Cinta itu harus menghadapi banyak halangan.
Ibu Imah menganggap Zack terlalu tua bagi anak gadisnya. Pekerjaan Zack menuntutnya untuk selalu berada jauh dari Imah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RADISYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Ingin Terbang Tinggi Seperti Elang
Bang.. Ini sangat menakjubkan..! Apa ini pesawat abang sendiri? "
Imah tidak tahu apapun tentang pesawat.
Imah hanya pernah menaiki pesawat komersil bersama orang tuanya.
Ini untuk pertama kalinya Imah melihat dan mengamati sebuah pesawat.
Zack telah merancang pesawat itu, dan mesin pesawat itu terlihat begitu sempurna, seakan pesawat itu akan sanggup mengarungi langit biru tanpa berhenti.
Sepertinya akan sangat menyenangkan bila bisa terbang menggunakan pesawat ini.
Zack membantu Imah untuk bisa naik ke kokpit.
Zack memerlukan waktu hampir setengah jam untuk memperlihatkan apa yang ada didalam pesawat dan menjelaskan pada Imah bagaimana alat-alat yang ada disana bekerja.
Zack tidak pernah menjelaskan mengenai pesawatnya pada orang lain, tapi pada Imah dengan senang hati Zack melakukanya.
Zack sangat senang karena Imah begitu mudah mengerti apa yang ia jelaskan.
Dan Imah terlihat begitu senang dengan apa yang Zack jelaskan tentang pesawat ini.
Dengan penuh perhatian Imah mendengarkan penjelasan Zack, dan Imah mengingat dengan baik apa yang Zack sampaikan.
Saat Zack mengetes Imah, Imah bisa mengingat semuanya dengan baik, hanya dua tombol yang keliru, dan itu merupakan kesalahan yang sering dilakukan oleh pilot pemula saat pertama kali belajar.
Saat berbicara dengan Imah, Zack merasa bahwa dunianya terlihat begitu lebar.
Zack bisa memberikan sebuah pemandangan baru kedalam sebuah dunia yang belum pernah Imah bayangkan.
Menceritakan tentang semua isi pesawat pada Imah merupakan hal yang sangat menyenangkan bagi Zack.
Zack benar-benar menikmati menjadi seorang guru penerbang bagi Imah.
Hati Zack serasa berbunga-bunga.
Zack sangat senang karena Imah begitu perhatian pada apa yang ada di hadapannya.
Imah dengan penuh perhatian menerima semua yang Zack jelaskan.
Setelah menjelaskan secara detail apa saja yang ada di pesawat, Zack menawari Imah untuk terbang beberapa saat.
" Imah, bagaimana kalau kita coba untuk menaiki pesawat ini?
Kita akan terbang beberapa saat dan melihat pemandangan yang indah dari atas." kata Zack yang menawarkan pada Imah untuk menaiki pesawat.
" Kita bisa menikmati sensasi saat pesawat lepas landas, tidak perlu lama, hanya beberapa menit saja. "
Zack mengatakan jika mereka hanya sebentar saja menaiki pesawat.
Sebenarnya Zack ada keinginan untuk mengajak Imah menaiki pesawat terbang, namun begitulah melihat Imah yang antusias saat Zack menerangkan tadi, Zack jadi berfikir tidak masalah jika ia mengajak Imah terbang sebentar saja.
" Kapan kita akan naik pesawat ini bang? Apakah kita menaikinya sekarang? "
Dengan antusias Imah bertanya kapan mereka akan menaiki pesawat itu.
Zack terkejut mendengar Imah yang begitu antusias ingin mencoba menaiki pesawat itu.
Imah merasa senang berada di pesawat kecil itu bersama Zack.
Meski Zack pendiam dan kadang terlihat canggung saat berada didekat Imah, tapi saat berada di dekat pesawat terbang Zack seolah bisa membentangkan sayapnya dan terbang.
" Aku ingin sekali bang bisa terbang menggunakan pesawat ini.
Bisakah?".
Imah telah melupakan pesan dan peringatan dari ibunya.
Zack turun dari pesawatnya, lalu mendekati seseorang dan mengatakan jika ia akan terbang.
" Bisakah kau membantuku? Aku ingin terbang sebentar dengan pesawat ku. "
Zack mengatakan jika ia akan terbang dengan pesawatnya.
" Oke, siap..! " jawab orang tersebut.
Zack kembali ke pesawat dengan perasaan senang dan senyum lebar.
Secara teknis, pesawat yang Zack miliki merupakan pesawat kecil, tapi ukurannya masih cukup lumayan.
