NovelToon NovelToon
Titisan Raja

Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Spiritual / Ilmu Kanuragan
Popularitas:140.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dzulhilmi

Seorang lelaki yang hampa dan memilih menjalani hidup jauh dari keluarga hanya untuk membuktikan keberadaannya di dunia ini .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dzulhilmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berawal dari sebuah pohon .

Syifa yang terbaring sembari menatap ke langit-langit kamar , bergumam memikirkan sesuatu .

# Mengapa aku seakan semakin peduli terhadap aziel ? apa ini yang dimaksud abi dengan rasa suka ? tak ku pungkiri aku selalu ingin tahu kabar dari aziel , gelisah menggangguku bila aku tak melihatnya dalam keadaan baik-baik saja # gumam Syifa dalam hati .

Ditempat lain , aziel yang sedang berbaring tiba-tiba terbesit ingatan tentang syifa , yang sewaktu itu tak sengaja ia lihat tanpa menggunakan cadar .

# Kenapa aku tiba-tiba terbayang wajah syifa ? aku sengaja tak ingin mengingatnya karena takut menjadi sebuah nafsu , aku yang sudah pernah melihatnya tanpa cadar , dengan parasnya yang begitu menawan seakan aku tak berdaya dan terhanyut dalam tatapannya . aku yang berusaha agar tidak mengingatnya namun kali ini muncul kembali secara tiba-tiba , apa pertanda dari semua ini ? sebaiknya aku berjalan mencari tempat yang tenang untuk meregenerasi pikiranku ini # aziel bergumam dalam hati .

Aziel pun berjalan menuju tempat biasa ia menenangkan pikirannya , dibawah pohon besar yang berada dibelakang kediaman kiyai Ismajati.

" Aaaahhh tempat ini tempat ternyaman untuk meregangkan badan dan menenangkan pikiran " gumam aziel .

Aziel pun berbaring dibawah pohon besar yang berada di belakang kediaman kiyai Ismajati tersebut .

tak lama aziel berbaring , terlihat Syifa yang sedang berada di pawon dan tak sengaja melihat kearah pohon besar dibelakang rumahnya tersebut .

# Eh .. itu aziel ? sedang apa dia disitu ? mengapa ia berbaring dibawah pohon besar itu ? hmmmmm ... # Syifa bergumam dalam hati .

Syifa yang sedang memasak menyiapkan makan malam untuk kiyai Ismajati beserta muridnya itu pun gelisah karena melihat aziel yang menghabiskan waktunya berbaring di bawah pohon besar .

" Apakah ia sedang gelisah ? atau sedang ada yang di fikirkan ? sehingga dia menghabiskan waktunya berbaring dibawah pohon seperti itu ? " gumam Syifa yang sambil memasak .

Tak sadar kiyai Ismajati sudah berdiri di belakang syifa .

" Jika ingin tahu tanyakan saja langsung nak , jangan biarkan hatimu bertanya-tanya yang ujungnya menjadi su'udzon " kiyai Ismajati tiba-tiba mensauti gumaman syifa .

" Astaghfirullah abi , sejak kapan abi disni ? " syifa terkejut mendengar sautan ayahnya .

" Yaaa sejak kamu bergumam sendiri tadi hehehe ..." jawab kiyai Ismajati tertawa lebar .

" Abi , tidak baik muncul tiba-tiba begitu , membuat kaget saja " ujar syifa yang wajahnya memerah .

" Hanya kebetulan saja , dan dirimu sedang bergumam sendiri , jadi abi dengarkan hehe " ujar kiyai Ismajati dengan senyum lebarnya .

" Ah abi ini selalu saja ada jawabannya .. " ujar syifa

" Tanyakan langsung pada aziel , siapa tau kehadiranmu bisa menghilangkan kegelisahannya " ujar kiyai Ismajati tersenyum .

" Apakah boleh ? aku takut abi melarangku seperti itu ." ujar syifa .

" Ya awalnya abi melarang , namun mengingat umurmu sudah dewasa , sudah seharusnya kamu berinteraksi dengan orang lain , apalagi dengan orang yang selalu kamu cemaskan " ujar kiyai Ismajati tersenyum seakan mengerti putrinya sedang dilanda asmara .

" Baiklah , aku selesaikan dulu tugasku , lalu aku akan menghampirinya " Ujar syifa yang wajahnya mulai memerah .

" Jangan lupa kenakan cadar nak hehehe " ujar kiyai Ismajati mengingatkan putrinya untuk menggunakan cadar .

" Baik abi ..." syifa tertunduk malu dan wajahnya memerah karena ingat syifa pernah lupa tak sengaja tidak menggunakan cadar saat ada aziel .

