Dunia Kayra Hana Nur Pramudya dalam satu malam membuat hidupnya jungkir balik. ketika dirinya mendapat pelecehan seksual di malam reuni sekolahnya oleh seorang pria merupankan cinta dalam diam Kayra yang tak lain mantan sahabatnya.
Karena trauma dan sakit hati yang di alami oleh Kayra, Setelah kejadian naas tersebut membuat kedua orang tua nya memutuskan membawa Kayra kembali ke Amerika.
Tiga tahun berlalu Kayra kembali di pertemukan dengan Arjuna mantan sahabat sewaktu SMA dulu. Arjuna sangat terkejut melihat seorang bocah kecil yang sangat begitu mirip dengan wajahnya, bersama dengan Kayra.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amillea24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33 Arjuna Si Biang Kerok
" Sepertinya kamu bahagia sekali sehabis telfonan sama laki - laki " mendengar suara yang sangat familiar di telinga nya membuat Kayra langsung berbalik badan ke arah belakang.
Melihat sosok Arjuna berdiri tegap di belakang tubuhnya membuat Kayra menerbitkan senyum miring ke arah Arjuna.
" Selain pengecut dan pecundang. Ternyata kamu itu juga orang yang suka menguping ya " ucap Kayra menohok dengan senyum meledek terukir di bibir tipisnya.
Arjuna mengepalkan kedua tangannya mendengar perkataan Kayra barusan. Ia sangat begitu marah ketika Kayra mengejeknya dirinya pengcut dan pecundang.
" Tutup mulut mu itu, aku bukan seorang pecundang !! " seru Arjuna dengan mata melotot ke arah Kayra.
Kayra tertawa terbahak - bahak melihat mantan sahabatnya itu marah seperti itu pada dirinya.
" Haha lo itu lucu juga ya, Juna. Terus nama panggilan yang pas buat lo, kalo lo bukan pecundang, apa dong ? " ucap Kayra dengan wajah meledek pada Arjuna.
" Hmmm apa kamu mau gua panggil gadun, banci..... Mmm atau anak Mami. Soalnya lo apa - apa kan selalu berlindung di bawah ketiak ibu lo " ucap Kayra semakin meledek.
" Dasar wanita sialan " ucap Arjuna sambil mengangkat tangan nya yang bersiap untuk menampar Kayra.
Saking begitu emosi dirinya mendengar perkataan Kayra. Membuat Arjuna gelap mana dan ingin melukai wanita yang telah melahirkan penerus satu - satunya keluarga Maheswara.
Kayra sudah menutup kedua matanya bersiap menerima tamparan yang akan di berikan Arjuna untuk dirinya. Tapi kenapa dia tidak merasakan sebuah tamparan mengenai pipi mulusnya.
Ketika Kayra membuka mata ada seorang pria muda dan seorang ibu - ibu menahan pergelangan tangan Arjuna lalu menghempaskan nya begitu saja.
" Mas nya ini beraninya sama wanita. " seru pria muda tersebut sambil menghempaskan tangan Arjuna dengan kasar.
" Apa kamu tidak pernah di didik oleh kedua orang tua untuk tidak pernah menyakitkan seorang wanita ? " tanya Ibu paruh bayah, yang memiliki usia sekitaran kepala lima.
Arjuna teriam tapi kedua matanya masih menatap tajam pada Kayra yang masih berdiri di depannya.
" Mending mas nya pake rok sama gincu saja, kalo masih menyakiti seorang wanita " ucap pria muda tersebut lagi.
Lama teriam akhirnya Arjuna membuka suara juga.
" Kalian berdua lebih baik diam saja dan tidak perlu ikut campur permasalahan kami " ucap Arjuna dengan dingin pada kedua orang tersebut.
" Tidak bisa begitu ! Anda sudah kelewat ingin menampar seorang wanita, kami di suruh diam saja, tidak bisa itu " seru ibu tersebut dengan suara lantang.
" Ibu tidak tahu permasalahan kami maka dari itu saya menyuruh anda berdua tidak ikut campur permasalah antara saya dan wanita di depan saya itu " seru Arjuna pada ibu tersebut.
" Saya tau dan saya mendengar semua percakan kalian berdua. Dan satu lagi saya tau anda siapa. Anda yang pernah empat tahun lalu di penjara dengan kasus pelecehan seksual bukan ? " sekakmat Arjuna tidak bisa berkata apa - apa lagi. Dia mengunci kedua bibir dengan rapat ketika mendengar ucapan ibu tersebut.
Kebutulan wanita paruh baya tersebut sedang memilih kebutuhan milik cucu nya yang tidak jauh dari tempat Kayra dan Arjuna berdiri.
Ia mendengarkan semua percakapan anatra kedua anak adam dan Hawa tersebut. Ketika Arjuna ingin menampar Kayra baru lah ibu tersebut langsung menangkap tangan Arjuna begitu saja bersamaan dengan pria muda yang berada di samping nya sekarang.
