Setelah menyelesaikan tugasnya Nungky kembali ke rumahnya, namun setelah kejadian itu membuat sesuatu merubah hatinya.
Haruskah dia memperjuangkan cintanya kepada orang yang bahkan tidak pernah mengenal cinta?
Atau haruskah dia melupakan cintanya lagi sama. seperti yang dia lakukan kepada Awan?
NB: Ini Lanjutan dari Kepentok Cinta Nungky, jadi kalau bingung silahkan baca novel itu terlebih dahulu 🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vinoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berpamitan
"Dari sekian banyak baju yang ada Kenapa kamu membelikan aku baju seperti ini Nungky?" Ricko menatap baju yang dipakainya dengan pandangan nanar, baju berwarna merah muda bergambar setengah hati itu membalut tubuhnya yang kekar."Kenapa harus pink?" Ucapnya lagi dengan pandangan tak mengerti kenapa Nungky harus memilih baju yang menjatuhkan harga dirinya.
Nungky yang mendapat delikan tajam dari Ricko hanya membalasnya dengan senyuman menyebalkan."Gimana bagus kan Bang, baju kita samaan sekarang berasa jadi pasangan beneran deh" Ucapnya malu-malu sambil memainkan ujung kaos miliknya yang kaosnya juga sama dengan Kaos yang dikenakan oleh Ricko, dia memang sengaja membeli kaos pasangan berwarna merah muda untuk dia kenakan bersama Ricko.
Ricko menatap sekelilingnya, saat ini mereka bertiga termasuk Chika yang mengekor di belakang mereka sedang berada di pasar malam, dan orang-orang disekitarnya melihat dia dan Nungky sambil tersenyum geli melihat pakaian yang dikenakan mereka, bahkan ada yang terang-terangan berbisik-bisik membicarakan Keduanya, saat dia melirik Nungky gadis itu malah terlihat sangat bangga sambil melambai-lambaikan tangannya kepada orang-orang.
"Hallo semuanya kenalkan kita ini calon penganten baru, jangan lupa datang ya besok di acara nikahan kita tempatnya di KUA terdekat!" Nungky berseru mengundang orang-orang untuk datang ke pernikahan khayalannya.
"Tutup mulutmu Nungky, jangan bicara sembarangan terus!" Omel Ricko sambil membekap mulut gadisnya dengan tangan.
"Jangan bekap aku Abang cukup cintai saja!" Sahut Nungky setelah Ricko melepaskan tangan yang membekap mulutnya, gadis itu menatap sang pujaan dengan genit sambil tersenyum."Kita kalau nikah terus punya anak kayaknya indah banget ya Bang!" Ucapnya membayangkan kehidupan rumah tangganya bersama Ricko.
"Iya nanti anaknya imut, cantik dan pintar kayak aku kan!" Sahut Chika sambil bergaya imut.
"Enak saja anakku mirip anak licik seperti kamu Chik, bisa hancur dunia kalau ada spesies lain seperti kamu di dunia ini!" Jawab Nungky menolak untuk mengamini keinginan Chika dengan tegas, "Yang jelas dia harus mirip aku pastinya udah cantik, pinter banyak yang suka lagi" Balas Nungky membanggakan dirinya sendiri.
"Ayo Bang kita jalan-jalan keliling pasar malam kali aja ada penghulu datang nanti kita minta nikahin langsung Bang" Ucapnya asal sambil memegang tangan Ricko mengajaknya untuk pergi.
Ricko menepis tangan Nungky membuat gadis itu berhenti dan menoleh padanya.
"Aku tidak mau memakai baju seperti ini, mau ditaruh dimana harga diriku" Ricko mencoba untuk membuka kaos yang dikenakannya.
"Jangan dibuka Bang aku takut khilaf kalau lihat badan Abang lagi!" Nungky menahan ujung baju Ricko sambil menggeleng melarang Ricko untuk membuka bajunya kembali."Lagian kalau Abang mau ganti baju disini harus pakai uang tunai Bang gak bisa pakai kartu kredit apalagi ngutang" Tambahnya lagi sambil tersenyum.
"Aku tahu memangnya kamu pikir aku bodoh apa!" Sahut Ricko menatap gadis di depannya dengan sebal, kemudian dia mengeluarkan dompetnya."Kemana semua uangku Nungky, kenapa hanya ada lima ribu saja?" Ucapnya sambil mengeluarkan selembar uang lima dibuang di dalam dompetnya.
Ricko benar-benar tidak mengerti seingatnya dia mempunyai uang tunai sekitar dua jutaan sebelum dia memberikan dompetnya pada Nungky, dan sekarang setelah gadis itu mengembalikannya, uang yang tersisa hanya lima ribu dan itu pun sudah lecek.
"Kemana sisa uangku?" Tanyanya dengan geram menatap kedua gadis yang sedang cengengesan tidak jelas di depannya itu.
"Ada Bang, kita sumbangin buat yang membutuhkan!" Jawab Nungky sambil melirik pada Chika seolah mereka berdua menyembunyikan sesuatu yang tentu saja itu adalah tipu muslihat.
