NovelToon NovelToon
Disty Milik Javeno (Aku Pelacur Milik Javeno)

Disty Milik Javeno (Aku Pelacur Milik Javeno)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Penyelamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: S.Lintang

⚠️⚠️

Bukan Cinta Yang Memiliki.
Tapi Obsesi Yang Menjerat.

⚠️⚠️

~•~

Aku bukan milikmu
tapi kamu tidak pernah melepaskanku.
- Disty -

Kamu milikku, dan tidak ada
yang berhak memilikimu selain aku.
- Javeno -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.Lintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Di belakang rumah, Disty dan Aurel menghabiskan waktu selama 10 menit tanpa adanya kata yang terucap. Baik dari mulut Aurel atau pun Disty.

"Maaf."

Dan keduanya sama-sama mengungkapkan kata maaf, lalu menoleh untuk saling tatap.

"Maaf karena aku yang tiba-tiba masuk ke hubungan kamu sama Javeno. Aku sama sekali nggak tau tentang hubungan kalian. Karena yang aku tau aku cinta sama Javeno sejak kecil, jadi sewaktu Om Robert datang ke rumah bawa lamaran atas nama Javeno. Aku langsung terima tanpa pikir panjang."

"Aku nggak tau kalau sebelumnya Javeno sempat menentang perjodohan ini karena Om Robert mengatakan kalau Javeno juga menerima."

Disty diam mendengarkan Aurel yang bercerita. Tidak menyela, hanya menatap wajah Aurel yang terlihat sangat bersalah.

"Dan pas pertemuan itu, awalnya aku kaget karena Javeno pulang bareng sama kamu. Pas di perjalanan pulang, aku sempat nanyain tentang kamu ke Om Robert, tapi beliau bilang kalau kamu sama Javeno itu bersahabat. Javeno sama kamu bisa satu rumah karena Javeno lagi bantu kamu yang terkena masalah dalam keluarga. Aku nggak masalah sama itu, karena aku ya beneran mikir kalau semua itu bener," ungkap Aurel dengan mata penuh rasa bersalah pada Disty.

"Maafin aku, Disty. Pasti kabar perjodohan waktu itu bikin kamu sakit hati kan? Aku bener-bener minta maaf sama kamu," ucap Aurel menggenggam kedua tangan Disty agar gadis itu mau memaafkan dirinya.

Disty menggeleng dengan senyuman. "Kamu sama sekali nggak salah Aurel, kenapa harus minta maaf? Justru aku yang harusnya minta maaf atas perkataan Javeno semalam yang sangat menyakitkan untuk kamu. Aku benar-benar minta maaf atas nama Javeno karena dia ngungkapin itu semua juga atas dasar aku," ucapnya.

Aurel juga menggeleng. "Bukan salah kamu, kamu nggak salah. Perkataan Javeno emang nyakitin semalam, tapi aku nggak nyalahin kamu atau pun Javeno. Aku udah terima semua takdir aku kalau emang udah di tulis kayak gini, Dis," ucap Aurel tersenyum hangat.

Disty dan Aurel saling berpelukan sekarang. Cukup lama hingga Disty melepaskan pelukan.

"Aku juga udah bilang ke Papa untuk batalin perjodohan aku sama Javeno, dan Papa setuju. Jadi antara aku sama Javeno udah nggak ada lagi terikat kata perjodohan Dis. Maaf kalau beberapa hari sempat buat kamu ngerasa nggak nyaman karena kehadiran aku yang tiba-tiba dan langsung di jodohkan sama Javeno," ujar Aurel lagi meminta maaf.

"Kenapa di batalkan?" tanya Disty pelan.

Aurel tersenyum. "Terus aku harus pertahanin perjodohan yang bakal nyakitin tiga pihak sekaligus gitu? Kalau aku tetap terima itu, aku bakal nyakitin diri aku sendiri karena aku udah sadar dan tau kalau Javeno nggak cinta ke aku, nggak sepenuhnya terima perjodohan ini kayak aku yang terima sepenuhnya. Terus aku juga bakal nyakitin hati perempuan lain, yaitu kamu. Kamu juga bakal tersakiti kalau lihat pasangan sendiri ternyata udah di jodohin sama perempuan lain, itu menyakitkan Dis. Dan selain aku dan kamu yang tersakiti, Javeno pastinya juga ngerasa tersakiti sama hal ini. Karena dia nggak ngejalanin nya sepenuhnya," ucap Aurel dengan alasannya yang sudah ia pikirkan semalaman.

"Tapi hubungan aku sama Javeno juga nggak sejauh itu Rel, kamu sedikit salah paham," kata Disty lirih dengan kepala yang menunduk pelan.

"Maksud kamu?" Aurel bingung dengan kalimat Disty barusan.

