NovelToon NovelToon
Rahim Bayaran Sang CEO

Rahim Bayaran Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama / Nikah Kontrak / Konflik etika
Popularitas:110.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: ANIVITA

Rahim Bayaran Sang CEO

Clarisa, seorang gadis desa yang berhasil merubah hidupnya dengan menjadi sekertaris di perusahaan besar.

Interaksinya dengan sang pemilik perusahaan membuat butiran cinta mulai tumbuh dihatinya.

Rasa cintanya mengantarkannya ke sebuah kegilaan dengan menerima tawaran sang CEO untuk menjadi istri kontrak sekaligus rahim bayaran.

Mampukah Clarisa meluluhkan hati sang CEO?
Apakah rencana tersembunyi Clarisa akan berhasil?

yuk simak novel ini!

Nb: dilarang plagiat!! apabila ada kesamaan nama tokoh, mungkin hanya kebetulan semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seperti Iblis

Sepulang dari rumah sakit, Risa merasakan dadanya terasa dihimpit.

Terasa nyeri dan sangat sakit.

"Astaga, apalagi ini? Bukankah aku sudah rajin minum obat" gumamnya menahan sakit.

Ia segera meraih obatnya dan langsung meminumnya.

Selang beberapa menit sakit itu menghilang. Ia berbaring di ranjangnya berusaha untuk menutup matanya meskipun merasakan tubuhnya sakit semua.

Tangannya bengkak karna 2 hari ini ia menerima infus.

Lama lama ia terlelap begitu saja.

Satu minggu kemudian,

Hari ini Vina mengajak kakak iparnya untuk berjalan jalan.

"Kita mau kemana emangnya?" Tanya Risa yang baru saja masuk mobil.

"Pantai aja gimana kak? Kita cari pantai yang sepi?" Usul Vina yang tau permasalahan yang dihadapi kakak iparnya.

"Boleh" mata Risa berbinar.

"Vina tau kok permasalahan Risa sama kak Dev. Sabar ya kak, Vina yakin pasti nanti dapet jalan terbaik. Kadang emang kak Dev suka keras kepala gitu. Tapi nanti perlahan bakal lembut kok" ucap Vina menyemangati.

Risa tersenyum

"Iya, makasih ya"

Setelah 2 jam kemudian mereka sudah sampai di pantai.

Keduanya berjalan ditengah hamparan pasir putih.

Matahari mulai terbenam, menambah kesan keindahan pantai itu.

"Kak Risa teriak aja, nggak papa. Nggak bakal ada yang denger" Vina menepuk pundak kakak iparnya.

Risa terdiam,

"Aaaaa aku Capekkkkk" teriak Risa keras.

Setelah beberapa detik keduanya tertawa bersama.

"Lega kan?"

Risa mengangguk

"Makasih ya"

"Apasih yang enggak buat kakak ipar aku" ucap Vina dengan gaya sombongnya.

"Selanjutnya kakak mau ngapain?"

Risa terdiam

"Kayaknya abis ini kakak mau ke rumah sakit buat suntik hormon lagi"

"Kak Dev tau?"

Risa menggeleng

"Loh, kak Risa nggak ngasih tau kak Dev?"

"Kamu tau kan kakakmu itu keras dan cuek. Jadi lebih baik kakakmu tidak tahu"

"Bukankah sebaiknya kak Dev tau. Aku yakin dengan ini pasti kak Dev akan lebih mempertimbangkan kak Risa" saran Vina yang memang sudah tau permasalahan Risa dan kakaknya.

"Nggak usah Vin, nanti kakakmu biar tau beres aja. Kasian dia udah capek kerja"

"Ck, sekali kali kakak harus egois. Kakak juga capek kerja sama kayak kak Dev. Jadi nggak selamanya harus kak Risa yang dituntut untuk ini itu. Kak Risa harus bisa lebih tegas pada kak Dev agar tidak semena mena"

Risa tersenyum

"Kakak nggak mau buat masalah sama kakakmu. Kamu tau kan, hidup anak panti tergantung sama kakakmu"

Vina menghela napasnya, 

Posisi Risa memang sedikit sulit. Disatu sisi ia mencintai seorang Devan Alexander yang mana ia sudah tau kelakuan buruk pria itu.

Tapi disisi lain, Risa harus tetap bertahan karna kini Dev lah penyumbang terbesar ke panti.

Sepulang dari pantai, Risa langsung menuju rumah sakit.

"Nyonya Risa, sebaiknya kita melakukan usg dahulu. Siapa tau sudah ada calon janinnya"

Risa menggeleng

"Enggak dok, lagian saya juga tidak merasakan tanda apapun. Saya tidak mau kecewa. Lebih baik langsung perawatan lain aja dok"

Dokter itu menghela napasnya mendengar sikap keras kepala pasiennya.

"Baiklah, tapi sebaiknya malam ini anda dirawat 1 malam untuk beberapa pemeriksaan"

"Banyak pemeriksaannya ya dok?"

"Ada suntik hormon, lalu infus dan beberapa prosedur lainnya"

"Baiklah, saya mau dok"

Risa sendirian dirumah sakit itu, sedangkan Vina langsung kembali ke rumah karna hari mulai gelap.

"Mana Risa?" Tanya Dev singkat pada adiknya.

Vina hanya mengedikan bahunya. Ia ikut jengkel dengan sikap dingin kakaknya itu.

"Aku tanya sekali lagi, mana Risa!" Suara Dev lebih keras dari sebelumnya.

Vina menghentikan langkahnya

"Apa kakak peduli jika aku mengatakan saat ini kak Risa dirawat di rumah sakit?" Sinisnya pada kakaknya.

"Rumah sakit?"

"Cih, aku tidak menyangka kak Dev yang dulu sangat penyayang kini tak jauh dari seorang iblis. Memangnya kak Risa tuhan?!, Sampai sampai kak Dev mengharuskannya hamil secepat mungkin. Kau terlalu pengecut kak" 

1
Cennya Dwi anggraini
up lagi dong kak
Muna Junaidi
Mare menunggu kebucinan pak ceo🤣🤣🤭
Siti Arisah
up lagi dong KA nanggung banget itu 🤭🙏
semangat KA..
Yasfi Khoirul
up lagi thour
Yasfi Khoirul
kk lama bangett ga up up
Jumriany Aiman R
/Heart//Heart//Heart/
Arledis Vianti
kok lama banget update nya
Cinta Angelica Stk
kenapa harus ada perjanjian lagi sihhh.....
Rus Rus
best
im'yuseec
good
Heny
Risa jng terlalu agresip
Dian Novita
ssh tamat kah cerita nya
Dian Novita
msh menunggu lage
Siti Maisha
kak kapan nih lanjut nya
Hanenda Raharjo
1😁😁😁😁😁😁😁😁
Irlindawati
Luar biasa
Nurlita Masuara
sampai nangis akuu bacanya😭😭
Ayu Menik
up yg banyak dong kak
Cinta Angelica Stk
jangan lama lama dong kk up nya
Tri Warsiti
emang ini bersambung thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!