NovelToon NovelToon
Please! Love Me Honey

Please! Love Me Honey

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kehidupan di Kantor / Cinta Beda Dunia / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:41.3k
Nilai: 5
Nama Author: lukalama

Selamat datang di karya pertama saya 😆

Semoga kalian suka sama ceritanya...😚🫰

Gaby dan Harris diam-diam menjalin hubungan yang tidak direstui. Gaby hanyalah seorang gadis dari keluarga biasa, sedangkan Harris seorang anak sultan. Dimasa depan ia akan menjadi seorang pewaris kejayaan perusahaan milik orangtuanya.

Hubungan rahasia mereka, telah membawa keduanya kepada gairah yang tidak tertahankan. Dua orang dewasa yang sama-sama baru pernah menjalin hubungan asmara semasa hidupnya.

Ibu Harris menentang keras hubungan asmara mereka, sampai-sampai menyewa seorang agen rahasia untuk memisahkan mereka.

Akankah hubungan asmara mereka bisa terus berlanjut hingga ke jenjang pernikahan?? Ataukah harus kawin lari?? Atau hamil diluar nikah??

Yuk...~ ikuti kisah cinta mereka yang penuh gairah 🏙️👩‍❤️‍💋‍👨👩‍❤️‍👨

#Office Romance

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lukalama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Romansa di Bali

"Loh Gaby lu makan lagi?" tanya Harris, kebetulan berpapasan dengan Gaby saat mau ke dapur, terlihat ia sedang membawa nampan dan piring kosong

"Oo ini bukan gua yang makan, ini Tiara dia lagi gak bisa keluar dari kamar, aku tadi antarkan makan siang buat dia" ujar Gaby

Harris pun tersenyum tipis, mendengar ceritanya, memang susah menyukai wanita yang punya sifat keibuan, selalu saja memikirkan orang lain baru dirinya sendiri.

"Sini biar aku bawain, yuk sekalian kita ke dapur, ada yang mau aku ngobrolin" ajak Harris langsung mengambil nampan yang di bawa Gaby

"Splash.... splash..... splash...." mereka mencuci piring-piring bersama, sembari mengobrol.

"Jadi ternyata Theo juga suka sama Tiara" ujar Gaby sambil mengelap piring yang sudah di cuci

"Iya, dari ceritamu aku lega kalau Tiara juga suka sama Theo..." ujar Harris sambil mencuci piring

"Hmm, tapi kata Tiara Theo udah nolak dia kemarin malam, memangnya masih bisa..?" ujar Gaby mencebik

"Yah pasti bisa, kita bantu mereka, kasih mereka kesempatan berduaan, kamu gak masalah kan kalau Tiara sama Theo jadian..??" tanya Harris terkekeh

"....." Gaby terdiam sejenak, ia masih ingat perkataannya dulu saat outbound di bandung, kalau gak bisa berpacaran dengan Harris karena Tiara masih jomblo, tapi kalau Tiara sudah gak jomblo lagi dalam waktu dekat ini, apa harus langsung jadian...??

"....." Harris melihat raut muka Gaby yang sedang bengong, pasti sedang kepikiran soal Tiara kalau-kalau sudah jadian dengan Theo

"Kamu masih belum mau pacaran sama aku ya....??" tanya Harris tiba-tiba

"....." Lamunan Gaby langsung buyar..., ia menatap sendu ke arah Harris

"Kamu lebih suka hubungan yang main-main seperti ini...??" tanya Harris lirih

"Ngiikk..." keran air dimatikan, cuci piring-piringnya sudah selesai

Dan Gaby masih belum menjawab apa-apa, hatinya dan pikirannya masih bergelut, pendiriannya untuk tidak mau terikat, masih berdiri cukup kokoh, namun hatinya sudah goyah.

"Sudahlah jangan terlalu memikirkan pertanyaanku tadi, cepat balik ke kamar, Tiara pasti udah nungguin kamu dari tadi" ujar Harris

Tanpa berkata apapun, Gaby akhirnya pergi dari sana, meninggalkan Harris sendirian di dapur.