Syifa pun bergegas menyelesaikan tugasnya karena ingin menghampiri aziel .

# Mengapa jantungku berdebar ? padahal baru diberi izin untuk menghampiri aziel , sudah berdebar begini , bagaimana nanti jika berhadapan dengan aziel secara langsung ? ... perasaan apa iniiii , namun aku merasa aku sangat senang , aku dibuat bingung oleh perasaanku sendiri # gumam Syifa dalam hati .

Syifa pun telah menyelesaikan tugasnya , namun ia berinisiatif untuk membawakan aziel segelas teh dan beberapa camilan .

# Sepertinya kubawakan aziel teh dan camilan , ia kan sudah selesai menjalani puasa sunnahnya # gumam syifa dalam hati .

Setelah semua siap, syifa pun bergegas menghampiri aziel yang masih terbaring dibawah pohon tak lupa membawakan segelas teh dan camilan yang sudah ia siapkan .

" Assalamualaikum..." syifa mengucap salam menghampiri aziel , namun sepertinya aziel terlelap , belum ada jawaban dari aziel .

" Apakah dia terlelap sehingga tak mendengar salamku ? kucoba sekali lagi ... Assalamualaikum... " kali ini syifa sedikit menaikan volumenya .

Aziel pun terkejut dan terbangun dari tidurnya .

" Walaikumsalam ... " aziel menjawab salam namun masih belum jelas pengelihatannya .

Aziel mengucek matanya dan seketika ia terdiam menatap seorang wanita yang sudah berdiri di hadapannya dengan memegang segelas teh dan satu buah piring yang berisikan camilan .

# Ini .? mbak syifa ? apakah aku sedang bermimpi ? kenapa bisa sampai aku memimpikan mbak syifa ? aku hanya sepintas memikirkannya dan langsung mbak syifa muncul di dalam mimpiku ? sepertinya aku terlalu terhanyut memikirkan mbak syifa # gumam aziel dalam hati .

" Aziel ???? aziel ? apakah kamu sadar ?" ujar syifa .

" Eh ... iya mbak , maaf mbak , kukira ini mimpi .. hehehe" jawab aziel yang gugup dan salah tingkah .

# Ini kenyataan , ini bukan mimpi , subhanallah , mbak syifa menghampiriku # aziel bergumam dalam hati .

" Mimpi ? makanya jangan tidur dibawah pohon " ujar syifa yang tersenyum tertutup cadar.

" Lalu apa yang kamu lakukan disini ? sendirian , dan berbaring disini , bahkan sampai terlelap " tanya syifa .

" Eeeeee anu mbak , aziel sedang ingin berbaring saja disini hehehe , lalu mbak bisa disini , apakah ada yang bisa aziel bantu ? " ujar aziel yang salah tingkah .

" Aku kesini bukan untuk meminta bantuan , aku kesini membawakan ini " ujar syifa sembari melirik menunjuk apa yang dibawa di tangan syifa .

" Oh , mari mbak aziel bantu .." aziel pun berdiri menyaut gelas dan piring yang dibawa syifa .

" Ini untuk dibawa kemana mbak ? " lanjut tanya aziel .

" Ini untukmu , cicipi camilannya , aku membuatnya sendiri " ujar syifa tersenyum .

" Ah ? untukku mbak ? aduh " aziel semakin gugup dan salah tinggkah .

" Kenapa aduh ? apakah salah aku membawakan ini untukmu ?" tanya syifa

" Ttttidak mbak , tapiiii ... " ujar aziel .

" Tidak tapi tapi , minumlah , dan cicipi camilannya " syifa memotong pembicaraan aziel .

" Baiklah mbak , tehnya kuminum mbak ... " ujar aziel sembari mengangkat gelas yang berisikan teh yang dibawa syifa .

" Minumlah ... " ujar syifa yang memerah wajahnya dibalik cadar .

Dari kejauhan , ternyata Danu melihat dengan mata kepalanya sendiri , syifa membawakan segelas teh dan sepiring camilan . danu yang merasa cemburu dan kalah saing pun kesal , seakan hatinya hancur melihat wanita yang ia idamkan dan dambakan ternyata bersimpati pada pria lain , lama ia memendam rasa dan berusaha mencuri perhatian syifa , namun pada akhirnya syifa memilih lelaki lain untuk bisa dekat dengan dirinya. rasa tak senang pada aziel pun mulai muncul di hati danu . marah , cemburu , kecewa , semua bercampur menjadi satu , danu pun pergi menjauh tak ingin melihat aziel dan syifa yang sedang terlihat bergurau satu sama lain . dengan langkah cepat danu melangkah , langkah yang penuh emosi , kelopak mata beserta bola matanya memerah .

