NovelToon NovelToon
Janji Masa Kecil

Janji Masa Kecil

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:623.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: rozh

Menikah adalah impian setiap wanita, tak terkecuali Tiyah Citanin, seorang wanita dewasa berbadan gemuk. Umurnya telah 28 tahun, ia tak memiliki tambatan hati, jadi belum ada yang melamar hingga sekarang.

Dilamar oleh seorang pria yang pertama kali ia lihat, pemuda tampan dengan mobil keren. Tak terlalu berpikir panjang, ia meneruskan kesalahpahaman keluarganya dengan menerima lamaran pria itu.

Pria yang ia nikahi terlalu misterius baginya, ataukah ... ia yang terlalu sering salah paham? Pernikahan mereka dibumbui dengan kesalahpahaman satu sama lain.

Hingga sebuah kenangan dimasa kecil muncul di kepala Tiyah. Janji untuk selamanya bersama.

Apakah pernikahannya akan berlangsung lama? Atau ia mencari pria di masa kecilnya?

Mari simak cerita ini! Karya orisinil Rozh! Hanya ada di aplikasi Noveltoon/Mangatoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perintah Khalil

Gibran terdiam cukup lama, masih berkutat dengan pikiran-pikirannya. Tiyah juga bergulat dengan hati dan pikirannya. Mereka saling diam beberapa saat.

Akirnya, Gibran bangun dari ranjang, ia berdiri dan mengambil handuk masuk kedalam kamar mandi. Tiyah masih melamun, apakah ia harus menggunakan pakaian untuk jalan-jalan atau janji itu akan dibatalkan.

Setelah Gibran selesai mandi, ia masih melihat Tiyah duduk di atas ranjang, menggunakan handuk baju dengan rambut yang terlilit handuk diatas kepalanya. “Kamu belum siap-siap, Istriku? Apakah kamu punya janji dengan yang lain?” Gibran bertanya penuh selidik.

“Apakah kita jadi jalan-jalannya, Suamiku?”

Jadi, dia sungguh benar-benar ingin pergi dengan laki-laki itu. Gibran

Kenapa dia diam saja, gak jawab. Apa dia benar-benar ingin membatalkannya, dan sedang menyusun kata-kata untuk membatalkan janjinya padaku. Tiyah

“Tentu saja, jika kamu tidak mempunyai janji dengan siapapun dan kamu ingin pergi bersamaku.” jawab Gibran berwajah serius.

“Baiklah, kalau begitu aku segera bersiap-siap.” ucap Tiyah dengan tersenyum sedikit terpaksa. Hatinya masih meragukan ajakan suaminya.

Tiyah memakai baju berwarna hijau toska dengan hijab berwarna biru langit ditambahkan dengan hiasan aksesoris hijab yang membuat ia bertambah cantik. Sedangkan Gibran memakai baju kaos berwarna biru langit dengan jaket levis menjadi rompi luarnya. Celana panjang berwarna putih dengan sepatu putih. Ia berjalan keluar dari kamar, sambil memeriksa pesan yang masuk di handphonenya.

Tiyah mengikuti langkah Gibran dibelakang. Sedangkan Kepala pelayan dan sopir membawa koper dan beberapa keperluan majikan mereka kedalam mobil. “Kalian sudah turun?” sapa Gina.

“Semoga liburannya menyenangkan ya, dan bawa pulang keponakan untuk kakak.” ucap Gina kepada mereka yang baru datang.

“Tenang saja, kalau perlu! Aku akan membawakan keponakan kembar 7 untuk Kakak.” jawab Gibran terkekeh.

Mereka pun diantar keluar oleh seluruh keluarga, masuk kedalam mobil. Disepanjang perjalanan Tiyah hanya diam membisu, begitu pula Gibran masih teringat laki-laki yang menelfon istrinya dipagi hari, membuat suasana hatinya menjadi buruk.

Sesekali Gibran mengecek handphone yang berbunyi, kemudian ia melanjutkan tatapannya ke arah luar jendela mobil dengan seribu macam rencana kehidupan kedepannya. Sedangkan Tiyah, terpaku memikirkan perubahan suaminya, masih berburuk sangka dan menuduh suaminya bermain hati dengan wanita lain.