Disty mengangkat kepalanya lagi dan menatap Aurel, ia tersenyum.

"Javeno mungkin memang mencintai aku kayak yang dia ungkapin sebelumnya di depan kamu. Tapi hubungan kami, hanya sebatas Tuan dan seorang pelacur pribadinya," kata Disty mengungkapkan kebenaran menyakitkan ini.

Entah darimana keberanian itu sampai ia memilih mengungkapkan nya kepada Aurel setelah selama setahun ini tidak ada satu pun orang luar yang tahu.

Aurel menutup mulutnya, dia terkejut mendengar kebenaran yang..?

"Javeno memang selamatin aku dari keluarga aku sendiri setahun yang lalu, di saat Ayah aku sendiri mau jual aku ke orang-orang yang nggak aku kenal. Aku kabur, dan aku ketemu Javeno malam itu, aku yang lagi berusaha kabur dan lari dari orang-orang yang sama sekali nggak aku kenal, tapi aku juga berlindung dan meminta pertolongan sama seorang yang aku sendiri juga belum kenal siapa Javeno," ujar Disty mulai bercerita semuanya sejak awal.

Sekarang Aurel yang diam untuk mendengarkan.

"Javeno nolongin aku, dia bawa aku pergi dari Ayah dan orang-orang itu. Kesini, ke rumah ini, aku emang di bawa kesini. Dan malam itu juga dia klaim aku sebagai miliknya, aku yang merasa udah di tolong, aku terima semuanya. Sampai larangan dia yang aku langgar, itu semua jadi boomerang untuk aku sampai sekarang kalau ingat itu," ucap Disty dengan air mata yang mulai terjun bebas.

"Larangan? Larangan apa?" tanya Aurel.

"Aku nggak boleh berinteraksi sama lawan jenis waktu itu, tapi aku pikir itu cuma sekedar kalimat yang keluar gitu aja. Lagi pula kami beda sekolah pada saat itu, jadi aku nggak gubris larangan dia, aku ngobrol sama teman-teman kelas aku kayak biasanya. Dan tiba-tiba aja dia datang ke sekolah lama, nyerang cowok yang sempat berinteraksi sama aku sampai keadaannya yang parah, aku nggak tau dia tahu itu darimana tapi sejak itu aku jadi pindah sekolah dan sekarang satu sekolah bareng dia," ucap Disty tersenyum tipis.

"Larangan nya masih ada, aku patuh. Sampai tiba-tiba dia juga pukul seorang siswi, perempuan yang sempat beberapa hari nyapa dan deketin aku, cewek itu masuk rumah sakit. Dia seret aku pulang sehabis itu, dan kejadian itu terjadi, dia marah sampai renggut kesucian aku."

Aurel menutup mulutnya lagi untuk yang kedua kalinya.

"Sejak itu, aku di larang berinteraksi juga sama sesama jenis. Dan alasan dia larang itu aku baru tau sebulan lalu, karena sebenarnya perempuan yang sempat ngobrol sama aku itu punya kelainan, Javeno cemburu sama hal itu," ucap Disty.

"Dan itu jadi alasan kenapa selama ini aku di anggap bisu sama semua orang, aku bakal bicara kalau Javeno yang datang dan ajak aku bicara. Dan itu alasan kenapa Zayna selama ini susah mau berteman sama aku, bukan aku yang nggak mau, tapi aku takut sama Javeno, selain itu aku juga takut kalau Javeno bakal buat Zayna bernasib sama kayak cewek yang sebelumnya," ucap Disty mengakhiri ceritanya.

Aurel menggeleng pelan. "Aku masih nggak nyangka semua ini," ucapnya.

Disty tersenyum. "Rasanya nggak pantas aku berteman sama kamu dan Zayna di saat aku sendiri bukan cewek suci yang.. aku kotor Rel," lirihnya.

"Kamu nggak mau lepas dari Javeno?" tanya Aurel prihatin.

Disty kembali tersenyum dan menatap Aurel. "Aku udah pernah coba sebelumnya, tapi nggak bisa, aku tetap balik ke dia karena dia bisa temuin aku."

"Aku bakal bantu, aku juga bakal minta tolong ke Papa...."

"Jangan Aurel." Disty segera menggeleng. "Makasih karena kebaikan kamu, tapi aku juga nggak mau seret keluarga kamu ke dalam masalah aku. Aku bakal tunggu sampai waktunya Javeno sendiri yang bosen dan lepasin aku dengan bebas," katanya.

"Kapan?" tanya Aurel.

Disty terdiam, tidak bisa langsung menjawab. Dia menatap langit cerah pagi ini.

"Aku juga nggak tau kapan waktu itu bakal datang. Entah waktunya akan datang atau enggak sama sekali. Aku juga nggak tau," jawab Disty.

Disty terlihat pasrah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!