NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Menjadi Istri Kakak Ipar Ku

Status: tamat
Genre:Pengganti / Cerai / Cinta Seiring Waktu / Selingkuh / Tamat
Popularitas:422.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Triana mutia

Rara yang tidak tau apapun harus terbangun dengan tubuh yang polos di samping seorang laki-laki yang ternyata kakak iparnya sendiri

Berbagai konflik akan mulai terjadi saat Rara di minta untuk menikah dengan mantan kakak iparnya sendiri, membangun sebuah rumah tangga yang tidak di dasarkan oleh perasaan cinta

Lambat laun semua mulai berubah karena kedua orang itu tetap harus tinggal di satu atap, dan semua kebenaran pun akan terbongkar

Dengan semua lika liku yang menanti perjalanan hidup Rara

Apakah Rara akan berakhir bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amarah Rara

Setelah Adit berhasil untuk mengendalikan hatinya dia pun melanjutkan kembali apa yang sedang dia lakukan pada saat itu

"Besok-besok jangan masak sepagi ini ya Ra, sudah hampir satu bulan saya selalu makan sarapan yang sudah dingin. Asal kamu tau aja Ra makanan yang sudah terlalu dingin rasanya jadi kurang enak," ucap Adit dengan santai

"Terus kamu mau minta aku masak jam berapa mas? kalau aku masak seperti dulu nanti kamu marah lagi karena kamu lihat wajah aku," ucap Rara di dalam hatinya sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar

Dan lagi-lagi Rara hanya mengiyakan ucapan Adit untuk menghindari permasalahan yang baru, sedangkan Adit benar-benar merasa terhibur dengan itu semua

"Masa baru begini aja udah mulai kesal sih Ra?" ucap Adit di dalam hatinya

Adit pun menatap Rara dengan seksama pada saat itu sambil terus saja tersenyum, untuk sesaat dia memang berhenti untuk berbicara dan saat dia lihat Rara mulai fokus melanjutkan apa yang sedang dia lakukan dia pun membuka suara

"Satu lagi Ra jangan pernah kabur dari tempat ini pagi-pagi buta, apa kamu mau seperti perem...."

Ucapan Adit langsung tertahan karena tiba-tiba saja Rara membanting pisau yang berada di tangannya ke atas talenan, entah dari mana datangnya keberanian Rara pada saat itu karena dia langsung menatap ke arah Adit dengan tajam tanpa perasaan takut sama sekali

"Kenapa?" tanya Adit dengan santai

"Saya bukan perempuan murahan mas, jadi sudah cukup kamu selalu mengatakan aku sebagai perempuan murahan sampai saat ini." ucap Rara dengan tegas

Adit sama sekali tidak merasa marah melihat Rara yang sedang menunjukkan perasaan yang sedang dia rasakan, hati kecilnya bahkan merasa bahagia karena Rara sudah mulai berani untuk menunjukkan sikap yang lain di hadapan dirinya

"Siapa yang mau bilang kamu seperti perempuan murahan? aku ga mau bilang itu kok Ra," ucap Adit dengan santai

Rara hanya terdiam tanpa menjawab apapun dengan ekspresi wajah yang sama

"Saya cuma mau bilang kamu seperti perempuan yang ga punya suami, selalu pergi pagi buta padahal saat itu suami kamu masih ada di rumah." lanjut Adit lalu tersenyum

Mungkin karena beban di dalam hati Rara pada saat itu sudah tidak bisa dia bendung lagi, bahkan mendengar penjelasan dari Adit pun hanya membuat dia merasa semakin di permainkan

"Akh!!" teriak Rara

Rara mengempeskan semua bahan makanan yang sudah dia siapkan dengan sangat kuat dia pun langsung berjongkok, apa yang Rara lakukan pada saat itu membuat Adit tidak bisa mengetahui apa yang sedang di lakukan oleh istri kecilnya tersebut. Karena tubuh Rara terhalang oleh meja makan

"Lagi ngapain anak itu? dia kan belakangan ini kelihatan berani untuk melawan aku, jangan-jangan dia sekarang lagi cari senjata untuk pukul aku." ucap Adit di dalam hatinya

Adit yang asik dengan pemikirannya sendiri langsung mengambil sebuah bantal yang berada di ruang tamu, dia akan menjadikan bantal tersebut untuk menjadi tameng bila Rara benar-benar berniat untuk menyerang dirinya. Tetapi setelah cukup lama Adit menunggu Rara tak juga menunjukkan batang hidungnya

"Sebenarnya anak itu lagi ngapain sih? kenapa ga keluar juga anak itu?" tanya Adit di dalam hatinya sambil mengerutkan keningnya

Adit pun segera bangkit dari duduknya sambil membawa bantal tadi untuk berjaga-jaga, dia pun mulai melangkahkan kakinya ke arah Rara dan berusaha untuk tidak mengeluarkan suara sama sekali

