiap untuk pergi ke tempat playgrup untuk mendaftar.
Aira bahkan terlihat begitu bersemangat untuk pergi, Akira pun membawa motor dengan pelan karena membawa Aira.
Kalau berkenan boleh mampir dan support karyaku yang berjudul Sungguh Mencintainya 🙏😉☺️
tegas mirip Romo Jalal
pernah suatu waktu anaknya nangis g mau diam.lsg dibawanya kerumah.alhamduliah begitu kami gendong si baby lsg tenang.
aku sarankan untuk mencari ustadz yg berpengalaman.krna anak ini ada yg jagain.jdi klo ada yg niat g baik dg mengirimi sesuatu, penjaganya marah. itu yg buat si anak rewel..
alhamdulillah..skrg si anak sdh balita.
semangat Thor..🤩🤩
cerita ini sesikit banyak mengingatkan tentang kampung halaman.
pohon rambutan kembar di depan pintu. dijaga macan loreng putih. begitu diceritakan banyak yg tak oercaya dan beranggapan hanya bualan.
giliran surup (menjelang magrib datang) ada balita yg membagikan jajanan beng-beng ke maung di dwpan beberapa ibu2 tetangga.
padahal mrka tak melitah apapun didepan balita itu.
begitu ditanya,si balita bilang..jajannya buat miong yg duduk baik.
nah loh.. kicep lsg para emak2 yg denger.auto bubar masuk rumah masing2..😁😁
apakabar akira selama ini vian..??
hempaskan susukk..😆😆😆
g ada yg nyangka klo jenasah blm mau pulang tanpa maaf dri orang tsb.
jagalahblisan dan perbuatan. krna kadang tanpa kita sadari kita menyakiti orang lain tanpq sengaja dan meninggalkan luka yg mendalam.