Kedua tangan Harris mengepal kencang, ingin marah namun tidak bisa, ingin memaksanya namun tidak sanggup juga melakukannya.

_________

Esok Harinya

"Brrm brrm.." tibalah tiga motor Vespa modern yang di sewa Harris di halaman villa Theo

Pagi ini mereka semua akan main ke pantai dekat villa Theo, tapi jalanan-nya hanya bisa di lalui motor, karena sempit dan tidak rata.

Gaby, Tiara, dan Sandy juga sudah siap dengan baju ala pantai mereka. Gaby memakai Kaos polos berwarna kuning dan celana jeans pendek, Sandy memakai Dress berlengan Sabrina dengan motif bunga-bunga, Tiara memakai dress putih polos tangan buntung, dan outer renda transparan berwarna cream.

"Khusus untuk Gaby, motornya yang warna pink" ujar Harris menyeringai sambil menepuk-nepuk jok motor

"Wuaahh.. lucunya" Gaby terlihat sangat senang melihat motor Vespa yang Harris pilihkan khusus untuknya

ia segera memakai helm yang juga berwarna pink, lalu menaiki motornya, Harris pun langsung duduk di bonceng Gaby.

"Ah senangnya~" dengan sengaja Harris melingkari lengannya di pinggang Gaby

"Jangan pegang pinggang gua GELI...!!! pekik Gaby merasa malu dilihat oleh teman-temannya

"Terus gua mesti pegangan apa dong, nanti takut jatuh..~" celetuk Harris

"Pegang aja ransel gua" ujar Gaby ketus

"Iihh pelit" Harris mencebik

Sebelum ia tancap gas, Gaby memberikan jempolnya ke arah Tiara, ya... Gaby dan Harris sengaja mengatur strategi, agar Tiara punya kesempatan berduaan saja dengan Theo sebelum liburan ini berakhir.

Tiara pun menganggukkan kepala, ia sedang dibonceng oleh Theo, sambil malu-malu Tiara memegang pundak Theo dengan erat.

Sandy dan Rendy sudah jalan duluan, lalu disusul oleh Tiara dan Theo.

Motor dinyalakan dan melaju, medan jalanan yang di lewati sangat sulit harus menurun, menanjak dan berlika-liku, Harris langsung berpegangan erat pada Gaby ia tidak mau jatuh.

"Iihh~ ngeri juga jalanan nya" ujar Harris, melihat motor melaju dipinggiran perbukitan

"Iya pegangan yang erat aja sama aku, lagian tadi kamu langsung pegang-pegang pinggang aku di depan yang lain, aku kan jadi malu~" pipinya merona mengingat kejadian tadi

"Hehe sorry ya" ujar Harris terkekeh, ia sengaja memang ingin menggoda Gaby

Keempat temannya tidak terlihat di depan sana lagi, kini mereka berada di paling belakang, Harris tidak mau melewatkan kesempatan ini, ia pun mendekap Gaby lalu menyandarkan kepalanya di bahu kanan.

"Kalau sekarang, kita kayak gini gak apa-apa kan~" bisik Harris menyeringai

"Hmm...!!" Gaby sedikit panik, namun sebenarnya hatinya merasa sangat senang bisa berdekatan seperti ini.

Mereka berdua terus berkendara melewati jalanan yang agak curam, lalu setelahnya mulailah terlihat pemandangan laut yang indah di sepanjang jalan.

"Wih.. keren banget" ujar Gaby takjub melihat indahnya pemandangan laut

"Wow amazing"  Harris sangat terpukau melihat keindahan laut dan cerahnya langit hari ini

Suasana perjalanan jadi makin seru, berboncengan naik motor, melihat pemandangan indah, sambil menghirup aroma laut.

