NovelToon NovelToon
Kenapa Harus Aku

Kenapa Harus Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Konflik etika / Balas Dendam
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: Vanillastrawberry

Meski tidak di awali dengan baik, bahkan sangat jauh dari pernikahan impian nya. sejak kalimat akad di lantunkan, saat itu ia bersumpah untuk mencintai suami nya, bahkan dalam keadaan terburuk sekalipun.
Tanpa Arina tau kalau detik itu juga ia dengan sadar membakar hidup nya, dunia nya bahkan cinta nya dengan perihnya api neraka pernikahan .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanillastrawberry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ci*man dan luka

Lutut Arina kehilangan kekuatannya begitu ia membaca keseluruhan pesan dari seseorang yang di bayarnya.

Ia menjatuhkan tubuhnya pada ubin sedang wajahnya menelungkup di atas smart kloset yang tertutup, dengan dahi yang bertumpu pada lengan kirinya.

Kali ini ia tidak bisa menahan air matanya lebih lama lagi, sebenarnya apa dosa yang sudah di perbuat nya sehingga tuhan tega membiarkannya bergelung dengan kehancuran ini.

Masa depannya hancur, Ayah nya menghabiskan masa tuanya dengan menjadi pesakitan, dan itu semua terjadi karena konspirasi seseorang dengan ambisi bejad nya.

Jauh di dalam lubuk hatinya, ia merasa kecil dan ciut. Seumur-umur ia tidak pernah berharap berhadapan dengan manusia iblis yang selalunya hanya ia temui dalam sebuah drama pada sebuah layar, bahkan membayangkan nya saja ia tidak pernah.

Ia kira manusia setengah iblis itu hanya fantasi belaka, tokoh yang di ciptakan untuk keseruan sebuah film, tapi nyatanya manusia seperti itu nyata adanya. Dan kini ia sedang di paksa berhadapan dengan nya oleh keadaan.

Arina mengangkat wajahnya, ia memaksa tubuhnya untuk berdiri setelah ia mengusap air mata di pipinya, lalu keluar dari kubikel toilet menuju wastafel di sudut ruangan.

Dari cermin yang memantulkan bayangan nya, ia bisa melihat wajah nya tampak sembab, ia mengangkat ponsel yang masih ada dalam genggamannya, tatapannya menyiratkan rasa sakit serta kobaran amarah yang membara.

Sepertinya ia yang terlalu polos selama ini, menganggap semua orang sama seperti dirinya, melakukan kesalahan adalah hal yang wajar, tapi apa yang di lakukan oleh Riska bukanlah kesalahan semata, tapi pekerjaan iblis yang berengkarnasi menjadi manusia.

Arina memasukkan ponselnya setelah puas memandangi nya, dengan hati yang selalu membisikkan langkah kejam dan otak lah yang merangkum nya menjadi potongan video seperti proyektor yang tengah menyala untuk menyelamatkan hidupnya, mengembalikan kehormatan nya serta masa depan nya dan juga Ayahnya.

Ia membasuh mukanya, mengeringkan nya dengan tissue lalu kembali memolesnya dengan make-up, menyamarkan wajah sembab nya dengan make-up yang sedikit lebih berani dari make-upnya semula namun tetap mempertahankan look yang sama.

" Arina. " seseorang menarik tangannya begitu ia keluar dari toilet, menyudutkannya pada dinding lalu mengungkungnya dengan kedua tangan yang ada di sebelah kanan dan kirinya.

" apa yang kamu lakukan, Devan!" wajah anggun itu mengeras, kini ia menyadari betapa Devan sangat kekanak-kanakan, selalu bertindak tanpa berpikir. Kalau saja di hatinya masih tersisa rasa, mungkin ia akan melayang di perlakukan seperti ini.

" sayang, kenapa kamu menikah dengan orang lain, aku tau aku salah, tapi tidak bisakah kamu memberiku kesempatan, aku mencintaimu Arina, argkh!" Arina menutup matanya tatkala pria itu berteriak di depan wajahnya. Sial! apa yang selama ini menutup matanya sehingga ia tidak bisa melihat kalau Devan semenjijikkan ini.

" Menjauh dariku sebelum kamu menyesal!" Devan terpaku seraya berusaha menyelami mata Arina, memperhatikan raut lembut wanita itu yang nyaris terkikis habis, ia seakan di hadapkan dengan sosok yang berbeda, namun tidak bisa ia pungkiri, Arina terlihat jauh lebih seksi dengan wajah dingin seperti ini.