"Betul itu Bang Rick, kata Mama sebagai orang yang kaya dan mapan kita harus banyak-banyak menolong orang lain yang membutuhkan, cuma dua juta juga Bang, masa Abang gak mau ngasih buat sedekah sih?" Ucap Chika ikut bersuara dengan gaya sok alimnya.
"Kalau kalian mau sedekah pakai saja uang kalian sendiri jangan uangku!" Ricko menatap keduanya dengan emosi yang sudah membara."Sekarang aku harus bagaimana jika uangku habis Hah?" Tanyanya dengan gusar.
"Tenang Abang Kerokan sayang disini ada Nungky si Cantik Paripurna, khusus malam ini biar Chika yang traktir kita" Ucap Nungky sambil tersenyum meyakinkan.
"Kok aku sih Kak Ky, kenapa bukan Kak Ky saja?" Tanya Chika tak terima jika uangnya harus berkurang untuk mentraktir Nungky dan Ricko.
"Heh diam itu tadi kan duit dari calon lakiku kita bagi dua Chik, mau kamu ambil lagi uang jatahmu itu Hah?" Bisik Nungky mengancam Chika yang hanya bisa pasrah dan mengangguk mengiyakan."Nah bagus itu baru anak baik!" Tambahnya sambil mengacak rambut Chika dengan senang.
"Dasar Medusa licik bisa banget nyari untung" Sungut Chika penuh dendam sambil mengekor di belakang kedua sejoli tanpa status itu.
Di pasar malam yang lumayan ramai itu ketiganya jalan-jalan berkeliling sambil sesekali menaiki wahana yang ada, Chika sangat senang karena mendapat boneka beruang dari Nungky yang ikut bermain tembak-tembakan, Ricko yang kalah dari Nungky merasa malu dan harga dirinya terluka karena harus kalah oleh gadis bernama Nungky, dia bukan penembak yang buruk tapi jika melawan Nungky dia kalah jauh, bahkan Nungky mampu menjatuhkan semua target dalam jarak yang cukup jauh dan itu membuatnya makin terhina.
"Dari semua orang yang ada kenapa aku harus kalah dari seorang gadis dan itu adalah Nungky?" Ucapnya tak terima.
"Sabar Bang, besok-besok latihan nembak yang bener ya Bang!" Chika menenangkan Ricko sambil menepuk-nepuk pundaknya."Kalau Abang jago nanti kita kesini lagi biar bisa dapat boneka yang banyak" Tambahnya sambil cengengesan dan memeluk boneka beruang miliknya.
Nungky mengusap perutnya yang kini sudah berbunyi minta untuk diisi."Ayo kita makan bakso dulu, biar ada tenaganya!" Serunya mengajak Ricko dan Chika sambil berjalan menuju penjual Bakso.
Saat Chika ingin menyusul Nungky, Ricko menarik tangan gadis cilik itu membuat Chika menatapnya bingung."Aku butuh Bantuanmu!" Ucapnya yang membuat Chika langsung tersenyum dan mengangguk dengan semangat, dia sangat paham jika seorang Ricko meminta bantuan itu artinya dia akan mendapat keuntungan yang berlimpah ruah.
"Chika beneran pulang dijemput Mamanya Bang, kok aku tadi gak lihat Tante Heni ya?" Nungky kembali menanyakan perihal Chika yang mendadak hilang."Ah aku yakin to h Bocah pasti kabur karena gak mau traktir kita Bakso Bang, untung ada aku ya jadi kita bisa makan Bakso lima mangkok!" Ucapnya lagi sambil tersenyum dan kembali menikmati Arum manis miliknya.
"Itu kamu Nungky bukan aku!" Tegas Ricko mengingatkan, saat ini keduanya sedang berjalan-jalan di belakang pasar malam."Aku besok akan pergi lagi keluar negeri!" Ucapnya dengan tiba-tiba.
Pluk
Nungky menjatuhkan Arum manis miliknya dengan pandangan kosong, dia menatap Ricko mencari kebohongan diantara kedua matanya, namun mata Ricko seolah menyiratkan jika dia tidak sedang berbohong, hal itu membuat bibir Nungky bergetar dengan mata yang sudah berkaca-kaca menahan tangis.
"Hey jangan sedih, bukan hanya kamu yang terluka tapi aku juga" Ricko tersenyum sambil membelai pipi Nungky dengan lembut seraya merengkuh gadis cantik itu ke dalam pelukannya."Aku mencintaimu Nungky, kamu tahu butuh waktu lama bagiku untuk menyadari perasaanku, sekarang aku yakin jika aku benar-benar mencintaimu dan aku berharap jika kamu juga memiliki perasaan yang sama denganku" Ucapnya mengeluarkan isi hatinya kepada gadis yang sedang dipeluknya itu.
