Kebahagian terlihat jelas terpancar di wajah dua sejoli yang hendak melangsungkan hari pernikahan mereka.
Alya sah menjadi istri Arya setelahijab kabul yang di ucapkan Arya dengan tegas dan lantang.
Senyum bahagia menghiasi wajah kedua mempelai. Alya menyalami suaminya dan mengecup punggung tangannya. Arya pun mencium puncak kepala Alya di depan para tamu undangan membuat para hadirin bertepuk tangan dengan meriah.
Seluruh keluarga diselimuti perasaan suka cita.
Kebahagiaan yang Alya rasakan hanya sekejap. Cinta Arya berubah semenjak pertemuannya dengan seorang wanita yakninya cinta masa lalu Arya.
Sanggupkah Alya bertahan, bagaimanakah Alya mempertahankan rumah tangganya yang retak ???
yuk simak di karyaku ini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 31
Terima kasih buat teman teman yang udah mampir di karya ku...❤
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>
"Iya Sya...suamiku tadi pergi tanpa memberitahukanku..." lirih Alya sendu.
Tasya memahami mungkin saja Alya dan Arya sedang bertengkar.
"kalian bertengkar?" tanya Tasya lagi.
"Mhm...bertengkar...? tidak...tapi aku ada salah sama dia..." jawab Alya sedih.
"Apakah kamu melihatnya...?" Alya bertanya penasaran.
"Iya....eh...kurang jelas juga sich...tadi kami berpapasan..." jawab Tasya ragu dia tidak ingin membuat Alya sedih.
Tasya saat ini berada di club karena berjumpa dengan teman lamanya, karena tak ingin menolak ajakannya akhirnya Tasya pun datang ke club ini dan tidak sengaja berjumpa dengan Arya dan asisten Leo.
Setelah berbicara dengan Tasya via telpon, Alya pun mengirimkan pesan singkat pada Arya
*Kamu dimana sayang...?
Kenapa pergi gak kasih tau aku...?
Semarah itukah kamu padaku?
Maaf kan aku😭😭😭🙏🙏🙏🙏*
Setelah mengirimkan pesan Alya pun mencoba memejamkan matanya lalu dia pun tertidur walau hatinya masih gelisah.
Sementara itu...
Arya kini berada di apartemen Leo. Leo sengaja membawa tuan sekaligus sahabatnya itu ke apartemenya karena Leo tak ingin Alya mengetahui kebiasaan buruk Arya. Leo tak ingin sikap bodoh tuannya ini membuat istri tuannya terluka dan sedih.
Leo merebahkan Arya di tempat tidur. Arya benar-benar tak sadarkan diri. Setelah membersihkan diri Leo pun ikut tidur di kamar tamu. Dia tak ingin mengganggu tuannya yang sudah tertidur pulas.
Keesokan harinya...
Leo bangun dari tidurnya, dia pun membersihkan diri dan menyiapkan sarapan. Leo sangat mandiri, dia juga pintar memasak sehingga dia tidak membutuhkan asisten rumah tangga untuk memasak. Sedangkan untuk membersihkan apartemen dia meminta pihak apartemen membersihkannya dua kali dalam seminggu.
Setelah dia selesai menyiapkan sarapan dia melihat Arya ke dalam kamar.Arya masih tertidur pulas, Leo tidak membangunkannya. Dia pun berangkat menuju kantor karena dalan kondisi seperti ini dia harus turun tangan menghandle segala urusan di kantor.
Sedangkan Alya telah siap hendak berangkat ke kantor. Alya pergi tanpa sarapan.
"Non...sarapan dulu..." teriak bi inah saat melihat Alya telah memasuki mobilnya.
Teriakan bi Inah tak di dengar oleh Alya, Alya pun berlalu masih dalam hati yang risau.
"Non...kenapa gak sarapan dulu...tuan Arya pun tak kelihatan...ada apa ya..." gumam bi inah di dalam hati heran dengan kedua majikannya yang terlihat aneh tak seperti biasanya.
Alya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia fokus mengendarai mobil walaupun pikirannya tak tenang.
Tak berapa lama Alya sampai di kantor, dia memarkirkan mobilnya lalu melangkah menuju ruangannya.
Tasya melihat Alya yang baru saja datang, di perhatikannya sahabatnya itu sedang tidak baik-baik saja.
Tasya langsung mengikuti Alya yang kini telah berada di ruangannya.
"Al..." sahut Tasya pelan.
"Masuk..." teriak Alya, Tasya pun membuka pintu lalu masuk ruangan Alya, lalu dia duduk di depan Alya.
Alya hanya diam sambil membuka beberapa file. Tangannya bergerak membuka file sedangkan tatapannya kosong.
"Al..." lirih Tasya sambil menggenggam tangan sahabatnya. Dia sangat tahu Alya saat ini sedang sedih.
"Hiks...hiks..."Alya mulai mengeluarkan air matanya.
"Gue bingung Sya..." gumamnya dalam isakannya.
Tasya berdiri menghampiri sahabatnya lalu merangkul sahabatnya memberi support untuk sahabatnya.
"Ada apa Al?" Tanya Tasya hati-hati.
"Sya...Arya pergi begitu saja ninggalin gue tanpa pamit sampai pagi ini dia juga belum pulang...hu...hu...hu..." Alya pun menceritakan semua yang terjadi pada Tasya.
.
***bersambung.....
.
.
.
.
.
Hai readers yang baik hati...💓💓💓
Terima kasih udah mampir di karyaku...
Aku harap kalian suka dengan ceritaku, walaupun masih banyak kesalahan dalam penulisannya...
jangan lupa ya...
like 👍👍👍
koment ....
dan masukannya....
biar semakin semangat nulis ceritanya*....