Perjalanan ini akirnya sampai juga.

Mobil yang mengantar mereka ke tempat yang telah disiapkan Gibran itu berhenti. Tiyah memandang rumah minimalis yang indah itu, dipenuhi taman bunga yang indah dengan ayunan dihalamannya.

Mereka turun dan dibantu Sang sopir untuk menurunkan koper mereka. Mereka membawa satu koper saja, karena Gibran hanya bisa berlibur 2 hari bersama dengan Tiyah.

“Aku akan memesan makanan, kamu ingin makan apa?” Gibran bertanya kepada Tiyah, menatap lekat wajah istrinya yang sedari tadi melamun.

“Kepiting pedas.” jawab Tiyah.

Gibran menautkan kedua alisnya. “Masih pagi, nanti malam aja kita makan kepiting ya, sekarang makan nasi goreng aja ya.”

Tiyah mengangguk menandakan ia setuju.

“Nanti sore, kita akan jalan-jalan ke pantai.” Gibran mengajak Tiyah berkeliling melihat rumah dan menunjuk pantai yang berada tidak jauh dari rumah yang mereka datangi ini.

Setelah berkeliling, ia mengajak Tiyah duduk santai diatas ayunan yang dikelilingi bunga-bunga. Ia mengelus kepala Tiyah, dan mencium pipinya. Tiba-tiba handphone Gibran berbunyi, ia menghentikan aktivitasnya. Melihat siapa yang menelepon dan menekan tombol hijau, ia beranjak dari sana sedikit menjauh dari Tiyah.

Kenapa harus menjauh begitu, saat menelfon? Apakah Raya yang menelfon dia? batin Tiyah.

Woi, lu dah nyampe sama istri lu? terdengar suara Khalil dari sebrang sana.

Udah!

Gimana, dia suka gak?

Suka.

Baguslah! Kalau dia suka, biar kalian bisa enak-enak, bawa ponakan buat gue.

Hm...

Lah, kenapa lagi lu?

Dia punya janji sama laki-laki kamvret itu!

Terus?

Ya, gue angkat lah! Gue bilang, gue mau pergi sama istri gue dan gue batalin. Terus gue tanya sama istri gue, dia malah bohong bilang gak ada janji sama dia.

Ya sudahlah! Lu seneng-seneg aja sama istri lu, gak usah mikirin yang enggak-enggak deh! Biar semua gue beresin, ok! Gue sibuk dulu, bye.

Gibran menyimpan handphone nya setelah mengangkat telepon dari Khalil. Ia kembali duduk disamping Tiyah. Ia melihat jam ditangannya, makanan yang ia pesan belum juga sampai, ia kembali memeriksa handphonenya memastikan kalau ia telah memesan makanan.

Tidak berapa lama, makanan dan minuman yang ia pesan telah sampai. Gibran dan Tiyah memakan makanan yang mereka pesan dengan khidmat.

Dilain sisi.

Khalil sedang berbicara dengan 2 pengawal pribadi yang telah disiapkan Gibran untuk mengawasi Tiyah setiap keluar rumah.

“Sekarang kalian pergi ketaman itu! Pastikan ada apa ditaman itu, kenapa pria itu mengajak Tiyah pergi bersamanya!” perintah Khalil pada kedua pengawal itu.

“Baik Tuan Muda. Kami akan melakukannya dengan baik.” jawab mereka, lalu pergi dengan hormat.

Kemarin sore.

Tiyah sedang berbicara dengan Dicky di toko bunga milik Hanum. Dua orang pengawal rahasia yang ditempatkan Gibran telah mengawasi Nona Muda itu. Melihat dan mendengar semua perbincangan mereka.

Waktu itu, Khalil telah berpesan kepada mereka berdua. “Jangan kalian langsung memberitahu apapun kepada Gibran, karena akhir-akhir ini perasaan Gibran sedang tidak baik, sebaiknya kalian melapor dulu kepadaku.” Begitulah pesan yang mereka terima dari Khalil.

Saat mereka mengetahui itu, mereka mengirim foto dan video perbincangan Dicky dan Tiyah kepada Khalil. Ia sangat terkejut menerima pesan itu, karena ia sedang berada disamping Gibran yang begitu antusias memamerkan tempat yang akan ia kunjungi bersama istri tercintanya itu. Sedangkan istrinya itu sedang berbicara dengan laki-laki yang dicemburuinya.

