Karin gadis pemalas yang punya hobby nonton Drakor dan Dracin sepanjang masa remajanya, tidak menyangka bahwa nasibnya akan seperti di drama drama yang pernah ia tonton.
Diumur ke 20 tahun ia dipaksa menikah muda dengan Om Om yang di jodohkan Oleh Ayahnya.
Om Om itu adalah kolega bisnis Ayah Karin bernama Arjuna Prayoga.
Meskipun hanya berbeda 7 tahun tapi Karin yang saat itu masih kuliah, sangat sulit untuk menerima perjodohan dan pernikahan itu.
Apalagi Karin sudah memiliki pacar yang telah dipacarinya selama bertahun tahun bernama Kai Bagaskara seorang cowok populer dan sangat dicintainya.
Dapatkan Karin Lolos dari perjodohan yang disiapkan Ayahnya?
Ataukah pada akhirnya ia akan benar benar menikah dengan Om Arjuna?
Selamat membaca semoga kalian suka dengan karyaku, saranghae 🩷
BTW karena ini cerita tentang pernikahan Harap bijak sebelum membaca okey...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Honeymoon Part 1
Sabtu pagi itu Arjuna mendapat sebuah telepon dari Theo yang mengajak Arjuna dan istrinya untuk pergi ke berlibur bersama ke puncak di Sore hari ini sampai besok.
Karena memang akan bekerjasama dalam banyak proyek strategis mau tidak mau Arjuna mengesampingkan masa lalunya dengan Amanda
Namun untuk urusan liburan seperti ini dia tidak bisa sembarangan mengambil sikap sendirian, dia harus bertanya pada Karin istrinya.
Arjuna sebenarnya merasa tidak nyaman bertemu Amanda, dia tak menyangka Theo menikah dengan perempuan itu, jikalau tau sejak awal mungkin Arjuna sudah menolak kerjasama dengan investor hebat itu.
Arjuna mencari Karin, tapi gadis itu tidak ada di kamarnya, ternyata Karin sedang menyiram tanaman di balkon.
"Sayang." Panggilnya.
"Iya Om, ada apa?"
"Om mau ngobrol penting." Katanya membuka obrolan, kini Arjuna duduk di kursi teras di balkon itu.
"Iya." Ucap Karin sambil masih menyiram bunga "Bilang aja om."
"Theo ajak kita liburan ke puncak, menurut kamu gimana sayang, mengingat Amanda adalah mantan pacar Om?" Tanya Arjuna.
Karin terdiam, dan Arjuna menunggu apapun keputusan yang akan di ambil Karin.
Bagi Arjuna meskipun Karin belum mencintainya, tapi hati Karin tetap harus di jaga, bisa saja Karin merasa tidak nyaman melihat Arjuna harus bertatap muka dengan mantan.
"Boleh kok." Jawab Karin meskipun agak ragu ragu.
"Bener, kamu mau, kalau gak mau gak perlu di paksakan."
Karin tersenyum "Aman om lagian, Karin kangen sama Cassie anak bule cantik itu."
Arjuna juga mengingat gadis lucu itu "Eh iya ya bener, dia kan suka banget sama kamu Rin."
"Iya dan sebenernya Cassie udah ajak Karin duluan om, dia ajak pergi ke puncak, cuma Karin nunggu Om di kabari sama Mr Theo."
"Oh pantesan, kalau gitu, jadi deal ya siang nanti kita berangkat, biar sore sudah sampai disana."
Karin mengangguk.
"Iya Om, apa mau Karin siapakan baju yang mau Om bawa?" Karin menawarkan.
Arjuna tersenyum dan matanya berbinar bahagia, ada perasaan hangat dan sangat nyaman mendengar istrinya itu kini mulai ada inisiatif untuk merawatnya juga.
"Boleh sayang, makasih banget loh istriku cantik." Arjuna kini memeluk tubuh mungil istrinya dari belakang lalu menciumi dengan sedikit menggelitik tengkuknya gemas.
Karin cekikikan karena geli "Geli Om geli tau." Ucapnya sambil merinding gadis itu memang tipe yang mudah geli kalau di sentuh dan dicandai dengan gelitikan apalagi di tengkuknya.
"Sayang sekalian kita honeymoon ya di puncak." Ujar Arjuna sambil senyam senyum dan masih memeluk istrinya.
Karin menjawab pelan "Iya."
Arjuna makin senyam senyum "Om bakal pelan pelan."
Sontak Karin memukulinya "Iiiih fikiran om Yayang kesitu terus ah." Rengeknya
"Honeymoon kan isinya enggak itu doang Om." Protesnya, kini wajahnya memerah karena salting dan malu sekali.
Karin mengingat fore play mereka sore kemarin, hampir saja kemarin dia dan Om Yayang benar benar akan melakukan hal itu.
Arjuna ngakak brutal "Iya maaf deh sayang, jangan lama lama dong om disuruh puasanya, masa Karin enggak kasian sama Om."
"Kasian sih, tapi takut sakit." Ucapnya jujur.
"Jadi kamu gak mau karena takut sakit?" Arjuna tidak pecaya, dia sangka istrinya tidak mau memang karena belum mencintainya.
"Jadi sebenernya Karin mau mau aja sama Om Yayang?" Tanyanya lagi.
