Seorang lelaki yang hampa dan memilih menjalani hidup jauh dari keluarga hanya untuk membuktikan keberadaannya di dunia ini .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dzulhilmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berawal dari sebuah pohon .
Syifa yang terbaring sembari menatap ke langit-langit kamar , bergumam memikirkan sesuatu .
# Mengapa aku seakan semakin peduli terhadap aziel ? apa ini yang dimaksud abi dengan rasa suka ? tak ku pungkiri aku selalu ingin tahu kabar dari aziel , gelisah menggangguku bila aku tak melihatnya dalam keadaan baik-baik saja # gumam Syifa dalam hati .
Ditempat lain , aziel yang sedang berbaring tiba-tiba terbesit ingatan tentang syifa , yang sewaktu itu tak sengaja ia lihat tanpa menggunakan cadar .
# Kenapa aku tiba-tiba terbayang wajah syifa ? aku sengaja tak ingin mengingatnya karena takut menjadi sebuah nafsu , aku yang sudah pernah melihatnya tanpa cadar , dengan parasnya yang begitu menawan seakan aku tak berdaya dan terhanyut dalam tatapannya . aku yang berusaha agar tidak mengingatnya namun kali ini muncul kembali secara tiba-tiba , apa pertanda dari semua ini ? sebaiknya aku berjalan mencari tempat yang tenang untuk meregenerasi pikiranku ini # aziel bergumam dalam hati .
Aziel pun berjalan menuju tempat biasa ia menenangkan pikirannya , dibawah pohon besar yang berada dibelakang kediaman kiyai Ismajati.
" Aaaahhh tempat ini tempat ternyaman untuk meregangkan badan dan menenangkan pikiran " gumam aziel .
Aziel pun berbaring dibawah pohon besar yang berada di belakang kediaman kiyai Ismajati tersebut .
tak lama aziel berbaring , terlihat Syifa yang sedang berada di pawon dan tak sengaja melihat kearah pohon besar dibelakang rumahnya tersebut .
# Eh .. itu aziel ? sedang apa dia disitu ? mengapa ia berbaring dibawah pohon besar itu ? hmmmmm ... # Syifa bergumam dalam hati .
Syifa yang sedang memasak menyiapkan makan malam untuk kiyai Ismajati beserta muridnya itu pun gelisah karena melihat aziel yang menghabiskan waktunya berbaring di bawah pohon besar .
" Apakah ia sedang gelisah ? atau sedang ada yang di fikirkan ? sehingga dia menghabiskan waktunya berbaring dibawah pohon seperti itu ? " gumam Syifa yang sambil memasak .
Tak sadar kiyai Ismajati sudah berdiri di belakang syifa .
" Jika ingin tahu tanyakan saja langsung nak , jangan biarkan hatimu bertanya-tanya yang ujungnya menjadi su'udzon " kiyai Ismajati tiba-tiba mensauti gumaman syifa .
" Astaghfirullah abi , sejak kapan abi disni ? " syifa terkejut mendengar sautan ayahnya .
" Yaaa sejak kamu bergumam sendiri tadi hehehe ..." jawab kiyai Ismajati tertawa lebar .
" Abi , tidak baik muncul tiba-tiba begitu , membuat kaget saja " ujar syifa yang wajahnya memerah .
" Hanya kebetulan saja , dan dirimu sedang bergumam sendiri , jadi abi dengarkan hehe " ujar kiyai Ismajati dengan senyum lebarnya .
" Ah abi ini selalu saja ada jawabannya .. " ujar syifa
" Tanyakan langsung pada aziel , siapa tau kehadiranmu bisa menghilangkan kegelisahannya " ujar kiyai Ismajati tersenyum .
" Apakah boleh ? aku takut abi melarangku seperti itu ." ujar syifa .
" Ya awalnya abi melarang , namun mengingat umurmu sudah dewasa , sudah seharusnya kamu berinteraksi dengan orang lain , apalagi dengan orang yang selalu kamu cemaskan " ujar kiyai Ismajati tersenyum seakan mengerti putrinya sedang dilanda asmara .
" Baiklah , aku selesaikan dulu tugasku , lalu aku akan menghampirinya " Ujar syifa yang wajahnya mulai memerah .
" Jangan lupa kenakan cadar nak hehehe " ujar kiyai Ismajati mengingatkan putrinya untuk menggunakan cadar .
" Baik abi ..." syifa tertunduk malu dan wajahnya memerah karena ingat syifa pernah lupa tak sengaja tidak menggunakan cadar saat ada aziel .
Syifa pun bergegas menyelesaikan tugasnya karena ingin menghampiri aziel .
# Mengapa jantungku berdebar ? padahal baru diberi izin untuk menghampiri aziel , sudah berdebar begini , bagaimana nanti jika berhadapan dengan aziel secara langsung ? ... perasaan apa iniiii , namun aku merasa aku sangat senang , aku dibuat bingung oleh perasaanku sendiri # gumam Syifa dalam hati .
Syifa pun telah menyelesaikan tugasnya , namun ia berinisiatif untuk membawakan aziel segelas teh dan beberapa camilan .
# Sepertinya kubawakan aziel teh dan camilan , ia kan sudah selesai menjalani puasa sunnahnya # gumam syifa dalam hati .
Setelah semua siap, syifa pun bergegas menghampiri aziel yang masih terbaring dibawah pohon tak lupa membawakan segelas teh dan camilan yang sudah ia siapkan .
" Assalamualaikum..." syifa mengucap salam menghampiri aziel , namun sepertinya aziel terlelap , belum ada jawaban dari aziel .
" Apakah dia terlelap sehingga tak mendengar salamku ? kucoba sekali lagi ... Assalamualaikum... " kali ini syifa sedikit menaikan volumenya .