“Laki-laki ini harus diberi pelajaran! Dan wanita bodoh ini, kurang apa lagi sih suaminya? Sampai mau berbicara dengan laki-laki seperti Dickydong ini?” Khalil berucap dalam hati.

“Ada apa? Kenapa lu planga plongo aja dari tadi? Lu ngebuntingin cewek?” celetuk Gibran.

“Belum senakal itu gue! Tapi kalau dikasih gue gak nolak sih!” balas Khalil sambil tersenyum nakal.

“Tobat deh lu sana! Nanti kena penyakit lu, ingat Allah lu!”

“Ya elaaaah! Lu kalau mau ceramah sono kemesjid!” ketus Khalil.

Perdebatan mereka akirnya dihentikan Dimas yang membawa es kelapa muda dihadapan mereka.

Khalil meremas berkas yang ia pegang, saat ia menerima pesan dari salah seorang bawahannya. Laki-laki yang selama ini mereka buntuti, melarikan diri keluar kota. “Ah! Sial sekali. Pasti sibucin bakalan marah-marah nih!”

Ia menelepon seseorang diluar kota. “Gue butuh bantuan Lo! Gue udah kirim foto seorang laki-laki, lu harus cari tau dia dimana dan gerak geriknya.”

“Ok, Lu tenang aja.” jawab seseorang dari sambungan teleponnya disebrang sana.

“Hah...!” Khalil menarik nafas panjang.

Benar-benar gak beruntung banget gue akhir-akhir ini, masalah datang bertubi-tubi. Gue gak bisa bersenang-senang lagi. batin Khalil.

Makasih sudah membaca cerita saya, jangan lupa like, vote, berikan bintang lima(5⭐) dan komentar positif 🌷

1
Nurlita Gunawan
kok jdi janggal sndri bca nyaa...istriku,,suamiku geli2 gimna gtu ya
Rozh: wkwk. rasa norakk ya kakak. hihihihi
total 1 replies
Nurlita Gunawan
gibran pst sigendut pcar sehrinya tiyah dlu.
Sulaiman Efendy
APA ISTRI DIMAS CEWEK YG MANGGILNYA OM..
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
CERITA KARYA OTHOR BAGUS2, CMA TOLONG SELESAIKN NOVEL2 YG CERITANYA MSH GANTUNG, ATAU BLM DIUP
Remember: baca juga 'How i Forgot You'
total 1 replies
Sulaiman Efendy
DIMAS JODOHIN MA RAYA AZA
Sulaiman Efendy
KIRAIIN DIMAS, TERNYATA KHALIL YG SERING JADI KURIR SURAT CINTANYA GIBRAN
Sulaiman Efendy
TERNYATA DION BKN ORG LAIN, TPI KEPONAKKN HENDRU,, NASIB TRAGIS, IBUNYA MELLY DIPERKOSA AYAHNYA HENDRU, LHIRLH BAYI HSIL PRKOSAAN, SI MELLY, DN MELLY PUN DIPERKOSA ARZAM, LAHIRLH DION.. KESALAHANNYA HENDRU TDK CEPAT CERITA KE KLUARGANYA, ATAUPN MNCOBA MNGHUBUNGI ARZAM UNTUK JELASKN SMUANYA, DN SI ARZAM MNYIMPULKN SENDIRI HUBUNGN MELLY & HENDRU,, AKHIRNYA MUNCULLAH TRAGEDI2...
Sulaiman Efendy
MAMPUS LO GIB HDAPI ISTRI LO YG HORMON KHAMILAN NYA LANGKA😂😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
SIALAN, KIRA UDH MMPUS TU SI ARZAM ANJING... TRNYATA MSH HIDUP JUGA..
Sulaiman Efendy
SIAPA LGI NI BUAT MASALAH, APA MUSUH PPA HENDRU
Sulaiman Efendy
RUPANYA KHALIL & RAYA KK BRADIK,,
BAGUS TU KHALIL DINIKAHIN, BIAR GK PLAYBOY LGI..