Karin mengangguk malu "Ya mau lah, lagian om Yayang kan emang suami Karin, terus Om juga ganteng, Karin gak rugi sebenernya ."
Arjuna makin gemas sekali terhadap istrinya itu "Rin om harus gimana sama kamu sayang?"
Karin mengangkat alisnya nampak tak paham maksud suaminya.
"Gimana apanya sih om?"
Arjuna membalik badan Karin hingga kini mereka berhadapan, ia mengecup bibir ranum gadis itu dengan lembut dan penuh cinta.
"Gimana dong Rin, om tergila gila banget sama kamu." Ucapnya sambil menatap lekat lekat bola mata hitam cerah milik wanita pujaannya.
...****************...
Sore itu mereka telah tiba di sebuah hotel bintang 5 di daerah puncak. Sebuah hotel mewah yang sudah beberapa kali pernah Arjuna sambangi saat ada kepentingan bisnis.
Nanti Arjuna dan Theo akan bertemu langsung di hotel jadi perjalanan tadi dilewati masing masing rombongan. Entah saat ini mereka sudah sampai atau belum, hanya saja mereka janjian bertemu jam 5 sore dan saat ini Masih jam 3.30 sore.
Karin excited sekali karena hotel ini memiliki pemandangan alam yang sangat indah dari hamparan bukit dan pepohonan juga ada sungai yang mengalir di belakang hotel tersebut. Membuat suasannnya semakin menyegarkan dan menenangkan.
Mereka masuk ke sebuah kamar bernomer 412, nampak kasur yang penuh bunga bunga mawar merah muda dan putih, dengan dua ekor angsa yang saling berciuman.
Karin tersipu malu sesaat masuk ke kamar itu.
"Bagus juga kamarnya om" Puji Karin mencarikan suasana.
"Iya sayang."
Melihat kamar yang begitu romantis fikiran Arjuna malah tidak bisa tenang, ia bergegas ke kamar mandi untuk mandi.
"Sayang Om mandi dulu ya, kamu istirahat dulu aja." Ucapnya seraya berlalu ke kamar mandi.
Karin tiduran di kasur empuk penuh bunga itu. Matanya terpejam, tadi perjalanan cukup jauh badannya agak terasa pegal.
Sayup sayup terdengar suara suaminya memanggil.
"Sayang Om lupa bawa handuk bisa tolong bawakan?"
"Iya." Sahut Karin.
Di ambilnya 1 ekor angsa yang ada di kasur itu. Dengan hati hati dia masuk ke kamar mandi, nampak suaminya sedang berendam di dalam bathtub, penuh busa.
Karin tak sengaja melihat dada suaminya yang bidang dan terlihat seperti roti sobek, sangat menggiurkan sekali. Membuat Karin ingin menyentuhnya.
Tanpa dia sadari ia menelan air liurnya.
Ditepisnya fikiran itu.
Karin memang kebanyakan nonton drama jadi otaknya traveling kemana mana. Kini dia inisiatif menggantungkan handuk itu di rak yang ada di samping bathtub.
Hanya selang beberapa detik saja Suaminya itu bangkit dan menggendong Karin memasukannya ke dalam bathtub berisi banyak sabun itu.
Karin jadi kaget dan berteriak karena tubuhnya sedikit di lemparkan halus ke dalam air oleh suaminya "Om".
Arjuna tersenyum iseng.
Kini Karin yang ada di posisi berendam, sementara Pria itu di atasnya. menindih tubuh kecil Karin.
Kini bagian bawah tubuh mereka bersentuhan bersama dengan air hangat dan busa sabun yang melengkapi keintiman tersebut.
Baju dan Celana Karin basah semua "Om kan jadi basah." Protesnya.
"Kamu kan belom mandi juga sayang, biar cepet kita mandi bareng aja ya yuk." Arjuna tersenyum menggoda istrinya. Membuat Karin malu sekali.
Setelah itu tanpa persetujuan Karin Arjuna melucuti pakaian Karin, Karin menurut saja kini mereka berduaan tanpa sehelai benangpun yang menutupi keduanya, Arjuna mengganti posisinya kembali ke posisi awal dengan dirinya yang rebah di bathtub.
Karin kini menindihnya, ia menyentuh dada bidang suaminya, dan menjadi sangat kikuk begitupun suaminya, kini mereka jadi tertawa.
"Apaan sih om" Ucap Karin nampak salah tingkah tingkat tinggi. Wajahnya sangat merah sekali seperti tomat.
Arjuna tak kalah tersipu apalagi kini bagian bawah mereka benar benar bersentuhan tanpa penghalang, memberikannya rangsangan yang kuat sekali.
"Ini terus maksudnya apa sih?" Tanya Karin saking polosnya.
Arjuna mengacak acak rambutnya sendiri lalu berkata "Saking groginya om juga gak tau harus ngapain sayang." Ucapnya, dia jadi terpingkal geli.
"Yaudah kita mandi aja, om mau Karin gosok gak?"
Pria itu mengangguk, adegan yang harusnya romantis ini jadi kacau karena mereka jadi cekikikan dan tertawa tawa, mentertawakan kepolosan masing masing, baik Arjuna maupun Karin memang belum berpengalaman.
Alhasil adegan mesra dan panas di bathtub itu tidak terjadi mereka malah bercanda dan main air seperti anak kecil. Lalu benar benar membersihkan diri dan mandi, hanya terjadi seperti itu.