Aziel pun terkejut dan terbangun dari tidurnya .
" Walaikumsalam ... " aziel menjawab salam namun masih belum jelas pengelihatannya .
Aziel mengucek matanya dan seketika ia terdiam menatap seorang wanita yang sudah berdiri di hadapannya dengan memegang segelas teh dan satu buah piring yang berisikan camilan .
# Ini .? mbak syifa ? apakah aku sedang bermimpi ? kenapa bisa sampai aku memimpikan mbak syifa ? aku hanya sepintas memikirkannya dan langsung mbak syifa muncul di dalam mimpiku ? sepertinya aku terlalu terhanyut memikirkan mbak syifa # gumam aziel dalam hati .
" Aziel ???? aziel ? apakah kamu sadar ?" ujar syifa .
" Eh ... iya mbak , maaf mbak , kukira ini mimpi .. hehehe" jawab aziel yang gugup dan salah tingkah .
# Ini kenyataan , ini bukan mimpi , subhanallah , mbak syifa menghampiriku # aziel bergumam dalam hati .
" Mimpi ? makanya jangan tidur dibawah pohon " ujar syifa yang tersenyum tertutup cadar.
" Lalu apa yang kamu lakukan disini ? sendirian , dan berbaring disini , bahkan sampai terlelap " tanya syifa .
" Eeeeee anu mbak , aziel sedang ingin berbaring saja disini hehehe , lalu mbak bisa disini , apakah ada yang bisa aziel bantu ? " ujar aziel yang salah tingkah .
" Aku kesini bukan untuk meminta bantuan , aku kesini membawakan ini " ujar syifa sembari melirik menunjuk apa yang dibawa di tangan syifa .
" Oh , mari mbak aziel bantu .." aziel pun berdiri menyaut gelas dan piring yang dibawa syifa .
" Ini untuk dibawa kemana mbak ? " lanjut tanya aziel .
" Ini untukmu , cicipi camilannya , aku membuatnya sendiri " ujar syifa tersenyum .
" Ah ? untukku mbak ? aduh " aziel semakin gugup dan salah tinggkah .
" Kenapa aduh ? apakah salah aku membawakan ini untukmu ?" tanya syifa
" Ttttidak mbak , tapiiii ... " ujar aziel .
" Tidak tapi tapi , minumlah , dan cicipi camilannya " syifa memotong pembicaraan aziel .
" Baiklah mbak , tehnya kuminum mbak ... " ujar aziel sembari mengangkat gelas yang berisikan teh yang dibawa syifa .
" Minumlah ... " ujar syifa yang memerah wajahnya dibalik cadar .
Dari kejauhan , ternyata Danu melihat dengan mata kepalanya sendiri , syifa membawakan segelas teh dan sepiring camilan . danu yang merasa cemburu dan kalah saing pun kesal , seakan hatinya hancur melihat wanita yang ia idamkan dan dambakan ternyata bersimpati pada pria lain , lama ia memendam rasa dan berusaha mencuri perhatian syifa , namun pada akhirnya syifa memilih lelaki lain untuk bisa dekat dengan dirinya. rasa tak senang pada aziel pun mulai muncul di hati danu . marah , cemburu , kecewa , semua bercampur menjadi satu , danu pun pergi menjauh tak ingin melihat aziel dan syifa yang sedang terlihat bergurau satu sama lain . dengan langkah cepat danu melangkah , langkah yang penuh emosi , kelopak mata beserta bola matanya memerah .
# mbak syifa , begitu tega dirimu , aku yang sudah lama memendam rasa dan berusaha untuk mencuri perhatianmu ini berakhir sia-sia... aziel , ya aziel , semua ini bermula dari aziel yang datang ke padepokan ini , mengapa dia harus datang di padepokan ini .... aziel , kau keterlaluan # danu bergumam dalam hati .
" Kurasa hari ini cukup sampai disini , sudah terlalu lama aku berada diluar , lain waktu akan kubuatkan lagi camilan yang lain " ujar syifa yang sedang merasa senang melihat aziel lahap menghabiskan camilan buatannya
" Oh iya mbak , tak baik juga jika terlalu lama di luar , nanti kiyai Ismajati bisa marah padaku dan pada mbak syifa " ujar aziel .
" Tidak , abi sudah memberiku izin sebelum aku kesini , dan satu lagi , panggil saja aku syifa , dan jangan kamu menyebut dirimu dengan namamu , ganti dengan aku , supaya aku pun tak canggung seperti ini " ujar syifa mengkoreksi aziel .
" Kiyai Ismajati memberi izin ? subhanallah... baiklah , aku akan belajar terbiasa dengan itu hehe " jawab aziel yang masih terasa canggung untuk menyebut nama syifa .
" Baiklah. aku pamit , assalamualaikum.." syifa pun beranjak dari situ dengan hati yang sumringah .
" Walaikumsalam , terimakasih ya mbak " jawab aziel sembari mengucapkan terimakasih pada syifa.
" Yaa .. " jawab syifa sembari melangkah kembali ke pawon .
# Mimpi apa aku semalam , bisa-bisanya mbak syifa datang , eh Syifa , bisa-bisanya syifa datang membawakanku segelas teh dan camilan , subhanallah ... tak ku pungkiri hatiku merasa senang , namun seketika aku memikirkan ucapan kuntadi bahwa danu menyukai syifa , kuharap danu tak melihat ini , aku takut dia menaruh benci padaku # gumam aziel dalam hati.
Aziel yang tak sadar kalau danu sudah melihat dan mengetahui hal tersebut . dan kini danu diselimuti amarah dan benci terhadap aziel .
tunggulah akhir kisahmu Danu