Nungky tidak menjawab tangannya terkulai lemas di kedua sisinya tanpa membalas pelukan Ricko."Lepas!" Ucapnya pelan tak mampu untuk bersuara lebih keras."Aku mohon lepaskan aku!" Ucapnya lagi kali ini dengan suara Isak tangis yang membuat Ricko langsung melepaskan pelukan mereka.
"Kenapa menangis, apa kamu tidak mencintaiku?" Ricko menatap Nungky dengan bingung, kemudian dia mengangguk mengerti sambil tersenyum miris."Baiklah aku paham mungkin kamu memang tidak mencintaiku, maaf dan lupakan apa yang baru saja kukatakan jika itu membuatmu menangis!" Ucapnya sambil berbalik berniat untuk meninggalkan Nungky.
"Dasar bod*h, Abang Bod*h dan tidak berguna" Maki Nungky sambil menunduk dengan air mata yang masih mengalir membasahi pipinya, sontak Ricko berhenti dan menoleh padanya."Kenapa kamu harus mengatakan cinta dan langsung berpamitan hah, apa kamu tidak memikirkan perasaanku? Aku tidak mau jauh darimu apalagi setelah aku tahu jika kita memiliki perasaan yang sama!" Nungky memukuli dada bidang pria tampannya sambil terisak-isak.
"Maaf aku yang salah, seharusnya dari dulu aku mengatakan ini padamu Ky!" Ricko mengelap air mata Nungky dengan kedua tangannya."Aku mencintaimu Ky sangat mencintaimu, aku tahu ini berat tapi aku mohon mengertilah dan tunggu aku kembali!" Ucapnya seraya mencium kening Gadisnya dan kembali merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya.
"Berapa lama?" Tanya Nungky sambil mendongak menatap Ricko.
"Aku tidak bisa memastikan berapa lama aku disana mungkin bisa satu atau dua tahun, setelah itu aku baru bisa kembali kesini dan menemuimu!" Jawab Ricko sambil mengeluarkan kotak kecil yang sedari tadi dibawanya, dia mengeluarkan kalung Berlian berbentuk hati itu dan memakainya di leher Nungky.
"Apa ini?" Nungky memegang kalung tersebut dengan bingung dan kembali mendongak menuntut penjelasan.
"Itu hatiku yang harus kamu jaga, selama aku pergi jika kau merindukanku anggaplah kalung ini sebagai aku dan disana aku akan merasakan apa yang kamu rasakan!" Ricko menjelaskan maksud pemberian Kalung tersebut kepada Nungky."Dan jangan pernah berani dekat dengan pria lain selama aku pergi Nungky, jika tidak aku akan menghabisi semua pria yang mencoba mendekatimu!" Tambahnya lagi penuh ancaman membuat Nungky terkekeh geli mendengarnya.
"Baiklah, tapi kalau jalan sama cowok lain boleh Bang?" Tanya Nungky sambil cengengesan.
"Nungky!"
"Iya Sayang aku janji aku akan setia menunggu Abang Kerokan tersayang, dan aku minta kamu disana jangan lupakan aku dan pindah kelain hati!" Balasnya sarat akan kesedihan, dia memeluk Ricko dengan begitu erat seolah tidak rela jika harus berpisah dengan orang yang baru saja menjadi kekasihnya itu. Namun jika takdir sudah berkehendak, dia hanya berharap cinta mereka akan tetap utuh dan mampu bertahan sampai takdir mempertemukan mereka kembali.
"Aku mencintaimu!"
"Aku juga Abang Kerokanku Sayang!
Ricko dan Nungky saling mengungkapkan perasaan mereka kembali , Ricko mencium bibir Nungky dengan lembut membuat gadisnya menegang dan sedetik kemudian ikut membalas ciuman dari kekasihnya, mereka berdua berciuman dalam diam ditemani kembang api yang menyala saling bersahutan di atas langit seolah ikut merayakan kebahagiaan dan kesedihan yang bercampur menjadi satu diantara mereka berdua.
Tidak jauh dari keduanya Chika, Zahra dan beberapa pengawal Ricko sedang sibuk menyalakan kembang Api untuk menghiasi malam itu dengan meriah."Sedih banget ya Kak, mereka yang jadian kita yang repot, untung dibayar kalau gak mending pulang aku!" Ucap Chika sambil menyalakan kembang Api yang dipegang salah pengawal.
"Kamu benar nasibku malang sekali, aku saja belum pernah ditembak apalagi pacaran tapi malah harus ikut ngerayain orang baru jadian!" Zahra mengasihani nasibnya yang masih menyandang status jomblo di usianya yang sudah menginjak 21 tahun.
"Kakak Jomblo?" Tanya Chika yang langsung dijawab Zahra dengan anggukan kecil."Bangku juga jomblo kak mau gak aku jodohin?" Ucapnya menawarkan Awan sang Kakak kepada Zahra sambil cengengesan seolah menyimpan rencana licik di dalamnya.
______
Ini Part harusnya 2 episode jadi panjang.
Sedih juga ya🙄🙄😔😔