# mbak syifa , begitu tega dirimu , aku yang sudah lama memendam rasa dan berusaha untuk mencuri perhatianmu ini berakhir sia-sia... aziel , ya aziel , semua ini bermula dari aziel yang datang ke padepokan ini , mengapa dia harus datang di padepokan ini .... aziel , kau keterlaluan # danu bergumam dalam hati .

" Kurasa hari ini cukup sampai disini , sudah terlalu lama aku berada diluar , lain waktu akan kubuatkan lagi camilan yang lain " ujar syifa yang sedang merasa senang melihat aziel lahap menghabiskan camilan buatannya

" Oh iya mbak , tak baik juga jika terlalu lama di luar , nanti kiyai Ismajati bisa marah padaku dan pada mbak syifa " ujar aziel .

" Tidak , abi sudah memberiku izin sebelum aku kesini , dan satu lagi , panggil saja aku syifa , dan jangan kamu menyebut dirimu dengan namamu , ganti dengan aku , supaya aku pun tak canggung seperti ini " ujar syifa mengkoreksi aziel .

" Kiyai Ismajati memberi izin ? subhanallah... baiklah , aku akan belajar terbiasa dengan itu hehe " jawab aziel yang masih terasa canggung untuk menyebut nama syifa .

" Baiklah. aku pamit , assalamualaikum.." syifa pun beranjak dari situ dengan hati yang sumringah .

" Walaikumsalam , terimakasih ya mbak " jawab aziel sembari mengucapkan terimakasih pada syifa.

" Yaa .. " jawab syifa sembari melangkah kembali ke pawon .

# Mimpi apa aku semalam , bisa-bisanya mbak syifa datang , eh Syifa , bisa-bisanya syifa datang membawakanku segelas teh dan camilan , subhanallah ... tak ku pungkiri hatiku merasa senang , namun seketika aku memikirkan ucapan kuntadi bahwa danu menyukai syifa , kuharap danu tak melihat ini , aku takut dia menaruh benci padaku # gumam aziel dalam hati.

Aziel yang tak sadar kalau danu sudah melihat dan mengetahui hal tersebut . dan kini danu diselimuti amarah dan benci terhadap aziel .

1
Okto Mulya D.
Wahhh Thor, pamit nya jangan lama-lama nihh
Okto Mulya D.
Danu, selama manusia diliputi iri dan dengki hidupnya akan selalu terganggu dan menghambat dirinya sendiri karena ulahnya.
Okto Mulya D.
Seno Sudjiwo, apakah ini juga teman seperguruan Kyai Ismajati..
Okto Mulya D.
Kyai akan umur panjang dan akan menyaksikan cucu² Kyai lahir..
Okto Mulya D.
Iya ini saudara kita dalam proses kandungan hingga kita lahir ke dunia.
Okto Mulya D.
Aziel, ini pelajaran berharga terlalu baik dimanfaatkan orang dan menjurus ke kebodohan. terlalu cuek dan tak perduli kepada orang lain juga bisa jadi bumerang karena menjadi sombong dan mudah dirasuki aura negatif bahkan jin dan syetan..berusaha menjerumuskan.
Okto Mulya D.
Aziel, jadikan pelajaran kebaikan tersebut tidak ada artinya dimana orang tersebut berhati busuk, walau saudara sekalipun.
Okto Mulya D.
wahhh makin seruuu, Aziel yang tidak tegaan dimanfaatkan oleh Danu si pengecut itu.

tunggulah akhir kisahmu Danu
Okto Mulya D.
Danu, belajar apa ya?, semoga tidak belajar ilmu hitam yaa.
Okto Mulya D.
Tentang asmara anak pak Kyai
Okto Mulya D.
Yahhh ketebak ini sihh pasti Danu, karena sakit hati karena cinta.
Okto Mulya D.
Aziel, makin hebat
Okto Mulya D.
Aziel kapan melamar Syifa.
Okto Mulya D.
Suruhan Sarwaji
Okto Mulya D.
Tidak bisa ya dikirim serangan ke Sarwaji jarak jauh hehehe.. padepokan kosong ada Syifa sendirian
Okto Mulya D.
Sudarmo kena teluh Dan ingin meracuni Aziel dan Kyai .hmmm pengaruh jahat
Okto Mulya D.
Wahhh koq cahaya nya berwarna lampu lalu lintas hehehe..dan mata biru..
Okto Mulya D.
Sarwaji mulai mengancam pak Sudarmo yaa
Okto Mulya D.
Menolong ibumu sendiri Aziel, kan beliau lagi sakit
Okto Mulya D.
Sarwaji, udah bau tanah juga inginkan gadis belia, orangtua mana yang mau menikahkan putrinya dengan kakek² ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!