" Nona anda tidak apa - apakan ? " tanya pria mudah tersebut pada Kayra.
" Saya tidak apa ko mas,Bu. Saya mendepatkan perlakukan lebih menyakitkan dari ini juga pernah sama pria terbut. Jadi saya tidak apa - apa, lebih tepatnya sudah kebal dan tahan banting " ucap Kayra sambil tersenyum manis pada kedua orang tersebut.
" Oh iya Sebelum terimakasih banyak telah menolong saya " ucap Kayra kembali sambil menunduk hormat pada pria muda dan ibu tersebut.
" Sesama manusia harus saling menolong, Mbak. Apa lagi melihat Mbak nya tadi mau di tampar oleh pria ini, jadi kami refleks menolong Mbak nya " ucap Ibu paru bayah itu dengan panjang lebar.
" Sekali lagi terimakasih banyak Ibu dan Mas nya " ucap Kayra untuk sekian kalinya memberikan terimakasih pada kedua orang tersebut.
" Sama - sama mbak. Kalo begitu saya pamit belanja lagi " ucap Ibu paruh baya tersebut.
" Saya juga Nona " ucap pria muda itu juga, lalu keduanya kembali berbelanja.
Tinggal menyisakan Kayra dan Arjuna saja di lorong perlengkapan bayi tersebut. Kayra langsung merubah mimik wajahnya ketika berhadapan dengan Arjuna dari wajah bak bidadari pada kedua orang tersebut. Kini merubah wajahnya bak iblis yang siap menelan mentah - mentah mangsa di depannya.
" Kalo kamu masih menampakan wajah bodoh mu itu di hadapan ku lagi. Aku tidak segan - segan memberikan pelajaran kehidupan pada mu " ucap Kayra penuh penekanan pada Arjuna. Usai berkata seperti itu Kayra mendorong troli miliknya meninggalkan Arjuna yang terpaku di depannya.
Sedangkan Arjuna hanya menatap kosong ke arah punggung Kayra yang menghilang begitu saja dari pandangannya. Entah kenapa ia bisa sampai seperti ini, hanya Mendangar kasusnya dulu di ungkit kembali.
Membuat Arjuna merasa terpukul dan marah menjadi satu ketika mendengarnya.
Dua tahun di jebloskan ke dalam penjara dalam ke adaan cacat. Membuat Arjuna maupun kedua orang tuanya mengklaim kalo semua kejadian itu sebagai Aib bagi dirinya maupun keluarga besarnya.
🌹🌹🌹
Niat hati ingin berbelajan untuk kebutuhannya di apartemen nya yang akan ia tempati minggu dengan. Kini Arjuna malah tidak jadi berbelanja kebutuhnya untuk di sana.
Ia berjalan gontai menuju parkiran supermarket lalu masuk ke dalam mobil. Arjuna mencengkram lalu memukuli setir mobilnya dengan kuat. Menyalurkan ke kesalnya pada setir mobilnya.
" Brengsek, sialan " umpat Arjuna marah sambil terus memukuli setir mobilnya.
" Dasar wanita sialan, tak tahu diri " seru Arjuna dnegan berapi - api saking marahnya dia.
" Awas saja aku akan memberikan pelajaran pada diri mu. Aku juga akan merebut anak itu dari tangan mu wanita sialan " ucap Arjuna kembali.
Kini dirinya sudah seperti orang gila yang mengamuk dan meraung - raung di dalam mobilnya. Membuat orang memarkiran mobilnya tepat disamping mobil Arjuna di buat terkejut. Dengan suara teriakan dan raungan Arjuna di dalam.
" Pria sinting, Edan " ucap orang tersebut ketika melihat siluet Arjuna di dalam sana.
Ketika Arjuna masih mengamuk dan meraung bak orang gila. Matanya menatap Kayra yang baru saja keluar dari dalam supermarket sambil menenteng tote bag di kanan kirinya. Lalu sosok pria yang pernah Arjuna temui kini membantu Kayra membawa barang - barang tersebut.
Kedua orang beda jenis kelamin itu berjalan ke arah parkiran sambil tertawa bahagia. Membuat Arjuna melihat itu semua di buat terbakar api amarah.
Melihat Kayra tertawa bahagia bersama laki - laki lain membuat Arjuna merasa iri dan dengki di buatnya.
Sedangkan kalo bertemu dirinya Kayra selalu memasang raut wajah permusuhan padanya. Sedangkan sama pria yang pernah mengancam nya itu, Kayra selalu tersenyum manis dan tertawa lepas padanya.
" Dasar cewek murahan " ucap Arjuna sambil menatap kedua orang itu dengan sinis dari dalam mobil.
Bersambung.....