Beberapa saat akhirnya semua tiba di tempat tujuan, langsung terlihat hamparan pasir putih dan laut biru yang begitu asri, tidak banyak orang di sekitar pantai, mungkin karena memang belum ada yang tahu tempat ini.

"Yeah..!!!" teriak Gaby sambil berlari ke arah pantai, ia tidak sabar ingin segera main ombak

"Hei~ Gaby~ tungguin gua"  Harris berlari menyusul Gaby

"Astaga..~kayaknya mereka lebih cocok jadi kakak adek dari pada Bos dan anak buah deh" ujar Sandy sambil tertawa melihat tingkah mereka

"Hahaha.. cocok juga kok kalau jadi pasangan" ujar Rendy sambil tertawa geli

Sesampai di pantai, mereka menggelar Tikar di bawah pohon yang agak rindang di tepi pantai, lalu membuka bekal makan siang untuk dinikmati bersama-sama, Tiara membuat kimbab isi kimchi masakan favoritnya, Sandy membuat kroket kentang isi daging ayam, Gaby membawa buah yang sudah ia potong dengan bentuk yang beraneka ragam.

"Hmm...kimbab buatan Tiara enak banget" ujar Theo sambil menikmati makan siang

"Ma..makasih" ujar Tiara, hatinya berbunga-bunga mendengar pujian Theo

"Yummy..~, ini sih lebih enak dari restoran Korea yang biasa aku makan" ujar Harris memuji

"Tiara sudah sering buat ini untuk sarapan, udah cocok kalau jadi istri orang Korea hahaha.." ujar Gaby sambil bercanda

"Iya, Pasti beruntung banget yang jadi suaminya Tiara" ujar Sandy

"Masakan kamu juga gak kalah enak kok" ujar Rendy sambil makan kroket

"Iya masakan Sandy enak-enak, Rendy beruntung banget punya istri yang pintar masak" ujar Theo

"Ahh.. gak juga kok, aku baru belajar masak pas baru nikah, dulu mah cuma bisa masak mie instan aja" ujar Sandy

Sambil asik ngobrol mereka menikmati makan siang sampai kenyang.

Gaby tidak tanggung-tanggung ia langsung bermain dengan ombak sampai basah semua, Harris tidak kuat dengan teriknya matahari ia memilih tidur di atas tikar. Sandy dan Rendy berjalan berdua menyusuri sekitaran pinggir pantai, Tiara dan Theo mencari kerang  di sekitaran karang-karang.

"Astaga~ kamu gak mau main ombak" ujar Gaby menghampiri Harris yang sedang rebahan di tikar

"Aku takut kulitku gosong"

"Mana seru sih ke pantai rebahan doang, ayo dong ikut main ombak, aku bosan cuma main sendirian" ujar Gaby berkacak pinggang

"Kamu aja yang nemenin aku disini, aku ogah basah-basahan" Harris mager, Ia langsung kembali tidur sambil menutup mukanya dengan buku.

"Iiihh...!!!" tiba-tiba tubuh Harris bergidik,  berasa sangat geli

"Hehe hehe" Gaby tertawa, ternyata ia sedang iseng menggelitik pinggang Harris, sudah sudah payah di bonceng, begitu sampai hanya tiduran

"Sudah..su..sudah aduh geli" ujar Harris terus bergerak jemari Gaby menggelitik tanpa ampun

"Ayo bangun...~ ayo~" Gaby tidak mau melepaskan, tangannya makin iseng

"Hmmmp..!!" sambil menahan kegelian, ia membalas menggelitik pinggang Gaby tanpa ampun

"Aaa!!! haha haha..!!! teriak Gaby tidak kuat menahan geli dipinggangnya

"Su..sudah sudah..!! aku nyerah..!!"Gaby benar-benar terpojokkan, ia menepuk-nepuk tangan Harris agar segera berhenti

"Rasakan hahaha...~" Harris pun tertawa puas, dan segera melepaskan tangan jahilnya

Gaby berbaring tidak berdaya, tenaganya serasa diserap habis "Aduh lemas, tenaga gua langsung habis" gumam Gaby