" hei, apa yang salah! Sayang kenapa kamu jadi seperti ini." Tangannya terangkat berniat menangkup wajah menantang yang membangkitkan sisi kelelakiannya itu, matanya mengunci bibir mungil nan tipis yang sudah lama sangat ia rindukan.

Namun, belum sempat hal itu terealisasikan seseorang sudah menarik pundak nya dengan keras, bagitu Devan berbalik, sebuah bogem mentah menyapa wajah yang sangat di banggakannya selama ini.

" An**ng! " Maki pria itu cepat seraya meludah kan darah ke atas ubin, begitu ia ingin membalas, ia mematung saat menyadari siapa dalang yang mengganggu kesenangannya.

Begitupun Arina, diam-diam kelegaan mengganti kegelisahan yang sudah sejak tadi bergelung dengan hatinya begitu ia melihat siapa yang menolong nya.

" pilihannya ada tiga, mau pergi baik-baik lalu meminta maaf kepada istri saya, kita lanjutkan yang tadi atau kita bawa kejadian ini ke kantor polisi."

Tentu Devan tidak sebodoh itu untuk memilih opsi kedua dan ketiga, meskipun ia ingin sekali menghancurkan wajah tampan yang membuat nya merasa minder itu, Atau ia akan berakhir di kantor polisi setelah nya dan hidupnya akan hancur dalam sekejap.

Devan mengusap sudut bibirnya yang terluka, lidah nya aktif merasai rasa asin yang timbul akibat tinjuan yang tidak sempat di elaknya, lalu bergegas pergi untuk menyelamatkan harga dirinya di depan wanita yang namanya masih enggan enyah dari pikiran nya.

" minta maaf dulu pada istri saya!" langkahnya terhenti bahkan sebelum ia melewati Alvian, Devan mengepalkan tangannya, ia tidak memiliki pilihan lain karena pria di depan nya selain suami dari Arina juga bukan orang yang bisa ia sentuh sembarangan. Bahkan jika ia meminta sugar mommy nya untuk membelanya, itu bukan ide yang bagus.

Devan berbalik, harga dirinya semakin hancur begitu tatapan nya bertemu dengan sorot mata mengejek milik wanita cantik yang sangat di pujanya. " maafkan saya, bu Arina." setelah itu ia bergegas pergi untuk menyelamatkan harga dirinya yang tersisa.

Kini sisa Alvian dan Arina yang berusaha saling menyelami perasaan satu sama lain lewat sorot mata. Membuat Arina merasa aneh karena terjebak kebisuan lumayan lama, namun begitu ia akan membuka suara Alvian lebih dulu membuka jas nya, menyampir nya pada tubuh Arina lalu membawa wanita itu dalam gendongannya.

" Al lepas! Kamu ak__"

" Diam!" geram nya tak mau di bantah, Arina sendiri sengaja bungkam untuk menampakkan kesan wanita lemah yang sangat membutuhkan kegagahan pria itu untuk melindunginya.

Jam sudah menunjukkan dua dini hari, pesta sudah selesai dari setengah jam yang lalu, ia sama sekali tidak berekspektasi dengan kejadian tadi, karena ia pikir semua orang sudah pergi, termasuk Devan dan tante girang nya.

Kalau Riska jangan di tanya lagi, ia berhasil mengurus nya bahkan ketika acara masih berjalan, sisa suaminya yang masih mengurus sebagian tamu penting beserta beberapa koleganya yang tersisa.

Intinya hotel dalam keadaan sepi, oleh karena itu ia tidak bisa menahan diri untuk tidak meluapkan perasaan nya di kamar mandi.

" Lain kali pakailah baju yang lebih layak digunakan oleh manusia, Arina!" Arina melirik sengit ke arah pria yang sedang mengendalikan mobil nya, wajah nya sudah hampir seperti kanebo nganggur selama setahun.

" Lain kali kali pilihlah baju yang lebih layak digunakan oleh manusia untuk di berikan kepada istri mu ini, bapak Alvian Dharma Jayanto yang terhormat!"

Pria itu mengetatkan rahangnya, begitupun pegangannya pada kemudi sehingga urat tangannya tampil di sana.

" Aku yang akan mengurus Bima setelah aku mengurus mu gadis nakal!" jangan kira ia tidak tau kedekatan Arina dengan Fabio selama pesta tadi, rasa senangnya kalah oleh rasa tidak rela melihat wanita yang menjadi istrinya begitu dekat dengan pria lain, bahkan hampir seluruh pasang mata pria melirik penuh minat kepada wanita itu, hal itu sangat menginjak harga dirinya.