Dengan beberapa penyesuaian yang Zack buat dan dibantu oleh Denis, pesawat itu mampu terbang cukup jauh.
Zack telah duduk di kokpit dan berperan sebagai seorang pilot.
Sebelum menyalakan mesin pesawat Zack bertanya kepada Imah.
" Apakah kau sudah siap, Imah? "
Tanya Zack pada Imah.
" Tentu Imah siap, bang.! Jawab Imah dengan sumringah.
Zack mulai menghidupkan mesinnya dengan mudah, mereka keluar secara perlahan dari mulut hanggar.
Dalam waktu sekejap mereka sudah meluncur melewati landasan.
Zack memeriksa semua keamanan dan keadaan pesawat, lalu mengatakan pada Imah apa yang dilakukannya.
Zack akan mengajak Imah terbang beberapa menit saja, agar Imah bisa merasakan sensasi menaiki pesawat pribadi.
Saat mereka mulai naik dan mengudara, Zack ingat sesuatu yang tidak terpikirkan oleh Zack.
" Imah, kau tidak mabuk udara kan? " tanya Zack yang terlihat cemas.
Imah tertawa lalu menjawab pertanyaan Zack,
" Tentu saja Imah tidak mabuk udara, bang! " jawab Imah disela tawanya.
" Syukurlah, abang merasa cemas jika Imah mabuk udara.
Zack tahu jika Imah memang bukan seorang gadis yang biasa mabuk udara, dan Zack suka itu.
Jika Imah mabuk udara, maka akan merusak suasana yang ada diantara mereka.
" Imah sudah beberapa kali naik pesawat udara dan belum pernah mabuk. "
Imah mengatakan jika ia belum pernah mabuk.
" Apakah abang akan menjungkirbalikkan pesawat ini? tanya Imah penasaran
.
Zack mentertawakan Imah.
Zack belum pernah merasakan begitu dekat dengan Imah seperti saat mereka tengah terbang bersama.
Imah dan Zack merasa seperti sebuah mimpi.
" Akhirnya aku bisa membawa Imah untuk terbang bersamaku.
Ini seperti sebuah mimpi yang membuat aku merasa sangat bahagia dan merasa sangat bersyukur. "
Zack berkata dalam hati mengenai perasaan bahagia yang ia rasakan.
" Aku seperti mimpi bisa berada di dalam pesawat milik Zack.
Angan-angan yang pernah aku mimpikan ternyata bisa terwujud.
Akun tidak menyangka jika bang Zack memiliki segudang rencana dalam hatinya.
Yang membuat aku bahagia, bang Zack mengatakan jika ia akan mengajak ku terbang dan disinilah aku sekarang, duduk disamping Zack dan menemaninya berkeliling kota dengan pesawatnya. "
Imah pun bermonolog dalam hatinya.
Bagaimana Imah, apakah kau merasa senang? " tanya Zack pada Imah.
Zack terlihat fokus mengendalikan pesawatnya.
" Ini sangat luar biasa, bang, berbeda dengan saat naik pesawat komersil."
Imah menjawab pertanyaan Zack dengan perasaan senang.
" Jika di pesawat komersil, Imah hanya bisa duduk dan memperhatikan awan ataupun pemandangan dibawah melalui jendela pesawat.
Tapi disini Imah bisa duduk di kokpit dan memperhatikan bagaimana abang mengendalikan pesawat agar bisa terbang dengan stabil.
Imah merasa jika sepertinya Imah sendiri yang mengendarai pesawat ini. "
Dengan antusias Imah menyampaikan perasaan senangnya karena bisa menaiki pesawat yang Zack miliki.
" Imah tidak menyangka jika abang benar-benar akan membawa imah menaiki pesawat pribadi abang.
Imah fikir waktu abang mengatakan akan mengajak ayah dan Imah naik pesawat itu hanya sebuah obrolan biasa saja.
Ternyata abang membuktikan kata-kata dan janji abang pada Imah.
Imah sangat berterima kasih pada abang untuk semua ini. "
Imah menyampaikan rasa terima kasih pada Zack karena Zack telah menepati janji untuk mengajak Imah menaiki pesawat pribadi yang ia miliki.
Zack mendengarkan apa yang Imah sampaikan dan ia merasa bangga bisa menepati janjinya pada Imah dan membuat Imah merasa bahagia.
ke ceritaku👃👃
Semoga Imah bisa kembali pulih setelah mengalami pendarahan. 🙏
Yg sabar ya Imah, semua merupakan cobaan dlm kehidupan mu. 🙏🙏
Semoga Imah dan bayinya baik" saja setelah kejadian itu. 🙏