"....." Seketika ia langsung terdiam, baru menyadari kalau saat ini sedang berada di posisi yang salah, Harris sedang berada diatasnya

"....." Harris juga terdiam, matanya terbelalak menyelusuri tubuh Gaby yang basah kuyup dan bajunya juga transparan, dalamannya jadi terpampang jelas dimatanya

Entah kenapa suasana disekitar mereka jadi amat sangat romantis, terdengar suara deru ombak yang tiada habisnya, menandakan kalau di sekitaran mereka sangat sunyi tidak ada siapa-siapa, saat ini hanya ada mereka berdua dalam posisi yang salah.

keduanya terus diam tidak bergerak, dengan pipi yang merona Gaby melirik keatas dan terus saja matanya memperhatikan detail bibir Harris, batinnya meronta-ronta minta dicium.

Harris pun tidak sanggup jika hanya menatap wajah Gaby yang tampak merah merona itu. Rasa ingin sekali menghujaninya dengan ciuman.

Akhirnya lama kelamaan tanpa mereka sadari, wajah mereka jadi saling mendekat, bibir mereka pun jadi seperti magnet yang sudah bertemu medannya.

Di bawah rindangnya pohon, ditemani indahnya pemandangan pantai dan pasir putihnya, mereka berdua saling bercumbu dengan penuh gairah. Baju Harris pun jadi ikutan basah karena bersentuhan dengan tubuh Gaby yang basah kuyup, Gaby pun tidak ingin melepaskan ciumannya ia memeluk erat tubuh pria yang sedang menciumnya dengan rakus.

Situasi makin berbahaya, "Fuah..." dengan cepat Harris melepaskan ciuman panasnya, tidak baik kalau ini di lanjutkan terus, jadi ia segera berdiri dan menjauh dari Gaby.

"Huf...huf...huf...huf..." Gaby masih terbaring di tikar dengan nafas tersengal, mukanya sangat merah dan terasa panas, ia tidak percaya apa yang baru saja ia lakukan saat berduaan tadi, entah kenapa ciuman mereka jadi lebih intim dari pada sebelum-sebelumnya

"BYUURR..!!!" Harris sengaja mendinginkan seluruh tubuhnya di air laut

Semuanya jadi basah kuyup, lalu ia mengadah melihat langit yang cantik sekali, sangat biru dan berawan. matahari juga begitu terik, tapi air laut terasa begitu dingin seperti air es.

"Seru kan~" ujar Gaby yang tiba-tiba menyusulnya

"Segar banget airnya..~" ujar Harris sambil tersenyum puas

"SPLASH... SPLASH..!!" beberapa saat mereka berdua bermain di pantai, sampai semuanya jadi basah kuyup, Harris menggendong Gaby lalu berlari menerjang ombak, mereka berdua terjatuh, lalu bergandengan tangan berlari menerjang ombak lagi yang cukup besar, suasana romantis di Bali benar-benar mereka berdua nikmati saat ini.

"Huf huf huf" Harris terkapar di tikar kepalanya sangat pusing, ia tidak terbiasa melakukan aktivitas di luar seperti ini

"Gluk gluk gluk" Gaby minum air soda, menyegarkan dahaganya

"Yang lain pada kemana sih, aku mau cepat-cepat balik ke villa aja" rengek Harris,  kepalanya amat pusing

"Entahlah langit udah mulai berwarna orange nih" ujar Gaby sambil melihat sekeliling

"Gaby..~ aku sepertinya gak bisa terus temanan sama kamu deh... " lirih Harris tiba-tiba

"...." Gaby tertegun kaget mendengarnya

"Kita gak bisa terus-terusan kayak gini, seperti ada yang salah sama kita berdua..." lirih Harris matanya tertutup, mengerutkan keningnya, seperti sedang menahan rasa sakit di hati

"Iya aku tahu.." ujar Gaby, ia sendiri sadar kalau keegoisan dirinya, membuat  Harris menderita, ia juga sadar kesabaran Harris sebagai laki-laki sepertinya sudah mencapai batas

Sambil duduk ia terus memandangi wajah Harris yang sedang berbaring disampingnya, kalau dipikir-pikir tanpa status yang jelas saat ini, hati mereka sudah saling terikat.