BARU TAU LO DICKY KLO SUAMI TIYAH LVLNYA DI ATAS LO.. DN TU GIBRAN SUDH MNCINTAI TIYAH SEDARI KECIL, KRN TIYAH ALAMI SUATU MASALH SAAT BNCANA BANJIR HINGGA LUPA GIBRAN, LUPA DIMAS, HINGGA TIYAH BNYK MNTAN COWOK TRMASUK SI DICKY YG PRMAINKNNYA..
Sulaiman Efendy
TUGAS DIMAS UDH SLESAI BLM HNCURKN USAHA DICKY,
MSKI TIYAH MNOLAK DICKY MNTAH2, TPI TIYAH TTP SALAH KLUAR BRTEMU DICKY TNPA IZIN.. DN SI DICKY KIRA SI KHALIL SUAMI NYA TIYAH, PNTAS SI DICKY BLANG KLO KHALIL BKN LKI2 BAIK2 KRN KHALIL PLAYBOY.. JDI DICKY BLG SUAMI TIYAH BKN LKI2 BAIK..
TPI LO YG DEKATI DN RAYU ISTRI ORG DN INGIN JDI PEBINOR APA LKI2 BAIK, DN LO DLU JUGA JDIKN TIYAH CWEK TARUHAN
Sulaiman Efendy
JADI SI TIYAH INI SI AYAH ATAU AYA, DLU TIYAH JAGOAN, YG SLLU LINDUNGI GIBRAN DARI JESNAN ANAK PAK KADES.. KRN BENCANA BANJIR, MNGKIN TIYAH MLUPAKN SSUATU, TRMASUK LUPA DGN GIBRAN GENDUT. DN DIMAS JUGA SELAMAT DRI BENCANA BANJIR, DN SKRG JDI ASSITEN GIBRAN, DN TIYAH JUGA LUPA SAMA DIMAS.. PADAHAL DIMASLH YG SERING ANTAR SURAT GIBRAN KE TIYAH.
Sulaiman Efendy
AKHIRNYA TERCETUS JUGA APA YG JDI UNEK2 MASALAH RAYA & AYA...
APA KIRA2 JAWABN GIBRAN..

TPI SBAGAI ISTRI. DN SBAGAI WANITA BRSUAMI, TK PANTAS BRJALAN DGN LAKI2 YG BUKAN MAHRAMNYA, BHKAN TNPA DITEMANI, DN TNPA IZIN SUAMI.. APAPUN ALASAN NYA APA YG DILAKUKN TIYAH TTP SALAH... KRN MMBERIKAN CELAH PEBINOR DLM RMH TANGGA NYA
Sulaiman Efendy
TIYAH YG JUGA DIAM GK MAU BRTANYA KE GIBRAN, DN GIBRAN YG JUGA GK PEKA KE PRASAAN ISTRINYA.. SAMA2 GOBLOK, TPI LBH GOBLOK TIYAH...
Sulaiman Efendy
MMG BANDEL DN KERAS KPALA SI TIYAH INI...

DN GIBRAN, KNP GK DICKY YG LO HAJAR, LO SAMPERIN TU KPRUASAHAANNYA..
INI KHALIL & DIMAS YG LO HAJAR..
DN LO JELASIN JUGA TU K TIYAH SIAPA TU RAYA..
Sulaiman Efendy
TIYAH JUGA BIKIN NMBH MASALAH, KNP MSH KLUAR LGI MA DICKY TNPA IZIN GIBRAN..
Sulaiman Efendy
RAYA INI SIAPANYA GIBRAN, KNP GK JAGA PRASAANNYA TIYAH..
TRUS KNP GIBRAN GK PEKA DGN TIYAH,, NTAR TIYAH BLAS SAMA DICKY, MKIN RUNYAM..
Sulaiman Efendy
HRSNYA TIYAH BRTANYA DGN SUAMINYA, SIAPA AYA, SIAPA RAYA, JGN DIAM, DN MNGAMBIL KSIMPULAN SENDIRI, TERUS INGIN MAIN API DGN DICKY, BETUL KATA KHALIL, TIYAH MMG WANITA GOBLOK YG GK BRSYUKUR DPT SUAMI KAYA, DI SAAT USIA 28 BRU GIBRAN YG LAMARNYA..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!