Saat Adit sudah berhasil menemukan keberadaan Rara, yang sedang di lakukan oleh Rara pada saat itu adalah duduk di atas lantai dengan kedua kaki yang di tekuk dan melipat kedua tangannya untuk sandaran keningnya. Tanpa Adit harus melihat wajah Rara sekalipun dia tetap tau bahwa Rara saat itu sedang menangis dalam diam

"Apa aku sudah bersikap berlebihan ya selama ini? gimana juga umur Rara terpaut cukup jauh di bawah aku, di umur dia yang sekarang seharusnya dia masih menikmati masa remaja dia dengan bebas." ucap Adit di dalam hatinya

Jauh di dalam lubuk hatinya Adit ikut merasakan kesedihan Rara pada saat itu, perasaan bersalah juga menyelimuti hatinya dengan sangat erat

"Kamu ngapain Ra?" tanya Adit dengan lembut

Rara hanya terdiam dengan posisi yang sama

"Kalau kamu diam begini apa sarapan aku bisa matang?"

Adit yang tau harus berbuat apa mengunakan kata-kata tersebut untuk mencairkan suasana yang ada, tetapi berbeda dengan Rara yang sudah benar-benar merasa marah merasa ucapan Adit seperti sebuah bensin yang di siramkan ke dalam api

Rara pun langsung mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Adit dengan tajam, walau pun air mata Rara masih tetap terus mengalir dengan sendirinya

"Kamu ngomong apa mas? kamu lapar? kamu mau makan kan?" tanya Rara dengan suara yang terputus-putus tertahan oleh tangisan

Rara langsung meraih benda apapun yang terlihat oleh matanya dan melemparkan benda tersebut ke arah Adit dengan sekuat tenaga

"Makan ini mas!!" teriak Rara

Adit yang melihat hal tersebut langsung menggunakan bantal yang sempat dia bawa untuk menangkis barang-barang yang Rara lemparkan ke arah dirinya

"Ra... Sadar Ra, kamu ngapain sih Ra?!!" ucap Adit sedikit berteriak

Pada saat itu Rara sama sekali tidak mau mendengar apapun yang Adit katakan, dia terus meluapkan amarahnya dengan cara melempari Adit dengan barang yang bisa dia temukan. Hingga barang-barang yang berada di sekitar Rara pun mulai habis, Adit pun bisa bernafas sedikit lega melihat hal tersebut

Tetapi ternyata perlawanan yang akan Rara lakukan tidak mau berhenti sampai di situ, dia pun langsung bangkit dan tanpa sadar memegang pisau yang tadi sempat dia gunakan. Adit pun langsung membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna

"Jangan main-main Ra!! apa kamu mau jadi istri yang durhaka?!!" teriak Adit dengan wajah panik

Sudah pasti Adit benar-benar merasa panik saat Rara memegang sebuah pisau, karena sedari tadi Rara terus melempari dirinya dengan barang-barang yang ada dan Rara melakukan itu semua dengan sekuat tenaga

Rara yang mendengar ucapan terakhir Adit seperti mendapatkan kembali kesadarannya, dia pun langsung meletakkan pisau tersebut dan tertawa walaupun air matanya masih tetap mengalir

"Kamu barusan bilang apa mas?"

"Aku bilang apa ya? aku lupa Ra," jawab Adit dengan hati-hati

"Istri durhaka mas"

Adit yang masih merasa sedikit terkejut dengan semua perbuatan Rara hanya bisa menjawab dengan anggukan kepalanya

"Apa kamu ga pernah tanya sama diri kamu sendiri mas? apa kamu sudah menjadi suami yang baik?" tanya Rara lalu tersenyum tipis

1
nissa
lanjut
nissa
coba saja kalau kamu mampu joe menagoda rara habis kamu
nissa
alah si adit takut bener ara di ambil orang hehe
nissa
ribut sono
nissa
nah lho ra berani gak
nissa
rara raral tidur kamu nyenyak banget ya
nissa
waduh kena tampol si rara lucu banget si adit, ceo kena tampol hehe
nissa
biarin aja dit, nanti kalau ical tau ke lakuan jonathan nant kkb ical pasti mencari kamu
nissa
modus tu si adit
nissa
nyesel kan sekarang dit
nissa
makan tu del
nissa
cemburu si adit
nissa
ngeri juga ya rara kalau marah hehe
nissa
bodoh kamu dit itu pasti rencana adel
nissa
bagus ra
Bunda
kebanyakan berkata didalam hati
Bunda
Luar biasa
Bunda
baru mampir kak🙏🏻
A Yes
orang pintar blm tentu bijak ya kamu ini Del, sudah pernah gagal berumah tangga kenapa akan diulang lagi, sok2an mentingin karier kurang bersyukur sdh punya 2x pasangan yg bisa mencukupi kehidupannya, otomatis keluarga dipertaruhkan keharmonisannya
A Yes
lagian mentingin kuliah mau kelar dulu, tapi rajin sisiram sawahnyabya otomatis mau panen lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!