" kamu mengatai ku gadis nakal karena pakaian yang bahkan aku sendiri tidak memiliki pilihan untuk tidak memakainya, lalu sebutan apa yang pantas untuk pacarmu yang nyaris telanjang untuk menarik minat para jantan di sana? J*l*ng?"

" Jangan membawa Riska dalam masalah ini karena hal ini tidak ada kaitannya dengan nya!" Arina berdecih lalu menghempaskan punggungnya dengan kasar pada sandaran kursi mobil yang didudukinya. Merasa kesal bercampur heran dengan hasil kerja cinta yang membuat seseorang buta.

Begitu sampai di rumah, Arina lekas melangkah menuju kamarnya saat melihat sinyal bahaya dari sorot mata Alvian.

Namun, baru saja ia akan menutup pintu kamar nya, Alvian sudah lebih dulu menahan nya dengan lutut nya, sempat terjadi adu kekuatan di sana yang jelas bukan Arina pemenangnya.

Ia melangkah mundur untuk menghindari sinyal bahaya itu, wajahnya memancarkan ketakutan saat melihat Alvian melonggarkan dasi nya dengan sorot yang tak lepas dari nya, seakan ia hewan buruan yang tidak memiliki kesempatan untuk lari.

" Al kamu mau apa! Keluar Al!" teriak nya panik begitu Alvian mengambil langkah untuk mengikis jarak tanpa ragu, pria itu menangkup wajah nya. Tanpa mempersilahkan otak nya untuk berpikir lebih lama lagi, Alvian sudah lebih dulu membungkam bibirnya dengan ciuman kasar yang menuntut.

Pemberontak Arina terasa sia-sia karena jelas saat ini posisinya sangat tidak menguntungkan nya, ia kalah postur dan juga tenaga, tangannya sibuk bergerilya di atas nakas untuk mencari sesuatu yang bisa menyelamatkan masa depannya.

Begitu ia menjangkau vas bunga mini, tanpa berpikir dua kali bahkan menundanya lebih lama lagi ia memukul kepala Alvian hingga vas itu pecah dan berserakan di atas lantai.

" Aw!" pekik nya mana kala Alvian malah menggigit b*b*r bawah nya alih-alih membebaskan Arina karena luka pada kepalanya, tubuh pria itu sempat menegang merasakan rasa sakit di kepalanya, namun ia tidak jua melepaskan pagutannya, malah kini l*dah nya mengobrak-abrik rongga mulut Arina setelah wanita itu terpekik karena merasa sakit pada bibir bawahnya.

Arina menangis ketakutan, lelehan airmata nya semakin deras membasahi pipi nya, dari sorot mata yang mengabur karena air mata, ia bisa melihat lelehan cairan berwarna merah kental yang mengalir dari kepala Alvian melewati pelipisnya dan berakhir bergumul dengan tangan pria itu yang masih setia menangkup wajahnya.

1
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Shame/ "menurutku bakal sulit sih, dan walaupun mau pasti akan ada sesuatu nantinya"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Frown/ "aku juga mikirnya gitu, lihat aja nanti"
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
lama" kecium juga tuh 🤭🤭🤭🤭
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
ga usah cari arina
kan udah ada riska
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
bawa aja takut dibilang mau bunuh alvian lagi
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
iih alvian maksa maksa
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
wkwkwkwk riska. panik🤣🤣🤣🤣
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
wkwkwkkw kepanasan🤭
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
nyesel ga tuh kau🤣🤣
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
lagi kena martil otaknya 🤣🤣🤣🤣🤣
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
ngakak fabio dibuat tak bisa berkata" smaa omongan adeknyaa🤣🤣🤣
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
iya semua gara" ulet bulu riska
keserakahan dia buat semua orang sengsara
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
iya pentingin tania dlu jangan ganggu arina ketemu fabio🤭🤭🤭
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
wkwkwkw kasian dicuekin🤣🤣🤣🤣🤣
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
semua bukan salahmu
itu musibah dan musibah ga ada yang tau arina
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
akhirnya ga sia" arina dketin Tania terus
dengan usahanya
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
riska senjata makan tuan🤭🤭🤭
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
wkwkkw keluar sifat asli nya
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
dia ke kantor arina cuma buat minta libur🙄
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι³
wkwkkw nikahin ajaa tuh nenek sihir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!