NovelToon NovelToon
Dibeli Sang Mafia

Dibeli Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / CEO / Dark Romance / Tamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Valéria Bezerra

Di lelang gelap, seorang gadis dijual kepada penawar tertinggi. Pembelinya adalah Hendra Wirakusuma, mafioso yang ditakuti seisi kota, dingin, berbahaya, dan terbiasa mendapatkan apa pun yang ia mau.

Sekar tak punya siapa-siapa lagi. Ia dikhianati keluarganya sendiri dan kini terkurung di rumah pria yang seharusnya paling ia takuti. Namun di balik tatapan dan tangan yang berlumur dosa itu, ada sisi Hendra yang tak pernah dilihat orang lain.

Antara bahaya, rahasia, dan perasaan yang tumbuh tanpa izin, mampukah Sekar bertahan? Dan sampai di mana seorang mafioso rela melangkah demi satu perempuan yang ia beli?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Valéria Bezerra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi dari Sini

POV Hendra

"Iya, Yah, sepertinya aku menyukainya lebih dari yang seharusnya."

POV Baskoro

"Jangan buang waktu, Nak, jangan biarkan hidup berlalu begitu saja. Kalau kamu yakin mencintainya, taklukkan dia dan berbahagialah."

POV Hendra

"Akan kupikirkan. Sekarang aku harus kerja. Selamat pagi, titip cium untuk Ibu." Aku berangkat ke kantor.

Beberapa jam kemudian...

POV Sekar

"Pak Darto, ayo berangkat?"

POV Darto

"Hendra sedang dalam perjalanan."

POV Sekar

"Aku tidak mau pergi dengannya, Pak Darto, kumohon, ayo berangkat."

POV Darto

"Kamu bisa membuatku dapat masalah."

POV Sekar

"Benar juga... Kalau begitu aku naik taksi online." Kupesan taksi dan berangkat.

Di sekolah...

POV Agnes

"Hai, sepupu kecil..."

POV Sekar

Aku sedang membelakangi gerbang sekolah ketika mendengar suara itu. Bulu kudukku meremang. Saat aku menoleh...

POV Mirna

"Keponakan sayang, syukurlah kamu baik-baik saja. Kami khawatir sekali." Aku memeluknya.

POV Sekar

"Lepaskan aku." Aku bicara penuh kebencian.

POV Mirna

"Begitu caramu memperlakukan satu-satunya keluargamu?"

POV Sekar

"Dasar jalang." Kutampar dia.

POV Agnes

"Kamu sudah gila?" Aku hendak membalas tamparan itu, tapi seorang pria tampan menahan tanganku.

POV Hendra

"Apa yang kau lakukan?"

POV Mirna

"Permisi, Anda siapa?"

POV Hendra

"Bukan urusanmu. Ayo, Sekar." Kupegang tangannya dan kubawa ke sebuah ruangan. "Kenapa tidak menungguku?"

POV Sekar

"Aku tidak bisa menjawab, aku masih syok..."

POV Lintang

"Sekar, kamu baik-baik saja? Aku lihat ular-ular itu di luar. Mereka apain kamu?" Kupeluk dia.

POV Sekar

"Mau mereka apa lagi, Lintang? Menyiksaku lebih jauh? Menjualku lagi? Untuk apa mereka kembali?" Aku menangis.

POV Lintang

"Mereka tidak akan berbuat apa-apa padamu, aku bersumpah, aku di sini."

POV Agnes

"Sepupu, biarkan kami bicara, kumohon." Aku masuk ke ruangan itu.

POV Mirna

"Kami diancam, Sayang. Mereka memaksa kami, bilang akan membunuh kami dan kamu juga."

POV Hendra

"Jadilah manusia sekali ini saja dan bicaralah jujur. Kalian menjijikkan."

POV Agnes

"Kami tidak bohong, semuanya benar." Aku pura-pura menangis.

POV Sekar

"PERGI DARI SINI SEKARANG!" Aku berteriak.

POV Mirna

"Kami tidak akan menyerah padamu, Sayang... Kami satu-satunya keluargamu dan kami akan membuktikan kami tidak bersalah." Kami pergi.

POV Hendra

"Kamu mau tetap ikut pelajaran, atau pulang?"

POV Sekar

"Tidak... aku tidak akan membiarkan mereka mengacaukan hidupku lagi. Aku tetap di sini." Kuseka air mataku.

POV Hendra

"Nanti kujemput. Usahakan tunggu aku, dan jangan percaya pada mereka, ya?" Kukecup keningnya dan pergi.

POV Lintang

"Ke kelas, yuk?"

POV Sekar

"Ayo..."

Sore berlalu tenang. Bahkan sebelum aku sempat keluar, Hendra sudah datang bersama Panji dan menunggu kami di luar.

POV Lintang

"Dia bakal datang tiap hari?"

POV Sekar

"Kayaknya begitu." Aku tertawa.

POV Panji

"Lintang, boleh bicara sebentar?"

POV Lintang

"Ini sudah bicara."

POV Sekar

"Hendra, kita minum air dulu, yuk?"

POV Hendra

"Ayo."

POV Lintang

Awas kamu, Sekar, kubunuh nanti.

POV Panji

"Kenapa kamu memperlakukanku begini?"

POV Lintang

"Panji, dengar ya. Aku tidak ada masalah denganmu. Kalau kamu mau kita berteman, silakan, tapi tidak lebih dari itu. Paham?"

POV Panji

"Tapi aku suka kamu, Lintang, dan bukan sebagai teman."

POV Lintang

"Kamu suka perempuan mana pun yang mau denganmu, Panji, dan aku bukan salah satunya."

POV Panji

"Kamu berbeda, Lintang. Beri aku kesempatan, sekali saja?"

POV Lintang

"Dengar, kita berteman dulu, ya? Nanti kita lihat."

POV Panji

"Baiklah." Aku tersenyum.

POV Sekar

"Ayo?"

POV Lintang

"Dadah, ayahku sudah datang." Aku pamit dan pergi.

Di mansion...

POV Hendra

Sesampainya di rumah, kami mandi lalu makan malam. "Sekar... bisa kita bicara sebentar?"

POV Sekar

"Bisa..."

POV Hendra

"Perempuan tadi itu bibimu, kan?"

POV Sekar

"Iya..."

POV Hendra

"Sebenarnya apa yang terjadi padamu?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!