"Hmm.. Harris, se... se sebenarnya.., a...ku.." Gaby merasa sangat deg-degan, ia ingin menyatakan keinginannya untuk mulai menjalin hubungan serius

"Gaby~ Harris~ sorry ya kita lama" ujar Sandy yang datang tiba-tiba menghampiri

"....." Gaby pun langsung terdiam menutup mulutnya, baru saja ia mau menyatakan cintanya, tapi gak jadi

"Wih bawa apa tuh~" Harris melihat Rendy membawa kantong plastik besar

"Taadaa~ ikan Kakap merah, tapi kebetulan kita jalan, sampai ketemu kampung nelayan" ujar Rendy

"Aku ngiler banget liatnya, jadi pingin bakar ikan malam ini hehehe" ujar Sandy

"Ngomong-ngomong Theo Tiara mana??" Tanya Rendy melihat sekeliling

"Guys..!!!" suara Theo yang baru datang

"Hah...!!!" Gaby, Sandy, dan Rendy kaget

Harris sudah bisa menebak.

Theo menggandeng erat tangan Tiara, muka Tiara memerah, tapi terlihat bahagia, sudah jelas terlihat kalau mereka sudah jadian.

Semua turut bahagia menyambut pasangan baru, matahari semakin tenggelam, mereka semua kembali ke villa Theo.

Bersambung~

...****************...

1
Teteh Lia
Terimakasih untuk cerita luar biasanya. 🙏
dari awal yang cuma bisa memendam perasaan, jadian... nda dapat restu... perdebatan, sampai akhirnya menikah, punya anak dan hidup bahagia. semuanya melalui proses yang panjang.
Teteh Lia
aq juga ragu... si siwil beneran suka sama caroline
Teteh Lia
nyesel kan ..
tadi aja marah2'in Gabby.
Teteh Lia
bab ini... aq bacanya ikut esmosi...

si Harris juga. nda peka sama sekali... 😤
Teteh Lia
ini berarti waktu Stevan sama Stella otw balikan lagi ya.
Teteh Lia
Steven..
aku jadi rindu padamu
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇: maap teteh belum sempat lanjutin si Epan 😭😭
total 1 replies
Teteh Lia
di bab ini mengsyedih. Gabby dan Harris ketahuan.

tapi memang lebih baik seperti itu, supaya mereka nda kebablasan juga 🙈

🌹🌹🌹🌹🌹 meluncur.
Teteh Lia
mending gitu lah. gass ke KUA
Teteh Lia
saking fokusnya baca, aq sampe lupa komentar di bab ini 🤭
Teteh Lia
usaha banget jadi kompornya. cuan sekoper belum ditangan sih ya, siwill.
Teteh Lia
Siwill mah cuan sekoper Mulu yang dipikirin 🙈
Teteh Lia
ramah ya, Gabby. 🤭
nanti pas berdua sama Harris. keluarin dah tanduknya
Teteh Lia
sikap tegas Gabby 👍
Teteh Lia
sama Harris nya juga nda bakalan bolehlah..
Teteh Lia
kena batunya sendiri 🤣🤣🤣
Teteh Lia
saking bucin nya ya gitu. esmosi kalah oleh rasa c i n t a
Teteh Lia
kamu nya juga mau mau aja... 🤦‍♀️
Teteh Lia
bahaya ini mah... si siwilll bakal ngadu lagi ke ibu Harris
Teteh Lia
niat hati mau bohongin, malah rugi sendiri si harris.
tapi masih mending gitu sih. supaya mereka nda kebablasan juga.
Teteh Lia
Harris bingung sendiri 😅
padahal Gabby yang salah paham
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!